NovelToon NovelToon
Ratu Mafia Istri Dokter Dingin

Ratu Mafia Istri Dokter Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Mafia / Dokter
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Naelong

Siapa sangka, Sindi Permata gadis cantik anak miliarder yang penampilannya selalu anggun dan kelihatan lemah lembut ternyata punya sisi gelap yang bikin bulu kuduk merinding. Sindi adalah Ratu Mafia yang memimpin dunia hitam dengan tangan besi. Nggak ada yang berani macam-macam sama dia.
​Tapi, sehebat-hebatnya Sindi menaklukan dunia luar, dia akhirnya takluk juga pasrah waktu disuruh nikah paksa sama papanya.
​Suaminya adalah Mike Sanjaya, dokter muda jenius yang terkenal dingin, kaku, dan judesnya minta ampun. Masalahnya bukan cuma sifat Mike yang kayak es batu, tapi cowok itu udah punya pacar kesayangan: Putri Adisti, seorang perawat manis yang selama ini jadi ratu di hati Mike, begitu resmi jadi suami-istri, Mike langsung pasang tembok tinggi. Dia terang-terangan nunjukkin kalau pernikahan mereka cuma formalitas dan nggak ada tempat buat Sindi di hatinya. Mike bahkan masih sering nemenin dan merhatiin Putri adisti.
akankah pernikahan mereka bertahan??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naelong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 14 Ratu mafia istri dokter dingin

​Mike menatap layar ponselnya yang menampilkan pesan misterius soal transaksi kartu kredit di klub malam jaringan Black Viper. Dahi sang dokter berkerut dalam, raut wajahnya dipenuhi rasa kesal dan curiga.

​"Apaan sih... chat misterius ini? Penipu dari mana lagi ini?" gerutu Mike tajam.

​Tanpa berpikir panjang, Mike langsung mengabaikan ponselnya begitu saja, melemparkannya ke saku celana, lalu melangkah lebar menaiki tangga menuju kamarnya dengan pikiran yang masih dibayangi rasa frustrasi.

​Sementara itu, di dalam kamar mewahnya, Sindi berdiri di dekat jendela besar yang menatap ke arah taman belakang. Ia merogoh ponsel pintarnya, menggeser nama kontak dan menelepon asisten kepercayaannya.

​"Danu, selidiki preman yang menculik Putri hari ini," perintah Sindi begitu panggilan terhubung.

​"Aku sudah menyelidikinya, Nona, aku juga sudah mengirimkannya ke suamimu tapi.. Sepertinya suamimu mengabaikannya" jawab Danu cepat dari ujung telepon.

​Sindi terkekeh pelan. "Cepat juga ya kamu. Biarkan saja, suamiku itu terlalu di bucinkan cinta. Katakan."

​"Sekarang para preman itu lagi berpesta di klub Nona, di Black Viper," lapor Danu.

​Mata Sindi menyipit dingin. "Lakukan apa yang harus dilakukan."

​"Baik, Nona."

​Di dalam ruangan VIP klub malam Black Viper, musik dentum keras memekakkan telinga bercampur dengan lampu sorot warna-warni.

Para preman yang tadi sore memeras Mike sedang duduk bersandar di sofa kulit, tertawa-tawa lepas merayakan uang kaget satu miliar.

​"Hey! Kamu! Bawa kemari minuman yang paling mahal!" teriak preman pertama pada seorang pelayan pria yang melintas.

​Teman-temannya yang lain tertawa terbahak-bahak. Tidak lama kemudian, beberapa wanita malam bergaun minim datang menghampiri dan duduk melingkari mereka.

Pelayan kembali membawa beberapa botol minuman beralkohol paling mahal dan meletakkannya di atas meja.

Para wanita itu dengan telaten menuangkan minuman mahal tersebut ke gelas para preman.

​"Hahaha! Hoki sekali kita hari ini mendapatkan pria bucin! Hahaha!" gelak sang pemimpin preman sambil mengangkat gelasnya tinggi-tinggi.

​Brak!

