NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Agen Bayaran

Terjerat Cinta Agen Bayaran

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:636.3k
Nilai: 5
Nama Author: Desi Manik

Spin Off dari novel Pernikahan Paksa Sang Pewaris. Visual berada di part 14.

Angel dihantui oleh rasa penasaran saat menerima surat dan paket dari seseorang yang misterius. Namun dia tak bisa menemukan petunjuk apapun tentang orang tersebut. Dan akhirnya mau tidak mau Angel mengabaikannya saja.

Hingga suatu malam dia ditolong oleh seorang pria yang dia yakini adalah sosok misterius itu. Benarkah itu adalah pria yang selama ini Angel sebut sebagai peneror dirinya?

Temukan semua jawaban atas pertanyaan dalam benak kalian di sini.

Diusahakan update setiap hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desi Manik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch 34 - Kau Adalah Pria Itu?

Ada berbagai cara takdir mempertemukan dua insan dan salah satunya adalah membagi rahasia yang kumiliki denganmu.

🌷Happy Reading🌷

Semilir angin malam semakin menusuk-nusuk kulit. Jeremy melirik Angel lewat ekor matanya saat wanita itu masih diam saja.

"Hmm jadi begini..."

"Tidak usah banyak basa-basi. Langsung to the point saja."

"Siapa kau sebenarnya?" Angel bertanya dengan matanya menatap tajam pada Jeremy. Dia pikir Jeremy akan merasa paling tidak sedikit terintimidasi. Tapi bermimpi saja karena Jeremy sama sekali tak merasa demikian.

"Jeremy."

"Hanya begitu saja?"

"Jeremy Scott."

"Aku tidak bertanya nama lengkapmu, Tuan!" bentak Angel tak sabaran. Bukan itu yang dia maksud. Tapi sepertinya Jeremy berniat untuk main-main dengan kesabaran yang dia miliki.

Jeremy memijit pelipisnya. "Lalu apa yang kau tanyakan? Jangan memberiku pertanyaan yang ambigu. Hidup ini sudah ribet jangan semakin dibuat ribet."

"Kau yang menculikku kan?"

Jeremy terdiam sesaat. Ditatapnya Angel dengan lamat-lamat. "Ya."

Angel tampak tak terkejut. Pun dia tak menunjukkan ekspresi kemarahan karena sudah pernah diculik dan disekap oleh lawan bicaranya. Sebaliknya Angel malah bersiul-siul kecil karena merasa senang.

"Kenapa kau menculikku?"

Mau tidak mau Jeremy menjawab pertanyaan Angel dengan jujur. Toh sedikit banyak gadis itu sudah mendengar yang menjadi rahasianya dan Ben.

"Karena itu adalah misi yang diberikan oleh klien pada kami."

"Misi?? Ohh jadi sama dengan misi pencurian ke Korea nantinya?"

"Hmm."

"Jadi siapa klien kalian yang menyuruh untuk menculikku dan apa tujuannya?"

"Kami tidak menanyakan data klien kami, jadi kami tidak tahu siapa orang itu. Yang kami tahu, dia adalah orang yang tidak suka kalau kau melakukan hal-hal yang aktif di perusahaan jadi mungkin saja orang itu berada di perusahaan yang sama denganmu atau perusahaan lawan yang tidak ingin perusahaanmu maju."

Angel hanya mangut-mangut saja. Bukan hal yang baru untuknya. Orang tuanya saja tidak suka padanya jadi bukan hal yang aneh kalau ada orang lain yang tidak suka padanya di perusahaan.

Jeremy yang mengamati reaksi Angel mengerutkan dahinya. Dia biasa-biasa saja? Tidak terkejut apa lagi takut sama sekali.

"Ahh baiklah. Aku mengerti. Yang belum aku mengerti di sini adalah..." Angel menggantung perkataan sembari mendelik tajam ke arah Jeremy. "Apa sebenarnya pekerjaan kalian, Tuan?"

