NovelToon NovelToon
Bound To Your Heart

Bound To Your Heart

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Ketos / Diam-Diam Cinta
Popularitas:662
Nilai: 5
Nama Author: Junita Aisyah

Mencintai sang wanita walaupun wanita punya seseorang yang di cintai nya, tapi dia tetap mencintai sang wanita, dan sang wanita tau kalo dia di cintai, hanya saja dia mempunyai kekasih……


“Kamu selingkuh?….

PLAKK!!

Menampar sang kekasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Junita Aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35

**Yuan:** “Berarti orang yang membawa benda itu masuk ke sana!”

Jenisa melihat jejak tersebut.

Kemudian tersenyum.

**Jenisa:** “Atau seseorang sengaja membuat jejak supaya kita berpikir begitu.”

Lina mengangguk.

**Lina:** “Benar.”

Ashi tertawa.

**Ashi:** “Aku mulai pusing.”

**Yuan:** “Aku sudah pusing sejak awal.”

---

# 🚪 PINTU KELIMA

Jenisa membuka pintu.

Ruangan itu gelap.

Lampu menyala secara otomatis.

Di tengah ruangan terdapat sebuah meja.

Di atas meja ada kotak kaca.

Dan di dalamnya—

**sebuah jam tangan produksi.**

Barang yang dicari!

**Yuan:** “KETEMU!”

Namun ketika Tian mencoba mengambil kotak itu—

Alarm berbunyi.

**BEEP! BEEP! BEEP!**

Semua terkejut.

**Tian:** “Kamu membaca petunjuk rahasia?”

Jenisa tertawa.

**Jenisa:** “Iya.”

**Yuan:** “Jadi kamu pencurinya?!”

**Jenisa:** “Bukan!”

Lina langsung tertawa.

**Lina:** “Dia cuma membaca petunjuk.”

Layar kembali menyala.

> **“JAWABAN BENAR.”**

Kelima pemain bersorak.

Tetapi muncul satu pesan terakhir.

> **“Pencuri sebenarnya masih berada di antara kalian.”**

Senyuman mereka langsung hilang.

**Yuan:** “Lho?!”

**Tian:** “Masih?”

**Ashi:** “Jangan bilang…”

Lampu mati.

---

# 🌑 CLIFFHANGER

Dalam kegelapan terdengar suara langkah kaki.

**Tok…**

**Tok…**

**Tok…**

Kemudian sebuah suara dari pengeras suara:

> **“Kalian telah menemukan benda yang hilang.”**

>

> **“Tetapi kalian belum tahu…”**

>

> **“…siapa yang sengaja membawa benda itu ke sini.”**

Lampu menyala kembali.

Kelima pemain berdiri di tempat yang sama.

Namun di meja mereka sekarang terdapat **lima amplop baru.**

Masing-masing bertuliskan nama mereka.

Jenisa mengambil amplop miliknya.

Dia membuka perlahan.

Wajahnya langsung berubah serius.

**Tian:** “Apa isinya?”

Jenisa tidak menjawab.

**Yuan:** “Jenisa?”

Jenisa akhirnya berkata:

**“Di sini tertulis… salah satu dari kita akan menjadi tersangka utama di episode berikutnya.”**

Semua terdiam.

Ashi melihat kamera.

**Ashi:** “Berarti kasusnya belum selesai.”

Lina tersenyum.

**Lina:** “Bagus. Besok kita lanjut.”

Yuan mengangkat tangan.

**Yuan:** “Tapi sebelum itu… boleh makan?”

Semua tertawa.

**Tian:** “Akhirnya ada yang berpikir benar.”

### 🎬 BERSAMBUNG…

...——...

🎬 LIMA BINTANG, SATU KEKACAUAN

Episode 5 — “TERSANGKA DI ANTARA KITA”

Pagi itu, kelima pemain kembali ke studio.

Setelah kejadian misterius di episode sebelumnya, mereka sudah mendapatkan aturan baru:

“Salah satu dari kalian adalah villain.”

Yuan langsung mengangkat tangan.

Yuan: “Aku mau pulang.”

Lina: “Belum mulai sudah menyerah?”

Yuan: “Pengalaman mengajarkan aku bahwa kalau ada villain, hidupku tidak akan tenang.”

Ashi tertawa.

Ashi: “Tenang. Kita tinggal cari siapa villain-nya.”

Tian melihat semua pemain satu per satu.

Tian: “Tapi masalahnya… kita tidak tahu siapa.”

Jenisa duduk santai sambil minum.

Jenisa: “Ya sudah. Jangan percaya siapa pun.”

