NovelToon NovelToon
Lovely Savage! (Bodyguard Kesayangan)

Lovely Savage! (Bodyguard Kesayangan)

Status: tamat
Genre:Komedi / Action / Cinta Seiring Waktu / Raja Tentara/Dewa Perang / Karir / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 5
Nama Author: Wachid Tiara

Aarav Baskara Darma, seorang jaksa yang harus menyewa jasa bodyguard untuk melindunginya dari teror yang terus saja menghampirinya, setiap dia berhasil menyelesaikan satu kasus. Dia tidak menyangka jika bodyguard cantik itu selalu bisa menarik perhatiannya, hingga hatinya merasa nyaman dengannya dan perlahan-lahan mulai menyukainya, walaupun gadis itu sangat dingin dan bahkan kejam padanya, dia juga sangat mata duitan. Dan jelas selalu saja membuat Aarav dengan mudahnya naik darah.

Bagaimana perjalanan kisah manis mereka?

Yuk! ikuti ceritanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 35

.

35

.

Erza tersenyum kecut mendengar itu. Dia benar-benar tidak menyangka jika Aarav akan mengatakan hal itu padanya.

"Jujur saja... Aku sama sekali tidak pernah takut dengan ancaman dari siapapun. Bahkan jika kamu mengancamku seperti ini. Aku juga tidak peduli jika kamu mau memaafkan ku atau tidak... Aku hanya akan terus melakukan apapun yang aku inginkan. Lagi pula aku mengatakan sesuatu yang sebenarnya. Dia memang tidak suka dengan caramu memperlakukan ku. seharusnya kamu menyadari hal itu, aku hanya sedang membantumu karena kamu bilang jika kamu menyukainya. Dia memang tidak menyukai caramu memperlakukan ku atau memanjakan ku. Dengan kata lain dia cemburu padaku! Seharusnya kamu bisa memahami kata-kata ku, tapi kamu justru mengatakan hal ini padaku dan bahkan mengancamku. Aku benar-benar tidak tahu apa yang sebenarnya ada di dalam kepalamu." Erza menatap jengkel pada Aarav yang selalu saja membuat mood baiknya menghilang begitu saja.

"Kamu ingin mengatakan apa lagi padaku? Jika aku ini gadis kasar, atau aku ini gadis kejam, atau mungkin jika aku ini gadis tidak tahu aturan yang sangat tidak tahu diri.... katakan saja! Aku tidak keberatan!" tambah Erza seraya terus menatap wajah Aarav dengan tajam. Erza benar-benar kesal pada Aarav yang sampai harus membentaknya karena hal itu.

"Katakan saja... bukankah kamu juga terlalu sering mengatakan hal itu?" ucap Erza lagi dengan tatapan tidak sukanya pada Aarav.

Aarav menghela nafasnya, dia benar-benar hampir lepas kendali. Jika saja Erza tidak mengatakan semuanya itu tadi, mungkin dia sudah mengatakan semuanya itu tadi pada Erza. Dia melihat Erza yang benar-benar terlihat marah padanya.

Aarav terkejut saat melihat Erza membungkukkan badannya di depannya.

"Maafkan ketidaksopanan saya padamu dan pada nona Olivia. Aku akan pergi meminta maaf padanya sekarang." ucap Erza seraya memberikan kunci mobil pada Aarav. Dia berlari dengan cepat ke arah jalan raya untuk mendekati taksi yang sedang berhenti karena menurunkan penumpang yang berhenti di depan gedung itu

"Erza! tunggu!" Aarav berlari mengejar Erza yang hampir naik ke dalam taksi itu.

"Erza!" Aarav menarik tangan Erza dan menahan tubuhnya agar Erza tidak masuk ke dalam taksi

"Pak jalan saja. dia tidak akan naik." ucap Aarav pada supir taksi. Walaupun terlihat kesal, supir taksi itu akhirnya pergi dari sana.

Aarav menatap wajah Erza yang sedang telihat benar-benar kesal padanya.

"Kenapa kamu begitu cepat marah?"

"Aku?" Erza menunjuk pada dirinya sendiri, "kamu yang cepat marah! bukan aku!" ucapnya dengan kesal

"Sudahlah... Aku yang sudah meminta padamu untuk menjadi Erza yang biasanya, Erza yang memang selalu membuat ku kesal, tapi aku sendiri justru kesal padamu. Tidak seharusnya aku mengatakan hal itu padamu. Aku minta maaf." ucap Aarav yang masih terus menahan Erza dalam pelukannya.

"Jangan memelukku seperti ini, orang lain akan merasa sangat cemburu dan salah paham!" Erza dengan keras mendorong tubuh Aarav hingga Aarav hampir saja terjatuh jika Erza tidak memegangi tangannya.

