NovelToon NovelToon
Ma Huang, Bencana Keluarga Jian

Ma Huang, Bencana Keluarga Jian

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Action
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Restu Agung Nirwana

Malam pembantaian Keluarga Ma menyisakan darah, puing, dan dendam mendalam di dada Ma Huang. Sebagai satu-satunya yang masih bertahan, ia mengambil keputusan akan melenyapkan Keluarga Jian sampai ke akar-akarnya.

Berbekal Pedang Tulang Hitam, Ma Huang melangkah menembus lautan darah untuk membantai satu per satu siapapun yang telibat dalam tragedi keluarganya.

Dari pelataran tempa Kota Yunjiang hingga kegelapan Lembah Tengkorak, ia bertaruh nyawa demi merebut kembali Segel Besi Hitam, pusaka komando tiga ribu prajurit Serigala Hitam, serta kunci rahasia Makam Leluhur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Restu Agung Nirwana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 - Darah Pangeran di Lembah Naga

Benturan dua senjata pusaka memercikkan gelombang api kebiruan yang meledak hebat di udara fajar. Hawa panas menyengat dari Pedang Naga Perkasa bergesekan kencang dengan racun korosif pekat Inti Bencana, meretakkan ubin pualam pelataran utama dalam radius tiga depa. Gelombang tekanan tenaga dalam yang terpental merobohkan dua pilar kayu jati berukir naga di samping mereka.

Pangeran Zhao Xu meresapi getaran racun dingin yang mendidih merambat cepat menembus sarung tangan emasnya. Pembuluh darah di pergelangan tangan kanannya memuncat kehitaman, membekukan aliran energi keemasan menuju siku. Wajah tampannya berkerut murka oleh rasa sakit membakar yang menyengat sarafnya.

"Bocah haram!" jerit Pangeran Zhao Xu kencang. Ia menghentakkan kaki kanannya ke tanah, memutar badannya sembilan puluh derajat untuk melepaskan tebasan melingkar mendatar dari kiri.

Bilah Pedang Naga Perkasa meluncur membelah udara pagi, membawa gulungan angin panas yang siap memotong pinggang Ma Huang.

Ma Huang tidak melompat mundur. Ia merendahkan badannya dua jengkal, membiarkan bilah pedang emas Pangeran Zhao Xu menyapu tipis tiga mili di atas jubah serigala kelabunya. Pada saat bersamaan, Ma Huang memajukan langkah kaki kirinya setengah jengkal ke depan.

Sisi tumpul Pedang Tulang Hitam dihantamkannya kencang-kencang ke arah siku kanan Pangeran Zhao Xu.

Brak! Krak!

Jeritan histeris memecah keriuhan pelataran saat tulang siku kanan Pangeran Zhao Xu remuk berkerutup. Pedang Naga Perkasa terlepas dari genggamannya, jatuh berdenting memercikkan bunga api di atas ubin batu pualam.

Pangeran Zhao Xu terhuyung mundur empat langkah di atas pualam yang terbakar. Tangannya yang buntung berdarah kental dipengangnya erat-erat, sementara wajahnya yang semula penuh keangkuhan berubah pucat pasi tanpa tersisa warna kehidupan.

"Prajurit! Bantai bocah ini!" raung Pangeran Zhao Xu histeris seraya memutar badannya mencoba berlari ke arah pintu utama benteng.

Namun, tidak ada prajurit zirah emas yang bergerak menolongnya. Di sekeliling pelataran, sisa-sisa pengawal Istana Naga Merah telah dilucuti kaku oleh lingkaran kavaleri Zirah Bencana Pasukan Serigala Hitam. Tie Shan berdiri di atas tumpukan jasad perwira musuh dengan kampak kembar lumuran darah, membendung total seluruh jalur pelarian ke dalam benteng.

Ma Huang melesat maju bagaikan bayangan kelabu yang membelah asap kebakaran. Langkah kakinya tak terdengar saat menyalip posisi berdiri Pangeran Zhao Xu dalam sekedip mata.

Srettt!

Bilah Pedang Tulang Hitam menyapu mendatar dari samping. Dua pergelangan kaki Pangeran Zhao Xu terpotong secara bersih.

Pangeran Zhao Xu tersungkur keras menghantam ubin pualam yang basah oleh darah bawahannya sendiri. Ia meraung-raung histeris, merangkak menggunakan siku kirinya yang gemetar kaku di atas tanah berlumpur.

Ma Huang melangkah kaku menghampiri tubuh pangeran yang terkulai lemas. Ujung Pedang Tulang Hitam yang meneteskan racun asam korosif ditancapkannya kaku di samping leher Pangeran Zhao Xu.

"Ke mana kau akan lari, Zhao Xu?" tanya Ma Huang kaku. Suaranya dingin tanpa riak emosi, membekukan udara fajar di seluruh lembah.

Pangeran Zhao Xu menengadah parau. Gumpalan darah kental membanjiri mulutnya, menyiram jubah sutra merah bersulam benang emas yang kini robek kusam. Matanya melotot liar menatap wajah Ma Huang.

"Jangan... jangan bunuh aku..." desis Pangeran Zhao Xu dengan bibir gemetar kehitaman. "Aku pangeran Kerajaan! Ayahku Kaisar Tua di Ibu Kota Tianjing! Jika kau membunuhku... puluhan ribu prajurit Kerajaan akan meratakan seluruh tanah perbatasan ini!"

Ma Huang merendahkan badannya. Tangan kirinya merogoh bagian dalam jubah sutra merah Pangeran Zhao Xu, menarik keluar sebuah kotak batu giok hitam berukirkan lambang naga melingkar dan gulungan surat stempel emas.

