NovelToon NovelToon
Mantan Pemilik Sistem

Mantan Pemilik Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Fantasi
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kairon04

"Aku sudah menaklukkan ribuan dunia, menghancurkan dewa-dewa kuno, dan memimpin pasukan bintang. Sekarang? Aku hanya ingin memastikan sawiku tidak dimakan ulat."

Zhou Ji Ran adalah legenda yang terlupakan—secara harfiah. Setelah menyelesaikan misi terakhir dari "Sistem Penguasa Multisemesta" yang mahakuasa, sistem tersebut hancur dan menghapus setiap jejak keberadaan Zhou Ji Ran dari memori seluruh makhluk di multisemesta. Dia bebas. Tanpa beban, tanpa misi, dan tanpa musuh yang mengejarnya.

Kini, ia hanya seorang pemuda 25 tahun yang hidup santai sebagai petani di pinggiran Desa Jinan yang terpencil. Baginya, kebahagiaan adalah melihat matahari terbit dan menyeruput teh pahit di teras rumah kayu sederhananya.

Namun, kedamaian "pensiunnya" hancur saat seorang murid jenius dari sekte besar, yang bersimbah darah dan ketakutan, mendobrak pintunya dan memohon perlindungan.

apakah sang penguasa akan kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kairon04, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tiga Puluh Lima

Cahaya fajar yang menyelinap di antara celah-celah daun perak Pohon Kemakmuran Abadi menciptakan tarian bayangan yang tenang di atas tanah Desa Jinan. Pagi ini, udara terasa jauh lebih padat, seolah-olah setiap partikel oksigen telah diberkati oleh esensi kehidupan yang meluap dari zamrud hijau batang pohon tersebut. Di kejauhan, Jembatan Pertumbuhan berdiri kokoh, membelah sungai irigasi yang airnya kini berkilau dengan warna biru safir yang jernih. Aroma yang terhirup bukan lagi sekadar wangi melati, melainkan perpaduan antara wangi roti gandum yang sedang dipanggang Chen Long dan aroma manis yang menyejukkan dari buah-buah kristal Pohon Kehendak yang mulai matang.

Zhou Ji Ran duduk di kursi goyangnya, memegang secangkir teh yang uapnya membentuk pola-pola awan kecil di udara. Matanya yang malas memperhatikan Gao Feng, Sang Panglima Tanpa Henti, yang kini sedang berlutut di tengah kebun sawi. Sosok raksasa yang dulunya bisa meratakan pegunungan dengan sekali ayun kapak itu kini terlihat sangat tegang. Keringat sebesar biji jagung mengucur di dahinya yang lebar. Tangannya yang kasar, yang biasa mencengkeram senjata penghancur jiwa, kini sedang memegang sebutir benih sawi yang sangat kecil menggunakan ujung jempol dan telunjuknya.

"Pelan-pelan, Gao Feng. Jangan gunakan tenaga dalammu. Bayangkan benih itu adalah sesuatu yang paling rapuh di seluruh semesta," ucap Zhou Ji Ran dengan nada datar, namun suaranya membawa ketenangan yang meresap ke dalam tulang.

Gao Feng menelan ludah. "Tuan... ini lebih sulit daripada melawan sepuluh ekor Naga Langit sekaligus. Saya merasa jika saya bernapas terlalu keras, benih ini akan hancur menjadi debu."

"Itulah inti dari kultivasi di desa ini, Gao Feng. Kekuatan tanpa kelembutan hanyalah kehancuran. Seorang pejuang sejati harus bisa menahan gunung, tapi juga harus bisa menyayangi sehelai rumput," jawab Zhou Ji Ran sambil menyesap tehnya.

Di samping mereka, Mo Ye sedang merapikan pagar tanaman dengan gunting tamannya yang bergerak secara ritmis. *Klik, klik, klik.* Suara itu seolah-olah menjadi metronom bagi ketenangan pagi. Mo Ye sesekali melirik ke arah Gao Feng dengan tatapan datarnya. "Analisis efisiensi: Gao Feng memiliki kemungkinan kegagalan sebesar delapan puluh persen dalam penanaman manual pertama ini. Disarankan untuk menggunakan tekanan mikro-gram pada otot bisep."

"Diam kau, Juru Taman! Aku sedang berkonsentrasi!" geram Gao Feng, namun ia tetap menjaga suaranya agar tidak menggetarkan tanah.

