NovelToon NovelToon
After The Last Goodbye

After The Last Goodbye

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Fhatt Trah

Di balik gemerlap kariernya sebagai aktor papan atas, Ethan Voss menyimpan rahasia besar: pernikahan tanpa cinta bersama Mia Taylor. Pernikahan yang lahir dari utang budi itu terikat perjanjian ketat—dirahasiakan dari publik, tanpa keterikatan emosional, dan wajib berakhir dalam empat tahun.

Selama empat tahun, Mia bertahan hidup bagai bayangan. Ia menelan dinginnya sikap Ethan dan rasa sakit saat melihat pria itu memamerkan kemesraan bersama kekasihnya di media. Saat masa perjanjian usai, Mia pergi dengan tenang, meninggalkan Ethan yang mengira dirinya telah bebas.

Namun, kepergian Mia justru menyisakan kehampaan mendalam. Setelah menemukan rahasia pengorbanan tulus sang mantan istri, Ethan sadar ia telah membuang cinta sejatinya.

Situasi makin rumit dengan hadirnya Liam, investor besar yang selalu ada untuk Mia setelah perceraian. Dengan ketulusannya, Liam siap melindungi Mia dan menjadi saingan berat Ethan yang ingin merebut kembali hati sang mantan istri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fhatt Trah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Dibalik Pintu Terkunci

Kepanikan Mia membuncah saat derap langkah pantofel Liam terdengar makin dekat. Suara ketukan sepatu di atas marmer itu berirama konstan, dingin, dan penuh perhitungan. Ciri khas sosok yang tak pernah memberi ampun pada kesalahan.

“Ethan, lepaskan aku! Dia datang, Ethan!” bisik Mia panik, matanya membelalak lebar memohon. Kedua tangannya mendorong dada Ethan sekuat tenaga, namun rasa takut yang melumpuhkan membuat tenaganya menyusut drastis.

Melihat kepanikan luar biasa di wajah Mia saat mendengar nama Liam disebut, alih-alih melepaskannya, Ethan justru dibakar nekat. Ia tidak akan membiarkan Mia kembali ke tangan pria itu malam ini tanpa penjelasan.

Tanpa membuang waktu, Ethan mencengkeram pergelangan tangan Mia. Sebelum Mia sempat memproses apa yang terjadi, Ethan menariknya cepat melewati pintu kayu berukir di sebelah kiri mereka, pintu toilet wanita VIP.

“Ethan! Apa yang kamu—”

Ethan dengan cepat mendorong Mia masuk ke dalam salah satu bilik paling ujung. Pria itu ikut menyelinap masuk, menutup pintu bilik rapat-rapat, lalu menguncinya dari dalam tanpa menimbulkan suara sekecil pun.

Bilik toilet yang sempit itu seketika terasa makin menyiksa. Ruangan kecil tersebut dipenuhi ketegangan yang menekan dada. Tubuh Ethan yang tinggi dan tegap kini mengurung Mia di sudut bilik, berjarak tak sampai sejengkal.

Mia bisa merasakan detak jantung Ethan yang bergemuruh kencang di balik tuksedonya, beradu dengan napasnya sendiri yang memburu.

“Diam,” bisik Ethan sangat pelan tepat di telinga Mia. Matanya menatap tajam ke arah celah bawah pintu bilik.

Tepat di detik berikutnya, suara engsel pintu utama toilet berdecit halus.

Langkah kaki itu masuk. Tenang, berat, dan tanpa rasa ragu. Suara ketukan sol sepatunya menggema samar di atas lantai marmer yang bersih.

Mia menahan napasnya. Ia menutup mulutnya sendiri dengan kedua tangan yang gemetar hebat, memejamkan mata erat-erat saat bayangan sepatu hitam mengilap terlihat melintas di bawah celah pintu bilik mereka.

Langkah kaki Liam berhenti. Tepat di tengah area toilet.

Sunyi menyergap. Keheningan di dalam ruangan itu terasa sangat mencekat, seolah udara ditarik keluar.

Mia merasa jantungnya berdetak begitu keras hingga ia takut Liam bisa mendengarnya dari luar. Di sebelahnya, Ethan berdiri kaku, pandangannya tak teralih dari celah bawah pintu, siap memproteksi Mia jika situasi memburuk.

“Mia?”

Suara Liam memecah kesunyian. Nada suaranya terdengar datar, tetapi menyimpan ancaman terselubung yang sanggup membuat bulu kuduk berdiri.

“Waktu lima menitmu sudah habis.”

Kepingan ketakutan yang terkumpul di dada Mia hampir saja meledak menjadi seruan saat mendengar namanya dipanggil.

Nada dingin Liam yang seolah sanggup membekukan udara di sekitarnya membuat Mia panik setengah mati.

