NovelToon NovelToon
Ola, Tuan Mafia!

Ola, Tuan Mafia!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Romansa Fantasi
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Four

Pengantin Pengganti Untuk Mafia.

Laura dijebak saat dia berniat bekerja sebagai seorang Nanny di sebuah mansion besar McManaman, Irlandia. Ia justru dijadikan pengantin untuk menggantikan putri berharga sekaligus pewaris McManaman dan menikahkan Laura dengan seorang Killian Marcano demi keuntungan sekaligus menjadi jembatan perdamaian antara dua keluarga mafia Irlandia dan New York.

Tekanan, ancaman, darah dan nyawa menjadi taruhan bagi Laura sehingga dia terjebak dalam lingkaran Sindycat. Dan berniat meracuni Killian Marcano di malam pertama mereka.

°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°
Mohon Dukungannya ✧⁠◝⁠(⁠⁰⁠▿⁠⁰⁠)⁠◜⁠✧

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Four, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

OTM — BAB 26

RODA BERPUTAR

Jeritan itu membelah udara, tajam dan penuh keputusasaan. Fiona berlutut di tanah yang basah, tubuhnya gemetar hebat, matanya terbelalak menatap sesosok tubuh kecil yang tergeletak tak bergerak di hadapannya. Darah merembes perlahan dari dada yang tak lagi bergerak — Bobby, bocah berusia empat tahun yang dulu menyapanya dengan tawa ceria, kini diam selamanya.

"Tidak... BOOBY! TIDAK!" Fiona menjerit histeris, merangkak namun punggungnya ditahan oleh kaki sehingga dia tak bisa bergerak dalam tengkurap menatap adiknya.

Beberapa orang berdiri melingkar tak jauh dari sana — pria-pria berwajah keras, beberapa wanita yang wajahnya tak tampak belas kasih sedikit pun. Mereka menatap Fiona yang terkapar lemah, babak belur, pakaiannya robek dan kotor, lalu saling bertukar pandang seraya menyeringai.

“Gadis yang malang.”

"Sudah waktunya kita menetapkan siapa yang berhak membawanya pergi," ucap salah seorang pria berbadan gemuk, suaranya berat dan kasar. "Keluarga bajingan McManaman itu sudah hancur sepenuhnya. Tidak ada yang akan menuntut jika kita menganggapnya sebagai bagian dari rampasan perang."

"Siapa yang paling banyak memberi, dialah yang membawanya pulang," timpal wanita bergaun merah menyeringai sinis. "Bagaimana menurut kalian?"

Fiona mengangkat wajahnya yang penuh noda air mata dan debu, menatap mereka satu per satu dengan pandangan yang tak lagi memohon, melainkan penuh kebencian yang dalam.

Namun ia terlalu lemah, terlalu hancur untuk berbuat apa-apa. Matanya beralih ke tubuh kecil di sampingnya, lalu kembali menatap orang-orang yang mulai menyebutkan angka-angka yang semakin meninggi — seolah ia bukan manusia, melainkan benda yang bisa diperjualbelikan sesuka hati.

"Lima puluh ribu dolar..."

"Delapan puluh ribu dolar..."

"Seratus ribu dolar!"

Angka-angka itu diucapkan begitu ringan, seakan tak ada hati yang sedang hancur di tengah-tengah mereka. Fiona menunduk, bahunya terguncang oleh isak tangis yang tertahan. Marga keluarganya telah runtuh, perlindungan yang dulu kokoh kini tak ada lagi, dan ia sendiri kini menjadi barang yang diperebutkan.

Hingga satu suara terdengar, tenang namun tegas, memotong deretan angka yang baru saja diucapkan.

"Dua ratus lima puluh ribu dolar."

Keheningan seketika menyelimuti tempat itu. Semua kepala menoleh serentak ke arah bayangan di sudut ruangan yang remang. Di sana, di kursi paling belakang, duduk seorang pria bersandar santai, satu kakinya menumpu ke lantai, yang lain ditekuk di atas paha.