"Kau membantai Keluarga Ma demi Segel Besi Hitam ini," kata Ma Huang datar. Tangannya menarik Segel Besi Hitam dari balik dada jubah kelabunya, menunjukkan pusaka meteorit tersebut tepat di depan mata Pangeran Zhao Xu.

Pangeran Zhao Xu membelalak lebar. Tangannya yang gemetar mencoba menyentuh Segel Besi Hitam, namun uap racun asam dari tubuh Ma Huang membakar kulit jarinya hingga melepuh hitam.

"Kau... kau tidak tahu apa yang ada di dalam segel itu..." bisik Pangeran Zhao Xu parau dengan sisa tenaganya. "Di dalam segel itu... ada peta pusaka kaisar purba... Pedang Bencana Langit... Hanya darahmu... hanya darah Keluarga Ma yang sanggup membukanya..."

Pangeran Zhao Xu terbatuk keras, memuntahkan darah hitam ke atas ubin batu. "Kaisar Tua di Ibu Kota... dialah yang menginginkan pusaka itu... Aku hanyalah..."

Ma Huang tidak memberi ruang bagi Pangeran Zhao Xu untuk melanjutkan kalimatnya. Pedang Tulang Hitam digerakkannya miring dalam satu sabetan lurus yang memutus leher pangeran secara bersih.

Srettt!

Darah segar menyembur basah membasahi lantai pualam. Kepala Pangeran Zhao Xu terpisah dari tubuhnya, menggelinding kaku dua depa di atas tanah yang terbakar. Penguasa Istana Naga Merah dan dalang utama pembantaian perbatasan tumpas seketika.

Seluruh pelataran Benteng Utama Lembah Naga Merah mendadak senyap. Sorak kemenangan dahsyat pecah seketika dari tenggorokan lima ribu prajurit Pasukan Serigala Hitam. Dentangan kampak meteorit dan tombak Zirah Bencana yang dihantamkan ke dada zirah menggetarkan seluruh dasar lembah.

Tie Shan melangkah menaiki anak tangga pualam, berlutut dengan satu kaki di hadapan Ma Huang. "Istana Naga Merah telah tuntas diratakan, Tuan Muda! Provinsi Lingnan kini sepenuhnya milik Pasukan Serigala Hitam!"

Feng Ni melompat turun dari puncak benteng batu, berjalan mendekat seraya memegang busur bajanya. "Seluruh sepuluh ribu prajurit zirah emas musuh telah dilumpuhkan atau tumpas. Tidak ada satu pun yang tersisa untuk mengirim berita ke Ibu Kota."

Ma Huang berdiri tegak di tengah puncak pelataran pualam. Tangan kirinya memegang Segel Besi Hitam, lalu meneteskan setitik darah segar dari ibu jarinya tepat di atas ukiran kepala serigala pada permukaan segel meteorit tersebut.

Klek! Krak!

Cairan darah Ma Huang tersedot masuk ke dalam pori-pori baja meteorit. Permukaan Segel Besi Hitam bergetar kencang, membuka rongga tiga lapis di bagian dalamnya. Sebuah cetakan peta mikro dari baja cair bercahaya keemasan menyembur keluar, memproyeksikan denah rahasia Ibu Kota Kerajaan Tianjing dan Gua Naga Hitam di udara subuh.

Master Han dan Lu Gang yang baru tiba di pelataran menatap takjub pada pendar peta emas rahasia tersebut.

"Peta Makam Kaisar Purba..." desis Master Han dengan raut wajah penuh keseriusan. "Pangeran Zhao Xu tidak berbohong. Pusaka utama Keluarga Ma memang terhubung langsung dengan Istana Terlarang di Ibu Kota Kerajaan."

Ma Huang mengusap darah Pangeran Zhao Xu dari bilah Pedang Tulang Hitam menggunakan kain jubah sutra merah musuh. Ia menyarungkan pedang hitamnya kencang-kencang.

Tatapannya menembus gulungan kabut subuh, menatap jauh ke arah utara tempat Kota Kerajaan Tianjing membentang di balik Pegunungan Merah.

Pembalasan dendam atas pembantaian Keluarga Ma di tanah perbatasan telah usai secara sempurna. Namun, pintu konspirasi yang jauh lebih besar di pusat kekuasaan Kerajaan kini resmi terbuka di hadapan Ma Huang dan Pasukan Serigala Hitam.

1
B. Toon
Jiirr, sprti biasa. MC nya sadis, suka yg berdarah-darah. Hahaha... mantap 👍😄
Restu Agung Nirwana: 😂😂😂😂 Sip bang, makasih karna selalu dukung tulisan-tulisan saya 🙏
total 1 replies
B. Toon
Nah, ayo Ma Huang bantai aja keluarga Jian. Mending cari bini lain aja, jgn cw sialan ky Jian Yue 💪
Restu Agung Nirwana: Hehehe... makasih support nya bang 🙏🙏
total 1 replies
B. Toon
Ah sialan, kok bisa jenius ky Ma Huang bisa kalah sama tipu daya calon bini. Jian Yue sialan, gw gak terima 😡😡
Restu Agung Nirwana: wkwkwk... sabar bang, jangan esmosi 😄
total 1 replies
B. Toon
Wah, baru lagi thor. Suka bgt sama karya-karyanya. Kalau bikin MC selalu sadis dan kejam. Hahaha... seleraku bgt 😄
Restu Agung Nirwana: wkwkwk... trims bang, dukung trs biar saya semangat nulisnya 😀😀🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!