Setelah menikah dengan Silas Crane, Nara Aeris mulai merasakan kebosanan. Hidupnya hanya dipenuhi dengan berbaring, makan, dan menghabiskan uang suaminya.
Tapi ternyata itu cuman bertahan beberapa hari.
Sejak sebuah sistem informasi harian yang bernama Lyra, tiba-tiba muncul di atas kepalanya dan memberikan satu informasi setiap hari. Hidupnya tidak jadi membosankan!
Hari-hari dipenuhi gosip menyenangkan.
【 Ketua Cabang Grup Ardent diam-diam memindahkan tiga puluh miliar sebelum menandatangani surat perceraian. 】
【 Pewaris keluarga Rothwell menikahi sekretarisnya secara diam-diam. 】
Mata Nara berbinar.
"Bukankah gosip seperti ini terlalu menyenangkan?"
Karena Nara Aeris suka berbagi, ia akan selalu melakukan siaran langsung untuk berbagi kepada para penggemarnya. Tentu saja! Gosip bagus harus dibagikan.
Internet mulai macet akibat tingkah laku Nara, dan dia dijuluki Ratu Gosip.
Let's Start The Story!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ly-Ra?, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25. Dua Keluarga, Satu Kekhawatiran
Menjelang siang, seorang pelayan menghampiri Nara dan Silas yang berada di ruang keluarga.
“Nyonya, Tuan Richard dan Nyonya Helena telah tiba. Tuan Ardian, Nyonya Elena, dan Tuan Marcus juga datang bersama mereka.”
Nara menoleh kepada Silas. “Mereka datang bersamaan?”
“Sepertinya kedua keluarga kita sama-sama tidak bisa tenang setelah kejadian semalam,” jawab Silas.
Nara menghela napas kecil. Ia bisa memahami kekhawatiran mereka. Bagaimanapun, seseorang telah berhasil menyusup ke rumah mereka pada tengah malam. Yang membuat kejadian itu semakin mencurigakan, rumah mereka dilengkapi sistem keamanan canggih buatan Crane Group.
“Persilakan mereka masuk,” ujar Silas kepada pelayan tersebut.
Tak lama kemudian, kedua keluarga memasuki ruang keluarga. Richard Crane berjalan berdampingan dengan Helena Sinclair, sedangkan Ardian Aeris datang bersama Elena Kade dan Marcus Aeris.
Begitu melihat Nara, Elena langsung menghampirinya dan memegang kedua tangannya.
“Nara, kamu baik-baik saja? Tidak ada yang terjadi kepadamu semalam?”
“Aku baik-baik saja, Bu. Jangan khawatir.”
“Bagaimana Ibu tidak khawatir? Seseorang bisa masuk ke rumahmu pada tengah malam. Kalau orang itu berniat jahat, apa yang akan terjadi?”
Nara tersenyum menenangkan. “Kami sedang mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Silas sudah meminta orang-orangnya memeriksa semuanya.”
Elena masih tampak cemas, tetapi akhirnya mengangguk. Di sisi lain, Richard memastikan kondisi putranya sebelum duduk bersama yang lain.
Setelah para pelayan menyajikan minuman, Ardian langsung membuka pembicaraan.
“Silas, bagaimana perkembangan pemeriksaan mengenai penyusup yang masuk ke rumah kalian semalam?”
Silas meletakkan cangkirnya di atas meja.
“Pemeriksaan masih berlangsung. Kami sedang menelusuri rekaman kamera keamanan, catatan akses, dan data dari sistem pemantauan rumah. Sampai sekarang, belum ada kesimpulan pasti mengenai bagaimana orang itu berhasil masuk.”
Richard langsung mengerutkan kening.
“Bukankah rumah kalian dilengkapi sistem keamanan terbaru dari Crane Group sendiri?”
“Benar, Ayah.”
“Kalau begitu, bagaimana seseorang bisa masuk tanpa diketahui?”
Pertanyaan itu membuat suasana ruang keluarga menjadi lebih serius.