​Pintu ruangan VIP mendadak ditendang hingga jebol dari luar. Danu melangkah masuk dengan wajah garang, diapit oleh belasan anak buah Black Viper berjas hitam.

​"Siapa kamu?! Berani sekali mengganggu kesenangan kami?!" bentak pemimpin preman itu berdiri dengan marah, memegang botol kaca kosong.

​Tanpa banyak kening berkerut atau basi-basi, Danu melesat maju dan melayangkan pukulan mentah tepat di rahang preman itu hingga tersungkur.

Suasana ruangan VIP langsung berubah menjadi arena perkelahian hebat. Para wanita malam menjerit histeris dan berlarian keluar.

Para preman mencoba melawan, tapi kalah jumlah dan kemampuan beladiri dari orang-orang kepercayaan Danu. Dalam hitungan menit, para preman itu lengah dan tumbang bersimbah darah.

​"Bawa mereka ke markas," perintah Danu dingin pada anak buahnya.

​Setelah memastikan para preman diseret keluar lewat pintu belakang, Danu segera menelepon Sindi.

"Nona, para preman itu kami sudah membawa mereka ke markas."

​"Bagus. Besok aku ke sana," sahut Sindi datar dari balik telepon.

​Keesokan harinya, pagi-pagi sekali saat Mike masih tertidur lelap di kamarnya, Sindi sudah melangkah keluar dari mansion. Sebuah mobil SUV hitam membawanya meluncur cepat menuju markas utama Black Viper.

​Setibanya di sana, lorong-lorong beton dijaga ketat oleh para pria berbadan tegap. Begitu Sindi melangkah masuk dengan mantel hitam panjangnya, seluruh anak buah menundukkan kepala dan memberi hormat serempak.

​"Selamat datang, Ratu!"

​Sindi hanya menjawab singkat dengan bergumam, "Hmm..."

​Sindi berjalan lurus menuju ruang bawah tanah, tempat para tahanan dieksekusi. Di tengah ruangan yang lembap dan dingin, Danu sudah mengeluarkan para preman tadi malam yang kini kedua tangannya terikat rapat dengan rantai besi tebal di tiang gantung.

​Sindi duduk dengan anggun di sebuah kursi kayu ukir yang disediakan. Tangannya bersilang, matanya menatap tajam ke arah para preman yang mukanya sudah babak belur.

​"Katakan..." ucap Sindi singkat, memberi kesempatan.

​Namun, para preman itu diam membisu, mencoba bertahan dan menolak bicara. Sindi memberi instruksi kecil lewat lirikan mata pada Danu.

Tanpa ragu, Danu menyambar cambuk kulit berduri dan menyambuk tubuh para preman itu berkali-kali hingga jeritan kesakitan bergema di ruangan bawah tanah.

​"Masih tidak mau bicara?" ulang Sindi lagi dengan nada tenang.

​Para preman itu masih merintih dan menggelengkan kepala, mencoba menutup mulut.

​"Danu..." ucap Sindi dingin.

​Danu maju, memukul rahang dan perut pemimpin preman itu tiga kali berturut-turut dengan sangat keras. Pukulan terakhir membuat preman itu memuntahkan darah segar ke lantai.

​"Stop! Stop! Kami mengaku!" teriak sang pemimpin preman histeris, tidak sanggup menahan siksaan lagi.

"Sebenarnya yang menyuruh kami menculik... ya cewek itu sendiri! Putri adisti yang nyuruh kami buat pura-pura menculik dia, biar bisa meras uang Dokter Mike!"

​Sindi menghentikan gerakan Danu dengan lambaian tangan. Ia menatap para preman itu dengan pandangan datar.

​"Bawa mereka, Danu," perintah Sindi.

​"Baik, Nona."

​Sindi berdiri dari kursinya, menyunggingkan senyum sinis yang sangat dingin di bibir cantiknya.

​Sudah kuduga... Ternyata perempuan itu sedikit licik juga, batin Sindi dengan kekehan licik.

​Malam harinya...

​Mansion utama keluarga Sanjaya tampak begitu megah dan berkilauan. Acara makan malam keluarga besar dihadiri oleh jajaran sanak saudara dan paman Mike.

