NovelToon NovelToon
GARIS DEPAN ( Misi Senyap )

GARIS DEPAN ( Misi Senyap )

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Kehidupan Tentara / Cintapertama
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bojone_Batman

Penugasan di medan perang adalah hal biasa. Namun, menghadapi pengkhianatan di dalam barak asrama dinasnya sendiri adalah pertempuran yang tak pernah ia duga.

Ketika ia memergoki lettingnya sendiri menelantarkan dan menyakiti seorang wanita di sudut pangkalan militer akibat hasutan keluarga, naluri pelindungnya bangkit. Dalam sebuah tindakan nekat demi menyelamatkan kehormatan sang wanita, ia mengambil alih takdir itu. Ia membawanya pergi, melindunginya di garis depan hidupnya, dan menikahinya.

Di bawah naungan seragam lorengnya, ia memulai misi paling rahasia dalam hidupnya.. Menyembuhkan luka batin gadis itu, namun, ia harus menghadapi dendam dari rekan satu lettingnya, dan mencintainya setulus hati tanpa syarat.

Sebab di garis depan hatinya, keselamatan wanita itu adalah perintah mutlak haram untuk gagal.

KONFLIK.. SKIP bagi yang tidak sanggup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Sulit percaya.

"Dankiiiiiiiiii....." Prada Syafi'i syok melihat Bang Oscar bersandar lemas dengan wajah pucat.

"Kembali ke barakmu..!! Tinggalkan saya sendiri..!!!" Perintah Bang Oscar.

...

Sampai sore, tidak ada seorang pun yang berani mengetuk pintu ruangan Danki. Beberapa anggota yang berjaga terus setia disana. Hingga kemudian Letnan Oscar meninggalkan ruangan.

Melihat Letnan Oscar pulang, pada anggota merasa lega tanpa tau apa yang sedang di rasakan Letnan Oscar.

:

Sesampainya di rumah, Bang Oscar melihat Pitta sedang duduk di ruang tamu sambil mengusap perutnya yang sudah mulai membuncit.

"Abang baru pulang??" Sapa Pitta saat melihat suaminya karena tidak biasanya suaminya itu tidak mengucapkan salam.

"Iya." Jawab Bang Oscar datar saja.

"Abang mau makan?? Pitta masak asem-asem daging. Tadi ada kiriman daging dari bawah." Kata Pitta.

"Kamu saja. Abang nggak lapar."

Pitta merasakan ada yang berbeda dari suaminya. Tapi ia pun paham, lingkungan mereka memang membutuhkan penanganan khusus sejak awal.

'Apa aku perlu hubungi Bang Satria untuk membantunya??'

...

Malam ini begitu dingin, Pitta menunggu Bang Oscar yang tak kunjung masuk ke dalam kamar. Pitta pun menjadi gelisah, entah apa salahnya sampai Bang Oscar mendiamkannya seperti ini.

Dengan napas panjang, Pitta bangkit perlahan. Ia berjalan ke arah ruang tengah, di mana cahaya lampu ruang tamu masih temaram menyala. Di sana, nampak suaminya terlihat duduk menatap lurus ke arah jendela yang menghadap ke arah halaman luas. Sebatang rokok terselip di sela jari, asapnya mengudara seakan menunjukan perasaannya yang sedang tidak baik-baik saja.

"Abang..." panggil Pitta lembut, suaranya pelan bak tertelan angin malam.

Bang Oscar tidak menoleh. Ia terus menghisap batang rokoknya lalu menghembuskan pelan.

"Masuk, banyak asap disini..!! Kenapa Pitta belum tidur?" tanyanya merendahkan suara.

"Pitta menunggu Abang. Dingin kalau tidur sendirian." Pitta melangkah mendekat, lalu duduk perlahan di sebelah suaminya, namun ada jarak yang tak terlihat di antara mereka malam ini. "Abang buat salah ya? Abang marah sama Pitta??"

Bang Oscar masih menahan diri. Ia ingin sekali meluapkan pertanyaan yang penuh dalam rongga dadanya, namun lidahnya terasa kelu. Tapi ia tidak mungkin terus memendam rasa hingga bisa menyakiti perasaan Pitta.