Rumah Nara dan Silas bukan bangunan biasa yang hanya mengandalkan pagar tinggi dan kamera pengawas. Sistem keamanan buatan Crane Group telah terintegrasi dengan berbagai perangkat rumah pintar, mulai dari kontrol akses, sensor gerak, hingga pemantauan kondisi bangunan. Sistem tersebut dirancang untuk mendeteksi aktivitas yang tidak biasa dan memberikan peringatan ketika terjadi sesuatu yang mencurigakan.
Karena itu, penyusupan semalam jelas bukan kejadian yang bisa dianggap sepele.
Silas menjelaskan dengan tenang, “Kami belum tahu apakah penyusup berhasil melewati sistem, memanfaatkan celah tertentu, atau masuk melalui cara lain. Aku tidak akan menyimpulkan apa pun sebelum semua data diperiksa.”
Marcus menyilangkan tangan di depan dada. “Apakah sistem sempat memberikan peringatan?”
“Itulah salah satu hal yang sedang diperiksa. Leo sudah mengoordinasikan pemeriksaan rekaman kamera dan catatan sistem. Kami juga akan mencocokkan data tersebut dengan laporan petugas yang berjaga malam itu.”
Ardian mengangguk pelan. “Bagus. Jangan hanya memeriksa perangkatnya. Pastikan juga tidak ada akses yang tidak sah atau aktivitas yang luput dari pengawasan.”
“Aku sudah meminta mereka memeriksa semuanya,” jawab Silas.
Richard menatap putranya dengan serius. “Jangan langsung menganggap sistemnya gagal, tetapi jangan pula berasumsi bahwa sistem itu tidak mungkin ditembus. Teknologi secanggih apa pun tetap harus diperiksa ketika terjadi sesuatu yang tidak semestinya.”
“Aku mengerti.”
Helena yang sejak tadi mendengarkan akhirnya bertanya, “Apakah penyusup itu sempat mencapai bagian dalam rumah?”
Nara mengangguk. “Ya. Itulah sebabnya kami ingin mengetahui bagaimana dia bisa masuk dan apa tujuannya.”
Wajah Helena semakin cemas. “Kalau begitu, bagaimana kalian memastikan orang itu tidak kembali?”
“Pengamanan sudah diperketat,” jawab Silas. “Akses masuk akan diawasi lebih ketat, dan setiap aktivitas yang tidak biasa akan segera ditindaklanjuti. Namun, aku tidak ingin mengganti atau mengubah sistem secara sembarangan sebelum mengetahui sumber masalahnya.”
Marcus tampak memahami maksudnya.
“Masuk akal. Kalau penyebabnya belum diketahui, perubahan yang dilakukan mungkin tidak menyelesaikan masalah sebenarnya.”
“Benar,” sahut Silas. “Aku ingin memastikan tindakan yang diambil memang sesuai dengan temuan pemeriksaan.”
Ardian kemudian menawarkan bantuan. “Kalau diperlukan, Aeris Group bisa mengirimkan tim keamanan untuk melakukan pemeriksaan silang. Mereka bisa meninjau hasil pemeriksaan dari sudut pandang berbeda.”
Silas mengangguk. “Terima kasih, Ayah. Setelah pemeriksaan awal selesai, aku akan mempertimbangkan bantuan tambahan.”
“Jangan sungkan,” ujar Marcus. “Ini menyangkut keselamatan adikku. Aku tidak keberatan membantu.”
Nara melirik kakaknya. “Aku masih di sini, Kak. Kalian tidak perlu membicarakanku seolah-olah aku tidak ada.”
Marcus menoleh kepadanya. “Kalau kau tidak ingin kami khawatir, pastikan kau tetap berhati-hati.”
“Aku sudah berhati-hati.”
“Bagus. Pertahankan.”
Nara menghela napas, membuat Silas tersenyum tipis. Meski sering menggodanya, Marcus jelas tidak ingin sesuatu yang buruk menimpa adiknya.
Elena kemudian menggenggam tangan Nara lagi. “Untuk sementara, kurangi kegiatan di luar rumah jika tidak terlalu penting. Kalau ada jadwal pekerjaan, pastikan Mira mengetahui semuanya. Jangan pergi sendirian ke tempat yang tidak memiliki pengamanan memadai.”
