Sepuluh tahun pernikahan, tujuh tahun penantian panjang yang diwarnai doa dan air mata, hingga akhirnya Aira lahir sebagai keajaiban pertama bagi pasangan Nala (30 tahun) dan Arka (33 tahun).
Arka, seorang Lead Structural Engineer yang tegas, kaku, dan biasa menaklukkan proyek-proyek raksasa di lautan lepas, harus merelakan seluruh gengsinya runtuh tanpa sisa saat melangkah pulang. Kepulangannya ke rumah justru disambut kepolosan Aira (3 tahun) yang cadel dan dengan polosnya memanggil sang ayah "Om asing yang keluar dari HP".
Di saat Arka sibuk meluluhkan hati putri kecilnya dan memanjakan Nala setelah bertahun-tahun terpisah jarak, kebahagiaan mereka kembali diuji dengan kejutan indah: kehadiran calon bayi kedua mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon odee_eeeee15, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
wawancara reporter Aira
Malam yang hangat di ruang keluarga terasa kian meriah. Nala yang semula duduk bersandar santai di sofa mendadak mendapatkan ide cemerlang saat melihat Aira sudah berdandan super heboh.
Ternyata, sebelum mendatangi papanya, Aira sempat menyusup ke kamarnya sendiri dan memakai setelan jas mainan anak-anak berwarna merah muda yang dibelikan Arka minggu lalu. Dasi kupu-kupu kecil berwarna merah terpasang manis di kerah bajunya. Pipinya yang sudah tembam gempal kini makin menggemaskan karena dipoles bedak tabur tebal sampai ke leher.
Di tangan kanan mungilnya, Aira memegang mantap sebuah mikrofon mainan yang bisa menyala dan mengeluarkan efek suara.
Nala tersenyum jahil. Tanpa disadari sedikit pun oleh Arka, Nala memberikan kode rahasia lewat kedipan mata kepada Mbak Min, asisten rumah tangga mereka yang sedang membersihkan meja di sudut ruangan. Mbak Min yang langsung paham kode sang majikan segera mengambil ponsel Nala, berdiri agak tersembunyi di balik pilar ruang keluarga, lalu menekan tombol rekaman video dengan posisi landscape yang sempurna. Nala sendiri tetap duduk santai sambil sesekali memberi isyarat mata ke arah Arka yang masih polos tak sadar kalau seluruh aksinya sedang direkam.
Aira melangkah dengan gaya menghentak-hentak, menepuk-nepuk dadanya yang belepotan bedak dengan raut muka sok tegap dan serius. Pipi gempalnya yang putih bedak bergerak-gerak lucu.
Aira menekan tombol di mikrofon mainannya. ENGGKK... TET-TOT!
"Satu... dua... tiga... Action!" seru Aira nyaring. Balita itu lalu menyorongkan ujung mikrofon mainannya tepat ke depan hidung Arka.
"Halo Pemila di luma! Aila lagi ada di luma Papa Alka! Lihat baju folmal Aila, pinter biya kayak orang kelja beneran! Hari ini Aila mau kasih lima peltanyaan penting buat Papa Alka!"
(Catatan Reporter Cilik: Pemirsa di rumah! Aira lagi ada di rumah Papa Arka! Lihat baju formal Aira, pintar biar kayak orang kerja beneran! Hari ini Aira mau kasih lima pertanyaan penting buat Papa Arka!)
Arka terkekeh renyah, sama sekali tidak menyadari keberadaan kamera Mbak Min di balik pilar. Pria tegap itu membetulkan posisi duduknya di atas karpet, memasang raut wajah tampan nan wibawa yang dibuat-buat.
"Siap, Mbak Reporter Aira! Silakan, lima pertanyaan beratnya Papa siap jawab!" sahut Arka santai.
Pertanyaan 1: Pilihan Antara Mama dan Aira
Aira menatap papanya dengan mata bulat menyipit serius.
"Peltanyaan peltama! Kalau Aila sama Mama sama-sama mau es klim, tapi es klimnya cuma ada satu... Papa bakal kasih ke siapa?"
(Catatan Reporter Cilik: Pertanyaan pertama! Kalau Aira sama Mama sama-sama mau es krim, tapi es krimnya cuma ada satu... Papa bakal kasih ke siapa?)
Arka tertawa kecil, melirik Nala yang sedang mengedipkan mata jahil ke arahnya. Tanpa ragu Arka menjawab, "Ya jelas Papa kasih ke Mama Nala dong! Soalnya Mama kan Ratu di rumah ini. Nanti Aira Papa beliin roti aja!"
Aira seketika cemberut. Pipi gempalnya makin menggembung maju. "Ih! Papa enggak pilih Aila!" gumamnya kesal.
Pertanyaan 2: Berubah Menjadi Kucing
Aira menyorongkan kembali mikrofonnya dengan raut muka makin cemberut.
"Peltanyaan kedua! Kalau besok Aila belubah jadi kucing meong-meong... Papa tetep sayang sama Aila enggak?"
(Catatan Reporter Cilik: Pertanyaan kedua! Kalau Aira berubah jadi kucing meong-meong... Papa tetap sayang sama Aira enggak?)
Arka malah tertawa mengejek secara bercanda. "Enggak dong! Kalau Aira jadi kucing, Papa enggak sayang lagi. Nanti Aira Papa taro di luar rumah biar nangkep tikus!"
"PAPA ALKA NAKAL!" jerit Aira gemas. Pipi gempalnya memerah, napasnya naik turun menahan ngambek.
