NovelToon NovelToon
Repeatedly Hurt

Repeatedly Hurt

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Tamat
Popularitas:13.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nidati

Andara Agustin, gadis malang yang tidak diinginkan keberadaannya. Kehadirannya dianggap sebagai kesialan. Kalau bukan karena wasiat sang Nenek, Dara pasti sudah pergi dari keluarga yang memperlakukan dirinya tak lebih dari sampah.

Namun, takdir Tuhan membawa Dara pada seorang Raffaza Alfarezo. Presdir Perusahaan Gerdion, pria dingin dan arogan. Kesalahan satu malam yang mereka perbuat menghasilkan sosok makhluk kecil yang tak bersalah. Akan tetapi, Raffa sudah memiliki kekasih bernama Khanza Abir yang sangat dicintainya.

Siapa sangka justru sang kekasihlah yang meminta Raffa menikahi Dara, lantas bagaimana sikap Dara setelah mengetahui pria yang telah menghamilinya memiliki kekasih yang baik hati. Apa Dara tega menyakiti hati wanita lain demi anaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nidati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertengkar Hebat

Raffa membawa Dara masuk ke kamar. Ia menghempaskan tangan Dara dan memilih pergi ke kamar mandi. Dara menatap heran dengan perlakuan Raffa kali ini. Selama dua hari lalu setiap Dara membalas perkataan pedas Raffa. Pria itu hanya terdiam tidak membalas atau melakukan kekerasan fisik. Pernah satu hari penuh rumah terisi dengan perdebatan Dara dan Mama, Raffa hanya menyaksikan dalam diam tanpa berpihak pada siapapun. Dara menduga-duga apa yang sedang mengganggu pikiran Raffa.

Raffa tidak lagi memperlakukannya dengan kasar meski ucapan pria itu masih belum berubah. Masih sering menyakiti Dara, tapi kini Dara tak ambil pusing dengan apa yang akan Raffa ucapkan anggap saja itu angin lalu. Ia merasa aneh dengan perlakuan Raffa tadi, pria itu membela Dara daripada Mama dan tidak mencegah Mama meninggalkan rumah. Ada rasa iba di hati Dara. Bagaimanapun Mama masih orang tua Raffa dan mertua Dara. Tidak bagus di dengar orang kalau mertua meninggalkan rumah hanya karena tidak suka dengan menantu.

"Jangan membuatku bingung akan sikapmu, Mas."

"Dara tidak ingin berharap terlalu tinggi lalu dihempaskan begitu saja."

Dara berjalan ke meja rias mengambil buku dari laci, kemudian menggoreskan tinta pena menjadi sebuah rangkaian kalimat. Pena tersebut menari-nari diatas buku sesuai kehendak pemilik.

Raffa membasuh muka, melihat pantulan dirinya di cermin. Ia memukul dinding kamar mandi. Meluapkan segala amarah yang ia pendam. Tega sekali Khanza melupakan dirinya dan hendak menikahi pria lain. Begitu mudahnya Khanza menerima pinangan pria lain. Raffa marah pada dirinya sendiri karena tidak bisa berbuat apa-apa. Haruskah ia merelakan Khanza.

Wanita itu, Dara. Istrinya itu semakin keterlaluan dengan tindakannya pada Mama. Raffa tidak ingin Mama selalu tersulut amarah sehingga beliau bisa sakit, maka dari itu ia mempersilahkan Mama pergi, lagi pula Mama tidak akan bersembunyi darinya. Paling juga Mama menginap ke rumah Oma. Sesuai perkataan tempo lalu.

Wanita itu perlu diberi pelajaran oleh Raffa agar lebih bersikap baik. Raffa memang heran dengan perubahan Dara yang tidak lagi seperti dulu. Ia curiga Dara mendapat dukungan dari Oma sehingga berani melawan dirinya. Apa yang telah mereka berdua sepakati.

Prak

Raffa memukul cermin yang ada di kamar mandi hingga buku-buku jarinya berlumuran darah. Ada amarah yang begitu besar di hati Raffa. Mengetahui Khanza akan menikah, Perubahan sikap Dara, dan rasa ingin tahu hubungan Dara dan Oma sudah sampai ditahap apa.