“Aku mengerti, Bu. Aku akan lebih berhati-hati.”
Ardian mengalihkan pandangannya kepada Silas. “Apakah kau menduga kejadian ini berkaitan dengan Ethan Hale?”
Silas tidak langsung menjawab. Penangkapan Ethan memang baru saja menjadi berita besar, tetapi belum ada bukti yang menghubungkannya dengan penyusupan tersebut.
“Untuk sekarang, belum ada bukti yang mengarah kepadanya,” jawab Silas. “Ethan sedang menghadapi berbagai perkara, tetapi kita tidak bisa langsung menyatakan bahwa dialah yang berada di balik kejadian semalam.”
Marcus mengangguk. “Waktunya memang mencurigakan, tetapi itu belum cukup untuk menjadikannya kesimpulan.”
“Benar,” sahut Ardian. “Kita boleh mempertimbangkan kemungkinan tersebut, tetapi jangan sampai dugaan mengalihkan perhatian dari bukti yang sebenarnya.”
Nara ikut berbicara setelah mendengarkan mereka. “Menurutku, lebih baik kita menunggu hasil pemeriksaan. Kalau memang ada hubungan dengan Ethan, pasti akan ada petunjuk yang bisa ditelusuri. Kalau tidak, kita justru bisa membuang waktu dengan berfokus pada dugaan yang salah.”
Silas melirik istrinya dan mengangguk setuju.
“Prioritas kita sekarang adalah mengetahui bagaimana penyusup itu masuk dan memastikan kejadian serupa tidak terulang.”
Richard menyetujui keputusan tersebut. “Baiklah. Jangan terburu-buru menarik kesimpulan, tetapi jangan pula lengah hanya karena belum ada bukti yang mengarah kepada Ethan.”
Setelah pembahasan mengenai penyusupan selesai, Marcus mengangkat persoalan lain yang sedang menjadi perhatian publik.
“Bagaimana perkembangan kasus penggelapan uang Lydia Ardent? Aku membaca bahwa polisi sudah menemukan bukti terhadap Ethan, tetapi uang tiga puluh miliar Lyr itu masih belum ditemukan.”
Silas mengangguk.
“Benar. Bukti penggelapan sudah ditemukan, tetapi keberadaan uangnya masih menjadi tanda tanya. Rekening dan aset Ethan yang diperiksa tidak menunjukkan keberadaan dana tersebut.”
“Apakah ada kemungkinan uang itu dipindahkan ke luar negeri?” tanya Helena.
“Itu salah satu kemungkinan yang sedang dipertimbangkan. Namun, belum ada bukti yang cukup untuk memastikan ke mana uang itu pergi atau siapa yang mungkin membantu memindahkannya.”
Ardian mengerutkan kening. “Tiga puluh miliar Lyr bukan jumlah kecil. Kalau uang itu memang sudah dipindahkan, penyelidikan tentu tidak akan mudah.”
“Terlebih jika ada pihak lain yang terlibat,” tambah Marcus.
“Namun, kita belum bisa memastikan adanya pihak ketiga,” ujar Silas. “Yang sudah terbukti adalah keterlibatan Ethan dalam penggelapan dana tersebut. Ke mana uangnya pergi masih harus ditelusuri.”
Richard mengangguk pelan. “Artinya, kasus penggelapan itu sudah memiliki bukti kuat, tetapi keberadaan uangnya masih menjadi persoalan tersendiri.”
“Benar,” jawab Silas.
Nara mendengarkan tanpa menyela. Ia tidak ingin menambah dugaan yang belum tentu benar. Persoalan uang itu memang perlu diselesaikan, tetapi mereka tidak akan menemukan jawaban hanya dengan mengulang kemungkinan yang sama.
Ardian akhirnya meletakkan cangkirnya.
“Kalau begitu, kita tunggu perkembangan dari pihak yang menangani masing-masing perkara. Untuk sekarang, keselamatan Nara dan Silas harus menjadi prioritas.”