Asap rokok melingkar di sekitar wajahnya, menyembunyikan sebagian ekspresinya. Di tengah kemeja hitamnya yang terbuka sedikit, terlihat samar tato berbentuk salib yang terukir di kulit dadanya.

Sebagian orang di sana menelan ludah, saling pandang dengan tatapan takut. Mereka tahu siapa pria itu — tak perlu nama disebut, kehadirannya saja sudah cukup membuat orang-orang yang berani tadi terdiam seribu bahasa.

Pria itu tersenyum tipis, menyeringai licik yang tak menyentuh matanya.

"Kalian semua tadi begitu bersemangat," ucapnya pelan namun terdengar jelas di keheningan itu. "Dua ratus lima puluh ribu dolar untuk gadis ini — putri McManaman. Dan jika tidak ada yang berani menawar lebih tinggi, maka dia milikku."

Tak ada yang berbicara. Tak ada yang berani mengangkat suara. Pria itu tersenyum lebar, berdiri perlahan dan melangkah maju, menatap Fiona yang menatapnya dengan mata yang bercampur takut dan bingung.

“Shit.” umpat beberapa orang di sana.

.

.

.

Jauh dari tempat itu, di tepi tebing yang menghadap ke samudra luas, Killian berdiri sendirian. Angin laut menerpa rambut dan pakaiannya, membelai wajahnya yang kaku tanpa ekspresi.

Di bawah sana, ombak menghantam karang dengan dahsyat, sama seperti kekacauan yang kini melanda setiap sisi kehidupannya. Tak jauh di belakangnya, beberapa anak buah bekerja dalam keheningan, memasukkan jenazah-jenazah ke dalam peti kayu yang rapi namun sederhana — sisa-sisa pertempuran yang tak perlu terjadi.

Killian menatap cakrawala yang gelap, napasnya teratur namun berat. Nama Jolie, nama Santiago Vattel, dan sosok yang juga menguasai Marcano — semuanya menyatu menjadi satu benang kusut yang harus ia uraikan sebelum terlambat.

“fuck them.”

***

Di kediaman Marcano, malam telah turun sepenuhnya.

Lampu-lampu lorong menyala remang, menciptakan bayangan panjang di dinding yang dingin. Di dapur yang sunyi, Melly hendak melangkah keluar menuju lorong, membawa nampan kosong, tiba-tiba tubuhnya dipepet dari belakang. Napas berbau alkohol menyergap indra penciumannya, dan tubuh kekar itu menempel sempurna di punggungnya, menahannya agar tak bergerak maju.

"Ke mana kau hendak pergi, Melly?" suara Muchus terdengar berat dan serak tepat di telinganya.

Wanita itu tersentak, namun bukannya menjauh, ia justru tersenyum malu, menurunkan nampan ke meja di sampingnya.

"Tuan Muchus... aku hendak kembali ke ruang pelayan," jawabnya pelan, suaranya merendah.

"Biarkan saja itu," gumam pria itu, mendekatkan bibirnya ke leher Melly, menciumi kulit yang terbuka. "Kenapa kau begitu sibuk saat aku butuh seseorang untuk menemani?"

Tangan kasarnya merayap ke depan, menyentuh dada Melly dan memeluk tanpa ragu. Melly mendesah pelan, mencondongkan tubuhnya sedikit ke belakang, membiarkan dirinya dimainkan. Ia sudah terbiasa dengan ini — sejak lama, di balik punggung semua orang, mereka berdua melakukannya, begitu juga pelayan lain yang tak pernah diakui di ruang makan maupun di ruang tamu.

“Bagaimana jika nyonya Zoey tahu, Tuan?”

“Dia sama bajingan nya seperti ku.”

Bagi Muchus, ia hanyalah tempat pelampiasan sesaat, pemuasan hasrat yang tak berhak dibawa ke permukaan. Dan Melly... ia menerima apa adanya, karena itu satu-satunya perhatian yang pernah ia dapatkan.