"Rasa ingin tahumu ternyata begitu besar ya Nona." Jeremy berkata sinis seakan menyindir. Namun sayangnya Angel malah hanya tertawa kecil untuk menanggapi.

"Ya. Dan rasa ingin tahuku harus terpenuhi agar aku tak menjadi gila lalu menyebarkan rekaman yang seharusnya menjadi rahasiamu, Tuan."

"Kau..." Jeremy menggeram tertahan.

"Eitss. Jangan emosi. Emosi bisa menyebabkan naiknya darah tinggi. Nanti cepat tua loh."Masih bisa-bisanya Angel bersenda gurau di saat seperti ini.

"Aku tak peduli."

"Ya sebenarnya aku juga tidak. Mau cepat tua kek, mau itu rambut mendadak berubah menjadi uban semua kek, aku sih masa bodoh saja. Selagi itu tidak berada di kepalaku. Tapi yang aku pedulikan adalah kau menjawab pertanyaanku dengan jujur, Tuan."

Jeremy menarik napas dalam-dalam lalu dia hembuskan secara perlahan. "Agen bayaran," ujarnya pelan nyaris tak terdengar.

"Pekerjaan seperti apa itu? Kalian berada di bawah naungan siapa?"

"Pekerjaan yang menghasilkan uang tentu saja. Dan kami tidak bekerja di bawah naungan siapa pun."

Angel memutar bola matanya dengan malas tanda tak puas dengan jawaban yang diberikan oleh Jeremy. "Tuan Jeremy Scott yang terhormat, maksudku jenis pekerjaan seperti apa agen bayaran itu?"

"Kau bisa terkena serangan jantung kalau aku jelaskan, Nona. Jadi kau tak perlu tahu."

"Dan sayangnya jantungku tidak selemah itu. Katakan."

"Kami bekerja untuk menjalankan misi yang klien berikan kepada kami. Misinya bisa apa saja selagi dana yang diberikan sebanding dengan apa yang harus kami kerjakan."

Kedua bola mata Angel membulat dengan sempurna. Namun dia mengerjapkan mata lalu tampak kembali mengatur raut wajahnya.

"Jadi kalian juga membun*h orang jika ada klien yang memberikan misi seperti itu?"

Jeremy tersenyum samar. Dia bisa merasakan sedikit rasa gugup dari dalam diri Angel. "Sejauh ini kami tidak pernah menerima misi yang seperti itu. Melenyapkan nyawa seseorang bukanlah wewenang kami sebagai manusia. Tapi kalau ada yang berani mempermainkan kami, kurasa kami patut untuk mempertimbangkan hal itu."

Kena kau sekarang kan? Makanya jangan main-main dan seenak jidat mengancam diriku.

Angel menelan salivanya. "Ka-kau seharusnya takut akan dosa, Tuan."

"Hahaha. Kenapa suaramu jadi bergetar begitu, Nona? Bukankah kau tipikal wanita yang sepertinya tidak takut apa-apa? Kenapa sekarang tiba-tiba jadi takut. Ahh kau takut mati ya Nona?"

"Tidak!" sanggah Angel begitu cepat. Dan Jeremy tahu apa yang dia katakan sungguh berbanding terbalik dengan apa yang dia rasakan.

"Aku akan masuk sekarang. Di luar sini rupanya cukup dingin."

"Aku belum selesai bertanya." Angel protes yang kontan saja membuat Jeremy menghentikan gerakannya yang sudah akan berdiri.

"Apa lagi?"

"Apa pekerjaan kalian ini berbahaya?"

"Tentu saja."

"Lalu kenapa tidak berhenti saja?"

Jeremy mencibir. "Tak semua orang terlahir menjadi anak orang kaya sepertimu, Nona. Sebagian orang harus bertarung dengan maut untuk bertahan hidup. Jadi sering-seringlah bergaul dengan orang kurang beruntung agar kau bisa lebih mensyukuri kehidupan yang kau jalani."