Bibir Mia bergerak, hendak menyahut dan membuka keberadaannya di dalam bilik tersebut.

Namun sebelum sepatah kata pun sempat lolos dari tenggorokannya, Ethan bertindak cepat. Satu tangannya bergerak cepat menutup mulut Mia, lalu tanpa ragu, Ethan memangkas jarak yang tersisa di antara mereka dan membungkam bibir Mia dengan ciuman paksa.

Mata Mia membelalak lebar. Rasa terkejut bercampur marah membakar dadanya. Ia berontak hebat, memukulkan kedua tangannya ke dada tegap Ethan dan berusaha memalingkan wajah untuk melepaskan diri. Namun, perlawanan Mia justru makin menyulut nekat dalam diri Ethan.

Ethan menyusupkan jemarinya ke belakang kepala Mia, menahan tengkuk Mia dengan genggaman yang kuat agar ia tak bisa menghindar. Sedangkan tangan Ethan yang lain merengkuh pinggang Mia, menarik tubuh Mia makin rapat menyatu dengan tubuhnya demi memperdalam ciumannya, sebuah ciuman yang sarat akan keputusasaan dan rasa cemburu yang membakar.

Sementara di luar bilik, bayangan sepatu mengilap milik Liam masih terpaku di tempatnya. Keheningan yang menyelimuti toilet VIP itu kini bertolak belakang dengan gemuruh emosi dan gesekan napas memburu yang tertahan di dalam bilik paling ujung. Mia terjepit di antara dua bahaya. Ancaman nyata dari pria di luar sana, dan kenekatan gila dari pria yang kini merenggut napasnya di dalam bilik.

****

Mata Liam menatap pintu bilik yang terkunci itu dengan hening. Di balik wibawanya yang selalu terlihat tenang dan tegas, ada rasa cemas yang tersembunyi. Lima menit yang ia berikan adalah bentuk kelonggaran karena ia paham Mia sering kali butuh ruang saat merasa kewalahan di acara seluas ini.

Namun, mendapati pintunya terkunci rapat tanpa sahutan membuat kekhawatiran di dadanya makin mengusik.

“Mia?” panggil Liam lagi, kini nada suaranya melembut, menyiratkan perhatian yang dalam.

“Kamu tidak apa-apa di dalam? Tolong buka pintunya, Mia. Aku cuma mau memastikan kamu baik-baik saja.”

Di dalam bilik, Mia membelalak. Rasa bersalah seketika melingkupi dadanya. Liam yang selama ini begitu santun, selalu menjaga jarak aman demi menghormatinya kini berdiri di luar sana dengan rasa cemas, tanpa tahu bahwa di dalam sini, Ethan sedang menahannya secara paksa.

Sentuhan Ethan tadi terasa bagai sengatan yang memicu kekecewaan di dada Mia. Dengan dorongan tegas, Mia menepis tangan Ethan dan mundur satu langkah.

“Cukup, Ethan,” bisik Mia bergetar, menatap Ethan lurus-lurus.

“Liam tidak seperti yang kamu pikirkan. Dia menghormatiku.”

Ethan terdiam, napasnya memburu. Rasa bersalah seketika menghantam dirinya begitu melihat binar kekecewaan dan bulir air mata di pipi Mia. Kenekatan Ethan perlahan luntur, menyadari bahwa tindakannya justru melukai Mia.

Tanpa membuang waktu lagi, Mia memutar kunci bilik. Bunyi klik terdengar halus di tengah keheningan. Pintu bilik terdorong terbuka perlahan.

Di luar sana, Liam berdiri tegap. Matanya yang semula sarat akan rasa khawatir seketika meredup lembut begitu melihat sosok Mia. Namun, perhatiannya dengan cepat teralih pada sosok Ethan yang berdiri tepat di belakang wanita itu.

Liam tidak tersulut emosi murahan. Ia menyilangkan tangan di dada, menatap Ethan dengan pandangan tenang namun penuh kewibawaan, sikap khas seorang pria yang tahu cara menjaga dan menghargai wanita yang dicintainya.

“Mia,” ujar Liam lembut, mengulurkan tangannya secara terbuka ke arah Mia, memberikan pilihan penuh di tangan wanita itu. ”Mari keluar dari sini.”

Bibir Ethan tertutup rapat. Tangannya yang semula mengepal di samping tubuh kini perlahan terkulai lemas saat melihat Mia menatapnya dengan penuh kekecewaan, kemudian tanpa ragu meraih uluran tangan Liam.

Sentuhan jemari Mia pada jemari Liam terasa begitu alami, kontras dengan perlawanan sengit yang baru saja ditunjukkannya pada Ethan di dalam bilik.

