NovelToon NovelToon
SUAMIMU BUKAN SUAMIMU

SUAMIMU BUKAN SUAMIMU

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Cinta Seiring Waktu / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:88.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

Aynara terpaksa menikah dengan Aksa karena perjanjian kedua kakek mereka. Pernikahan itu diikat satu syarat: jika mereka bercerai sebelum satu tahun, Aynara harus membayar denda 10 miliar, sementara Aksa akan kehilangan haknya sebagai pewaris keluarga Wicaksono.

Namun, usai janji suci diucapkan, Wicaksono mengalami kecelakaan dan terbaring koma.
Merasa tak ada lagi yang bisa mengaturnya, Aksa berkata kepada Aynara, "Pernikahan ini terjadi karena Kakek. Aku sama sekali gak suka, apalagi mencintaimu. Dunia kita beda. Mulai sekarang, kita jalani hidup masing-masing sampai tiba waktunya bercerai."

Aynara terpaksa menelan kenyataan pahit itu. Namun, takdir mengubah segalanya ketika kecelakaan merenggut nyawa Aksa.
Regan, pembelot yang sedang diburu organisasi kriminal, memanfaatkan kematian Aksa untuk menyelamatkan dirinya.

Aynara tidak pernah tahu bahwa suami yang ia benci telah mati. Dan pria yang kini hidup sebagai Aksa adalah orang asing yang akan mengubah seluruh hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35. Tak Bisa Menghindar

Aynara langsung mengenalinya. Ia mengembuskan napas pelan. "Ya ampun..."

Riva menoleh. "Kenapa?"

Aynara memasang wajah malas. "Pagi-pagi begini, kenapa harus ketemu dia lagi?"

Riva menahan senyum. "Bukannya kamu sudah tahu kalau dia kerja di sini juga?"

"Tahu bukan berarti aku seneng ketemu sama dia."

Langlang yang kebetulan menoleh ke arah mereka akhirnya menyadari keberadaan Aynara.

Tatapan mereka bertemu.

Aynara hanya mengangguk kecil sebagai sapaan, kemudian segera mengalihkan pandangan.

Namun, Langlang justru tersenyum dan mulai melangkah mendekat.

Aynara kembali mengembuskan napas panjang. "Riv..."

"Hm?"

"Kalau aku pura-pura gak lihat dia, kira-kira ketahuan gak?"

Riva melirik Langlang yang semakin mendekat, lalu terkekeh. "Kayaknya udah terlambat deh."

Ia mengepalkan tangan, lalu mengangkatnya ke udara. "Cemungut!"

Riva mengulum senyum puas sebelum segera berjalan menuju meja resepsionis. Namun, sesekali ia masih melirik ke arah Aynara dan Langlang dengan tatapan penuh rasa ingin tahu.

Langkah Langlang semakin dekat.

Aynara hanya bisa mengusap dahinya. Hari pertama bekerja belum dimulai, tetapi ia sudah merasa akan ada masalah. Dan benar saja—

"Nara," sapa Langlang.

Aynara menoleh.

"Kamu sudah mulai kerja hari ini?" tanya Langlang.

"Iya," jawab Aynara singkat.

Langlang tersenyum kecil. "Kamu ditempatkan di bagian apa?"

"Manajemen."

Langlang mendekat satu langkah. "Posisinya?"

"Sebagai sekretaris."

"Bagus." Ada sedikit kebanggaan dalam nada suara Langlang. "Kalau aku sendiri ditempatkan sebagai management trainee."

Aynara mengangguk kecil. "Selamat."

"Terima kasih."

Sejenak mereka sama-sama diam. Langlang tampak masih ingin melanjutkan percakapan. Sementara Aynara justru terlihat semakin tidak nyaman.

"Kamu sekarang tinggal di mana?" tanya Langlang.

Aynara menatapnya sebentar. "Di apartemen."

"Apartemen?" Mata Langlang sedikit melebar. "Sendiri?"

"Enggak." Lagi-lagi jawaban Aynara singkat.

