NovelToon NovelToon
Pendekar Buta : Sang Penyair Kematian

Pendekar Buta : Sang Penyair Kematian

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Tamat
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: Diah Nation29

Update tiap hari dijam 12.00 WIB.

Ji Mo-Xian, pemuda yang terlahir di keluarga berdarah bangsawan. Namun, ia memiliki mata yang unik menurut para tetua klan mata Mo-Xian adalah mata dewa naga air yang masuk ke dalam tubuh Mo-Xian.

Alih-alih dibenci Ji Mo-Xian menjadi buronan para kultivator karena kekuatan matanya yang hebat. Ji Mo-Xian memilih menutup matanya menjadi pendekar buta yang menggunakan kekuatan syair kematian.

Ketika Ji Mo-Xian membuka ikatan matanya, maka musuh akan hancur seketika tanpa sisa. Kekuatan Ji Mo-Xian bukan asalan untuk digunakan.

Apa yang terjadi dengan Ji Mo-Xian? Ikuti kisahnya!!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Pertama di Kota Gerbang Langit dan Nama Sang Rubah

Cahaya bulan perak di langit Benua Abadi memantul indah di atas atap-atap bangunan es dan marmer putih Kota Gerbang Langit. Suasana malam di kota perbatasan itu tampak megah namun menyimpan ketegangan yang pekat. Pasca runtuhnya gerbang utama dan tewasnya Tetua Agung Lu Tian di tangan Ji Mo-Xian, seluruh murid dan petinggi Sekte Phoenix Es di dalam kota berada dalam status siaga penuh. Patroli pengawal berzirah es tampak mondar-mandir di setiap sudut jalanan utama, mencari keberadaan sang pendekar buta yang telah mengguncang kedamaian wilayah mereka.

Namun, di sebuah gang sempit yang sunyi dan tersembunyi di balik bayangan menara lonceng kuno, Ji Mo-Xian dan Lin Su menemukan tempat beristirahat yang aman untuk sementara waktu.

Lin Su merebahkan punggungnya sejenak di atas bangku kayu tua di dekat sebuah kedai teh yang telah tutup, menghela napas panjang untuk meredakan ketegangan di dadanya. "Tuan Muda, hampir seluruh penjuru kota sedang memburu kita. Apa rencana kita selanjutnya setelah ini? Tetua Agung Lu Tian tewas, berita ini pasti sudah menyebar ke markas utama Sekte Phoenix Es di puncak gunung."

Ji Mo-Xian berdiri tegak di dekat dinding batu, kedua tangannya bersedekap di dalam jubah putihnya. Di bahu kanannya, rubah bayangan kecil berbulu hitam legam itu masih melingkar dengan tenang, menikmati kehangatan dari tubuh sang pendekar. Mata ketiga di dahi rubah itu sedikit terbuka, memancarkan pendar biru galaksi yang mengawasi keadaan sekitar dengan sangat jeli.

"Kita tidak perlu mencari mereka, Lin Su," jawab Ji Mo-Xian dengan nada datar dan tenang. "Mereka yang memiliki kepentingan dengan masa lalu Klan Ji dan segel mata dewa ini lambat laun akan datang mencari kita sendiri. Kota Gerbang Langit hanyalah batu loncatan pertama di Benua Abadi."

Sambil berkata demikian, Ji Mo-Xian mengulurkan tangan kanannya dan mengelus perlahan bulu hitam rubah di bahunya. Rubah itu mendengkur halus, lalu melompat ringan ke atas pangkuan Ji Mo-Xian, mengibaskan ekor bercabang sembilannya yang berujung keperakan.

Lin Su tersenyum kecil melihat interaksi itu. Ia mendekat dan memerhatikan sang rubah dengan kagum. "Ngomong-ngomong, Tuan Muda, kita belum memberinya nama. Makhluk secantik dan sekonsisten ini tidak mungkin dibiarkan tanpa sebutan yang pantas."

Ji Mo-Xian terdiam sejenak. Ia meresapi kehadiran makhluk kecil itu, merasakan getaran energi malam dan bayangan yang menyatu di dalam diri sang rubah.

"Namanya Xian Lin," ucap Ji Mo-Xian lirih, suaranya terdengar lembut namun penuh makna. "Xian" untuk keabadian malam dan bayangan, dan "Lin" untuk hutan kristal tempat kita menemukannya.

Mendengar nama itu, rubah kecil tersebut tiba-tiba berdiri di atas pangkuan Ji Mo-Xian, mengangkat kepala kecilnya, dan mengeluarkan suara lolongan kecil yang terdengar merdu bagaikan gesekan senar giok. Ekornya melambai-lambai senang, seolah menyatakan bahwa ia sangat menyukai nama pemberian sang tuan. Xian Lin—rubah malam yang kini resmi menjadi bagian dari perjalanan sang penyair kematian.

Tiba-tiba, telinga Xian Lin berkedut tajam. Mata ketiga di dahinya terbuka lebar, memancarkan kilatan cahaya biru galaksi. Rubah itu melompat turun dari pangkuan Ji Mo-Xian dan mendesis pelan ke arah ujung gang yang gelap.