Raffa keluar mengambil kain kasa. Membalut lukanya secara asal. Dara yang baru saja masuk dari balkon terkejut melihat luka Raffa. Ia mendekat mengambil alat P3K dan membawa Raffa duduk. Ia membersihkan luka Raffa dengan alkohol kemudian menaruh obat merah dan membalut rapih luka Raffa.

Pria itu hanya diam mengamati apa yang dilakukan Dara. Sejurus kemudian Raffa menarik tangannya. Dara hanya bisa mengulas senyum.

"Jangan senang dulu karena saya sudah membela kamu di depan Mama."

Bukannya berterima kasih kepada Dara yang sudah mengobati lukanya. Raffa malah membahas masalah yang sudah berlalu.

"Tak apa." Dara membereskan peralatan P3K dan meletakkan kembali ke tempatnya semula.

Sikap Dara yang seolah tidak peduli lagi mematik api yang hampir padam. Raffa mendekat menarik lengan Dara agar menghadapnya.

"Kamu boleh bersenang-senang karena saya tidak akan menceraikanmu, tapi ingat siapa yang pria yang kau nikahi. Kau boleh memiliki raga ini, tapi tidak dengan hati."

Raffa tidak akan membiarkan Dara memasuki hatinya dengan mudah. Hatinya akan tetap menjadi milik Khanza. Raffa melepaskan lengan Dara, kemudian berbalik mengusap wajahnya. Kalau bukan karena ancaman Oma detik ini pun Raffa akan melayangkan gugatan cerai.

"Kasih Dara alasan kenapa Mas tidak mau menceraikan Dara," ucap Dara menantang. Ia membalik tubuh Raffa hingga menghadapnya kembali. Ia ingat Raffa mengatakan hal tersebut beberapa saat lalu.

"Untuk apa kau tahu, lebih baik kau diam dan menjadi wanita penurut jangan membangkang apa yang saya katakan."

"Dara tidak akan lagi diam. Jika tidak memiliki alasan, maka ceraikan Dara."

Dara penasaran. Apa Oma juga mengancam Raffa atau hanya dirinya. Sebenarnya apa yang Oma rencanakan. Perasaan Dara menjadi tidak enak.

"Saya tidak akan menceraikan kamu." Raffa hendak meninggalkan Dara. Ia tidak ingin rasa amarahnya semakin besar dan menjadikan Dara bahan pelampiasannya. Namun, tangannya dicekal oleh Dara yang menatapnya dengan berani. Tidak ada lagi sorot mata penuh ketakutan yang ada hanya keberanian.

"Dara minta cerai," pancing Dara. Ia tidak gentar hanya karena Raffa menatap balik dirinya dengan tajam.

"Jangan memancing amarah saya." Raffa memperingati ia bisa lepas kendali jika semakin dipojokkan dengan permintaan Dara.

"Maka katakan alasannya. Dara harus tahu dan menjaga batasan."

"Batasan? Kau sudah melewatinya. Kau sudah berani menembus tembok penghalang yang saya ciptakan."

"Dara tidak merasa melewati batas."

"Kau sudah berani melawan perkataan saya dan Mama sebagai orang tua. Ingat posisi mu adalah menantu. Sebagai orang yang lebih muda sudah sepatutnya menghormati orang tua, tapi kau berani melawan."

Sekeras apapun Dara melawan semua perbuatan mereka, tapi dalam hati kecilnya ada penyesalan karena sudah bersikap tidak sopan. Terutama pada Mama, tapi semua kembali pada sikap Mama yang tidak bisa dibilang baik. Di depan Raffa Mama akan sesekali memerintahkan, berbanding terbalik saat Raffa tidak ada. Dara hanya ingin Mama dapat bersikap lebih baik padanya.

"Jika itu alasannya. Maaf, tapi Dara tidak akan bersikap seperti itu jika bukan karena perlakuan Mama. Jika kamu tidak suka silakan cerai...."

Perkataan Dara terhenti saat tangan Raffa yang tidak terluka mencengkeram rahang Dara. Tidak terlalu sakit, tetapi cukup membungkam mulut Dara.

"Sekali lagi kamu minta cerai, saya tidak akan segan-segan untuk melukaimu." Menghempaskan wajah Dara hingga menoleh ke samping. Dara tidak tinggal diam ia meraih cutter yang berada di atas nakas. Memberikannya ke tangan Raffa dan mengarahkan tangan Raffa menuju jantungnya.

