Alena tidak pernah menyangka akan dinikahi oleh Aditya Pradana, CEO dingin yang juga mantan kakak iparnya.
Tujuannya satu: menjadi ibu untuk Sean, anak tiri berandal yang membencinya setengah mati.
Sean melakukan segala cara untuk mengusir Alena.
Balapan liar, berkelahi, membolos.
Tapi Alena yang berjilbab ini tidak takut.
Ia lawan balik Sean di arena balap dan di lapangan futsal.
Hingga Sean diam-diam kagum dan berbisik, "Siapa sebenarnya kamu, Bunda?"
Di sisi lain, Aditya Pradana yang dibantu Rendra, mulai menyadari...
Adik iparnya yang dulu pendiam itu, kini menjadi wanita yang tidak bisa ia lepaskan.
Pernikahan kontrak ini, apakah akan berakhir dengan cinta?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atha Diyuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15
Satu bulan berlalu sejak drama bunga mawar merah 50 tangkai jumbo yang viral di grup WhatsApp Ibu-Ibu Arisan Pondok Indah rumah keluarga Pradana berubah total.
Tidak ada lagi meja makan dingin dan canggung. Tidak ada lagi Aditya yang pulang diam-diam jam 11 malam.
Sekarang tiap jam 6 sore, Porsche hitam Aditya sudah parkir di garasi. Tiap jam 6 sore, Alen sudah menunggu di depan pintu dengan daster rapi tapi cantik, dengan nasi goreng spesial telur mata sapi bulat sempurna, sosis bakar, nugget, acar timun wortel, dan kopi hitam tanpa gula di cangkir couple baru *MR. PRADANA* dan *MRS. PRADANA* dari Zara Home.
Sean Pradana yang gondrong berantakan sekarang sudah potong rambut! Rambutnya sudah rapi pendek! Karena Wulan bilang, "Mau resepsi ulang jadi anak bunga kok gondrong berantakan kayak gembel!"
Dan hari yang ditunggu tiba!
Sabtu, jam 18.00 sore. Hotel Mulia Senayan. Grand Ballroom lantai 2.
Ballroom super mewah 1000 orang! Lampu kristal raksasa menggantung, bunga mawar putih impor dari Belanda di mana-mana, karpet merah tebal, panggung pelaminan setinggi 2 meter dengan tulisan LED besar *"ADITYA & ALENA - FINALLY FOREVER - FROM CONTRACT TO SOULMATE"*.
Tamu undangan: 500 orang! Semua direksi perusahaan Pradana Group, semua Ibu-Ibu Arisan Pondok Indah yang dulu gosip bunga 50 tangkai viral, semua teman kampus Alena, semua guru SMA Sean, dan... semua keluarga besar Pratama Land, termasuk Pak Hadi Pratama!
Tapi satu orang tidak diundang dan tidak boleh masuk: Rizky Pratama, kapten basket, pemilik Rizky Coffee Space Senopati, pengirim bunga 50 tangkai.
Di belakang panggung, di ruang rias pengantin, Alena Putri Pradana duduk dengan kebaya putih mewah brokat Jawa modern, ekor panjang 3 meter, tiara berlian 2 karat pemberian mertuanya, make up flawless oleh MUA langganan artis, tangannya gemetar memegang buket bunga mawar putih - bukan merah, putih, biar tidak trauma Aditya.
Di samping Alena ada Wulan dengan kebaya biru navy dan tas Hermes warna senada dengan kebayanya sedang memeluk Alena.
"Alena, kamu tampak lebih cantik sekali malam ini.
Alena menangis haru, "Terima kasih Mama..."
Di ruang rias pria, Aditya Pradana berdiri dengan jas tuxedo hitam super mahal, dasi kupu-kupu hitam, rambut disisir rapi, jam Rolex Daytona, wajahnya yang biasanya datar, cool, dingin seperti CEO es batu, sekarang tegang dan berkeringat! Tangannya yang biasa tanda tangan kontrak triliunan, sekarang gemetar memegang kotak beludru cincin berlian 2 karat!