Tiba-tiba, di tengah upaya Gao Feng menanam benih tersebut, langit di atas Desa Jinan mengalami perubahan yang sangat drastis. Birunya langit seketika memucat, seolah-olah ada seseorang yang sedang menghapus warna dari kanvas dunia. Matahari yang tadinya bersinar hangat kini terlihat seperti sebuah lubang putih yang tidak memancarkan panas sama sekali. Hening. Seluruh suara alam—mulai dari kicauan burung hingga gemericik air—seketika lenyap, digantikan oleh kesunyian yang bersifat menindas.

Zhou Ji Ran meletakkan cangkir tehnya perlahan. Ia tidak berdiri, namun sorot matanya berubah menjadi sangat dalam, seperti sumur tanpa dasar yang mampu menelan seluruh cahaya. "Akhirnya, mereka memutuskan untuk menggunakan cara yang paling tidak sopan."

Gu Lao yang duduk di dekatnya segera berdiri, janggut putihnya bergetar. "Ji Ran... ini bukan lagi serangan fisik. Aku merasakan 'Hukum Pengosongan'. Seseorang di atas sana sedang mencoba memformat ulang koordinat desa kita."

Dari langit yang berwarna putih steril itu, turun sebuah objek yang sangat besar. Objek itu berbentuk sebuah pilar segi empat yang terbuat dari material transparan yang terus berdenyut. Di dalam pilar tersebut, terlihat ribuan kode dan simbol yang bergerak sangat cepat, namun simbol-aspek tersebut terus menghilang dan muncul kembali. Ini adalah "Wei Kong", atau Sang Pengosong, sebuah instrumen otonom yang dikirim langsung oleh Trio Pencetus untuk mengaktifkan Fase Penghapusan.

Wei Kong tidak memiliki mulut untuk bicara, namun kehadirannya memancarkan sebuah instruksi mutlak ke dalam pikiran setiap makhluk hidup: **[ANOMALI TERDETEKSI. MEMULAI PROSES NETRALISASI REALITAS.]**

Saat pilar itu mendekati tanah, segala sesuatu yang berada dalam radius seratus meter mulai kehilangan detailnya. Daun-daun pohon tidak lagi memiliki urat, tanah tidak lagi memiliki tekstur, dan pakaian para prajurit zirah emas mulai berubah menjadi blok-blok warna yang datar. Realitas sedang ditarik kembali ke dalam bentuk dasarnya yang paling sederhana sebelum akhirnya dihapus sepenuhnya.

"Tuan! Tubuh saya... saya mulai tidak bisa merasakan tangan saya!" teriak Lin Xiaoqi yang berlari keluar dari dapur. Wajahnya tampak mulai memucat, bukan karena takut, melainkan karena esensi fisiknya sedang ditarik oleh pilar tersebut.

Huo Fen, Lu Xing, dan Suan Ji segera berlari menuju halaman depan, masing-masing mencoba menggunakan kekuatan mereka untuk menahan tekanan tersebut. Namun, setiap serangan api matahari Huo Fen seketika berubah menjadi garis-garis statis yang tidak berarti saat menyentuh aura pilar Wei Kong.

"Jangan menyerang secara langsung!" teriak Yan Jiu sambil mengoperasikan perangkat kristalnya yang kini mengeluarkan percikan api karena kelebihan beban. "Energi pilar ini adalah anti-materi! Semakin besar kekuatan yang kalian berikan, semakin cepat dia menghapus kalian!"

Gao Feng berdiri, meninggalkan benih sawinya. Ia meraung keras, otot-ototnya membesar hingga merobek baju rami barunya. Ia mencoba menghantamkan linggis besarnya ke arah pilar yang turun tersebut. Namun, sebelum linggis itu menyentuh pilar, ujung linggis tersebut seketika menghilang, berubah menjadi udara kosong.

Zhou Ji Ran akhirnya berdiri dari kursi goyangnya. Ia berjalan perlahan menuju pilar Wei Kong yang kini hanya berjarak beberapa meter dari permukaan tanah. Langkahnya sangat stabil, dan yang luar biasa adalah, setiap tempat yang diinjak oleh kaki Zhou Ji Ran seketika kembali memiliki warna dan tekstur yang nyata. Ia seolah-olah sedang "mewarnai" kembali dunia hanya dengan keberadaannya.