"Pitta..." mulutnya terbata, matanya menatap lurus ke mata istrinya yang bening dan penuh kecemasan dalam pekat malam. "Apa alasan Pitta mau menikah dengan Abang?? Apakah ada paksaan dalam hati Pitta?? Atau kah karena takdir yang terlanjur terjadi??"

Pitta tertegun sedikit, matanya melebar melihat sorot mata suaminya yang penuh keraguan dan kesedihan yang mendalam. Pitta tidak paham kenapa suaminya mempertanyakan masalah ini.

"Pitta tau sendiri.. Abang ini bukan laki-laki yang baik. Orang bilang Abang ini terlalu kaku, pemarah, tidak punya welas asih, dingin........."

Pitta kemudian meraih tangan besar itu, membawanya ke perutnya yang membulat.

"Abang kenapa tiba-tiba bicara begitu?? Pitta memilih Abang. Bukan karena disuruh siapa pun, bukan karena keadaan. Pitta mencintai Abang. Dengan segala kelebihan dan kekurangan Abang. Malah sebenarnya Pitta lebih banyak kurangnya."

Bang Oscar memejamkan mata, menahan rasa perih yang melonjak di dadanya. Kata-kata itu begitu menenangkan, namun keraguan yang tertanam begitu dalam belum sepenuhnya sirna.

"Lantas.. Kenapa Pitta tidak bilang, kalau sebenarnya Pitta dan Satria pernah di jodohkan??? Pitta mengenalnya lebih dari apapun, dan bahkan saat Abang begitu terpuruk di dalam sel yang dingin itu.. Hanya Satria yang menemanimu, bukan Abang."

Tangan lembut itu terus mengarahkan suaminya agar terus mengusap perutnya. Ia mulai menangkap setitik permasalah. Suaminya itu tengah berperang hebat dengan perasaannya.

"Apa itu penting??" Tanya Pitta.

"Tidak penting bagi Pitta, tapi cukup melukai harga diri Abang." Jawab Bang Oscar jujur.

Pitta kemudian mendekati Bang Oscar. Pria itu kelabakan karena asap rokok begitu pekat menempel di tubuhnya. "Dalam hati Pitta, hanya suami Pitta yang paling penting.. Itu sebabnya Pitta tidak cerita. Lagipula, untuk apa membahasnya, Pitta pun sudah memilih Abang."

"Manis sekali mulutmu itu, sayang." Bang Oscar sedikit lega mendengarnya meskipun di dalam hatinya masih penuh dengan banyaknya keraguan yang berkecamuk.

Pitta tersenyum tipis, namun matanya masih memancarkan kesedihan melihat keraguan yang masih membayangi wajah suaminya. Ia mengarahkan wajah itu agar mau menatapnya.

"Bukan mulut Pitta yang manis, Bang. Tapi hati Pitta yang memang memilih Abang. Dulu, sebelum kita saling kenal, memang Pitta lebih dulu mengenal Bang Satria. Tapi itu sudah masa lalu. Saat Pitta kenal dengan Abang, bertemu lagi di masa tak terduga, Pitta memutuskan menikah dengan Abang, meskipun saat itu caranya tidak Pitta sukai. Pitta sudah menutup pintu untuk pria lain. Termasuk rencana perjodohan dari Papa."

Jemari halus Pitta mengusap wajah Bang Oscar yang terlihat lelah.

"Dan soal Bang Satria... Beliau hanya saudara bagi Pitta. Beliau sahabat, adik kandung Abang, dan orang baik yang selalu ada saat Pitta butuh bantuan. Tapi sampai disitu saja, tidak lebih. Hati Pitta hanya punya satu pemilik. Dan pemiliknya ada di hadapan Pitta saat ini."

Bang Oscar tersenyum pahit. Hanya dirinya dan Tuhan yang tau mengapa jauh di dasar hatinya sulit untuk menerima semua pengakuan. Dalam lubuk hatinya mengganjal banyak hal yang sulit untuk di utarakan.

"Sekarang pergilah tidur..!! Sudah malam, nggak baik untuk si adek." Kata Bang Oscar.

