NovelToon NovelToon
ISTRIKU MENDIAMIKU

ISTRIKU MENDIAMIKU

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:235.2k
Nilai: 5
Nama Author: Saskiah Khairani

Setelah Andra menikah lagi, Armila berubah. Ia menjadikan suaminya ini ada, tapi tiada. Sapaan, rayuan dan keberadaanku serupa angin lalu.
Diamnya armila membuat Andra stres.
Pernikahannya dengan resti pun menjadi tidak harmonis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saskiah Khairani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IYA

ANDRA

Aku datang ke kantor polisi bersama Resti. Dari mulut mereka, keluar keterangan sama dengan yang disampaikan Resti

Mereka bersumpah bahwa Arrmila lah yang melakukannya. Mereka dibayar sepuluh juta cash untuk melakukan drama tersebut. Transaksi dan obrolan mereka tak ada yang dilakukan online.

Semua melalui jalur pertemuan rahasia.

Ketiganya minta maaf dan berjanji takkan Mengulangi kesalahan yang sama. Mereka pun mengembalikan dompet dan jam tangan yang diambil dariku.. mereka mengatakan tidak bersungguh-sungguh melukai, makanya aku tidak berdarah-darah.

Karena pelakunya kemungkinan besar memang Armila aku menarik tuntutan atas mereka. Masalahnya jika ketiga perampok ini di polisikan, Armila akan terseret. Lebih baik kuselesaikan saja perkara ini dengan perempuan itu secara langsung.

Selepas urusan dengan polisi, aku akan langsung ke rumah Armila. Kusuruh Resti pulang agar tidak perlu menambah kericuhan. Tapi perempuan itu bersikukuh ingin ikut sebab takut aku lepas kendali katanya.

Akhirnya kusetujui karena sekarang Resti sudah tak bar-bar lagi. Hatinya diliputi kelembutan, bahkan kasih sayang pada Armila.

"Kita selesaikan baik-baik, Mas. Jangan terbawa emosi. Kasihan mba Armila kalau dibentak bentak!"

Resti pun meminta jangan sampai terjadi kekerasan di rumah Armila. Dia benar-benar memerhatikan kakak madunya Andai Armila mau membuka mata hati dan akal pasti semuanya akan selesai dengan baik. Kami akan rukun selamanya.

Armila jadi begitu memang salahku juga. Aku telah mengkhianati cinta kami. Akulah. yang harus bertanggung jawab atas semua ini dan membawanya kembali ke jalan yang benar.

Tapi, aku takut yakin bisa membawa Armila kembali. Sikap keras kepalanya itu malah bisa semakin menjauhkannya dari sisiku.

Aku sangat takut membayangkan sebuah perpisahan yang tidak mungkin bersatu lagi. Bukan hanya soal kebersamaanku dan Armila saja, tapi juga tentang Affan yang akan kehilangan satu sayap. Selamanya aku adalah ayahnya, tapi kalau kami bercerai, kemungkinan bersamanya akan jarang sekali.

"Mas akan berusaha untuk tidak emosi. Tenanglah!".

Sepanjang jalan kami tak banyak bicara. Aku dan Resti sibuk dengan pikiran masing-masing. Perjalanan ini pun diliputi kesunyian.

Setelah satu jam perjalanan, kami sampai di rumah Armila. Aku mencarinya, tapi perempuan itu tak ada. Di manapun tak tampak sosok Armila juga Affan

"Ibu dan bi Cicah sedang ke taman, Pak. Maaf, tadi saya ketiduran! Saya susul sekarang, Pak!" ucap mang Dadang yang baru keluar dari kamarnya.

Langkah mang Dadang terhenti di pintu sebab dari arah depan terdengar suara-suara. Sepertinya itu Armila dan bi Cicah.

Aku tak mau menunggu mereka sampai ke sini untuk bertemu. Segera saja menyongsong Armila di halaman.

Armila tak hanya bersama bi Cicah, ada Reiga di sampingnya. Pria itu menggendong Affan, anakku.

Raut wajah orang-orang itu seperti sedang melihat hantu saat melihatku keluar dari rumah. Mereka makin tegang saat aku mendekat.

"Oh, jadi ini alasan kamu ingin cepat cerai dariku! Rupanya kamu sudah tak tahan ingin bersama bajingan itu!

Pantas saja kamu menggunakan segala cara menjijikan untuk menghalangiku datang ke pengadilan!"

Janji untuk tidak emosi tak bisa kutepati. Bahkan kini angkara telah membumbung tinggi. Akal dan hatiku tertutup kabut hitam.

"Kamu bilang aku sudah mengkhianati cinta kita. Lalu, bagaimana dengan kelakuanmu ini, hah? Jawab Armila! Jawab!"

Wanita yang kini kucekal tangannya hanya menatap tajam. Mulutnya terkunci rapat. Sekejam apapun kata-kata ini, Armila bungkam.

