NovelToon NovelToon
KEBANGKITAN JIWA TERLARANG

KEBANGKITAN JIWA TERLARANG

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Fery Oktavian

Terlahir kembali dengan ingatan masa lalu yang utuh, Shen Jue dipandang sebelah mata di Akademi Canglan hanya karena membangkitkan belati kecil berkarat yang dianggap rongsokan tak berharga. Tanpa menyadari bahwa belati tersebut menyimpan rahasia kelam pemutus aliran energi alami, para murid bangsawan terus berusaha menindasnya hingga Shen Jue membongkar kelemahan mereka satu per satu dengan ketenangan yang mematikan. Bersama Ruan Xi'er dan Gongsun Zhi, ia menapak jalur petarung yang dingin di tengah himpitan intrik klan-klan besar yang haus kekuasaan. Mampukah Shen Jue membuka segel rahasia di balik belati rongsoknya dan menghentakkan takdirnya sebagai penguasa abadi di Benua Tianwu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fery Oktavian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KJT 35

Suara derak retakan tanah dan ranting tua patah berkumandang nyaring menembus kerapatan kabut pagi. Gelombang aura berwarna kuning keemasan meledak mendadak dari pori-pori kulit Zhongli Chen, menghempas gulungan embun dingin yang menyelimuti ceruk jurang Rawa Barat. Tekanan energi spiritual yang pekat dan sarat akan dominasi khas klan bangsawan seketika berhembus kencang, merobek daun-daun pinus kering hingga bertebaran di udara. Empat ekor Serigala Bayangan liar yang tadi sempat mengitari posisi musuh langsung terperanjat mundur, menggeram cemas saat merasakan ancaman keberadaan binatang roh yang jauh lebih mematikan.

Di balik punggung Zhongli Chen, pendar cahaya emas itu mengental membentuk ilusi raksasa sesosok serigala buas berbalut zirah baja tebal. Sisik-sisik logam berwarna emas kusam bertumbuhan merayap menyelimuti kedua lengan, bahu, hingga melapisi lingkar dada pemuda angkuh tersebut. Sepasang cakar baja tajam mencuat dari ujung jemari tangannya, memancarkan getaran hawa membunuh yang teramat kental dan menindas.

"Lihat ini, bocah-bocah desa tak bertata krama!" seru Zhongli Chen seraya menghentakkan kedua kakinya ke tanah hingga retakan tipis menjalar di atas lantai batu.

Dua ekor Serigala Bayangan yang terdesak oleh bau belerang mendadak melompat nekat mengincar leher Zhongli Chen dari samping. Namun, tanpa sedikit pun memutar tubuhnya, Zhongli Chen mengayunkan lengan kanan berzirahnya secara melingkar dengan kecepatan tinggi.

CRAASH!

Sabetan cakar baja emas itu mencabik tubuh kedua serigala sekaligus, membelah dada binatang buas tersebut hingga darah pekat menyembur membasahi tanah basah. Kedua serigala itu ambruk seketika di atas rumput liar tanpa sempat mengeluarkan raungan kesakitan.

Melihat aksi brutal junjungannya, rasa percaya diri Gao Feng dan Mo Qi yang sempat runtuh seketika bangkit kembali. Kedua pengikut itu melangkah maju seraya mengangkat senjata masing-masing, membusungkan dada dengan raut wajah penuh kesombongan yang dibuat-buat.

"Tuan Muda memang luar biasa!" sorak Gao Feng dengan binar mata penuh kekaguman.

"Bocah-bocah miskin dari Desa Ping-an itu pasti tidak pernah melihat keagungan Roh Binatang Bintang Tiga kelas atas seperti ini secara langsung!" tambah Mo Qi seraya menyeringai culas ke arah Shen Jue.

Zhongli Chen menarik napas dalam-dalam, menikmati limpahan energi spiritual yang mengalir deras di sepanjang pembuluh darahnya. Ia melangkah maju dua langkah, menatap Shen Jue, Xi'er, dan Gongsun Zhi dari ketinggian ego yang meluap-luap. Sepasang matanya yang kini memancarkan pendar kuning keemasan menyapu wajah ketiga murid baru itu dengan tatapan melecehkan yang amat menyengat.

"Kalian pikir hanya karena berhasil selamat dari kawanan serigala semalam, kalian sudah pantas berdiri sejajar denganku?" dengus Zhongli Chen seraya mengangkat dagunya tinggi-tinggi.

"Darah yang mengalir di tubuhku adalah darah murni Klan Zhongli dari Kota Perbatasan Kekaisaran! Roh Serigala Zirah ini dibangun di atas pemeliharaan ribuan batu energi dan teknik warisan leluhur. Zirah emas ini adalah pertahanan absolut yang tidak akan pernah bisa ditembus oleh senjata rongsokan atau cakar binatang murahan milik kalian!" raung Zhongli Chen bangga.

Gongsun Zhi melangkah maju satu poros, menancapkan tumit kakinya dengan mantap ke dalam tanah basah. Ia menggenggam erat batang Tombak Besi Hitam-nya, menatap lurus ke arah zirah emas yang membungkus dada Zhongli Chen tanpa menunjukkan kecemasan sedikit pun di matanya.

"Zirah tebalmu tidak ada artinya kalau niat bertarungmu hanya mengandalkan kelicikan dan racun jebakan di malam hari!" pungkasi Gongsun Zhi dengan suara berat yang teramat mantap.

"Di mata seorang petarung sejati, kekuatan tanpa kehormatan hanyalah cangkang kosong yang sangat rapuh!" lanjut Gongsun Zhi menusuk.