Langlang mengusap tengkuknya. "Kalau suatu saat kamu butuh bantuan—"

"Terima kasih." Aynara memotongnya dengan lembut, tetapi tegas. Ia kemudian melirik jam tangannya.

Langlang masih menatapnya, seolah ingin bertanya lebih jauh. Namun sebelum ia sempat membuka mulut, Aynara sudah lebih dulu berkata,

"Kalau begitu, aku pergi dulu. Aku harus ke bagian manajemen."

"Oh... iya." Langlang mengangguk meski wajahnya tampak sedikit kecewa.

Aynara tidak mengatakan apa-apa lagi. Ia hanya mengangguk kecil sebelum berbalik dan meninggalkan Langlang.

Dari balik meja resepsionis, Riva memerhatikan punggung Aynara yang melangkah pergi. Kemudian ia melirik Langlang.

Ekspresi pria itu masih mengikuti kepergian Aynara.

Riva menghela napas pelan. "Kayaknya yang belum move on bukan cuma perasaannya, tapi juga rasa penasarannya."

Begitu Aynara sudah beberapa langkah menjauh, Riva akhirnya angkat bicara. "Langlang."

Pria itu menoleh. "Ya, Riv?"

Riva bersandar di meja resepsionis sambil menatapnya. "Jangan terlalu kepo sama urusan mantan."

Langlang terdiam. "Aku cuma nanya."

"Ya, aku tahu." Riva tersenyum tipis. "Tapi kalian sekarang sudah punya hidup masing-masing. Dia sudah menikah, kamu juga sudah mulai bekerja. Jadi menurutku, lebih baik fokus sama kehidupan masing-masing."

Langlang menunduk sebentar. "Aku cuma ingin tahu kabarnya."

"Kalau cuma sekadar tahu kabar, gak masalah." Riva mengangkat bahu. "Tapi kalau terus menggali kehidupan pribadinya, itu beda cerita."

Langlang tidak menjawab.

Riva kemudian menepuk meja resepsionis. "Sudah, sana. Jangan sampai hari pertama kerja malah sibuk mikirin mantan."

Langlang tersenyum hambar. "Iya."

Ia akhirnya berbalik dan berjalan menuju lift.

Riva memerhatikannya sampai menghilang. Kemudian ia menghela napas. "Ini dua orang kenapa sama-sama bikin susah, sih?"

Ia menggelengkan kepala sebelum kembali fokus pada pekerjaannya di meja resepsionis.

***

Hari pertama bekerja, Aynara berdiri di tengah ruangan bagian manajemen bersama Maya.

"Teman-teman, sebelum mulai bekerja, saya kenalkan dulu rekan baru kita," ujar Maya sambil tersenyum. "Ini Aynara Ayu Puspita. Mulai hari ini dia bergabung sebagai sekretaris manajemen."

Aynara mengangguk sopan. "Halo, semuanya. Saya Aynara. Mohon bantuannya selama saya bekerja di sini."

Beberapa staf perempuan tersenyum ramah dan menyambutnya.

"Selamat bergabung, Aynara."

"Kalau ada yang belum kamu pahami, jangan sungkan bertanya."

Aynara tersenyum. "Terima kasih."

Sementara itu, beberapa staf pria yang berada tidak jauh dari sana tampak saling melirik.

"Anak baru?" bisik salah seorang.

"Iya."

"Kenapa bagian manajemen dapat yang begini?"

Temannya menahan tawa. "Begini gimana?"

"Ya... cantik."

"Baru juga datang, sudah mulai."

"Memangnya salah mengakui fakta?"

Maya yang mendengar bisikan mereka langsung melirik tajam. "Kalau mulutnya masih sempat dipakai bergosip, berarti pekerjaannya kurang banyak."

Keduanya langsung pura-pura sibuk melihat layar komputer.

Aynara hanya tersenyum kecil. Ia tidak terlalu memperhatikan percakapan tersebut.

Maya kemudian menepuk ringan lengannya. "Yuk, Nara. Aku tunjukkan meja kerjamu dulu."

Aynara mengikuti Maya menuju area kerjanya. Tak lama kemudian mereka tiba di depan sebuah meja.