Sean Pradana yang sudah potong rambut pendek rapi, memakai jas mini tuxedo hitam kecil, dasi kupu-kupu sama seperti Ayahnya, datang menghampiri Ayahnya yang tegang.
"Ayah, kenapa Ayah keringetan? Ayah kan CEO, masa grogi mau nikah lagi sama Bunda sendiri? Ayah udah kaya anak kemarin sore saja." ledek Sean.
Aditya yang tegang langsung melotot ke Sean, tapi melototnya tidak galak, melototnya panik!
"Sean Pradana! Diam kamu! Ayah tidak grogi! Ayah... Ayah cuma... Ayah cuma takut Bunda kamu tidak mau jadi Mrs. Pradana selamanya... Ayah takut Bunda kamu masih ingat bunga 50 tangkai itu..."
Sean langsung ngakak, "Ayah! Bunda sudah pakai kebaya putih dari Oma sudah pakai tiara berlian 2 karat, masa masih ingat bunga 50 tangkai mawar merah jumbo yang Ayah banting ke tempat sampah sampai vas pecah! Bunda sekarang sukanya mawar putih, bukan mawar merah, biar Ayah tidak cemburu buta lagi!"
Aditya terdiam, lalu tersenyum tipis, senyum CEO dingin yang lumer.
"Kamu benar Sean. Bunda kamu sekarang sukanya mawar putih."
Tepat jam 19.00 malam, musik wedding orchestra mulai.
Pintu ballroom raksasa dibuka!
Semua tamu 500 orang berdiri!
Wulan sebagai pembawa acara naik ke panggung dengan mic.
"Selamat malam, Bapak-Ibu, Ibu-Ibu Arisan Pondok Indah, direksi Pradana Group, dan keluarga besar. Malam ini bukan resepsi biasa. Malam ini resepsi ulang! pernikahan anak saya Aditya Pradana dan menantu saya Alena Putri.
Wulan menatap ke arah pintu ballroom.
"Tapi sebulan lalu, ada seorang laki-laki bernama Rizky Pratama mengirim bunga mawar merah 50 tangkai jumbo ke rumah Pradana untuk Alena. Dan dari bunga 50 tangkai itu, kami semua tahu, Aditya Pradana yang CEO dingin, datar, cool, tidak pernah senyum, ternyata bisa cemburu buta! Bisa meretakkan cangkir keramik! Bisa membanting bunga ke tempat sampah! Bisa mengacak rambut gondrong Sean! Bisa beli cangkir couple Zara Home! Dan bisa... jatuh cinta beneran sama istri kontraknya sendiri!"
Semua tamu tertawa dan bertepuk tangan!
Ibu-Ibu Arisan yang dulu gosip langsung bisik-bisik, "Oh jadi itu bunga 50 tangkai itu yang bikin Aditya sadar cinta!"
Pintu ballroom terbuka!
Alena Putri Pradana masuk dengan digandeng Sean, Alena dengan kebaya putih ekor 3 meter, tiara berlian, buket mawar putih, jalan pelan anggun!
Semua tamu tertegun melihat kecantikan Alena!
Di ujung karpet merah, Aditya Pradana menunggu dengan jas tuxedo hitam, kotak cincin berlian 2 karat di tangan, wajah datar cool namun tetap terlihat gagah.
Sean menyerahkan tangan Alena ke tangan Aditya di pelaminan!
Sean berbisik ke Aditya dengan suara keras biar satu ballroom dengar, "Ayah, jaga Bunda jangan suka cemburu buta.
Satu ballroom ngakak!
Aditya wajahnya memerah, tapi ia menggenggam tangan Alena erat!
Upacara resepsi ulang dimulai! Bukan ijab kabul lagi, karena sudah beberapa bulan lalu tapi tetap janji ulang!
MC bertanya, "Aditya Pradana, apakah kamu berjanji dari kontrak menjadi selamanya, dari CEO dingin menjadi suami hangat, dari yang meretakkan cangkir menjadi yang membelikan cangkir couple, untuk mencintai Alena Putri Pradana selamanya?"