Richard menyetujui pendapat tersebut. Mereka kemudian membahas pengaturan penjagaan dan prosedur keamanan bagi orang-orang yang memasuki rumah. Richard memastikan Crane Group akan meninjau ulang sistem yang terpasang, sedangkan Ardian dan Marcus siap membantu jika pemeriksaan membutuhkan tenaga tambahan.
Setelah hampir satu jam berbincang, kedua keluarga akhirnya bersiap pulang.
Elena memeluk Nara sebelum beranjak pergi. “Jangan lupa menghubungi Ibu kalau ada sesuatu yang terjadi.”
“Iya, Bu.”
“Dan jangan hanya mengandalkan Silas. Kamu juga harus menjaga dirimu sendiri.”
Nara tersenyum. “Aku akan berhati-hati.”
Ardian berpesan agar Nara segera menghubungi keluarganya jika menemukan sesuatu yang mencurigakan. Sementara itu, Marcus memastikan ia siap membantu apabila tim keamanan Aeris Group dibutuhkan.
Helena juga mengingatkan putranya untuk tidak mengabaikan kondisi kesehatannya.
“Kamu tidak harus menangani semuanya sendirian. Serahkan pekerjaan yang bisa dikerjakan orang lain kepada mereka.”
“Aku mengerti, Ibu.”
Richard menepuk bahu putranya dengan hati-hati. “Pastikan masalah ini ditangani dengan benar. Aku tidak ingin kejadian semalam terulang.”
“Aku akan mengurusnya, Ayah.”
Setelah berpamitan, kedua keluarga meninggalkan rumah. Nara dan Silas mengantar mereka sampai ke pintu sebelum kembali ke ruang keluarga.
Nara mengembuskan napas panjang. “Rasanya seperti baru selesai menghadiri rapat panjang.”
Silas meliriknya. “Mereka hanya mengkhawatirkan kita.”
“Aku tahu. Aku juga senang mereka datang. Setidaknya, mereka bisa mendengar penjelasan langsung dan tidak perlu menebak-nebak dari berita.”
Silas mengangguk. “Leo akan memberi tahu kita jika ada temuan baru.”
Seolah menanggapi perkataannya, ponsel Silas bergetar. Sebuah pesan dari Leo masuk, mengonfirmasi bahwa pemeriksaan rekaman kamera, catatan akses, dan data sistem keamanan rumah masih berlangsung. Belum ada kesimpulan yang dapat disampaikan.
Silas membalas dengan instruksi singkat agar Leo melanjutkan pemeriksaan dan segera melaporkan setiap temuan yang relevan.
Setelah meletakkan ponselnya, ia menoleh kepada Nara.
“Untuk sementara, kita tunggu hasilnya.”
Nara mengangguk. “Baiklah. Aku tidak ingin menghabiskan siang ini hanya dengan membicarakan masalah yang belum ada jawabannya.”
“Kalau begitu, apa yang ingin kau lakukan?”
Nara berpikir sejenak, kemudian tersenyum kecil. “Menikmati sisa hari bersama suamiku. Sepertinya itu bukan permintaan yang sulit.”
Silas menggenggam tangannya. “Tentu saja tidak.”
Nara membalas genggaman itu dengan senyum puas. Setelah semua kekhawatiran sejak malam sebelumnya, ia ingin menikmati waktu bersama suaminya tanpa terus-menerus membicarakan persoalan yang belum terpecahkan.
Di luar, para pelayan kembali menjalankan tugas seperti biasa. Sistem keamanan rumah tetap beroperasi, sementara tim yang ditugaskan Silas melanjutkan pemeriksaan untuk mencari tahu bagaimana penyusup itu bisa masuk.
Silas tidak akan membiarkan penyusupan itu berlalu tanpa penjelasan. Rumah mereka dilengkapi teknologi keamanan yang dikembangkan oleh perusahaannya sendiri. Jika seseorang berhasil melewati perlindungan tersebut, ia harus mengetahui bagaimana hal itu bisa terjadi.
Sebab, sebelum penyebabnya ditemukan, Silas tidak akan menganggap masalah itu benar-benar selesai.
...----------------...
tetap sehat dan semangat Thor