NovelToon NovelToon
Danu, Kejarlah Aku

Danu, Kejarlah Aku

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Dokter / Diam-Diam Cinta
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Puji170

"Kamu yang menginginkan pernikahan ini. Jadi jangan salahkan aku setelah aku tidur denganmu. Besok aku akan menikah dengan wanita yang aku cintai!"

Kalimat itu bagaikan petir yang menyambar hatiku. Ijab kabul baru saja dilontarkan oleh lelaki yang kucintai sejak dulu, Danu Saliyo.

Aku tidak pernah menyangka, menjadi istrinya justru membuatku harus berbagi suami dengan wanita yang dicintainya.
Hingga akhirnya aku memilih berhenti mencintai Danu.

Namun, semua tak berjalan sesuai keinginanku, sekarang waktunya ia mengejarku.

Bagaimana cerita selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puji170, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 Tuntutan Adil

Belinda menatap Danu dengan amarah yang membara. Matanya menyala penuh kebencian sebelum perlahan berpindah kepadaku. Tatapan itu membuatku merasa seolah-olah akulah sumber dari semua kekacauan yang terjadi malam ini.

Tangan Belinda mulai mengepal. Seluruh tubuhnya terlihat bergetar menahan emosi yang semakin sulit dikendalikan. Tanpa peringatan, dia melangkah cepat ke arahku dan tangannya langsung menghantam pipiku dengan keras.

Plak!

“Kamu mau hancurkan malam pertamaku, ya?! Jadi kamu yang menggoda dia?!” tuduh Belinda. Suaranya bergetar, campuran antara kemarahan dan luka.

Aku terhuyung beberapa langkah. Rasa panas langsung menjalar di pipiku. Namun, rasa sakit itu tidak sebanding dengan luka yang terasa jauh lebih dalam di dada. Aku menatap Belinda dengan mata berkaca-kaca. Di tengah rasa sakit dan amarah yang memenuhi diriku, justru sebuah senyum sinis muncul di bibirku.

Dia menamparku seolah-olah aku sengaja merebut Danu darinya. Padahal, aku sendiri tidak pernah meminta pernikahan ini terjadi.

Tanganku bergerak maju. Aku ingin membalas tamparannya. Namun, sebelum tanganku sempat menyentuh wajah Belinda, Danu lebih dulu menangkap pergelangan tanganku.

“Berhenti, Dinda!”

Suara Danu terdengar tegas dan penuh perintah. Tanganku langsung terhenti. Aku menoleh kepadanya, menatap lelaki yang sejak awal sudah membuat hidupku berubah tanpa pernah memberiku kesempatan untuk memilih.

Aku menatap Danu dengan pandangan terluka. Senyum sinis di wajahku perlahan menghilang, berganti dengan tatapan tajam yang tidak mampu menyembunyikan kekecewaanku.

“Dia menamparku tanpa alasan. Kenapa aku nggak boleh membalas?” tanyaku pelan, tetapi suaraku penuh tantangan.

“Kamu nggak pantas membalasnya,” jawab Danu dingin.

Kalimat itu terasa jauh lebih menyakitkan daripada tamparan Belinda.

Aku terdiam. Dadaku terasa sesak. Dari jawaban Danu, aku kembali tahu di mana posisinya. Dia tetap memilih Belinda. Bahkan ketika aku yang ditampar, aku masih dianggap sebagai pihak yang tidak pantas membalas.

Aku menggigit bibir bawahku, berusaha menahan air mata yang mulai menggenang. Perlahan, pandanganku beralih kepada Belinda. Wanita itu kini berdiri dekat Danu dengan wajah yang masih dipenuhi amarah.

Aku tidak tahu sampai kapan aku sanggup bertahan dalam keadaan seperti ini. Keheningan di antara kami bertiga tiba-tiba pecah ketika Papa Saliyo, Mama Saras, dan Ghina datang tergopoh-gopoh.

“Ada apa ini?!” seru Papa Saliyo. Tatapannya langsung menyapu kami bertiga. “Kalian nggak malu jadi bahan tontonan?!”

Tidak ada satu pun dari kami yang langsung menjawab. Suasana justru semakin tegang sampai akhirnya Mama Saras mengambil alih keadaan.

“Kemasi barang-barang kalian. Kita pulang sekarang,” perintahnya tegas.

Belinda mengerling ke arahku dengan senyum tipis yang membuat dadaku kembali terasa panas sebelum berjalan mendekati Mama Saras. Namun, langkahnya terhenti ketika Mama Saras kembali berbicara.

“Belinda, Dinda ikut mobil kami. Ghina ikut mobil Danu.”

Belinda langsung menoleh kepada Danu.

“Ma, aku akan pulang sama Danu. Ada yang ingin aku bicarakan dengannya,” ucap Belinda cepat.