"Dengar, kalian para Pencetus yang duduk di ruangan putih yang membosankan itu," ucap Zhou Ji Ran, suaranya tidak keras namun beresonansi hingga ke lapisan dimensi tertinggi. "Aku sudah memberikan kalian banyak kesempatan. Aku mempekerjakan auditor kalian, pustakawan kalian, dan bahkan pemangkas kalian. Aku pikir kalian akan mengerti bahwa aku hanya ingin hidup tenang. Tapi mengirimkan mesin penghapus ini ke kebun sayurku? Itu adalah deklarasi perang terhadap kedamaianku."

Pilar Wei Kong bergetar hebat. Sebuah gelombang putih yang sangat menyilaukan meledak dari intinya, bermaksud untuk menghapus Zhou Ji Ran dari sejarah multisemesta.

Zhou Ji Ran tidak menghindar. Ia hanya meraih sebuah gembor air tua yang biasa ia gunakan untuk menyiram tanaman di pagi hari. Gembor air itu terbuat dari seng yang sudah agak berkarat, namun di tangan Zhou Ji Ran, benda itu memancarkan aura yang lebih tua dari penciptaan pertama.

"Dunia ini nyata karena kita merawatnya, bukan karena kalian mengaturnya," bisik Zhou Ji Ran.

Ia mengangkat gembor air tersebut dan melakukan gerakan menyiram ke arah pilar Wei Kong.

Air yang keluar dari gembor tersebut bukan air biasa. Itu adalah "Air Esensi Hidup" yang telah bercampur dengan nutrisi dari sistem kompos primordial Gui Xu dan pendaran dari Pohon Kemakmuran. Saat tetesan-tetesan air itu menyentuh permukaan transparan pilar Wei Kong, terjadi sebuah reaksi yang sangat luar biasa.

Tetesan air tersebut tidak terhapus. Sebaliknya, mereka mulai meresap ke dalam struktur kode pilar tersebut. Di tempat yang terkena air, kode-kode yang tadinya dingin dan mekanis mulai berubah menjadi warna hijau kecokelatan. Akar-akar tanaman kecil yang bercahaya mulai tumbuh di dalam pilar transparan itu, merayap dengan sangat cepat dan menghancurkan integritas sistem penghapusan tersebut dari dalam.

**[KESALAHAN SISTEM. LOGIKA HIDUP TERDETEKSI. MEMULAI KEGAGALAN FORMAT...]**

Pilar Wei Kong bergetar dengan suara dengungan yang sangat menyakitkan, lalu secara perlahan, bentuk segi empatnya mulai melunak dan berubah. Warna putih sterilnya digantikan oleh tekstur kayu jati yang sangat kuat. Lubang-lubang cahaya di dalamnya berubah menjadi lampion-lampion kecil yang memancarkan cahaya hangat. Dalam hitungan menit, instrumen penghancur itu telah bertransformasi sepenuhnya menjadi sebuah menara pengawas kayu yang sangat indah dengan sistem pencahayaan alami yang luar biasa.

Langit kembali menjadi biru. Suara burung-burung kembali terdengar, dan aroma melati kembali memenuhi udara. Seluruh penduduk desa menarik napas lega, merasakan tubuh mereka kembali memiliki berat dan keberadaan yang nyata.

"Penghapusan... diubah menjadi penambahan?" Shen Nong jatuh berlutut, menatap menara kayu baru itu dengan tatapan penuh pemujaan. "Tuan Zhou... Anda baru saja mendefinisikan ulang hukum ketiadaan."

Zhou Ji Ran mengusap gembor airnya yang kini sudah kosong. Ia menatap ke arah menara kayu baru yang berdiri tegak di samping Jembatan Pertumbuhan. "Yan Jiu! Kemari!"

Yan Jiu berlari dengan napas terengah-engah. "Ya, Tuan?!"

"Menara ini memiliki koneksi langsung ke lapisan dimensi tertinggi. Gunakan struktur di dalamnya untuk memperluas jangkauan sensormu. Aku ingin kau membangun sistem peringatan dini yang tidak hanya mendeteksi hama, tapi juga mendeteksi niat buruk dari luar dimensi sebelum mereka sempat masuk ke atmosfer kita. Dan jadikan menara ini sebagai pusat observasi bintang bagi anak-anak sekolah Li Wei," perintah Zhou Ji Ran santai.

"Luar biasa! Struktur ini... ia memiliki kecepatan transmisi data yang tak terbatas! Saya bisa memetakan seluruh benua ini dalam satu detik!" seru Yan Jiu dengan mata berbinar-binar, ia segera memanjat menara tersebut dengan peralatan teknisnya.