Pitta melepaskan genggaman tangannya. Ia tau betul masih ada penolakan dari suaminya.

//

Bang Satria bersandar sembari memejamkan mata. Ingatannya kembali pada masa beberapa bulan yang lalu.

Flashback Bang Satria on..

"Ini mangga mudanya. Abang suapin ya..!!"

"Sebenarnya dimana suamiku??" Tanya Pitta yang tak kunjung tau dimana keberadaan suaminya.

"Lagi dinas luar. Kalau sudah ada kabar, pasti Abang beritau." Jawab Bang Satria. "Pitta kangen ya sama Bang Oscar." Tangan itu mengusap lembut perut Pitta yang sedikit mulai nampak di usia empat bulan kehamilan.

Pitta tidak menjawab, hanya lelehan air mata mengungkapkan semua rasa.

"Do'akan saja suamimu baik-baik saja disana."

Pitta kemudian beranjak hendak masuk ke dalam kamar, tapi tanpa sengaja dress nya tertindih tangan Bang Satria hingga ia jatuh dan duduk di atas paha adik suaminya itu.

Kedua pasang bola mata itu saling pandang, Bang Satria mengarahkan dagu Pitta hingga 'gadis itu' menatapnya.

"Sampai saat ini Abang masih menunggumu, berharap bisa memilikimu." Kata Bang Satria.

Pitta berontak tapi Bang Satria terus menahannya.

"Kenapa kamu nggak bisa jujur dengan perasaanmu. Kenapa kamu nggak bilang kalau sampai saat ini tidak ada kata pisah di antara kita." Ucap tegas Bang Satria. "Ayo kita lari, Abang janji akan menjagamu dan anak ini, Abang akan menyayanginya seperti anak Abang sendiri."

.

.

.

.

1
Maysuri
thor aq sampai ikut gemetar,lah kok bisa gitu loh.....kmn aj ajudannya
Tanti
mba Nara....konfliknya udah mulai naik yaaa🥹🥹...perasaanq udaah campur aduk bacanya..
ditunggu lanjutanya mba
Tanti
wadooohhh....gawat!!!
Maysuri
wow.....ternyata....
Maysuri
eng....iiii.....eng.....thor🤦
Tanti
luar biasa hukuman yg diberikan pak Dante...selain dapet pahala jg bs perbaiki diri..mantappp

ditunggu lanjutannya mba Nara
Maysuri
klw engk mau sakit hati,lebih baik mundur bang,jngn 1 wilayah,lebih baik menjauh unk menata hati ....🤭
Bojone_Batman: Harusnya yaaa.. tapi SKEP yang menentukan dari pusat
total 1 replies
dyah EkaPratiwi
jangan berdinas disitu bang satria semakin dekat pasti sulit melepas perasaan
Bojone_Batman: Iya, karena pasti akan sering ketemu.
total 1 replies
Tanti
semoga mama dan calon baby nya ga kenapa-napa
Bojone_Batman: Aamiin.. Semoga selalu baik-baik saja.
total 1 replies
Maysuri
aq kira si fita pura" pusing dan keram perut..🤔
dyah EkaPratiwi
semoga kuat ya pitta
Maysuri
semangat buat kapan ber2,...💪💪
Septi Astuti
semoga lekas sembuh dan sehat kembali untuk orang tua mbak Nara.. Aamiin
Septi Astuti: sama-sama mb...
total 2 replies
Tanti
Tetap semangat semua...ingat pesannya mama Dilan💪💪💪
Tanti
seneng lihatnya...Bang Dante, Dilan, dan Bian bs rukun ky gini

lanjut mba Nara👍
dyah EkaPratiwi
semangat pitta
dyah EkaPratiwi
🤭🤭🤭
Tanti
Syafakillah utk orang tua mba Nara, semoga diangkat penyakitnya dan segera pulih serta dpt beraktivitas kembali...Aamiin YRA...
Bojone_Batman: Aamiin.. Terima kasih banyak mbak🙏
total 3 replies
dyah EkaPratiwi
Alhamdulillah bersama lagi, semangat bumil 💪
Bojone_Batman: Semangaaat💪
total 1 replies
Tanti
Terima kasih orang baik👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!