"Ini meja kamu." Maya menepuk ringan meja itu. "Untuk sementara kamu duduk di sini dulu. Nanti kalau ada yang perlu disesuaikan, kita atur lagi."

Aynara mengangguk sambil meletakkan tasnya. "Baik, Kak."

Maya belum sempat beranjak ketika seorang staf menghampiri mereka dan menyerahkan beberapa map. "Kak Maya, ini berkas untuk rapat direksi pagi ini."

Maya menerima map tersebut, kemudian menoleh kepada Aynara. "Kebetulan pagi ini ada rapat jajaran direksi. Kamu bantu aku menyiapkan ruang rapat, ya. Sekalian aku ajari kamu prosedur persiapannya."

Aynara langsung mengangguk. "Baik, Kak."

"Untuk hari pertama, kamu gak perlu khawatir. Ikuti saja instruksiku," ujar Maya. "Kalau ada yang belum tahu, tanya."

"Siap."

Maya menyerahkan beberapa map kepada Aynara. "Dokumen ini nanti diletakkan di depan masing-masing kursi. Yang ini untuk direksi, sedangkan yang berwarna biru untuk peserta rapat lainnya."

Aynara memerhatikan berkas-berkas tersebut dengan saksama. "Baik, Kak Maya."

Mereka kemudian berjalan menuju ruang rapat.

 

Setibanya di ruang rapat, Maya kembali memberikan beberapa instruksi. Aynara memerhatikannya dengan serius.

"Tenang saja. Hari pertama memang biasanya agak membingungkan. Nanti kalau sudah terbiasa, kamu bakal hafal semuanya."

"Terima kasih, Kak."

Maya tersenyum lalu kembali memeriksa daftar peserta rapat.

Sementara itu, Aynara mulai menyusun dokumen di atas meja panjang ruang rapat. Ia memastikan setiap berkas berada di tempat yang benar sebelum memeriksa kembali susunan kursi.

Tak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki dari arah pintu. Beberapa orang memasuki ruangan.

Aynara masih sibuk merapikan dokumen ketika sebuah suara yang sangat dikenalnya terdengar.

"Rapatnya sudah siap?"

Gerakan tangan Aynara langsung terhenti. Ia memejamkan mata sejenak. Suara itu...

Aksa.

 

...🔸🔸🔸...

..."Memulai hidup baru bukan berarti kita harus melupakan masa lalu. Terkadang, kita hanya perlu belajar melepaskannya, lalu melangkah dengan keyakinan bahwa kita mampu berdiri dengan kemampuan kita sendiri."...

..."Kadang kita berusaha menjauh dari seseorang karena mengira itu jalan terbaik. Namun hidup punya caranya sendiri untuk mempertemukan kembali dua orang yang belum selesai dengan kisahnya."...

..."Nana 17 Oktober "...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
Anonim
Aksa punya kembaran yang dinyatakan meninggal. Apa bayi Arsa telah ditukar oleh seseorang ?

Regan kemungkinsn besar adalah Arsa. Wajah mirip.

Regan si kembar yang lebih baik kepribadiannya daripada si kembar satunya. Aksa si sombong.

Kalau Regan benar adalah Arsa yang telah dinyatakan meninggal, kini malah yang benar-benar meninggal Aksa.
Anonim
Regan yang sedang berada di taman rumah sakit, dadanya terasa nyeri sejak melihat Asti menangis.

Asti tidak menjawab pertanyaan Regan tentang Aksara Group.

Gunadi yang melihat Tuan Mudanya ada di taman dan terlihat sedih, merasa khawatir.

Gunadi berdiri di samping kursi tempat duduk Regan.

Tuan Mudanya bertanya pada Gunadi kenapa mamanya menangis ketika bertanya kenapa nama perusahaan Aksara Group.

Tuan Muda Arsa di mana ? Atau dia Regan ?
Anonim
Berkas-berkas yang dibawa Gunadi untuk diperiksa Regan, sudah diperiksa semua.

Regan tahu ada salah satu berkas yang harus dicek ulang oleh bagian keuangan.

Gunadi merasa heran, tuan mudanya bisa menemukan masalah tersebut.