​Di meja makan panjang, Sindi tampil sangat memukau dengan gaun malam berwarna biru tua yang elegan.

Ia duduk di samping Mike, bersikap sangat sopan, mengambilkan makanan untuk mertuanya, dan tersenyum ramah pada setiap saudara yang menyapa.

​"Luar biasa sekali menantu kita ini," puji ibunda Mike dengan raut wajah berbinar-binar.

"Bukan cuma cantik dan anak pengusaha besar, tapi Sindi ini juga sangat perhatian dan paham tata krama. Kamu beruntung sekali, Mike."

​Baskoro, ayah Mike, mengangguk bangga dari ujung meja. "Betul! Sindi ini tipe istri sempurna. Papa bangga sekali punya menantu seperti kamu, Sindi."

​"Terima kasih banyak, Papa, Mama," sahut Sindi dengan suara lembut dan santun.

"Sindi masih banyak belajar buat jadi istri yang baik untuk Mas Mike."

​Pujian demi pujian yang dilontarkan keluarga besar pada Sindi membuat Mike yang duduk di sebelahnya makin merasa tertekan dan mual.

Rahangnya terkatup rapat, tangannya menggenggam pisau dan garpu dengan sangat kencang. Di mata Mike, semua senyuman dan kelembutan Sindi malam ini hanyalah topeng palsu dari seorang wanita licik yang pandai memanipulasi orang tua.

​"Mike, kenapa kamu cuma diam saja dari tadi?" tegur Baskoro tegas saat melihat raut wajah anaknya yang masam.

"Istrimu dipuji-puji begitu, harusnya kamu bersyukur dan makin sayang sama Sindi!"

​Mike meletakkan pisau dan garpunya ke atas piring dengan bunyi berdenting yang cukup nyaring, memotong kehangatan di meja makan.

​"Aku permisi ke toilet sebentar, pa, ma" ucap Mike dingin, berdiri dari kursinya tanpa memedulikan tatapan heran dari para paman dan bibinya.

​Mike melangkah cepat menuju area balkon belakang yang sepi untuk mencari udara segar. Dadanya terasa sesak oleh amarah dan kepura-puraan ini.

​Namun, baru saja Mike menyandarkan tubuhnya di pagar balkon sambil mengusap wajahnya yang lelah, pintu balkon terdorong pelan.

Sindi melangkah keluar membawa segelas air hangat, menghampiri suaminya dengan senyum manis yang tersungging di bibirnya.

​"Mas Mike... kenapa sendirian di sini? Orang-orang di dalam mencari kamu, lho," panggil Sindi lembut.

​Mike membalikkan badannya, menatap Sindi dengan pandangan penuh rasa benci yang meluap-luap.

​"Stop pura-pura di depan saya, Sindi!" bisik Mike tajam menahan emosi.

"Kamu senang kan bisa memanipulasi seluruh keluarga saya sampai mereka memuja-muja kamu seperti dewi?!"

​Sindi mendekat dua langkah, meletakkan gelas air di pembatas balkon. Tatapan matanya yang tadi manis perlahan berubah menjadi santai dan sarat akan celaan.

​"Memanipulasi?" Sindi terkekeh pelan.

"Aku tidak memanipulasi siapa pun, Mas. Keluarga kamu menyukaiku karena aku tahu cara bersikap. Tidak seperti kamu yang sibuk membela wanita murahan yang bahkan sudah membodohimu habis-habisan."

​"Jaga mulut kamu, Sindi!" bentak Mike, emosinya kembali tersulut demi membela Putri.

"Jangan pernah sebut Putri cewek murahan!"

​Sindi tersenyum sinis. Ia merogoh saku gaun mewahnya, mengeluarkan ponsel pintarnya, lalu memutar sebuah rekaman suara berdurasi pendek dan mengarahkannya tepat ke depan wajah Mike.

​Dari speaker ponsel Sindi, terdengar jelas suara pengakuan terengah-engah dari pemimpin preman tadi pagi:

​"Stop! Kami mengaku! Sebenarnya yang menyuruh kami menculik... ya cewek itu sendiri! Putri yang nyuruh kami buat pura-pura menculik dia biar bisa meras uang Dokter Mike!"