Muchus tertawa pelan di telinganya, ciumannya beralih ke bahu. "Ke mana pun aku pergi, kau tetap di sini, menungguku," ucapnya yakin, seakan itu sudah menjadi takdir yang tak dapat diubah.

"Aku mengerti..." bisiknya sensual. “Ahh~”

"Bagus." Muchus memutar tubuhnya perlahan, menatap wajah wanita itu dengan tatapan yang masih kabur oleh pengaruh alkohol. "Kau milikku, bukan?"

Melly mengangguk pelan, menatapnya dengan pandangan yang penuh pengabdian meski tahu ia hanyalah pelarian sesaat. Dan mulut menganga saat merasakan sesuatu yang melesat masuk.

"Ya... milikmu."

Muchus menciumnya kasar, lalu melepaskan pelukannya perlahan, menyisir rambutnya yang sedikit berantakan dengan jari.

"Ahhh~ sshhh~."

“Aarrggghh~ fuck bitch. Laura~ ”

...°°°...

Hai guysss!!!! Maaf ya kalau bab ini banyak brutal nya ya uyyyy, semoga tidak mengganggu, dan semoga kalian tetap suka 😁🙏

Jangan lupa tinggalkan jejak semangatnya!!!!

Thanks and See Ya ^•^

1
Kinara Widya
mucus yg licik
Tiara Bella
apa yg akan terjadi selanjutnya.....
Eci Rahmayati
🤣 cemburu mu menghemasakannnnn sekaliiii bikinnn laira merinding disko🤭
Four.: uyyyyy bulu ketek ku juga merinding jadinya
total 1 replies
Mia Camelia
ceritaiin lebih detail thor tentang masa lalu Laura dan Santiago🤭kepoo nih
Four.: ihhhh nanti Killian cemburu giman /Grimace//Chuckle/
total 1 replies
Kinara Widya
lanjut kak...
Four.: wokayyy
total 1 replies
Tiara Bella
wow ternyata killian mw manas²in si Santiago ini klu Laura skrng miliknya
Four.: iyappp benar
total 1 replies
Tiara Bella
tuh kan killian tw klu Laura kenal sm Santiago vattel....tp lauranya kan dl menyangkal.....
Four.: ho,oh
total 1 replies
Tiara Bella
pasti ada si vattel disitu.....
Four.: hmm masak iya
total 1 replies
vnablu
semangat thorrr up nyaa yaa
Four.: wokayyy
total 1 replies
vnablu
masih belummm tobat juga nihh orang 😓😓
Four.: belummm harus diberi pelajaran 😁
total 1 replies
Mia Camelia
Jolie siapa sih😂 jadi curiga klo dia ada hubungan nya sama Laura 🤭
Four.: gak kok, tapi hubungannya sama.... tu tuhh
total 1 replies
Tiara Bella
mungkin ada sebabnya killian gk makan dirmh itu.....
Four.: masakannya pelayan gak enak 😌
total 1 replies
vnablu
Cemunguut thorrr up nyaa😘
Four.: celalu uyyy/Scream/
total 1 replies
Yusry Ajay
semangat up Thor 💪🤗
Four.: wokayyyy/Determined//Determined/
total 1 replies
vnablu
Okeeee thorr akuu ngikut ajaaa🤭🤭🤭... Semangat terus buatt up nyaa yaa 😄
Four.: wokayyyy/Scream//Determined/
total 1 replies
Tiara Bella
jangan² yg marganya vettel mantannya Laura 🤭
Tiara Bella: waduh....
total 2 replies
Kinara Widya
siap kak...🥰🥰🥰
Four.: /Good//Good//Good/
total 1 replies
Mia Camelia
ehmm pasti ini ulah nya Muchus nyerang meraka😂
Four.: yakinnn
total 1 replies
Tiara Bella
cepat pergi dr sana Nico drpd nanti kena serangan....
Four.: ho, oh
total 1 replies
Eci Rahmayati
nahhh udah ada yg ngincer sebaiknyaa pindahh
Four.: cuman tukang tani kok
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!