ketika sebuah pernikahan di awali dari sebuah kebohongan
jeon kinan gadis 19 th yang tinggal di panti asuhan tiba-tiba diajak menikah oleh seorang pengusaha sekaligus pemilik yayasan di tempatnya tinggal.
kim victor seorang pengusaha yang memiliki sifat dingin dan sangat susah didekati tanpa angin tanpa hujan mengajak menikah seorang gadis yatim piatu.
apakah pernikahan mereka baik-baik saja setelah kinan mengetahui fakta yang menghancurkan dirinya?
apakah victor bisa mendapatkan maaf dari sang istri setelah luka yang dia torehkan kepada kinan?
bagaimana kelanjutan pernikahan mereka??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Panggil aku seperti itu...
Mobil mewah itu memasuki pelataran mansion Jeon, Victor melirik ke jok belakang di mana putranya terlelap selama perjalanan.
“Masuklah dulu aku akan menggendong putra kita" titah Victor dan diangguki oleh Kinan.
Dengan sangat hati-hati Victor menggendong tubuh mungil putranya memasuki mansion.
“Letakkan dia di kamarnya saja, biar Kinan yang mengantarmu" ucap Sehun dan diangguki oleh Victor.
Sesampainya di kamar sang putra Victor merebahkan secara perlahan tubuh mungil itu di atas tempat tidur lalu menyelimutinya, setelahnya Victor mencium kening Vicky sayang.
“Ingin sarapan apa?" Tanya Kinan sambil membereskan pakaian sang putra, Victor hanya diam sambil menatap istrinya intens.
Merasa tidak ada jawaban dari Victor, Kinan mendongak dan menatap pria itu intens.
"Dad” panggil Kinan spontan yang membuat Victor menyeringai.
"Menggoda eoh” ucap Victor.
"Menggoda apanya coba” ucap Kinan sambil berjalan ke arah pintu dan sebelum Kinan membuka pintu dirinya menoleh ke arah suaminya.
"Kakak ingin sarapan apa?” Tanya Kinan yang membuat ekspresi Victor berubah kesal.
"Kok kakak sih sayang” ucap Victor sambil berjalan mendekat ke arah istrinya.
Kinan menatap ke arah Victor dengan dahi berkerut.
“Terus maunya dipanggil apa?" Tanya Kinan sambil berjalan keluar kamar menuju kamarnya yang terletak di sebelah kamar sang putra sedangkan sang suami terus mengekor di belakangnya.
“Cara manggilnya kayak tadi loo sayang" ucap Victor.
“Hah kayak tadi?" Bingung Kinan.
“Iya tadi" ucap Victor sedangkan wanita mungil itu masih berpikir panggilan apa yang dirinya lontarkan tadi kepada suaminya yang membuat sang suami ingin mendengarnya lagi.
Disaat Kinan masih berpikir tiba-tiba tubuhnya terasa melayang ternyata Victor sudah menggendongnya.
"Yaaaakk daddy” teriak Kinan spontan dan sebuah senyuman lebar muncul di wajah suaminya.
"Panggil seperti itu sekarang ya” ucap Victor sambil merebahkan sang istri di atas tempat tidur dan mengungkungnya.
"Ka-kakak awas ih” gugup Kinan saat sang suami menatapnya intens.
"Panggil yang benar sayang” bisik Victor di ceruk leher Kinan yang membuat tubuh wanita itu meremang seketika.
"Dad, minggir kita harus sarapan” ucap Kinan lirih dengan detak jantung yang berdegup kencang.
Victor merebahkan tubuhnya di samping istrinya dan menarik lebih dekat ke arahnya.
“Temani daddy tidur sebentar ya, daddy ngantuk" gumam Victor lirih sambil membawa sang istri lebih dekat ke pelukannya sedangkan Kinan hanya diam membiarkan pria itu memeluknya erat dan dapat Kinan rasakan detak jantung Victor karena wajahnya berada di dada bidang suaminya.
Selang beberapa lama terdengar dengkuran halus bukan dari bibir Victor tetapi justru dari bilah bibir Kinan, ya Kinan terlelap hanya karena melodi detak jantung suaminya.
Victor tersenyum dan mencium kening istrinya sayang.
"Setelah ini daddy janji akan selalu menjaga dan membahagiakan kalian berdua” janji Victor dan setelahnya dirinya ikut terlelap bersama sang istri.
Sementara itu di ruang tamu ada hoseok yang sengaja berkunjung sekaligus ingin menanyakan kepada Victor kapan dirinya akan kembali ke Korea.
"Sepertinya mereka tidur Hoseok ah” ucap Sehun sambil melirik lantai 2.
"Sepertinya memang begitu tuan Sehun” ucap Hoseok sopan.
"Panggil aku papa” perintah Sehun tanpa mau dibantah sedangkan Hoseok mengangguk pelan.
"Semua proposal kerjasama kita sudah selesai kita bahas bukan? Atau masih ada pembahasan lainnya?” Tanya Sehun dan Hoseok pun menggeleng pelan.