​Darah Mike seketika membeku. Seluruh badannya mendadak kaku, dan matanya membelalak lebar menatap layar ponsel Sindi tidak percaya.

​Bersambung......

1
Muft Smoker
uluuuluuu ,, kalo liat kalian begini kn damai rasa ny ,, awas aj kalo ulet bulu nyusul ke situ ,, 😒😒😒

hmmm ad kemungkinan klo putri anggota klan red dragon gx sih ,, yg nyamar buat deketin mike🤔🤔🤔🤭🤭🤭😁😁
Naelong: 😄😄 nantikan ceritanya ya kak🤭
total 1 replies
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
makin seruu cerita ny ,,
Muft Smoker: sama2 kak ,,
total 2 replies
Muft Smoker
kalo begini trus cepat atau lambat Mike bakal tau siapa sindii sbnernya ,,
Muft Smoker
wah siapa nih yg cium sindii ,,
bibir ny minta di kepang dua ,, 😒😒😒
Muft Smoker: oooaalaaaa salah sangka saya🤭🤭🤭🤭🤭🫣🫣🫣
total 2 replies
Muft Smoker
aduuuuh ini ulet bulu. ad dmn2 yx ,,
Muft Smoker
eeeh Dy lupa diri kayaknya ,, tu Mike yg nempel kayak bekantan siapa Mike ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
hati2 km putri mungkin saat ini km msh bisa lolos ,, tp nnti gx tau deh ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker
nah looo🤭🤭🤭
Naelong: makasi kak sudah mau baca ceritaku😍🙏🙏, sehat sehat slalu
total 1 replies
Naelong
makasi kaka, sudah mampir.🙏
Muft Smoker
ad yg main2 ma sindii ,,
gx Mike gx musuh ny ,, ad aj yg cari gara2 ,,
duuuh sindii ,, segera berantas semua musuh mu ,,
yumi chan: pusing aku thor ..kpn mike sdr karna di bdhi..dn kpn sindi pergi mninglkn mike agr dia sdr..
total 3 replies
YuWie
malah bingung sendiri sama strategi sindi yg katanya mafia..nyingkirin kroco puyri dan ngasih pelajaran mike aja..jalannya muter2 gak jelas.
niaww: mampir cerita aku kak🥰🙏
total 1 replies
Muft Smoker
situ main2 trus ma Sindi sih mike ,, bela trus wanita mu tu ,, kalo udh tau kebenaran ny ,, jgn menyesal km ,,
Muft Smoker
si putrii dg gx tau maluu ny ,, dtg k tempat tinggal mike dn sindii ,, berasa Kya Dy yg jd nyonya ,, pas ke pergok sang nyonya asli ,, lngsung ciut nyali ny🤭🤭🤭😏😏😏
Muft Smoker
wah teka teki ap lgi ini ,,
Muft Smoker
sypa lgii ni ,, ap suruhan si putri tidur lgi????
Muft Smoker: ok kak ,, makin penasaran tiap bab ny kak
total 2 replies
Muft Smoker
km berharap Sindi bakal ke distrak liat km pulang ,, boleh aj berharap tp dlm mimpi aj yx mike ,, kalo di dunia nyata mh jgn deeh ,, tkut nanti makin maluu Krn gx dapet respon ap2 dr Sindi ,, 😏😏😏🤭🤭🤭
Muft Smoker: 🤭🤭🤭😁😁😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
anda terus2an mencari masalah mike ,, nanti kalo udh kena batu ny ,, baru tau rasa km ,, greget banget ma mike ,,
Muft Smoker
mulai cari perhatian niih tanpa anda sadari mike ,, /Shy//Shy//Shy//Shy/
Muft Smoker
lanjuuut kak
Renjana
benarkah Mike bakal nepatin janjinya?
Naelong: 🤭🤭🤭.. dan makasi udah mampir kak, semoga suka ceritanya😍. jangan lupa likenya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!