Kamera langsung menyorot wajahnya.

Jenisa tersenyum polos.

🔎 MISI 1 — “LIMA RAHASIA”

Produksi memberikan lima amplop.

Masing-masing pemain mendapatkan satu amplop.

Aturannya sederhana:

Setiap orang harus menyimpan isi amplopnya.

Jika membocorkan isi amplop, tim kehilangan 10 poin.

Mereka mulai membaca masing-masing.

Tian terlihat serius.

Ashi mengangguk-angguk.

Lina membaca dua kali.

Yuan terlihat bingung.

Sedangkan Jenisa…

diam.

Terlalu diam.

Yuan: “Jenisa, isi amplopmu apa?”

Jenisa: “Rahasia.”

Yuan: “Tentu saja.”

🧩 PETUNJUK PERTAMA

Mereka menemukan lima benda di ruangan:

* sebuah kunci,

* kartu angka,

* foto,

* jam pasir,

* dan buku kecil.

Mereka harus menentukan benda mana yang merupakan petunjuk utama.

Yuan langsung memilih foto.

Tian memilih kartu angka.

Lina memilih buku.

Ashi memilih kunci.

Jenisa hanya diam.

Lina: “Jenisa?”

Jenisa: “Aku ikut mayoritas.”

Yuan: “Itu bukan jawaban.”

Jenisa: “Aku benar-benar tidak tahu.”

Mereka akhirnya memilih foto.

SALAH.

Suara buzzer berbunyi.

Yuan: “AAAAA!”

Jenisa terlihat kaget.

Jenisa: “Lho? Salah?”

Tian mengangguk.

Tian: “Berarti bukan foto.”

Namun kamera memperlihatkan sesuatu yang tidak diketahui pemain lain.

Saat semua orang sibuk berdebat, Jenisa diam-diam memasukkan selembar kertas kecil ke bawah buku.

🕵️ MISI 2 — “JANGAN PERCAYA PETUNJUK”

Mereka mendapatkan teka-teki:

“Yang kalian cari tidak berada di tempat pertama kalian mencarinya.”

Mereka mulai memeriksa ruangan.

Yuan mencari di meja.

Lina memeriksa lemari.

Ashi mencari di bawah kursi.

Tian memeriksa rak.

Jenisa berdiri di tengah ruangan.

Tian: “Jenisa, kamu tidak mencari?”

Jenisa: “Aku sedang berpikir.”

Yuan: “Berpikir sejak tadi?”

Jenisa: “Iya.”

Kemudian Jenisa berkata:

“Coba cari di belakang lukisan.”

Semua langsung bergerak.

Mereka menemukan sebuah kotak.

Yuan: “JENISA JENIUS!”

Kotak dibuka.

Kosong.

Semua terdiam.

Lina: “Jenisa…”

Jenisa: “Aku juga tidak tahu.”

Yuan tertawa.

Yuan: “Kamu benar-benar bisa bikin kita tersesat.”

Jenisa hanya tersenyum.

Tetapi beberapa menit kemudian…

Lina menemukan sebuah tombol tersembunyi di belakang lukisan yang sama.

Tombol itu membuka pintu rahasia.

Tian: “Jadi Jenisa sebenarnya tidak sepenuhnya salah.”

Ashi mengangguk.

Ashi: “Petunjuknya memang ada di sana.”

Mereka tidak sadar bahwa Jenisa sengaja memberikan petunjuk setengah benar agar mereka membuang waktu.

⏳ MISI 3 — “SIAPA YANG MENGUBAH WAKTU?”

Di ruang berikutnya terdapat sebuah jam digital.

Waktu awal:

30:00

Mereka harus menyelesaikan tiga teka-teki sebelum waktu habis.

Mereka mulai bekerja sama.

Tian memecahkan kode.

Lina mengatur urutan.

Ashi menemukan simbol.

Yuan membaca petunjuk.

Jenisa duduk sambil memperhatikan.

Yuan: “Jenisa, bantu dong!”

Jenisa: “Aku lagi cari tahu.”

Yuan: “Cari tahu apa?”

Jenisa: “Kesalahan kalian.”

Yuan terdiam.

Yuan: “Oh…”

Mereka tertawa.

Namun tanpa diketahui siapa pun, Jenisa sudah melihat sebuah kombinasi angka yang tertulis kecil di sisi meja.

Dia mengingatnya.

Kemudian berpura-pura salah membaca kode.

Jenisa: “Kayaknya jawabannya 581.”

Tian mencoba.

SALAH.

Waktu berkurang 30 detik.

