Di mata dunia, mereka hanya keluarga kecil yang bahagia: Chiko si karyawan kantor yang penakut, Mila si ibu rumah tangga yang lembut, dan Lala si kecil berusia empat tahun yang konyol dan menggemaskan.
Namun, di balik pintu rumah mereka, kebenaran tersembunyi dengan rapat:
Chiko Leonhart: CEO miliarder yang sedang menyamar untuk menghancurkan musuh bisnisnya.
Mila Leonhart: Viper, ketua mafia legendaris yang menguasai dunia bawah tanah.
Lala Leonhart: Subjek eksperimen rahasia ber-IQ 210 yang menyembunyikan kejeniusannya di balik kecintaannya pada biskuit panda.
Disatukan oleh ketidaksengajaan dan takdir yang rumit, ketiganya saling menyembunyikan identitas asli demi menjaga misi masing-masing.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dena Tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kertas Emas di Dalam Laci Tua
Keheningan malam menyelimuti rumah nomor 12B setelah makan malam yang penuh gelak tawa. Lala sudah tertidur lelap di kamarnya dengan selimut gambar panda yang membungkus tubuhnya hingga dada, memeluk boneka kesayangannya erat-erat.
Di ruang tengah, Chiko duduk di depan laptop kearsipannya. Jari-jarinya menari cepat di atas papan ketik, menuntaskan laporan bulanan Leonhart Enterprises sekaligus memantau perisai pertahanan siber kota dari luar angkasa.
Mila melangkah mendekat membawa dua cangkir teh chamomile hangat. Ia menyandarkan kepalanya di bahu Chiko, memperhatikan suaminya yang sibuk menatap layar bertuliskan angka-angka kearsipan biasa.
"Papa jangan tidur terlalu malam ya," bisik Mila lembut, menepuk pelan jemari Chiko. "Kerjaan kantor kan tidak ada habisnya."
Chiko tersenyum manis, membetulkan kacamata tebalnya dan mengecup dahi Mila hangat. "Iya, Bunda. Tinggal sedikit lagi. Bunda tidur duluan saja, nanti Papa susul."
Mila mengangguk anggun, membalas senyuman itu dengan binar kasih sayang yang tulus sebelum berjalan menuju kamar utama.
Namun, tepat saat pintu kamar utama tertutup rapat...
BZZZZT.
Layar laptop Chiko mendadak berkedip merah. Sebuah inskripsi kode siber tua yang sudah tidak aktif selama lima dekade—kode yang berasal dari era prapembangunan Proyek Pandora—tiba-tiba terbangun dan meretas ruang siber terenkripsi milik Pentagon secara mandiri.
Chiko melepas kacamatanya. Matanya yang hangat mendadak berubah menjadi sangat dingin dan tajam.
Pada layar laptopnya, muncul sebuah pesan kearsipan rahasia tingkat tertinggi yang baru saja terdeteksi otomatis dari server kuno di benua Eropa:
[Peringatan Darurat Kuantum:]
[Proyek Pandora dan Laboratorium Utama hanyalah Fasilitas Cabang.]
[Proyek Induk: 'SUBJECT ZERO' telah aktif kembali.]
[Lokasi Terakhir Subject Zero: Terdeteksi berada di dalam struktur jaringan darah keluarga Leonhart.]
Chiko membeku. Jantung sang Mastermind siber berdegup kencang. ‘Subject Zero?! Bukankah proyek induk itu sudah dimusnahkan lima puluh tahun lalu sebelum aku lahir?!’
Sementara itu, di atas atap genteng rumah nomor 12B, angin malam berembus sangat dingin.
Mila—yang ternyata tidak langsung tidur—berdiri anggun di balik kegelapan malam, mengenakan pakaian taktis Ratu Viper. Di tangannya, sebuah transmiter radio frekuensi gelap bergetar halus.
Rendi dan komandan elit Black Crimson berada di seberang saluran radio dengan suara yang sangat tegang dan gemetar.
"B-bunda Ratu... Laporan khusus dari arsip terlarang silsilah Black Crimson telah terbuka secara otomatis tadi malam," bisik komandan divisi tempur. "Tato simbol ular perak di punggung Anda dan kemampuan fisik tanpa batas yang Anda miliki... bukan berasal dari latihan mafia biasa."
Mila menyipitkan matanya yang tajam. "Apa maksudmu?"
"Laboratorium Utama dan Proyek Pandora... mereka tidak pernah menciptakan Subject 04 dari nol," lanjut suara di radio. "Lala... dan Anda sendiri, Bunda Ratu... adalah keturunan langsung dari eksperimen rekayasa genetik manusia pertama di dunia: 'Project Zero'."
Mila terpaku di atas genteng. Angin malam mengibaskan rambut panjangnya. ‘Aku dan Lala... berasal dari sumber genetik yang sama?!’
Di dalam kamar anak yang gelap dan hangat, jam dinding berdetik perlahan.
Tictac... Tictac...
Lala yang tadinya tertidur lelap, mendadak membuka kedua matanya secara perlahan di dalam kegelapan.
Namun, kali ini... Binar mata bulatnya yang biasa imut dan menggemaskan tidak lagi memancarkan warna hitam atau cokelat seperti biasa. Kedua pupil mata Lala menyala dengan cahaya keemasan meredup—sebuah binar kekuatan genetik murni dari Subject Zero yang mendadak bangkit secara alami dari dalam dirinya.
Lala tidak menangis. Ia duduk perlahan di atas tempat tidur, lalu menoleh ke arah jendela kamar yang terkunci.
Di balik kaca jendela yang berkabut malam, terikat sebuah simbol mikro berbentuk Lingkaran Emas dengan Garis Tiga—lambang dari organisasi pencipta Subject Zero yang jauh lebih tua, jauh lebih kaya, dan jauh lebih berbahaya daripada Proyek Pandora maupun gabungan faksi mana pun di muka bumi.
Lala menyentuh kaca jendela itu dengan ujung jari mungilnya. Sebuah bisikan sinyal gelombang frekuensi tak terdengar menggema halus di dalam kepalanya:
"Selamat malam, Subject Zero Kecil... Waktunya kembali ke rumah asalmu."
Lala menyunggingkan senyuman kecil—sebuah senyuman misterius yang sangat dingin, amat genius, namun memancarkan teka-teki raksasa yang siap mengguncang seluruh kehidupan Chiko dan Mila di masa depan.