"Silakan lukai Dara. Karena Dara tetap meminta cerai!" Berusaha menekan ujung cutter tersebut pada dadanya. Raffa sebisa mungkin menahan cutter tersebut agar tidak menembus baju yang dikenakan Dara. Ia tidak habis pikir seorang Dara bisa bertindak sejauh ini.

Dara semakin menarik tangan Raffa untuk menekan cutter tersebut. Raffa geram dengan sikap Dara. Sekuat tenaga Raffa menghempaskan cutter ke lantai hingga menimbulkan suara.

"Apa yang kau lakukan hah!" bentak Raffa.

"Kamu bilang tidak akan menceraikan aku bukan, maka bunuh aku agar terbebas dari hubungan ini."

"Aku tidak akan menceraikan mu atau membiarkanmu mati dengan mudah. Saya tahu kamu sudah menghasut Oma agar mengalihkan semua harta warisan padamu."

"Dara tidak pernah meminta sepersen pun dari Oma.

"Halah ... asal kau tahu Oma akan menyerahkan harta warisannya padamu yang bukan siapa-siapa dibandingkan saya yang cucu beliau."

"Tidak. Oma tidak akan melakukan itu."

"Oma akan melakukannya jika saya menceraikanmu."

Hening

Dara tidak lagi bersuara. Ternyata Oma juga mengancam Raffa dengan harta warisan. Ia menjadi sadari diri, ia tidak berhak berada di posisi sekarang. Dara mundur duduk di tepi ranjang. Matanya menatap kosong dan Raffa pergi membanting pintu hingga Dara terkesiap.

***

Happy reading.

Semua, maafkan author yang jahat ini 🤧 sudah membuat kalian menunggu begitu lama. Author punya pekerjaan jadi baru bisa up. Kemungkinan nanti malam libur dulu ya. Nanti author crazy up deh.

Salam sayang dari aku.

1
sekar
aku tebak fera
sekar
heh berbelit Belit gitu aja Mulu marah banting pintu pergi,harga diri diinjak Suami dan mertua
sekar
berjuang hnya buat org yg mau diperjuangkan dan kata2nya tidak menghina dan merendahkan,itu sama saja dengan menykiti secara mental walau bukan fisik,sungguh aku ga suka dgn suami dara ini
Ran Aulia
Terimakasih kak, ceritanya bagus 😍😍😍👍👍👍
Nur Halima
Luar biasa
Sella Xhu
pasang koplak 🤣
Sella Xhu
thor... ada cerita buat reza sma fera gaaa
heheh
Sella Xhu
Luar biasa
EndRu
Thor
beneran ayah dihukum 20 tahun ..
heran ..
emang melakukan pembunuhan berencana?😀
EndRu
ooh bar tahu aku Thor..
kalau sakit Karena alergi itu pengobatannya juga pakai dibius
EndRu
Oma bisa diajak curhat ini .
EndRu
a trauma kah?
EndRu
di sini agak heran aku nih. masa ada keributan gitu. Bu Lastri sampai ga denger. ga nolongin. apa bi Lastri lagi g ada di rumah
YK
salah paham terus raffa ini. buruk banget karakternya...
YK
seharusnya sikap ini yg dara lakukan ke keluarganya bukan ke suaminya. gak fair.
YK
memang terlalu bodoh. kan bisa lari dulu sama pembokatnya. trus balik pas pembacaan wasiat dari pengacara. Tokoh utamanya LUAR BIASA BEGONYA.
YK
ya Allah, kenapa ada tokoh yang GOBLOKNYA MINTA AMPUN kayak gini ya???
YK
raffa ini sangat buruk tabiatnya. apa harus disandingkan sama dara? terlalu maksa kayaknya..
YK
maaf ya, umur 25 tahun TERLALU TUA utk bersikap seperti Dara.
Christine Youngran: yupsss tua bangetttt..kecuali dia emang ada bego² ya bawaan lahir..
total 1 replies
YK
umur 25 tahun sudah terlalu dewasa utk diperlakukan kyk gini. seharusnya lebih muda lagi, Thor. 21 atau 22 masih pantas lah.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!