Gunadi semakin heran dengan Aksa yang sekarang. Aksa lebih teliti.

Gunadi masih antara yakin dan tidak yakin, yang ada di rumah sakit itu Tuan Muda atau orang lain.
Anonim
Regan ingin pulang, merasa sudah baik dan tidak ada keluhan apapun.

Regan minta sama Gunadi mengirimkan berkas-berkas yang perlu dia kerjakan di rumah sakit.

Nanti kalau ada yang perlu ditandatangani bagaimana. Lupa juga tanda tangannya.
Anonim
Doni menyuruh seseorang mengunggah kecelakaan yang menimpa Aksa.

Juga tentang ayahnya Aksa, Aditya Wicaksono tak luput dari pemberitaan. Mempunyai anak diluar pernikahan.

Berita unggahan tentang kecelakaan yang menimpa Aksa, juga tentang Aditya yang mempunyai anak diluar penikahan sudah sampai kepada Aksa, Gunadi dan Asti
Anonim
Doni mengusik keluarga Wicaksono dengan menyuruh seseorang untuk menyebarkan kabar tentang kondisi Aksa Wicaksono setelah kecelakaan.

Diiih orang yang sudah meninggal diusik juga. Ayahnya sendiri juga.

Kelakuan jahat Doni akibat sakit hati tidak diakui sebagai keturunan Wicaksono.

Doni nanti musuhnya Regan. G
Anonim
Gunadi sudah berada di ruangan dokter yang menangani Aksa.


Gunadi menanyakan kondisi Aksa setelah kecelakaan.

Dokter dengan sabar menjawab semua pertanyaan Gunadi, dan memberikan penjelasannya.

Semua perbedaan Aksa yang dirasakan Gunadi ditanyakan kepada dokter.

Perubahan Aksa secara medis masih dianggap normal.

Penjelasan dari dokter, Aksa berubah setelah kecelakaan, semua masuk akal.

Gunadi masih merasa ada yang ganjil.
Anonim
Andai kakek Wicaksono sadar dari koma, beliau pasti bisa langsung mengenali cucunya.

Keturunan Wicaksono yang ada kini tinggal dua anak dari dua gundik Ayahnya Aksa.

Kalau Aynara nanti menikah ulang dengan Aksa palsu, kalau sampai hamil tentunya bukan keturunan Wicaksono.

Gunadi setelah selesai berinteraksi secara langsung dengan Aksa, pamit akan kembali ke kantor.

Gunadi pikirannya terus terganggu dengan perubahan Aksa.

Gunadi menuju ruang dokter sebelum kembali ke kantor. Sebelum menyimpulkan apapun, Gunadi harus mendapatkan jawaban yang masuk akal.

Gunadi seperti nggak yakin , apa cedera kepala dan amnesia bisa mengubah seseorang sampai sejauh itu.
Anonim
Asti juga merasa ada yang janggal. Aksa aekarang seperti bukan dirinya.

Gunadi belum bertemu Aksa sejak mulai sadar. Gunadi nanti kalau bertemu dan berinteraksi dengan Aksa kemungkinan juga merasakan ada yang janggal.
Anonim
Aynara emosinya mudah tersulut setiap berada di dekat Aksa. Apalagi melihat wajah Aksa, ia langsung ingat semua perkataan yang sangat menyebalkan.

Perasaan itu hilang sejak melihat Aksa setelah kecelakaan. Tidak ada raaa kesal, tidak berusaha menhaga jarak karena muak. Tapi ada rasa aneh yang sulit dijelaakan.

Aynara belum sadar saja kalau yang sedang dihadapi memang bukan Aksa.

Aynara selalu menepisnya - jangan-jangan karena amnesia.
Anonim
Regan seperti tak habis pikir, Aynara bisa memaafkan Aksa.

Aynara sepakat untuk mulai dari awal. Dengan syarat tetap tinggal terpisah. Hubungan mereka dilihat perkembangannya. Di jalani seperti teman dulu.

Setelah satu tahun baru diambil keputusan, mau mempertahankan pernikahan atau bercerai.

Apa yang dikatakan Aynara, Regan setuju.