"Jika saja aku benar-benar terjatuh, aku mungkin akan benar-benar memotong uang jajanmu!" Aarav menatap kesal pada Erza yang hanya tersenyum lebar padanya.

"Maaf tuan Aarav... Habisnya... Kamu memelukku seperti itu di depan banyak orang." jawab Erza.

"Lupakan saja! Terkadang aku sangat kesal padamu, tapi aku sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa." Aarav mendengus pada Erza yang segera memeluk lengannya.

"Tuan Aarav... Mau aku buatkan sup jagung manis kesukaan mu?" tanya Erza dengan begitu manis.

Aarav selalu saja tidak bisa berbuat apa-apa jika Erza sudah membujuknya seperti ini, apa lagi dengan sup jagung manis kesukaannya.

"Ayo ke apartemen mu. Aku juga sudah sangat lapar." jawab Aarav.

"Baiklah..." Erza berjalan mengikuti langkah kaki Aarav yang masih dia peluk lengannya.

Erza tidak pernah kesulitan untuk membujuk dan menenangkan Aarav saat Aarav marah sekalipun. Walaupun begitu Erza masih merasa sangat tidak nyaman dengan sikap Aarav tadi, di mana Aarav marah besar padanya karena terus memprovokasi Olivia. Walaupun begitu, dia tidak ingin menunjukkan semuanya itu pada Aarav. Dia sudah memutuskan untuk mendampinginya dan menjadi seperti apa yang Aarav inginkan selama dia berada di sisinya.

Dengan itu, dia juga sudah memutuskan untuk menerima seperti apapun rasa sakit yang mungkin nantinya akan dia dapatkan.

Kini Erza sudah bersiap untuk mengemudikan mobilnya, dia tersenyum pada Aarav sebelum dia menyalakan mesin mobilnya.

"Erza... Bisakah kedepannya kamu jangan terlalu kasar pada Olivia?" pinta Aarav.

"Aku kasar pada nona Olivia? Apa aku memukulnya? Atau aku sudah melukainya?" tanya Erza, dia tersenyum kecut pada Aarav yang terlihat kebingungan untuk menjawab pertanyaan dari Erza tadi.

"Sudahlah... Aku mengerti." jawab Erza seraya mulai mengemudikan mobilnya, "Aku benar-benar ingin mematahkan lehernya." desisnya.

Dia membawanya melaju ke arah apartemenya seperti yang mereka rencanakan tadi.

Walaupun perasannya sedang benar-benar kacau, dia juga tidak bisa menjilat kembali kata-katanya sendiri yang akan memasakkan sup jagung manis untuk Aarav.

Suasananya begitu hening. Tidak ada suara dari keduanya. Mereka benar-benar saling mendiami satu sama lainnya.

Erza masih merasa sangat kecewa dengan kata-kata Aarav tadi, Sedangkan Aarav merasa jika apa yang dia katakan pada Erza tadi memang salah, itu sebabnya dia diam karena dia tidak tahu harus bagaimana lagi saat ini.

Setelah lama saling terdiam, Aarav memilih untuk memulai pembicaraan.

"Erza... Bukankah kita seperti pasangan anak muda yang alay? atau seperti sepasang suami istri yang selalu saja bertengkar? kita saling marah, tapi akan dengan cepat saling berdamai. Kamu bahkan akan terus terluka karena perkataan ku dan nantinya akan kembali membaik. Seperti itu seterusnya. Bahkan sampai ada yang bisa dengan ini. Ada yang bilang jika hubungan kita ini membosankan seperti sinetron yang ada di stasiun televisi ikan terbang. Bisakah kita merubah image itu?" ucap Aarav yang membuat Erza tersenyum mendengarnya.

"Kita bahkan bukan siapa-siapa. Aku bukan kekasihmu, tapi kamu berbicara seolah-olah jika kita ini sepasang suami istri yang berkali-kali bertengkar karena masalah yang itu-itu saja...." jawab Erza.

Mendengar itu Aarav juga tertawa geli.

"Benar. Itu sebabnya jika ada baiknya kalau kita jangan marahan lagi... Aku tidak suka saat melihatmu marah padaku. Aku takut jika pedangmu terbang ke leher ku."

Erza tertawa geli, dia menganggukan kepalanya, "benar... Kamu juga bukan suamiku, suamiku seharusnya orang yang lebih kuat dariku. Bukan orang yang merepotkan sepertimu." jawab Erza.

"Hei! Aku memang tidak bisa berkelahi, tapi aku juga bukan pria yang lemah. Jika aku menjadi suamimu, sekuat tenaga ku, aku pasti akan terus melindungimu, walaupun aku tidak mampu untuk melindungi diriku sendiri, aku tetap akan mempertaruhkan seluruh hidup ku untuk melindungi mu! jadi jangan khawatir. okay?" Aarav tersenyum manis pada Erza yang hanya bisa tersenyum mendengar itu.