"Kau bayar orang untuk drama perampokan, kau suruh orang untuk merusak rem, benar 'kan? Jangan diam, Armila! Aku muak dengan sikap batumu!"

Teriakanku membuat Affan menjerit. Dan, darahku makin mendidih saat Reiga berusaha menenangkannya.

"Ambil Affan, Bi!"

Setelah Affan digendong bi Cicah, aku memfokuskan pandangan pada Reiga.

"Sejak kapan kalian bermain di belakangku?"

"Kami tidak-!" Jawaban Reiga dipotong Armila.

"Aku mencintai Reiga, kami akan menikah, kau saja yang buta terlalu percaya padaku, kau puas!"

Tanganku lepas kendali, aku mendaratkan tamparan pada pipi Armila. Saking kencang, badannya sampai terhuyung.

Aku sudah kerasukan setan sebab ingin menamparnya sekali lagi. Namun, tangan terhalang satu cekalan dari arah samping.

"Laki-laki sejati takkan memukul wanita!"

"Biar, kak, biar dia puas memukulku. Aku rela asal kita bisa bersama. Aku sudah muak dengan lelaki banci itu. Ayo, Mas, tampar lagi, tampar!"

"Armila, dengar. Aku takkan membiarkan siapapun menyakitimu!

Kini aku yakin, laki-laki ini memang brengsek! Dengar, Andra, aku bahkan akan melindungi Armila dengan nyawaku!"

"Bangsat!"

Kalau saja mang Dadang tak sigap pasang badan, tentu aku dan Reiga sudah baku hantam.

"Sudah, Pak, sudah. Kita selesaikan baik-baik. Jangan pakai emosi!" ucap mang Dadang. Lelaki paruh baya ini memelukku sambil membisikkan istigfar berulang-ulang.

"Mas, sudah, Mas, tenangkan dirimu! "pinta Resti. Ia mengusap punggung ini hingga masuk hawa sejuk melalui usapannya.

Aku berusaha mengendalikan emosi yang sempat membumbung tinggi. Sejeda kuhela napas dalam. Setelah amarah ini sedkit reda, aku kembali bicara. Kali ini suaranya tak sekeras tadi.

"Armila, apa kau benar-benar ingin bercerai dariku?"

Akhirnya keluar juga pertanyaan retoris itu. Pertanyaan paling tak menyenangkan dalam hidup ini.

"Iya!"

Mantap Armila menjawabnya. Ada aliran berbeda di hatiku ketika jawaban Armila keluar begitu tegas. Meski kemarahan tadi meledak-ledak, tetap dada perih ketika jalan ini harus kutempuh.

"Baik kalau memang itu maumu. Semua yang hadir di sini adalah saksi. Mulai detik ini, aku dan Armila bukan suami istri lagi. Aku jatuhkan talak pada Armila!"

1
atikah@72
ceritanya bagus kak, lanjutin
salam kenal dari aku, penulis CINTA TANPA SYARAT dan KETIKA CINTA TERKUNCI mampir ya kak🙏
Rati Nafi
🥰🥰🥰🥰🥰
falea sezi
🤣🤣 najis bgt ini ae mila masih mau ma batangan satu kecil bekas lacur🤣🤣. bodoh kali kayak. gk ada. laki. lain. aja
Heny
Cerita nya hampir sm dng aku ingin bahagia
Maul 123
ngeselin
Maul 123
lambat sekali ambil keputusan
Maul 123
asyikk💪💪💪
Maul 123
adaa dukunnya woooii
Maul 123
🤣🤣🤣🤣🤣egois lu tong
Maul 123
jurig 🤭
Maul 123
bab ini membagongkan, tiba2 kondangan
Maul 123
dungu
Titien Prawiro
Dasar keluargs gk pendidikan omong tanpa fikir dulu, nanti kamu keluar dari penjara badan dan muka kamu sdh bonyok, tdk laku lagi.
Titien Prawiro
Nah benarkan jadi buron, makanya jadi tuh jangan jahat, terus kalian mau lari kemana? ini sepertinya polisi masang strategi, kalau bekal sdh habis baru polisi bergerak. memang enak jadi buron.
Titien Prawiro
ada keajaiban Antin sadar
Titien Prawiro
Istri Rafael sakit setiap hari diracun sama Rafael. semoga ada keajaiban Angin sadar dan sehat segar bugar, dan balas dendam pada Resti dan Rafael, biar pada masuk penjara.
Maul 123
💪💪💪💪💪💪
Maul 123
💪
Titien Prawiro
Andra kamu harus belajar bela diri atau bayar bodyguard. buat jaga keluargamu dan kamu sendiri. si Resti gila, keluarganya kere, makanya dia silau melihat uang banyak
Titien Prawiro
Buat Resti dan keluarganya hancur thor mereka kan preman pasar, berantas saja tuh preman2 meresahkan.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!