Liam menggenggam tangan Mia dengan lembut namun pasti. Ia menuntut pandangan Ethan sejenak, tidak dengan amarah yang meledak-ledak, melainkan dengan tatapan dingin dan penuh ketegasan yang menyiratkan batas tegas, sebuah penegasan dominasi tanpa perlu menaikkan nada suara.

“Terima kasih sudah 'menjaga' Mia di dalam, Ethan,” ucap Liam tenang, nada suaranya amat datar namun menusuk.

“Tapi lain kali, pelajari dulu perbedaan antara menjaga dan memaksakan kehendak.”

Ethan hendak melangkah maju, dadanya naik turun menahan gelombang emosi yang berkecamuk. “Liam, kamu tidak tahu apa—”

“Ethan, cukup!” potong Mia cepat. Suaranya bergetar, namun tatapannya mantap menatap Ethan. ”Tolong, jangan memperkeruh keadaan lagi.”

Kata-kata Mia menjadi pukulan telak yang meruntuhkan sisa keberanian Ethan. Pria itu terpaku di tempatnya, membiarkan Liam membimbing Mia melangkah keluar dari toilet VIP tersebut. Langkah kaki keduanya menghilang di balik pintu kayu berukir, meninggalkan Ethan seorang diri dalam keheningan bilik yang menyesakkan.

Di koridor luar yang megah, udara segar malam menyapa wajah Mia, membantu menenangkan napasnya yang masih berantakan.

Liam menghentikan langkahnya di area yang cukup sepi dari jangkauan para tamu undangan. Ia berbalik menghadap Mia, melepaskan genggaman tangannya lalu menangkup kedua pipi Mia dengan sangat hati-hati.

“Kamu benar-benar tidak apa-apa?” tanya Liam lembut, matanya menelusuri wajah Mia dengan rasa cemas yang tak lagi ditutup-tutupi.

“Dia menyakitimu?”

Mia menggeleng pelan, matanya berkaca-kaca menahan emosi yang bertumpuk. “Aku baik-baik saja, Liam. Maaf membuatmu khawatir...”

Liam tersenyum tipis, mengusap setetes air mata yang lolos ke pipi Mia dengan ibu jarinya.

“Kamu tidak perlu minta maaf. Ayo kita pulang. Acara ini sudah cukup untuk malam ini.”

–tbc–

1
Tiara Bella
dua pria ganteng yg memperebutkan Mia.....
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): jadi pengen ada di posisi Mia😂😂
total 1 replies
Tiara Bella
oh my good si Ethan main nyosor aja km ya.....
Tiara Bella
kasian mia klu ketahuan....Ethan km ngeyel bngt sh
Tiara Bella
waduh reaksinya Ethan gimana pas lihat Liam sm Mia bersama.....bakalan ngamuk kah dia
Tiara Bella
lagi ada disamping dicuekin skrng udh terlepas dikejar²kan kelakuannya Ethan....skrng tinggal menyesal kemudian.....
Tiara Bella
what Liam nyosor tp gk kena....
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): kacian ya🤧🤧🤭🤭🤭
total 1 replies
Tiara Bella
ngeyel bngt si Ethan km ya
Tiara Bella
rumit jg ya hubungan mereka Mia sm Ethan.....
Fhatt Trah (fb : Fhatt Trah): yaaah lumayan rumit sih🤧🤧 karir Ethan juga bakal jadi taruhan kalau sampai pernikahan rahasianya terbongkar. tapi skenario yg dia perankan dlm film akan jadi kenyataan stlh ini, seorang laki² yg mempertaruhkan segalanya demi seorang wanita🤧
total 1 replies
Tiara Bella
yah ms Mia msh ngarepin si Ethan sh....
Tiara Bella
visual Liam ganteng bngt...../Kiss//Kiss//Kiss//Kiss/
Tiara Bella: hooh....Ethan jg ganteng tp aku gk suka sm sifatnya yg plin plan....
total 2 replies
Tiara Bella
tuh kan Liam udh nyari tw tentang Mia dan Ethan.....
Tiara Bella
terima aja Mia ngapain ngarepin Ethan yg udh pernah ngecewin km
Tiara Bella
jangan² Liam Vincen ini tw klu Mia mantan istrinya Ethan.....
Tiara Bella
saingan Ethan ini Liam vance ini ternyata.....
Tiara Bella: hooh ya....
total 2 replies
Tiara Bella
Liam siapa lg ini apakah dia suka sm Mia.....
Tiara Bella
bingunin orng sh Ethan mah ya....
Tiara Bella
mwnya apa sh Ethan ini Herman aku
Tiara Bella
nh loh Ethan km bingung skrng.....
Tiara Bella
bener kenapa hrs skrng Ethan setelah ceria br nyariin....
Tiara Bella
Ethan yg aneh ....bilang aja bang klu suka....🤭
Tiara Bella: hooh....
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!