Gao Feng berdiri kembali, menatap tangannya yang tadi sempat memudar. Ia menoleh ke arah benih sawi yang ia coba tanam tadi. Anehnya, meskipun ada kekacauan tadi, benih itu tetap berada di posisinya, terlindungi oleh aura sisa dari Zhou Ji Ran.

"Gao Feng, kenapa kau berhenti? Lanjutkan pekerjaanmu. Jika benih itu tidak tertutup tanah sebelum matahari mencapai puncak, kau tidak akan mendapatkan jatah roti gandum madu siang ini," tegur Zhou Ji Ran sambil kembali ke kursi goyangnya.

Gao Feng segera berlutut kembali, kali ini dengan rasa hormat yang sepuluh kali lipat lebih besar. "Siap, Tuan! Saya akan memastikannya tumbuh dengan sempurna!"

Sore harinya, suasana di Desa Jinan kembali ke normalitas yang surreal namun penuh kegembiraan. Jembatan Pertumbuhan kini memiliki Menara Observasi Wei Kong di ujungnya, memberikan pemandangan yang sangat megah bagi siapa pun yang melintas. Anak-anak desa terlihat berkumpul di bawah menara, mendengarkan Li Wei menjelaskan tentang rasi bintang menggunakan proyeksi cahaya yang dipancarkan dari menara tersebut.

Di Kedai Teh Kedamaian, Zhou Ji Ran sedang duduk bersama Gu Lao dan para asisten elitnya. Chen Long menyajikan sup bening sawi yang tadi dijanjikan, aromanya sangat menggugah selera.

"Ji Ran," ucap Gu Lao sambil menyeruput supnya. "Kau baru saja menjinakkan 'Fase Penghapusan'. Aku rasa Trio Pencetus di atas sana sedang mengalami krisis eksistensial sekarang. Mereka mengirimkan penghapus, dan kau justru menjadikannya lampu hias."

"Itu adalah masalah mereka, Gu Lao. Masalahku sekarang adalah bagaimana cara memastikan kambing-kambing Lu Xing tidak memakan pucuk anggur bintang di lereng barat," jawab Zhou Ji Ran sambil tertawa kecil.

Suan Ji menghentikan kunyahannya, ia menunjuk ke arah papan hitungnya. "Tuan, dengan adanya sistem sensor dari menara baru ini, efisiensi pengelolaan ternak kita meningkat sebesar empat ratus persen. Saya menyarankan kita untuk mulai memikirkan pembangunan pabrik pengolahan wol kambing bulan depan. Kita punya cukup tenaga kerja dan energi sekarang."

"Ide bagus, Suan Ji. Bicarakan itu dengan Gong Sun. Aku ingin pabriknya memiliki arsitektur yang selaras dengan aliran sungai," sahut Zhou Ji Ran.

Di kejauhan, di dalam menara Wei Kong, Yan Jiu terlihat sangat sibuk. Ia sedang menghubungkan kabel-kabel kristal ke dalam inti menara. Tiba-tiba, ia berteriak dari atas. "Tuan Zhou! Ada sesuatu yang aneh! Sejak menara ini aktif, ada sebuah transmisi balik yang datang dari arah Samudra Timur! Sinyalnya sangat lambat, namun membawa aura 'Kesedihan yang Mendalam'!"

Zhou Ji Ran matanya sedikit menyipit. Ia menatap ke arah timur, ke arah samudra luas yang belum pernah ia jelajahi sejak menetap di Desa Jinan. "Kesedihan, ya? Sepertinya ada sebuah peradaban bawah laut yang merasa terancam oleh cahaya desa kita, atau mungkin mereka sedang mencari bantuan."

Lin Xiaoqi mendekat, wajahnya tampak cemas. "Tuan, apakah kita akan menghadapi masalah lagi?"

"Dalam hidup, masalah adalah pupuk, Xiaoqi. Tanpa masalah, kita tidak akan pernah tumbuh. Tapi jangan khawatir, selama ada kalian di sini, masalah apa pun hanya akan berakhir sebagai bagian dari keindahan desa ini," ucap Zhou Ji Ran dengan senyum yang sangat hangat, senyum yang membuat Lin Xiaoqi merasa bahwa seluruh semesta berada dalam perlindungan yang aman.