“Semuanya sudah selesai tinggal pelaksanaannya saja” ucap Hoseok.
"Sepertinya kita tidak perlu memakai trik sebelumnya supaya Kinan mau ikut Victor pulang ke Korea”, ucap Luhan dan diangguki oleh yang lain.
"Ternyata Tuhan punya caranya sendiri untuk membuat pasangan itu kembali bersatu” ucap Woonie kemudian.
"Oh iya apakah yang di Korea sudah tahu tentang Kinan dan Vicky Hoseok ah?” Tanya Luhan.
"Belum mah, Victor melarangku memberitahu mereka karena ingin memberi kejutan kepada mereka” jelas Hoseok dan diangguki oleh Luhan.
Tak beberapa lama terdengar langkah kaki menuruni tangga.
“Mom, dad" panggil Vicky sambil mengucek matanya, Mingyu berjalan menghampirinya dan menggendong tubuh mungil itu.
“Jangan dikucek sayang" ucap Mingyu lembut sambil menarik tangan Vicky pelan.
“Papa mingyu kapan pulang?", tanya Vicky sambil menatap pria yang sedang menggendongnya.
“Semalam, papa langsung pulang saat mendapat kabar kamu pingsan. Kamu membuat papa sangat panik" ucap Mingyu sambil mencubit gemas hidung mungil Vicky sedangkan bocah itu hanya terkekeh gemas.
“Tapi karena itulah Vicky sekarang punya 2 daddy dan 2 mommy loo” ucap Vicky sambil tersenyum bahagia.
"Mereka dimana?” Tanya Vicky saat tidak melihat dua sosok yang dia cari.
"Sejak tadi daddy dan mommymu belum turun sayang.
“Vicky mau mencari mereka" ucap bocah laki-laki itu lalu turun dari gendongan Mingyu.
Vicky kembali naik ke lantai dua dan tujuannya sekarang adalah kamar sang mommy, perlahan Vicky membuka pintu kamar tersebut dan pemandangan yang bocah laki-laki itu lihat adalah kedua orang tuanya tidur dengan posisi saling berpelukan.
Vicky kembali menutup pintu kamar itu dan kembali turun ke lantai 1.
“Kok turun lagi sayang? Daddy sama mommymu mana?" Tanya Luhan.
“Mereka sedang tidur grandma" ucap Vicky singkat.
Sesaat setelah kepergian Vicky, Kinan membuka matanya dan pemandangan yang dirinya lihat adalah wajah tampan suaminya yang sedang terlelap.
“Tampan" gumam Kinan lirih.
“Orang setampan kamu aku tidak yakin jika tidak punya kekasih selama aku pergi" gumam Kinan pelan.
“Aku memang tidak punya kekasih sayang" ucap Victor yang tiba-tiba membuka matanya.
“Ish bikin kaget tahu" omel Kinan karena terkejut.
“Kinan ga percaya" ucap Kinan sambil menatap tajam suaminya.
“Mau bukti hmm" goda Victor yang entah sejak kapan sudah mengungkung tubuh mungil istrinya.
“Mau apa?" Tanya Kinan gugup.
“Menyalurkan hasrat yang terpendam selama bertahun tahun" bisik Victor di sambil menggigit kecil telinga istrinya yang membuat Kinan memekik karena terkejut.
Hari sudah siang tapi Victor dan Kinan belum juga turun untuk makan, karena khawatir Woonie naik ke lantai dua menuju kamar sang adik dan di saat dirinya ingin mengetuk pintu tiba-tiba dirinya mendengar suara desahan dari dalam kamar sang adik.
Woonie segera berbalik dan kembali turun ke lantai satu.
“Dimana adikmu sayang?" Tanya Luhan.
“Sedang melepas rindu" ucap Woonie sambil tersenyum sedangkan yang lain kecuali Vicky ikut tersenyum.
“Sepertinya adik Vicky akan segera launching" ucap Mingyu dengan senyum lebarnya.
3 jam lamanya Victor menyalurkan hasrat kepada sang istri tanpa berhenti, hasrat yang selama bertahun tahun terkubur tersalurkan kepada wanita yang tepat.
kinan dan Victor tampak terengah setelah pelepasan mereka yang terakhir.
"Terima kasih sayang” ucap Victor lembut sambil mencium kening istrinya sayang sedangkan sang istri masih lemas hingga setelahnya.
"Hiks…sakit, dasar maniak sex" isak Kinan sambil memukul pelan dada polos suaminya karena demi apa miliknya terasa sakit karena digempur oleh suaminya hampir selama 4 jam tanpa berhenti.
Sedangkan Victor hanya terkekeh gemas sambil menciumi kening istrinya yang basah karena keringat.
Bagi Kinan yang lama tidak berhubungan rasanya seperti saat pertama kali dirinya berhubungan dulu.
“Maaf sayang, daddy tidak bisa menahan diri" ucap Victor lembut lalu menarik tubuh polos itu kedalam pelukannya.