Hubungan di kantor mereka profesional. Interaksi mereka sebagai atasan dan bawahan.

Regan setuju dengan semua syarat yang dikatakan Aynara.
Anonim
Aynara selesai mengetik nomornya di ponsel Regan. Untuk memudahkan berkomunikasi.

Wajah Regan bisa ya mirip sekali dengan wajah Aksa. Pengenalan wajah di layar ponsel Aksa utidak menolak wajah Regan.

Regan sebagai Aksa mengetik permintaan maaf atas semua sikapnya dulu yang sudah menyakiti Aynara.

Aynara tidak menyangka Aksa minta maaf.

Aynara memaafkan Aksa.
Anonim
Aynara datang, Asti belum pergi.

Regan mulai komunikasi sama Aynara dengan mengetik kalimat di ponselnya. Ia menunjukkan kepada Aynara.

Aynara mau menceritakan semuanya pelan-pelan.

Setelah Aynara menceritakan semuanya, apa yang akan dilakukan Regan nanti.

Aynara mulai menceritakan kenyataan yang ada.

Mendengar perlakuan dan hinaan Aksa terhadap Aynara, Regan punya penilaian lagi tentang Aksa. Jauh lebih buruk.

Aynara menyelesaikan ceritanya.

Regan baru tahu bahwa orang yang wajahnya hampir sama dengannya, saat sebelum kecelakaan terjadi, baru saja bertengkar hebat dengan istrinya.
Anonim
Regan dengan ponselnya menghubungi Joseph ketika Asti baru di dalam kamar mandi.

Joseph sudah mendapatkan informasi tentang Aksa Wicaksono. Tentang nama-nama mereka. Kakeknya, Ayahnya, Ibunya, juga dua gundik Ayahnya Aksa yang masing-masing juga punya anak tapi tidak diakui sebagai keturunan Wicaksono.

Komplit sekali informasi yang di dapat Joseph.

Sampai tentang Aksa yang dijodohkan dengan Aynara.

Juga tentang pekerjaan Aksa.

Pembicaraan belum selesai, suara air dari kamar mandi berhenti. Aksa memutuskan sambungan.
Anonim
Doni anaknya Ria, gundiknya ayahnya Aksa yang mencelakai Aksa ya.

Apa mobil Wicaksono yang mengalami kecelakaan juga Doni pelakunya ?
Anonim
Mereka tahu kecelakaan cukup parah. Sopir meninggal di tempat. Mobil mengalami rusak parah.

Kondisi Aksa dalam pemeriksaan secara medis baik semua. Dokter minta pasien tetap diobservasi.

Regan tahu kalau dokter merasa ada yang janggal.
Anonim
Siapa yang datang ?
Anonim
Regan diperiksa dokter - katanya dari pemeriksaan awal, ada tanda gangguan ingatan 😄. Padahal kenyataannya Regan akting mendalami 6perannya sebagai Aksa yang dia masih bingung mau bagaimana.

Regan benar-benar mendalami perannya. Beberapa pertanyaan dokter dijawab dengan menggeleng.

Mendengar nasehat dari dokter, Regan menjawabnya mengangguk pelan.

Asti dan Aynara jadi memperkenalkan diri biar Aksa yang amnesia tahu siapa kedua wanita itu.
Anonim
Aynara memanggil dokter, yang tidak lama kemudian datang.

Dokter memeriksa Aksa. Ketika ditanya oleh dokter, jawabnya hanya mengangguk dan diam.

Bikin Asti khawatir saja nih.
Anonim
Regan mulai memainkan perannya sebagai Aksa yang bingung mau bicara apa.

Pura-pura panik, tidak tahu harus bicara apa.

Aynara terkejut melihat Aksa yang cuma membuka mulut, ngga ada suara yang keluar.

Aynara dan Asti memang orang asing bagi Aksa palsu. Aman saat ini Aksa menjadi tidak ingat sama mama dan istrinya.

Aksa hilang ingatannya serta suaranya. Itu yang Aynara tahu saat ini.

Suara jadi berbeda juga kalau Aksa bicara.

Regan membuat hidupnya rumit sendiri.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!