novel season ketiga tentang Qyu Carellya/Yue Cha Hua setelah menyelesaikan hidupnya di zaman Dinasti.
Seorang laki-laki yang menanti Qyu Carellya menjadi istrinya karena janji dia buat sewaktu kecil bersama seorang bocah lelaki.
Siapakah laki-laki yang telah menanti Qyuh Carellya di dunia ini?!
ada hubungan apakah lelaki ini pada Qyu Carellya?!
Genre: Romantis, Fantasi,Action,Sci-fi
KARYA ORIGINAL !!!!
(dilarang plagiat,jika ada kesamaan nama mohon maaf karena 1 nama bisa dipakai ribuan orang,jika ada kesamaan tokoh author hanya mengambil di pinterest/google, cerita ini murni hasil karya author,mohon dihargai dan tidak memplagiat. 🙏)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amelia Amel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 34 Penolakan pada Yoichi
Saat malam hari Qyu yang sedang mengistirahatkan tubuh nya dengan memandang pohon sakura di halaman belakang rumah paman akiba,Qyu yang baru saja terbangun hanya memakai yukata hitam serta rambutnya yang disanggul dengan sedikit hiasan jepitan bunga. Terdengar suara pintu terbuka membuat Qyu melihat kearah suara itu.
(ilustrasi Qyu saat ini.)
krett...
Terlihat seorang pria yang seperti nya baru pulang entah darimana sambil menghisap rokok di mulutnya dengan kancing baju bagian atasnya terbuka dan memperlihatkan dada bidang nya serta lekuk tubuh pria itu dengan rambut panjangnya. pria itu menatap sosok Qyu yang sedang memperhatikan nya.
(Ilustrasi Visual Yoichi Sakuragi)
"Kakak sedang apa disini?" tanya youchi.
"tak ada. aku hanya mencari angin saja." jawab Qyu yang kini Yoichi berjalan kearah Qyu dan duduk disamping Qyu.
"aku temani yah?" tanya yoichi yang kini mematikan rokoknya dan membuang nya ke tanah.
"kau darimana jam segini baru pulang?" tanya Qyu.
"mengurus Kelompok yang ayah serahkan padaku." jawab Yoichi.
"kemana paman itu?" tanya Yoichi pada Qyu yang dimaksud nya adalah Ryo.
"maksudmu Ryo? mungkin sudah tidur atau sibuk dikamar nya dengan pekerjaan nya." jawab Qyu yang seperti sudah tau kebiasaan Ryo.
Qyu tak tau kini Ryo di balik dinding mendengarkan pembicaraan mereka berdua dan yoichi pun tak tau. Ryo hanya diam berdiri dan bersandar pada dinding sambil melipat kedua tangannya dengan diam.
"oh baguslah." ucap Yoichi yang kini membenarkan rambutnya dengan jari-jari tangan nya seperti menyisir rambut nya itu. Qyu melihat Yoichi dan menatap Yoichi dengan tak berkedip.
Yoichi yang menyadari Qyu memperhatikan nya tanpa berkedip hanya memasang senyum pada wajahnya dengan tatapan lembut kearah Qyu. tangan Qyu bergerak sendiri memegang pipi yoichi dan yoichi hanya diam dan masih tersenyum,saat tangan Qyu berada di pipi Yoichi dengan lembut yoichi menggenggam tangan Qyu yang memegangi pipinya. Qyu tak bisa melupakan lian dihatinya yang sudah membuat hidupnya berubah dan sangat bahagia,walau kini hanya jadi mimpi dan kenangan indah saja di ingatan nya.
"lian..." gumam Qyu yang di dengar yoichi membuat nya kaget tapi Yoichi bisa mengontrol ekspresi wajah kaget nya.
"lian..aku... merindukan mu." ucap Qyu yang kini sedang memegang pipi Yoichi dengan tersenyum lembut membuat yoichi tak tahan lagi Qyu menganggap dirinya adalah pria lain hingga menyadarkan Qyu.
"kak...ini aku...yoichi bukan lian." ucap Yoichi yang kini Qyu kaget dan melepaskan tangan nya dari pipi Yoichi.
"maaf...aku salah mengenali orang." ucap Qyu.
"siapa lian kak?" tanya Yoichi.
"kekasihku." Jawab dengan tersenyum.
"lalu bagaimana dengan paman?" tanya Yoichi lagi.
"lian tak ada di dunia ini...bahkan aku tak bisa lagi menemui nya selamanya." jawab Qyu tersenyum dan Yoichi menganggap bahwa pria bernama lian ini sudah meninggal.
sedangkan Ryo yang mendengar pembicaraan antara mereka berdua kini mengepalkan tangannya dengan kuat dan membuat telapak tangan nya berdarah hingga darah segar dari tangan nya menetes sedikit dengan mengotori lantai. walau hati nya panas tapi dia tak ingin pergi dari sana dan terus mendengarkan perbincangan diantara mereka.
