Bosan dengan kisah cinta biasa? Siap-siap dibuat gemas, terharu, dan ketagihan lewat kisah Hazelia!
Gadis muda yang super ceria, tengil, dan penyayang ini terpaksa menunda mimpinya demi menjadi office girl di perusahaan raksasa demi membiayai pengobatan sang ibu dan sekolah adiknya. Siapa sangka, ketidaksengajaannya menabrak sang CEO dingin, Tuan Mahrup, justru memercikkan benih cinta tak terduga!
Dari ruang pantry penuh gosip hingga diangkat menjadi asisten pribadi, Hazel harus menghadapi cemburu rekan kerja, tuduhan miring, hingga kembalinya masa lalu Sang Tuan yang penuh rahasia. Bisakah ketulusan gadis sederhana ini meluluhkan hati pria sekaku es dan melewati badai ujian cinta mereka?
Penasaran bagaimana kelanjutan hubungan beda kasta yang penuh drama dan kejutan ini? Yuk, baca selengkapnya dan ikuti liku-liku cinta Tuan Mahrup dan Hazel sekarang juga!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ragan Fian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
OGMTM-35
..."Mahrup melangkah masuk dengan setelan jas tuxedo hitam yang sangat menawan.
Namun, yang membuat seluruh tamu undangan terperanjat kaget,termasuk Clarissa dan Dion Kusuma yang berdiri di sudut ruangan,adalah sosok wanita anggun bergaun malam elegan dan paras yang sangat Cantik yang jemarinya tergenggam erat di lengan Mahrup."
Banyak pasang mata menatap pasangan yang serasi itu dan bisik-bisik tertahan seketika memenuhi sudut ballroom hotel bintang lima itu.
Hazel menelan ludah susah payah, jemarinya yang menggenggam lengan Mahrup bergetar halus saat ratusan pasang mata menatapnya tajam.
Mahrup menyadari Tangan Hazel Yang Gemetar Karena Gugup disertai wajah pucat
"Kamu Grogi?,Tetap di samping saya Zel,jangan pedulikan mereka." bisik Mahrup rendah, meremas lembut punggung tangan Hazel dengan penuh keyakinan.
Hazel mendongak, menemukan ketenangan dari sorot mata tajam sang CEO. "Tapi, Tuan... semua orang melihat ke arah kita..."
"Biarkan mereka melihat," balas Mahrup tegas namun lembut. "Supaya mereka tahu siapa wanita yang benar-benar pantas mendampingi saya malam ini."
Langkah mereka terhenti di tengah ruangan ketika Dion Kusuma melangkah mendekat dengan senyum sinis yang dipaksakan, membawa segelas anggur di tangannya.
"Wah, wah... selamat malam, Mahrup," sapa Dion dengan nada meremehkan, melirik tajam ke arah Hazel dari ujung kaki hingga kepala.
"Ternyata Anda luar biasa berani. Membawa seorang gadis yang tidak jelas asal usulnya ke tengah-tengah acara elit perkumpulan investor? Apa standar Mahardika Group sekarang sudah turun serendah ini?"
Hazel menunduk, dadanya terasa sesak seketika mendengar hinaan terang-terangan itu. Jemarinya mencengkeram kain gaun malamnya erat-erat.
Mahrup langsung merapatkan tubuhnya, berdiri melindungi Hazel sepenuhnya di hadapan Dion.
"Tutup Mulutmu!! Hazeli hadir di sini sebagai pendamping resmi saya. Kalau Lidahmu tidak bisa dipakai untuk berbicara dengan sopan, lebih baik enyah dari hadapan kami."
"Tenang, Saya cuma penasaran," kekeh Dion dingin, sengaja mengeraskan suaranya agar didengar para investor di sekitar mereka. "Investor kita butuh wanita berkelas yang paham bisnis, bukan gadis dari Kalangan rendaj yang mendadak naik pangkat karena belas kasihan bosnya. Bukannya begitu, Nona Hazel?"
"Cukup, Dion!" potong Mahrup tajam, rahangnya mengeras menahan amarah yang meledak-ledak.
"Sekali lagi kamu merendahkan Hazelia, saya pastikan kerja sama perusahaanmu diputus detik ini juga!"
Di sudut ruangan yang lain, Clarissa mengepalkan jemarinya hingga kuku-kukunya menancap di telapak tangan. Matanya menyala oleh api cemburu yang membakar habis akal sehatnya. Ia menyaksikan bagaimana Mahrup begitu pasang badan melindungi gadis murah itu di depan umum,sesuatu yang bahkan tak pernah Mahrup lakukan dulu untuknya.
"Sialan... jalang murahan itu benar-benar sudah berani merebut tempatku," desis Clarissa penuh racun, gigi-gigi bergemelatuk dalam amarah.
Melihat Dion mulai terpojok oleh kemarahan Mahrup, Clarissa segera melangkah cepat mendekati Dion, menarik lengan pria itu menjauh dari kerumunan.
"Jangan buang tenaga untuk mendebatnya di sini, Dion," bisik Clarissa dingin di samping telinga Dion, matanya menatap tajam ke arah Hazel dan Mahrup yang kini berdampingan menyapa para tamu penting.
Dion menoleh dengan napas memburu. "Lalu kita biarkan mereka pamer kemesraan begitu saja?!"
"Tentu saja tidak," ucap Clarissa menyunggingkan senyum licik yang mematikan, bibirnya mendekat membisikkan sebuah rencana keji pada Dion. "Kita beri dia pelajaran telak malam ini... cari cara untuk menjebak Hazelia agar menyentuh dokumen rahasia tender utama perusahaan di ruang kerja Mahrup, lalu kita pastikan dia terusir dari gedung itu selamanya."