NovelToon NovelToon
Istri Kontrak Dokter Dingin

Istri Kontrak Dokter Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Nikah Kontrak
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Dydy_ailee

Amora terjebak dalam lilitan utang dan tak punya banyak pilihan ketika Damian, seorang dokter bedah tampan, kaya, dan dingin, menawarkan pernikahan kontrak dengan bayaran yang mampu menyelesaikan semua masalahnya.
Syaratnya sederhana: menikah, tinggal serumah, dan jangan pernah jatuh cinta.
Bagi Damian, Amora hanya istri sementara. Bagi Amora, Damian hanyalah jalan keluar dari kesulitan hidupnya.
Namun tinggal bersama perlahan membuat hubungan mereka berubah. Terlebih ketika masa lalu Damian, penolakan sang ibu, dan perasaan yang semakin sulit disembunyikan mulai menguji kesepakatan mereka.
Bagaimana jika pernikahan yang awalnya hanya sebuah kontrak justru berubah menjadi cinta yang nyata?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dydy_ailee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB-12 Menyelesaikan Masalah

Malam mulai larut ketika Amora akhirnya sampai di rumah.

Ia turun dari motor dengan kantong plastik berisi dua bungkus nasi padang dan dua bungkus es teh manis. Nafasnya masih ngos-ngosan, tapi senyum lebarnya tak pernah luntur. Di depan rumah yang lampunya remang, Azka duduk meringkuk di kursi rotan reyot di teras dengan selimut kecil menyelimuti kakinya.

“Kak…”

Azka langsung menoleh dan berdiri tertatih, meski tak sepenuhnya tegak, menyambut sang kakak. Raut wajahnya cemas.

“Kak, dari mana aja sih? Aku menunggumu, takut Kak Amora kenapa-kenapa...” ucapnya, suaranya lirih dan agak sengau.

Amora tertawa kecil sambil menurunkan tas selempangnya. Ia duduk di samping Azka dan langsung memeluknya erat.

“Aduh, Kakak ini habis ke mana-mana dan pulang bawa kabar baik dong, masa pulang cuma bawa lelah doang?” Amora menangkup kedua pipi Azka dan menepuknya pelan. “Nih, Kakak punya sesuatu untukmu.”

Azka berkedip bingung. “Apa?”

Dengan dramatis, Amora menyelipkan tangannya ke dalam jaket dan mengeluarkan satu map plastik bening. Ia membukanya pelan-pelan, lalu mengeluarkan selembar sertifikat rumah yang selama ini hilang—yang entah sudah berpindah tangan lewat jalur kelam ayah mereka.

“SURPRISEEE!” seru Amora.

Azka membelalak. “Itu… itu kan…?”

“Yap! Sertifikat rumah kita! Rumah kita udah balik lagi ke tangan kita, Ka. Tidak ada yang bisa mengambilnya lagi. Tidak ada yang bisa tendang kita dari sini.”

Air mata langsung mengalir dari sudut mata Azka. Ia meraih sertifikat itu, memeluknya erat, lalu memeluk Amora.

“Gimana caranya Kakak dapet ini lagi?” bisik Azka, suaranya bergetar.

Amora mengusap air mata adiknya dengan punggung tangan. “Pakai kekuatan super Kakak yang paling hebat… yaitu tekad dan nekat,” ucapnya sambil terkekeh. “Dan... sedikit keberuntungan juga sih. Pokoknya mulai malam ini, Kakak janji... nggak akan ada lagi orang jahat datang teriak-teriak di rumah.”

Azka mengangguk. “Kakak luar biasa…”

Amora tertawa keras sambil mengacak rambut Azka. “Kakak tahu, Kakak emang keren.”

Meski hati mereka sempat tercabik oleh masalah, malam itu jadi malam yang tenang—penuh kelegaan, kehangatan, dan harapan.

Amora menyodorkan bungkusan nasi padang pada Azka dengan senyum lebar. “Tebak kita makan apa malam ini, Jenderal Azka?” ujarnya bersemangat, meski masih tampak lelah setelah semalaman menghadapi drama hidup level tinggi.

Azka membuka bungkusan pelan-pelan, matanya berbinar saat aroma rempah rendang menyeruak keluar. “Kak... ini rendang beneran? Sama telur dadar padang juga?” tanyanya nyaris tak percaya, suara sedikit gemetar.

Amora mengangguk dengan penuh semangat. “Iya dong! Bukan nasi padang abal-abal yang cuma kuah dan sambal ijo doang kayak biasanya. Kali ini kita pesta, Azka!”

Azka langsung memeluk bungkus nasi itu sebelum membukanya. “Kak... ini mewah banget...”

Amora duduk di samping adiknya, menatap wajah Azka yang begitu bahagia. Hanya dengan rendang dan telur dadar padang, bocah itu merasa seperti sedang di restoran bintang lima.

“Maaf ya, Kakak baru bisa traktir nasi padang sekarang,” bisik Amora sambil menahan haru, suara tertelan emosi.

Azka tersenyum dan menggigit rendangnya. “Kak, ini enak banget. Kakak tidak perlu minta maaf kali. Tapi, Kakak jangan minta, ya. Ini semua buat aku,” candanya dengan pipi penuh nasi.

Amora tergelak. “Ih, dasar tidak tahu diri! Emang Kakak beli cuma buat kamu doang?”

Suasana terasa hangat. Tangis haru yang nyaris pecah di mata Amora teredam oleh suara kunyahan Azka dan gurauan ringan di antara mereka. Bagi banyak orang mungkin ini hanya makan malam biasa, tapi bagi mereka, ini adalah perayaan kecil penuh kemenangan.

Amora menatap Azka yang mulai menyendok nasi dengan semangat tinggi. “Selama kamu masih bisa makan dengan lahap seperti itu, Kakak tidak akan pernah menyerah, Azka,” ucapnya dalam hati.

************

Esok Hari

Pagi baru saja menjemput, dan Amora sudah sibuk menyiapkan bekal untuk Azka sebelum berangkat sekolah. Setelah memastikan semuanya beres, ia mengecek kembali dokumen yang dimasukkannya ke dalam map bening—bukti pelunasan utang, surat dari rentenir, dan yang paling penting, sertifikat rumah yang kini aman kembali di tangan mereka.

Dengan semangat baru, Amora mengirim pesan singkat pada Damian.

> “Dok, saya mau ketemu hari ini. Mau nunjukin hasil ‘kerja’ saya semalam. Free nggak?”

Tak butuh waktu lama, Damian membalas.

> “Kebetulan saya libur jaga. Jam 10, di tempat kemarin.”

Amora tersenyum lebar. “Yesss!” serunya sendiri. Ia segera bersiap, mengenakan kaos simpel berwarna mustard dengan jaket jeans yang mulai memudar warnanya. Tetap tampil santai tapi tetap menarik perhatian, seperti biasanya.

1
Suhartini hartini
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!