Aditya menatap Alena yang menangis haru dengan tiara berlian.
Ia mengangguk, dengan suara berat, pelan, tapi satu ballroom 500 orang mendengar karena mic!
"Saya Aditya Pradana berjanji. Dulu saya menikahi Alena karena kontrak, karena butuh ibu untuk Sean, karena butuh istri untuk image perusahaan. Tapi sekarang... setelah 2 tahun makan nasi goreng spesial tiap pagi, kopi hitam tanpa gula di cangkir baru, Indomie di karpet perpustakaan, belajar UTBK bertiga, dan... membanting bunga 50 tangkai karena cemburu buta... saya tahu... saya tidak mau kontrak ini selesai 6 bulan lagi. Saya mau jadi Mr. Pradana selamanya untuk Mrs. Pradana saya. Saya janji tidak akan cemburu buta lagi... tapi kalau ada yang kirim bunga 50 tangkai lagi, saya akan banting lagi."
Satu ballroom tertawa terbahak-bahak!
MC bertanya ke Alena, "Alena Putri Pradana, apakah kamu berjanji dari istri kontrak menjadi istri selamanya, dari adik ipar menjadi istri, untuk mencintai Aditya Pradana, CEO dingin mantan kaka iparmu, selamanya?"
Alena mengangguk dengan air mata bercucuran!
"Saya Alena Putri Pradana berjanji. Dulu saya menikah karna kontrak Tapi sekarang... setelah beberapa bulan bersama dibangunkan jam 4 pagi eh jam 5 pagi buatkan kopi, setelah dibelikan cangkir couple Zara Home, setelah digandeng di karpet perpustakaan, setelah dibela Sean anak bandel,brandalan yang suka bikin ulah tapi sekarang dia sudah jadi anak kesayangan saya, saya mau... saya mau jadi Mrs. Pradana selamanya Pak... saya mau buatkan nasi goreng spesial tiap pagi selamanya Pak..."
Aditya langsung memasukkan cincin berlian 2 karat ke jari Alena! Alena memasukkan cincin ke jari Aditya!
Tepuk tangan 500 orang menggema!
Wulan merasa terharu sekaligus bahagia atas kebahagiaan putranya.
Sean yang jadi anak bunga langsung teriak, "SAH! SAH! AYAH BUNDA SAH SELAMANYA! BUKAN KONTRAK LAGI!"
Di luar ballroom Hotel Mulia, di parkiran, ada satu mobil Civic putih yang parkir jauh. Di dalamnya ada Rizky Pratama, memakai kemeja flanel, tidak berani masuk karena tidak diundang, hanya melihat dari Instagram Live teman yang di dalam ballroom. Rizky melihat Alena dengan kebaya putih dan Aditya dengan jas tuxedo, gandengan tangan dengan cincin berlian 2 karat.
Rizky tersenyum pahit, lalu menghapus nomor Alena dari HP-nya, seperti janjinya ke Aditya sebulan lalu di cafe Senopati.
"Selamat bahagia ya Len, bidadari kampus... akhirnya kamu jadi Mrs. Pradana selamanya..."
Rizky pergi dengan Civic putihnya.
Di dalam ballroom, pesta berlanjut sampai jam 11 malam!
Aditya, Alena, dan Sean makan nasi goreng spesial yang sengaja dipesan Alena dari dapur Hotel Mulia untuk dimakan di pelaminan, bukan steak wagyu hotel!
Cangkir couple Mr & Mrs Pradana dibawa dari rumah ke Hotel Mulia, dipakai toast kopi hitam tanpa gula di depan 500 tamu!
Malam ini, bukan sebagai pernikahan kontrak dengan CEO dingin mantan kaka ipar, tapi sebagai pernikahan selamanya, di Hotel Mulia, yang berawal dari Indomie di karpet perpustakaan dan bunga mawar merah 50 tangkai jumbo yang dibanting ke tempat sampah.
Bersambung...