Xi'er yang berdiri di samping Gongsun Zhi tertawa pelan, sebuah tawa halus yang penuh dengan sindiran pedas. Ia mengibaskan rambut peraknya yang berkilau disiram sinar fajar, mempermainkan pendar cahaya perak yang mulai melingkari kuku-kuku jari tangannya dengan gerakan yang sangat rileks.

"Bicaranya tinggi sekali untuk seseorang yang semalam hanya berani bersembunyi di balik pohon sambil menggigil ketakutan," goda Xi'er seraya menyunggingkan senyum manis yang amat mengejek.

"Kalau zirah emasmu itu memang sehebat yang kau bualkan, kenapa kau tidak memakainya untuk bertarung secara terbuka melawan Babi Hutan Berduri kemarin? Kenapa harus repot-repot menyuruh anak buahmu menebarkan racun seperti pengecut?" cecar Xi'er berani.

Kata-kata Xi'er bagaikan sembilu yang menyayat tepat di bagian egosentris terbesar milik Zhongli Chen. Wajah pemuda kaya itu seketika memerah padam, urat-urat hijau bertonjolan di leher dan dahinya akibat kemarahan yang meluap hingga ke puncaknya.

"Mulutmu terlalu lancang, Gadis Musang!" raung Zhongli Chen murka.

"Hari ini, aku tidak hanya akan merebut seluruh Inti Roh yang kalian kumpulkan, tapi aku juga akan mematahkan kedua kaki kalian agar kalian tahu diri di mana posisi kalian di Akademi Canglan ini!" ancam Zhongli Chen seraya meretangkan sepasang cakar bajanya.

Sementara ketegangan verbal meletup-letup di udara, Shen Jue berdiri tenang di balik bayang-bayang kedua sahabatnya. Sepasang mata gelapnya yang dingin dan tajam bekerja secara cermat, mengamati setiap jengkal pergerakan energi spiritual yang mengalir pada zirah emas Zhongli Chen.

Di mata orang biasa atau murid baru angkatan mereka, Zirah Serigala milik Zhongli Chen tampak bagaikan benteng rapat tanpa cela yang memancarkan aura tidak terkelupas. Namun di mata Shen Jue yang menyimpan ingatan dan pengalaman bertarung tingkat tinggi dari masa lalunya, tidak ada pertahanan energi spiritual yang benar-benar sempurna di dunia ini.

Shen Jue memperhatikan bagaimana pendar cahaya emas pada zirah tersebut menebal secara berlebihan di area dada dan perut, namun agak menipis di sekitar lekukan siku, ketiak, dan sambungan leher. Setiap kali Zhongli Chen menarik napas atau mengumandangkan gertakan sombong, aliran energi pada nodus Dantian utamanya berkumpul secara terpusat, menyisakan kekosongan energi sementara pada jalur sirkulasi sekunder di sekitar pergelangan tangan.

Itu bukanlah pertahanan absolut, melainkan sekadar tumpukan energi spiritual kasar yang dipaksakan padat tanpa pemahaman mendalam tentang struktur aliran energi alami.

Shen Jue perlahan merogoh saku jubah linen abu-abunya, mengeluarkan belati kecil berkarat yang bentuknya begitu ringkih dan tak meyakinkan. Logam cokelat tua itu tampak kontras secara drastis saat bersanding dengan kemegahan pendar zirah emas milik Zhongli Chen.

"Zirah yang cukup indah," pungkasi Shen Jue datar, memecah gemuruh amarah Zhongli Chen dengan nada bicaranya yang teramat tenang dan rileks.

Zhongli Chen melirik belati berkarat di tangan Shen Jue, lalu tertawa terbahak-bahak dengan nada melecehkan yang amat keras hingga menggema di ceruk tebing.

"Apa itu?! Kau mau menembus Zirah Emas milikku dengan pisau kupas buah berkarat itu?!" ejek Zhongli Chen seraya menunjuk Shen Jue dengan cakar bajanya.

"Bahkan jika aku berdiri diam tanpa bergerak selamanya di depanmu, besi tua rongsokan itu tidak akan pernah sanggup menggores cat pada sisik perasku ini!" pungkasi Zhongli Chen sesumbar.

Shen Jue tidak terpengaruh oleh ejekan tersebut sedikit pun. Ia maju satu langkah melewati bahu Gongsun Zhi, memosisikan belatinya miring ke bawah dalam genggaman tangan kanan yang rileks.

"Logam yang tebal hanya berguna jika penggunanya tahu cara menyalurkan energinya secara merata ke seluruh tubuh," pungkasi Shen Jue dingin seraya menatap lurus sepasang mata Zhongli Chen.

"Sayang sekali, pemiliknya terlalu lambat dan kekanak-kanakan untuk menyadari bahwa zirahnya dipenuhi oleh belasan celah mematikan," sambung Shen Jue menusuk.

Aura di sekitar ceruk jurang seketika membeku kaku. Kata-kata Shen Jue yang terucap tanpa beban bukan sekadar gertakan kosong, melainkan sebuah pernyataan fakta yang diiringi oleh sorot mata pembunuh yang tak tergoyahkan. Zhongli Chen merasakan sentakan hawa dingin yang aneh merayap di sepanjang tengkuknya, membuat pendar emas pada zirahnya bergetar tipis secara tak sadar. Konfrontasi terbuka di tengah Hutan Roh kini telah mencapai titik puncak yang tak terelakkan lagi.

1
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor.........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ............
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ...........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ..........
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor ....,......
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .............
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!