Namun, Mama Saras langsung menggeleng. “Nanti kalian bisa bicara di rumah. Mama nggak mau dengar penolakan.”

Belinda akhirnya terdiam. Aku pun tidak memiliki pilihan selain mengikuti Mama Saras. Kami meninggalkan tempat itu sesuai keputusan yang sudah dibuat.

Setibanya di rumah, kami semua langsung dipanggil ke ruang keluarga. Suasana di sana terasa seperti ruang persidangan. Tidak ada yang berbicara sembarangan. Semua orang terlihat serius setelah kejadian yang baru saja terjadi.

Aku memilih duduk diam sambil menundukkan kepala. Pipiku masih terasa panas akibat tamparan Belinda, tetapi rasa sakit di dalam dada jauh lebih sulit kuabaikan.

“Danu, ini keputusanmu. Menikahi dua wanita sekaligus,” Papa Saliyo memulai dengan suara berat. “Agama memang tidak melarang poligami, asal kamu bisa adil pada keduanya. Tapi ingat, adil itu bukan sekadar materi, tapi juga perasaan.”

Aku mengangkat wajah dan menatap Danu. Lelaki itu hanya diam. Papa Saliyo menarik napas panjang sebelum kembali melanjutkan.

“Kamu tahu apa yang akan terjadi kalau kamu gagal berlaku adil. Rasa iri, dendam, dan sakit hati akan tumbuh, menghancurkan semuanya. Bukan cuma hubungan pernikahanmu, tapi juga keluarga kita.”

Danu masih diam. Aku tidak tahu apa yang sedang ada di pikirannya. Namun, dari wajahnya yang terlihat tegang, aku bisa melihat perkataan Papa Saliyo cukup membebaninya.

Aku sendiri tidak tahu apa yang seharusnya kurasakan. Sejak awal, aku tidak pernah menginginkan pernikahan ini terjadi dengan cara seperti ini. Aku bahkan tidak pernah membayangkan harus duduk satu ruangan dengan wanita yang dicintai suamiku, lalu mendengarkan pembicaraan mengenai bagaimana kami harus berbagi kehidupan.

Tatapan Belinda dari samping membuat suasana semakin tidak nyaman. Aku memilih kembali menundukkan kepala agar tidak perlu berhadapan dengannya.

Mama Saras yang sedari tadi berdiri dengan tangan terlipat akhirnya angkat bicara.

“Dinda, Belinda, aku tahu kalian terluka. Tapi hubungan ini nggak akan berhasil kalau kalian terus bertarung seperti ini. Danu sudah membuat pilihannya. Sekarang terserah kalian, apakah kalian siap menerima keadaan ini atau tidak.”

Aku mengangkat wajah. Mataku terasa panas, tetapi kali ini aku tidak ingin lagi menahan apa yang sudah sejak tadi ingin kukatakan.

“Mama, aku... Aku ingin mundur.”

Suaraku pelan, tetapi tegas. Membuat ruangan itu langsung hening. Mama Saras menatapku beberapa saat sebelum menggeleng kecil.

“Kalau itu keputusanmu, Mama tidak bisa mendukungnya. Dan kalaupun Danu setuju, keluarga Saliyo akan memberikan kompensasi tujuh puluh persen harta kami akan diberikan padamu.”

Aku terdiam. Sementara Belinda langsung menoleh pada Mama Saras dengan wajah terkejut dan tidak percaya.

“Mama, ke-kenapa Mama berbicara seperti itu?” tanyanya gagap.

“Danu sudah merusak hidup Dinda, jadi jika berpisah, kami yang akan menanggungnya,” jawab Mama Saras tanpa ragu.

Aku menatap Mama Saras. Ada rasa hangat sekaligus perih yang memenuhi dadaku. Namun, sebelum aku sempat mengatakan apa pun, Belinda lebih dulu bersuara.

“Aku nggak akan pernah menerima Dinda di hidupku,” katanya dingin. “Tapi aku juga nggak akan menyerah. Danu adalah suamiku. Dia milikku. Aku adalah wanita yang dicintainya. Jika Danu sudah merusaknya, itu salahnya sendiri yang tidak tahu tempat.”

Tatapannya langsung mengarah padaku. Aku bisa merasakan ancaman dari sorot matanya meskipun dia tidak mengatakannya secara terang-terangan.

Papa Saliyo menghela napas berat. “Jika kalian berdua tetap bersikap seperti ini, hidup kalian tidak akan pernah damai,” katanya dengan nada putus asa. “Danu, kamu yang harus mengambil tanggung jawab terbesar di sini. Jika kamu benar-benar ingin pernikahanmu berhasil, kamu harus bisa membuktikan bahwa kamu adil. Jangan biarkan salah satu dari mereka merasa terpinggirkan.”