Pertanyaan 3: Siapa yang Paling Cantik?
Aira menghentakkan kaki pendeknya di atas karpet.
"Peltanyaan ketiga! Di luma ini... siapa yang paling cantik? Aila atau Mama?"
(Catatan Reporter Cilik: Pertanyaan ketiga! Di rumah ini... siapa yang paling cantik? Aira atau Mama?)
Arka merangkul bahu Nala yang duduk di sampingnya. "Mama Nala dong! Mama kan paling cantik tiada tandingannya. Aira kan cuma bocah belepotan bedak!" jawab Arka sambil tertawa lepas.
Selesai pertanyaan ketiga, Aira mendadak menurunkan mikrofon mainannya. Balita itu memandangi Arka dengan tatapan mata bulat yang berkaca-kaca penuh drama dan kekecewaan mendalam.
"Sebenalnya... Aila ini anak Papa atau bukan sih? Seperti anak tiri saja !" jerit Aira dengan suara melengking menggemaskan. "Satu, dua, tiga peltanyaan enggak ada yang pilih Aila! Kayak bukan anak Papa aja!"
Arka yang mendengar kalimat dadakan itu seketika melotot, tawanya langsung terhenti digantikan rasa panik. "Eh—eh! Beneran anak Papa dong, Aira Sayang! Papa cuma berc—"
Belum sempat Arka menyelesaikan kalimatnya, Aira sudah berbalik badan dengan penuh drama. Tangan mungilnya merampas ponsel Nala yang tergeletak di meja sofa.
"Aila mau nelfon Nenek! Aila mau ngaduh kalau Papa Alka jahat! Papa enggak pernah pilih Aila! Nenek... tolong Aila, Aila mau diusilin Papa!" seru Aira sambil berlari-lari kecil menjauh, menempelkan ponsel ke telinganya dengan napas memburu dan pipi menggembung lucu.
"Aira, jangan telfon Nenek, Nak! Nanti Papa yang diomelin Nenek!" teriak Arka panik setengah mati. Pria tegap itu langsung merayap dan mengejar sang putri mengelilingi sofa untuk membujuknya.
Di balik pilar, Mbak Min menghentikan rekaman video dengan tangan gemetaran menahan tawa. Nala pun sudah terkulai di sofa sambil memegangi perutnya yang mulas karena tertawa terpingkal-pingkal.
Setelah Aira berhasil ditangkap Arka dan dibujuk agar tidak memencet nomor Nenek, Aira yang masih memonyongkan bibirnya panjang-panjang akhirnya sudi melanjutkan dua pertanyaan terakhirnya sambil duduk di pangkuan Arka.
"Peltanyaan keempat!" gumam Aira sengit. "Kalau Papa jalan-jalan malam naik mobil balap, Papa ajak Aila atau Mama?"
(Catatan Reporter Cilik: Pertanyaan keempat! Kalau Papa jalan-jalan malam naik mobil balap, Papa ajak Aira atau Mama?)
"Ajak Aira! Papa ajak Aira puter-puter kota!" tegas Arka cepat-cepat tebus dosa.
Aira melirik curiga, lalu menyorongkan lagi mikrofonnya. "Peltanyaan kelima! Kalau di kamar cuma ada satu kasul empuk... siapa yang boleh tidul sama Papa?"
(Catatan Reporter Cilik: Pertanyaan kelima! Kalau di kamar cuma ada satu kasur empuk... siapa yang boleh tidur sama Papa?)
"Aira sama Mama tidur bareng Papa di kasur empuk!" jawab Arka mantap tanpa mengutak-atik lagi.
Meskipun dapat dua jawaban manis di akhir, Aira tetap menyilangkan tangan mungilnya di dada. Pipi gempalnya tetap dilipat cemberut karena merasa dikhianati di tiga pertanyaan pertama. Pria tegap itu harus menghabiskan waktu satu jam penuh menggendong Aira sambil menyanyikan lagu anak-anak sampai balita itu tertidur lelap.
Begitu Aira tertidur pulas dan Arka pergi mandi, Nala dengan cepat menerima kiriman video dari Mbak Min. Dengan penuh antusias, Nala mengedit rekaman itu, memberikan subtitle kocak pada celotehan cadel Aira, dan mengunggahnya ke Instagram.
Bahkan setelah video tersebut diunggah dan ditonton puluhan ribu orang, Arka sama sekali belum tahu kalau seluruh aksinya tadi terekam kamera.
@nala_bakery: Hasil liputan 5 pertanyaan Reporter Cilik Aira! Karena 3 pertanyaan pertama enggak pernah dipilih, Aira sampai ngamuk bilang "Sebenarnya Aira anak Papa atau bukan?!" terus heboh mau menelfon Nenek ngadu 😂😭 Papanya panik setengah mati mengejar Aira keliling sofa! (PS: Pak Suami sampai detik ini belum tau kalau aksinya direkam rahasia sama Mbak Min 🤫) #AiraReporterCilik #AiraNgaduNenek #PapaArkaKenaSidak #KeluargaBahagia
Hanya dalam hitungan menit, kolom komentar unggahan Reels tersebut langsung dibanjiri tawa netizen yang tak sanggup menahan gemas melihat ekspresi Aira saat mengancam mau melapor ke Nenek dan wajah panik Arka yang tak bersalah.
sekarang mama Nala ,juga ikut dramatis
mau di bilang benar tapi nggak benar juga