Tian: “Bukan.”

Jenisa pura-pura berpikir.

Jenisa: “Oh, mungkin 518.”

Tian memasukkannya.

BENAR.

Semua bersorak.

Yuan: “Jenisa! Kamu memang hebat!”

Jenisa tertawa.

Jenisa: “Beruntung.”

Padahal…

dia sudah tahu jawabannya sejak awal.

🚨 MISI TERAKHIR — “VOTE THE VILLAIN”

Mereka akhirnya mendapatkan lima kartu nama.

JENISA
TIAN
ASHI
YUAN
LINA

Mereka harus memilih siapa yang paling mencurigakan.

Yuan menunjuk Ashi.

Yuan: “Ashi terlalu tenang.”

Ashi tertawa.

Ashi: “Itu bukan bukti.”

Lina menunjuk Tian.

Lina: “Tian terlalu diam.”

Tian: “Aku memang pendiam.”

Semua tertawa.

Tian kemudian menunjuk Yuan.

Tian: “Karena dia paling sering membuat kekacauan.”

Yuan: “Itu bukan kejahatan!”

Akhirnya semua melihat Jenisa.

Jenisa: “Kenapa lihat aku?”

Yuan: “Karena kamu dari awal terlalu pintar.”

Jenisa tertawa.

Jenisa: “Itu justru alasan paling buruk untuk menuduh seseorang.”

Semua akhirnya memilih.

Hasil voting:

* Jenisa — 1

* Tian — 1

* Ashi — 1

* Yuan — 1

* Lina — 1

SERI!

Mereka semua tertawa.

Lalu layar besar menyala.

“TIDAK ADA YANG BERHASIL MENEMUKAN VILLAIN.”

Mereka bersorak.

Yuan: “Berarti kita menang?”

Layar berubah.

“VILLAIN BERHASIL MENANG.”

Kelima pemain langsung terdiam.

Lampu studio mati.

🎭 REVEAL — “VILLAIN SEBENARNYA”

Lampu kembali menyala.

Layar menampilkan satu nama:

JENISA

Semua pemain terkejut.

Yuan: “HAH?!”

Tian: “Aku sudah curiga!”

Lina: “Tapi dia memang terlalu pintar…”

Ashi hanya tertawa.

Jenisa akhirnya berdiri dan membungkuk seperti seorang villain.

Jenisa: “Terima kasih. Kalian semua berhasil masuk perangkap.”

Yuan: “Jadi dari awal?!”

Jenisa mengangguk.

📼 “SEMUA KELICIKAN JENISA”

Produksi kemudian memutar rekaman rahasia.

📌 EPISODE 2 — “PERMAINAN SANG JENIUS”

Rekaman pertama menunjukkan Jenisa berpura-pura tidak mengetahui jawaban.

Padahal dia sudah menyelesaikan soal sebelum pemain lain.

Jenisa: “Aku cuma menunggu kalian.”

Kemudian dia sengaja memberikan jawaban yang tampak ragu agar tidak dicurigai.

Kelicikan #1

Pura-pura tidak tahu padahal sudah mengetahui jawabannya.

Rekaman berikutnya menunjukkan Jenisa memecahkan kode rahasia sendirian.

Namun di depan pemain lain dia berkata:

“Aku tidak mengerti.”

Kelicikan #2

Menyembunyikan kemampuan sebenarnya agar pemain lain tidak menganggapnya ancaman.

Lalu muncul rekaman saat Jenisa mengarahkan pemain lain ke jawaban tertentu.

Kelicikan #3

Mengarahkan keputusan kelompok tanpa terlihat sebagai orang yang memimpin.

📌 EPISODE 3

Rekaman menunjukkan Jenisa sengaja melakukan beberapa kesalahan kecil.

Pemain lain kemudian menganggapnya bukan villain.

Kelicikan #4

Sengaja membuat kesalahan agar terlihat tidak terlalu pintar.

📌 EPISODE 4

Rekaman menunjukkan Jenisa menemukan bahwa jejak kaki itu palsu.

Tetapi dia tidak langsung mengatakannya.

Dia membiarkan pemain lain terus menyelidiki.

Kelicikan #5

Menyimpan informasi penting dan membiarkan pemain lain bekerja lebih keras.

Kemudian terlihat adegan Jenisa mengatakan:

“Aku tidak pernah membaca petunjuk rahasia.”

Padahal beberapa detik sebelumnya dia memang sudah membaca petunjuk itu.

Kelicikan #6

Berbohong dengan menggunakan kata-kata yang secara teknis bisa membingungkan pemain lain.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!