Danu akhirnya mengangguk pelan. “Aku akan mencoba,” jawabnya. “Aku akan berusaha adil kepada kalian berdua.”

Papa Saliyo mengangguk lalu menatapku dan Belinda secara bergantian. “Kalian harus saling rukun. Aku tidak ingin kalian berdua membuat nama keluarga Saliyo tercoreng.”

Aku kembali menundukkan kepala. Rukun? Entah bagaimana caranya aku bisa hidup rukun dengan wanita yang sejak awal menganggapku sebagai penghancur hidupnya.

“Selebihnya aku serahkan semua padamu, Danu. Rumah di samping akan aku serahkan padamu untuk hidup bersama dengan dua istrimu. Dan lagi, besok ajukan pernikahanmu ke KUA agar pernikahanmu sah secara hukum,” imbuh Papa Saliyo sebelum membubarkan pertemuan.

Aku berdiri dari tempat dudukku. Namun, sebelum beranjak, dari sudut mataku aku melihat Belinda mengepalkan tangannya kuat-kuat. Saat itu aku sadar, meskipun malam ini kami tidak menemukan jalan keluar, bukan berarti semuanya akan berhenti sampai di sini.

Jika aku dan Danu tidak bisa berpisah, mungkin Belinda akan mencari cara lain untuk menyingkirkanku dari keluarga ini.

1
sutiasih kasih
harusnya km brsyukur blm mnyentuh belinda ..... bisa jdi belinda sdh trjangkit pnyakit krna seringnya di celup bnyk laki".....
Mariatul
baper aku Thor. mau nangis iya, mau meledak pun iya. 😁😁
sutiasih kasih
jalang sesungguhnya siapa danu???
sutiasih kasih
double up dunk thor😘😘
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: siap kak, udah proses
total 1 replies
sutiasih kasih
10 th.... gmn klo dinda hamil ankmu danu.....
ap km g makin nyesel tuh.... sdh brp ratus kata mnyakitkn yg km tancapkn ke hati dinda...
sutiasih kasih
pede amat kau danu....
Dinda ingin tetap waras.... & tak prlu km sibuk mncarinya.... krna itu tak perlu...
smoga sja... dimasa mndatang dinda mndpt jodoh lelaki yg terbaik...
sutiasih kasih
nungguin upnya thor😘
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: ini lagi ngetik kak, sabar ya. 🤭🙏
total 1 replies
Annisa Lupiyanah
bagus ceritanya
sutiasih kasih
mksutnya.... Dinda sdh pergi dri hidupmu.... yg artinya Dinda jga sdh mnjadi mantan istrimu Danu....
sesuai yg km ktakn.... klo Dinda prgi berrti km sdh mnceraiknnya....
tak prlu kepengadilan agama.... toh km cm nikah siri sm Dinda....
sutiasih kasih
lnjut thor...
up bnyak bnyak😘😘
sutiasih kasih
lanjut up thor.... jgn lama"...
sutiasih kasih
kok lm g update...🤔🤔
sutiasih kasih
jgn dunk ghina.... jgn lgi km meminta dinda untuk mnerima danu lgi....
km.g tau kejamnya danu mmprlakikn dinda.... bhkn mulut danu tak segan mngatakn hal yg keji trhdp dinda...🙄🙄
sutiasih kasih
lanjut up bnyak" thor...😘😘
sutiasih kasih
danu.... ap yg sdh km ktakn ke dinda....
seenteng... dan segmpang itu kta keramat km ucpkn kedinda....
jgn prnh lgi km mngusik hidup dinda.... krna dinda bukan lgi bagian dri hidupmu..... krna dinda sdh km jandakn🙄🙄
Inarrr Ulfah
si ghina tau klo si belinda punya selingkuh an,, jgn2 selingkuhan si belinda. teman nya gihna🤣danu aja yg bodoh,, nanti klo dinda. pergi ke perbatasan baru nyaho
sutiasih kasih
smoga ada inisiatif dinda untuk merekam duo psangan selingkuh...
untuk dinjadikn senjata.... saat si belinda mnindasnya...
sutiasih kasih
lnjut... double up thor😘😘
sutiasih kasih
nyatanya cm tmbuh dinda yg bisa mmbuatmu bergairah danu....
mulutmu sll mnghina dinda tidak berharga..... tpi nyatanya km yg prtama mnikmatinya.....
justru belinda yg tak ada harganya.... krna sdh dinikmati laki" lain.... ntah sdh berapa ratus kali di pake...
sutiasih kasih
nungguin upnya...
𝐇⃟⃝ᵧꕥ📴𝓗𝓪𝔂𝓾𝓻𝓪𝓹𝓾𝓳𝓲: iya kak, maaf hari ini libur dulu besok seperti biasa jam 6 baru up ya 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!