Angel terhenyak. Tak dia sangka akan mendapat petuah seperti ini dari seorang pria yang menyebut dirinya agen bayaran.

"Kau membuatku semakin merasa yakin untuk ikut dengan kalian menjalankan misi ke Kor*a. Biar aku tahu bagaimana rasanya bertarung dengan maut demi bertahan hidup."

"Kau ini anak orang kaya. Tak perlu bekerja seperti itu untuk mendapatkan uang demi bertahan hidup."

Angel menampilkan senyum sepuluh jarinya. "Bukankah tadi kau yang mengatakan agar aku banyak bergaul? Nah sekarang aku mau bergaul masa tidak boleh?"

Bergaul sih bergaul tapi bukan berarti membuatku pusing karena memaksa ikut masuk dalam menjalankan misi.

"Aku ikut. Pokoknya ikut menjalankan misi!" Angel bersikukuh untuk ikut padahal dia tak memiliki gambaran akan seberapa berbahayanya misi yang akan mereka jalankan nantinya.

"Terserahmu saja."

"Yeees." Angel berteriak girang.

"Eits tunggu dulu." Angel secara spontan mencekal tangan Jeremy saat dilihatnya pria itu akan beranjak dari kursinya.

"Apa lagi?"

"Pria itu adalah kau juga bukan?"

"Pria yang mana?" tanya Jeremy geram sambil menghempaskan tangan Angel dari pergelangan tangannya.

Jeremy sangat geram dengan sifat perempuan yang satu ini. Bicara selalu dengan kode-kodean dan juga kalimat yang ambigu. Memangnya pria itu sama dengan Tuhan yang bisa langsung mengerti isi hati tanpa diberi tahu dengan pasti?

"Pria yang menyelamatkan aku dari para penjahat. Dan pria yang dulunya sering mengirim aku pesan, surat dan juga paket. Kau adalah pria itu kan, Tuan Jeremy Scott?"

--- TBC ---

1
Ana Al Sapri
haduh endingnya sedih bgt
Ana Al Sapri
semangat thor..mungkin byk yg Lom Baca novelmu...jgn patah semangat tuk berkarya
Ana Al Sapri
semangat ya othor..utk selalu berkarya walaupun sedikit yg kasih like..mungkin Lom baca karyamu....tp aku akan setiap baca novelmu ini..hehe
Hesti Pramuni
mmm...
udah tah kek?
Hesti Pramuni
hi thor...
salken from me..
Apri Yanie
pnasarann sama mr.j,sbnernya siapa.
Muliana Ana
curiga am opa opa de
Lilisdayanti
beni2 jangankan jremyi sedangkan aqu saja kaya mau jitak kepalamu pake panci dan belanga🤦🤦🤦🤦
Lilisdayanti
gatal tanganqu untuk ga koment,,,,,, kalau yg sewa itu memeng papanya angel,,astaga naga perdana pejarakan saja,,dan kasih keluar dari KK,,,pecat jadi orang tua,,dan di blexit dari dunia 😡😡😡😡
sasip
Keren.. 👍🏻
Yanti Jambi
wow keren thorr ingat Jermy dan Angel mati beneran ,untung gk.oohh Good ending yg hebat makasih thorr selamat berkarya moga sukses sll..di tunggu karya mu selanjut nya .😍😘
Yanti Jambi
sedih la thorr ko ending nya jd gini,bukan nya bahagia
Yanti Jambi
akhirnya sekian lama menunggu ,makasih lanjut
ayani
aku suka endingnya...walaupun aku udah baca sampai habis tp aku baca lagi critanya bagus...semangat author
Sekar Zua
suka binggo
Bhiwie
Kelanjutannya ada di Nov*lm*🤭
Samsuna
lega😧
Farrah
pasti iti bapaknya angel.... ckckckck....
Farrah
bgus say... aq dah ksih vote yah....👍🏻
Meta Lia
semangat,,,sukses,,,dan sehat sllu thooooor,,,!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!