"apa kak Qyu tak memiliki perasaan pada paman?"
"perasaan seperti apa yang kau maksud?" tanya Qyu.
"misalnya cinta."
"aku hanya percaya cinta saat bersama lian. aku tak pernah menganggap Ryo sebagai kakakku atau seperti keluarga."
"jadi...kakak meanggap kak Ryo sebagai lelaki tapi belum ada perasaan?"
"iya aku menganggap nya sebagai pria. sewaktu kecil aku memang memiliki perasaan padanya,tapi sekarang....aku tak tau." ucap Qyu dengan sedikit menghela nafas.
"kalau aku?"
"aku menganggap mu sebagai adikku."
"apakah aku bisa menjadi seorang pria dimatamu kak?" tanya Yoichi.
"maaf...aku tak bisa menganggap mu lebih dari adik." Tegas Qyu yang kini Yoichi terdiam lama dan mereka membisu dengan waktu cukup lama.
"kak...aku akan kembali ke kamar,aku ingin beristirahat." ucap yoichi yang kini berdiri.
"baiklah. selamat tidur." ucap Qyu.
"selamat malam kak." yoichi pun pergi meninggalkan Qyu sendirian duduk yang memandangi pohon sakura di halaman itu. setelah merasakan angin malam makin dingin,Qyu akhirnya kembali ke dalam untuk menghangatkan tubuh nya di futonnya yang kini kedinginan.
sedangkan Ryo kini terduduk sambil bersandar pada dinding karena mendengar Qyu tak mempercayai perasaan cinta yang Ryo berikan padanya. Ryo bersyukur bahwa dirinya dianggap seorang pria oleh Qyu tapi disaat bahagia dia dianggap pria tapi dengan kesedihan mendalam karena Qyu tak percaya pada cinta yang di berikan Ryo.
Sedari tadi bukan hanya Ryo saja mendengarkan percakapan itu,ada orang lain juga yang mendengar kan dari pembicaraan Ryo dan Yoichi sedari pagi tadi. mereka semua tak menyadari kehadiran pria ini. yang kini pria yang mendengarkan mereka melepaskan dasinya seakan merasa sesak, dengan tatto di seluruh tubuhnya yang terlihat dari sela-sela bajunya yang terbuka serta memperlihatkan lekuk bentuk tubuh nya yang kekar tak kalah seperti Ryo dan Yoichi, berkulit putih dengan mata sipitnya yang memakai kacamata dan nampak jelas sampai alisnya hingga turun ke samping matanya sebuah luka lama yang tak bisa hilang. Orang itu adalah Paman akiba, walau umurnya sudah tua tapi tidak terlihat dari fisiknya.
(ilustrasi visual Akiba Sakuragi atau dengan panggilan paman akiba)
"syukurlah putra ku tak membuat masalah,walau aku tau dia menyukai keponakan Victoria tapi Qyu sudah bertunangan dari kecil bersama Ryo. kuharap Putra dan muridku tak melakukan hal bodoh dengan berperang." gumam paman akiba yang kini berjalan menuju kamar istrinya Victoria untuk beristirahat.
>>>>Keesokan harinya...
Qyu yang sedang makan pagi bersama yang lainnya,tak terlihat sosok yoichi disana,Qyu hanya diam dan makan, sedangkan Ryo yang biasanya menunjukkan kemanjaan nya dan kasih sayang nya pada Qyu kini hanya diam saja. Qyu tak terlalu mempedulikan perubahan sikap Ryo padanya. setelah Ryo selesai makan dia pamit akan ke kamar nya dan paman akiba hanya mengangguk karena tau apa yang terjadi diantara mereka itu tapi tidak dengan istri nya yang kini bingung.
"Qyu apa kalian bertengkar?" tanya Victoria.
"emmm... entahlah aku tak tau." ucap Qyu masa bodo.
"jangan seperti itu,dia tunangan mu dari kecil sekaligus kekasih mu,iya kan?" tanya Victoria.
"biarkan saja,aku sedang tak ingin mengurus masalah percintaan kami berdua,aku sudah terlalu sibuk dengan Kelompok Naga merah itu." ucap Qyu.
"jangan terlalu memaksa kan diri atau kau akan masuk rumah sakit lagi seperti dulu,jaga kesehatan mu." ucap paman akiba mengingat kan Qyu.
"iya paman." balas Qyu yang kini Victoria hanya menghela nafas pendek karena tau sifat keras kepala Qyu bagaimana.
...----------------...
keren keren kerennnnn Thor ceritanya....😘😘😘😘😘
lope you puooolll buat author,....❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Itu semua demi dirimu Qyu.... Mengertilah...
......
Semoga Qyu mngerti dan paham dg maksud Ryo berbohong.... Toh jga tdk ada alasan wanita lain kan....