Ji Mo-Xian mengangkat kepalanya sedikit. Kain sutra hitam di matanya menghadap lurus ke arah kegelapan gang. Indra pendengarannya yang luar biasa menangkap suara gesekan sepatu bot yang berjalan sangat hati-hati, diiringi oleh getaran Qi tersembunyi dari setidaknya lima orang kultivator elit.

"Sepertinya tamu tak diundang kita sudah tiba," ucap Ji Mo-Xian datar.

Dari balik bayangan tembok gang yang gelap, muncullah lima sosok pria bergesper perak dengan jubah beludru hitam bersulam lambang bulan sabit—bukan berasal dari Sekte Phoenix Es, melainkan faksi misterius lain yang mengamati kekacauan di kota tersebut.

Pria yang memimpin kelompok itu adalah seorang pendekar paruh baya bermata tajam dengan bekas luka melintang di pipi kanannya. Ia menatap tajam ke arah Ji Mo-Xian, lalu tersenyum dingin.

"Jadi, kau adalah pendekar buta dari daratan fana yang telah meratakan gerbang Kota Gerbang Langit dan menghabisi Lu Tian?" suara pria itu terdengar parau namun penuh tekanan spiritual tingkat tinggi dari alam Pemuka Keabadian. "Namamu sudah menjadi buah bibir di seluruh penjuru Benua Abadi dalam waktu kurang dari sehari."

Ji Mo-Xian tidak bergeming sedikit pun dari tempatnya berdiri. Ia tetap tenang, sementara Xian Lin di sampingnya memasang kuda-kuda, memperlihatkan taring kecilnya yang tajam kepada para penyusup.

"Jika kalian datang untuk menyampaikan kalimat pujian, kalian membuang waktu percuma," jawab Ji Mo-Xian dingin. "Tetapi jika kalian datang untuk merebut apa yang ada di dalam tubuhku, bersiaplah menyusul Lu Tian ke alam kubur."

Pria bermata tajam itu tertawa hambar. "Sombong sekali! Kami bukan sekte murahan seperti Phoenix Es. Kami datang dari Paviliun Bayangan Langit, dan kami tahu persis rahasia di balik mata dewa naga air yang kau miliki! Serahkan kunci segel itu secara baik-baik, atau kami akan mencincang pelayan perempuan di belakangmu menjadi serpihan daging!"

Begitu ancaman itu terlontar, salah seorang anak buah di belakang sang pemimpin melesat cepat ke arah Lin Su, mengacungkan belati beracun ke leher gadis pelayan tersebut.

Lin Su terkejut dan menahan napasnya, tidak sempat menghindar karena kecepatan serangan kultivator tersebut berada jauh di atas kemampuannya.

Namun, sebelum belati itu sempat menyentuh kulit Lin Su, bayangan hitam melesat secepat kilat dari sisi Ji Mo-Xian.

Syuuuup! FZZZRT!

Xian Lin bergerak bagaikan bayangan maut. Dalam sepersekian detik, rubah malam itu menerjang leher penyerang tersebut dengan kecepatan yang bahkan tidak mampu direkam oleh mata telanjang para kultivator alam Pemuka Keabadian. Mata ketiga di dahi Xian Lin memancarkan sinar biru galaksi yang melumpuhkan aliran Qi sang penyerang seketika.

Brak!

Anak buah Paviliun Bayangan Langit itu terjatuh ke tanah dengan mata melotot lebar, tewas seketika tanpa sempat menjerit, lehernya robek oleh gigitan kilat sang rubah malam.

Xian Lin mendarat dengan anggun kembali di samping kaki Ji Mo-Xian, menjilat sedikit cakar depannya dengan tenang, seolah apa yang baru saja ia lakukan adalah hal paling sepele di dunia.

Pemimpin Paviliun Bayangan Langit tertegun kaku, wajahnya pucat pasi melihat anak buah utamanya tewas dalam satu kedipan mata oleh seekor rubah peliharaan. "B-binatang apa itu...?!" teriaknya histeris.

Ji Mo-Xian perlahan merogoh lipatan jubahnya, mengeluarkan seruling giok naga purba, dan mengangkatnya ke bibirnya.

"Kalian salah memilih tempat untuk mencari kematian," bisik Ji Mo-Xian lirih, sebelum ia meniupkan bait syair kematian di lorong malam Kota Gerbang Langit.

1
Alfred Ismail
disuruh pulang tapi malah dibunuh,,
🐯♠ ᵣₕүₜₕₘ.ₒ𝐟.ᵣₐᵢₙ 👌🍬: Namanya musuh kak🤣🤣

itu musuhnya nyebelin 😭😭
total 1 replies
Iskandar Muda
seru cerita ny ..
🐯♠ ᵣₕүₜₕₘ.ₒ𝐟.ᵣₐᵢₙ 👌🍬: makasih kak🤩🤩 akan lebih seru selanjutnya karena Ji Mo-Xian akan berpetualang menjelajahi dunia dewa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!