Malam mulai turun menyelimuti Desa Jinan. Lampu-lampu dari Menara Wei Kong mulai menyala, memancarkan cahaya biru lembut yang memantul di permukaan sungai, menciptakan suasana yang sangat magis. Zhao Kang dan tim keamanannya berpatroli di sepanjang jembatan, langkah mereka mantap dan penuh kebanggaan. Di kebun, benih sawi yang ditanam Gao Feng mulai mengeluarkan tunas kecil pertamanya, bersinar redup di bawah cahaya bulan.

Zhou Ji Ran berdiri di jendela kamarnya, menatap ke arah laut timur yang gelap. Ia merasakan sebuah denyut energi yang sangat besar dari dasar samudra. Sebuah entitas kuno, mungkin seekor Leviathan atau penguasa laut yang terlupakan, sedang bergerak menuju ke arahnya.

"Datanglah," bisik Zhou Ji Ran pada kegelapan malam. "Aku punya banyak ruang di Telaga Selatan jika kau merasa lautan itu terlalu sempit untukmu."

Ia menutup jendelanya, mematikan lampu minyak, dan berbaring untuk tidur. Ia tahu bahwa besok pagi akan ada lebih banyak pekerjaan yang menanti—mungkin ia harus membuat kapal nelayan baru atau sistem pemurni garam. Namun baginya, setiap tantangan adalah kesempatan untuk menumbuhkan sesuatu yang baru.

Kehidupan di Desa Jinan terus mengalir dengan lambat, penuh makna, dan penuh dengan kebahagiaan yang nyata. Tanpa instruksi sistem, tanpa tekanan misi, sang mantan pemilik sistem terus menanam benih kedamaian di atas tanah yang subur. Dan setiap hari yang berlalu adalah bukti bahwa hidup yang sederhana adalah kemenangan terbesar dari segala bentuk kekuasaan.

Malam semakin larut, dan di bawah sinar rembulan yang jernih, sang petani legenda bermimpi tentang panen raya berikutnya. Sebuah mimpi yang tidak tertulis dalam takdir mana pun, melainkan diciptakan sendiri oleh tangannya yang kotor oleh tanah. Kehidupan ini memang sangat indah.

"Selamat tidur, kawan-kawanku. Sampai jumpa di fajar berikutnya untuk memulai petualangan baru di tepi laut," bisik angin di sela-sela daun sawi yang hijau subur.

Dan di kegelapan yang jauh di atas sana, Trio Pencetus hanya bisa terdiam, menatap menara pengawas mereka yang kini sedang digunakan anak-anak desa untuk belajar astronomi. Mereka mulai menyadari bahwa Zhou Ji Ran tidak sedang melawan mereka; ia sedang menunjukkan cara hidup yang lebih baik—sebuah cara hidup yang tidak memerlukan penghapusan, melainkan pertumbuhan yang tulus. Perjalanan ini masih sangat panjang, namun di Desa Jinan, setiap detik adalah keajaiban yang nyata. Tanpa instruksi apa pun, ia telah menjadi pusat dari segala keindahan di multisemesta. Dan ia akan memastikannya tetap damai, satu hari pada satu waktu.

Pagi esok akan segera datang membawa aroma laut, dan sang legenda akan siap menyambutnya dengan cangkir teh di tangan dan senyum yang menenangkan. Semuanya berjalan sesuai rencana hidupnya yang sederhana namun luar biasa. Kehidupan ini memang benar-benar luar biasa. Tanpa instruksi apa pun, ia telah menemukan surga yang nyata. Dan ia akan menjaganya selamanya.

1
Yudi Wahyudi
mlipir ngupi cong
Junior Ian
hebat👍👍👍
Kairon
dah balik kerumahnya
gak balik jadi orang2ngan sawah soalnya..🤣🤣
Luthfi Afifzaidan
up lg
Luthfi Afifzaidan
up
Luthfi Afifzaidan
lanjutkan
Luthfi Afifzaidan
oya thor wanita yg datang sama pangeran long wei kemana ya thor?
Kairon
dijadiin orang2ngan sawah bang🤣🤣
Luthfi Afifzaidan
oya thor Prajurit yg dibawa jendral han di kemanain ya thor?
anggita
pernah baca novel terjemahan yg ceritanya mirip ini di platform lain. tapi lupa judulnya🤭. dukung like👍, 2iklan☝☝.
anggita: oke👌Thor.
total 2 replies
anggita
Zhou Ji Ran.... joss 💪😊. moga lancar novelnya.
anggita
cerita yg cukup menarik..👍☝👌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!