"Aku percaya padamu." jawab Erza.

"Kamu memang sudah seharusnya percaya padaku. Walaupun aku lemah, aku tetap seorang pria, dimana aku ingin bisa melindungi wanita ku. Aku pasti akan melindungi mu." ucap Aarav

Erza semakin tidak mengerti dengan perasaannya sendiri. Hatinya benar-benar merasa begitu hangat hanya karena mendengar ucapan Aarav yang sederhana itu

'Sebaiknya aku mengendalikan perasaan ku mulai dari sekarang. Atau aku akan benar-benar jatuh terlalu dalam. karena dia bukan untukku...' ucap Erza dalam hatinya.

Aarav melihat iyang sudah kembali fokus pada mengemudinya. Dia tersenyum melihat wajah seriusnya yang terlihat begitu keren.

'Erza... Jujur saja, aku sendiri masih belum tahu, apakah aku benar-benar menyukai Olivia seperti yang aku bayangkan, atau aku hanya menganggapnya sebagai seseorang yang aku kagumi. Yang jelas saat ini, aku justru merasa jika aku sangat dekat denganmu.'

"Tuan Aaraaavvv... Apa kamu sedang sakit?" tanya Erza yang segera mengembalikan pikiran Aarav kembali ke dunia nyata

"Aku tidak sakit. Kenapa memangnya?"

"Bicaramu sepertinya seperti orang yang sedang mabuk.. Jadi, aku pikir jika kamu sedang tidak waras." jawab Erza.

Aarav mendengus pada Erza yang selalu saja bisa membuatnya merasa kesal dan juga senang pada waktu yang bersamaan.

"Kita sedang sama-sama tidak waras Erza... jadi diamlah!" jawab Aarav.

Erza tertawa geli mendengar itu.

"Tuan... Bagaimana kalau kita ke rumah sakit jiwa bersama? mau?"

"Erza!" bentak Aarav pada Erza yang terus saja mempermainkannya

Erza tertawa terbahak-bahak melihat bagaimana Aarav kesal padanya.

Melihat itu Aarav juga tidak bisa menahan dirinya untuk tidak tertawa kecil. Dia sangat beruntung karena Erza sangat mudah melupakan kemarahannya dan kembali ceria seperti tidak pernah terjadi apapun sebelumnya.

"Tuan... "

"Jangan mengajak ku ke rumah sakit jiwa lagi! Awas saja!" Anam Aarav.

"Tidak... Aku hanya ingin mengajakmu ke kamarku... Mau?"

Wajah Aarav memerah mendengar apa yang Erza katakan.

"Rapikan kamarku. Aku lupa membereskan seprei dan selimutnya tadi pagi."

Aarav mendengus mendengar bagaimana Erza kembali mempermainkannya.

'Dia benar-benar sangat menyebalkan... Tapi aku justru merasa sangat menyukai dia yang seperti ini...' batin Aarav.

.

1
~Daf r r
p
~Daf r r
hahhaha aarav Erza versi 2
~Daf r r
kok Erza jadi kek gini gk suka gw sama sikap Erza seakan gk menghargai perjuangan aaravv
Junae Daenk Ady
erza emang best..jdi semangat bacanya
desakpadna
ga ad otak emnk ish gk mikir aj gk paham bahasa manusia cih😩😁
desakpadna
wah gk jera🥴bz" jd musuh erza lama"
desakpadna
bangke sama" koplak😂😂 jd bengek😂
desakpadna
tante bellan lebih savage😂🤣
desakpadna
gila mama mertua lebih savage girl🤣😂🤭
desakpadna
erza koplak😁😁
desakpadna
kok nyesek dsni lebih skit Adrian prgi dr pd aarav nyesek ny bnget" emnk hub perasaan rumit n kompleks bkin gk karuan efeknya dalem bngt😔
desakpadna
ank gada akhlak😁
desakpadna
kok sakit perut bacanya ya part mreka jd kocak, oliv jd bego mendadak😁
desakpadna
cb ad visual Bimo oliv penasaran😁
desakpadna
bodoh kesel jengkel jd satu gk guna otak pinter tp bodoh😩gak ad otak jd ny d situasi kaya gtu
desakpadna
yg diem" it yg bhya menghanyutkan wlo kelihatan dr luar cantik anggun sesuai kriteria tp asli ny bli kejut gk nyangka pny pemikiran gtu, gada rasa syukur😩 aarav emnk bodoh
desakpadna
sakit jiwa breng😂
desakpadna
jd yg bos siapa😂
desakpadna
asem ngakak sumpah pen nampol zi aarav 😂😂😂
Ahlam Khoiry Al-adil
bingung di bilang kecewa tpi..mau nya erza sama Aarav saja..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!