Seorang pemuda tampan dari sebuah alam bawah dan dari sebuah perkumpulan keluar SING yang ada di sebuah wilayah mencoba dan terus mencoba. Entah apa yang akan di laluinya.
simak terus jalan ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ai Aiy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KANGEN...
"Tetua KANG MAS dan Leluhur KANG LAM telah menunggu anda di dalam aula Tuan Muda SING KANG. Tolong ikuti saya" Ucap sang pelayan kepada SING KANG.
SING KANG berjalan mengikuti sang pelan itu melewati beberapa ruang. Setibanya di aula penerima tamu.
Ia melihat dua orang pria yang satu sudah tua dan satu lagi pertengahan sedang duduk saling berhadapan.
Saat melihat SING KANG masuk, kedua pria beda usia itu tersenyum hangat kearahnya.
"Keponakanku SING KANG, sudah lama tidak berkunjung" Ucap pria paruh baya itu lalu berdiri menghampiri kearah SING KANG.
SING KANG langsung memeluk Paman KANG MAS dan melepaskan rindunya.
Setelah beberapa menit lamanya melepas rindu, kemudian Paman KANG MAS melepas pelukannya dan menatap SING KANG dengan tatapan bangga.
"Keponakanku, kamu sudah tumbuh besar menjadi seorang pemuda tampan,kekar" Ucap Paman KANG MAS.
SING KANG yang mendengarnya hanya tersenyum saja.
" Cucuku, apa kamu tidak ingin memeluk kakekmu. Apa cuma pamanmu saja yang kamu sayangi?" Ucap pria tua itu dengan wajah dibuat sedih.
Mendengar itu SING KANG berjalan kearah pria tua itu langsung bersimpuh di kakinya dan berkata.
Kakek. Maafkan cucu ini yang sudah lama tidak mengunjungimu. Sekali lagi maafkan cucu yang tidak berbakti ini" Ucap SING KANG masih saja bersimpuh dan mencium lutut KANG LAM.
"Hehehehe..Sudah, sudah ayo berdiri" Ucap KANG LAM dengan cepat memegang bahu SING KANG, mengangkatnya berdiri dan langsung memeluknya beberapa saat.
"Ayo duduk sini di dekat Kakek. Ceritakan apa yang membawamu kesini?" Ucap KANG LAM tertawa kecil.
"Tidak Kakek, sebenarnya aku tidak ada maksud apa-apa. Aku cuma kangen dengan Kakek dan Paman dan ingin menceritakan berbagai hal mengenai situasi kota SUNDARI akhir akhir ini yang terasa banyak sekali kerusuhan"
"Dan aku pikir dengan pengalaman Kakek beserta pandangan Paman yang jauh kedepan pasti itu sangat berharga" Ucap SING KANG memandang kearah Kakek dan Pamannya.
KANG LAM mengagukkan kepalanya bangga. Sedangkan KANG MAS sangat tertarik sekali.
Oh ya cucuku SING KANG. Aku mendengar kamu terlibat dengan Perkumpulan Aliansi KANDOLE beberapa hari ini" Ucap KANG LAM menatap kearah SING KANG.
Pertanyaan KANG LAM tidak mengejutkan SING KANG, karena insiden itu pasti akan mengemparkan seluruh kota KANDOLE ini dan selain itu setiap perkumpulan pasti memiliki mata mata yang selalu menyampaikan informasi.
"Benar Kakek!" Jawab SING KANG jujur apa adanya.
"NAk, kamu luar biasa. Belum ada satupun yang berani melawan apa lagi berani mengusik perkumpulan aliansi KANDOLE di kota SUNDARI ini" Ucap KANG MAS mengacungkan jempol jarinya kearah SING KANG.
"Hehehe..Mereka yang memulainya Kakek, Paman. Dan aku tak punya pilihan selain melindungi diriku sendiri"
"Aku tau tindakanku itu pasti akan melibatkan keluarga, berdampak pada keluarga SING. Seperti yang pernah terjadi pada keluarga BAY"
"Tetapi aku tidak menyesal, karena itu peringatan bagi mereka. Jika mereka tidak mengerti dan terus mengusikku dan orang orang yang aku sayangi. Maka aku tidak keberatan melenyapkan aliansi KANDOLE itu dari kota SUNDARI" Ucap SING KANG dengan tersenyum santai.
KANG LAM terdiam sejenak, kemudian mengelus jangkungnya yang sudah memutih.
Sedangkan KANG MAS menatap kearah SING KANG dengan tatapan bangga.
Bagus bagus, itu baru keponakanku. Berani, tegas dan tidak takut membela kebenaran dan menumpas kejahatan.
"Kamu tenang saja, Keluar KANG ada di belakangmu, kami keluarga KANG akan siap berperang mati matian kepada siapapun yang mencoba membunuhmu keponakanku. Karena dalam darahmu ada darah keluarga KANG" Ucap KANG MAS.
Mendengar itu SING KANG tersenyum hangat kearah pamannya KANG MAS dan bertanya.
"Seberapa besar kekuatan yang bisa di timbulkan oleh aliansi KANDOLE itu, Paman?" Ucapnya.
KANG MAS tersenyum mendengar pertanyaan dari keponakannya itu, lalu ia...Tetapi langsung di potong oleh KANG LAM.
"Di kota SUNDARI ini, aliansi KANDOLE adalah penguasa sejati. Semua perkumpulan, besar kecil, bahkan perguruan yang ada di kota ini juga tidak mau mengusik, apa lagi berurusan dengan aliansi KANDOLE" Jawab Paman KANG LAM.
"Iya benar keponakanku seperti yang telah dikatakan oleh kakekmu" Ucap KANG MAS.
"Biar kamu tau keponakanku, Keluarga SING dan keluarga KANG bagaikan debu di hadapan perkumpulan aliansi KANDOLE. Aliansi itu terdapat di seluruh wilayah yang ada di benua LONESIA ini. Kamu pikirkan aja sendiri kekuatannya" Ucapnya.
SING KANG tersenyum tipis kearah pamannya, dan berkata.
Paman! Kakek! Aku bukan lagi Bocah SING KANG lemah seperti dulu, kekuatanku sekarang dapat melindungi diri sendiri, melindungi orang orang yang aku sayangi. Terutama keluargaku"
"Di mataku aliansi KANDOLE itu seperti semut. Aku tidak menyombongkan diriku. Paman dan Kakek lihat saja nanti. Perkumpulan aliansi KANDOLE itu akan lenyap di kota SUNDARI ini" Ucap SING KANG dengan santai.
Mendengar itu Kakeknya KANG LAM tertawa terbahak bahak.
HAHAHAHA...!
"Luar biasa..Luar biasa, kau keponakanku. Kau benar-benar seperti ibumu, tegas, pantang menyerah, lembut, kuat. Tetapi tetaplah hati hati, di dunia ini yang kuat sangat banyak dan perlu kamu tau banyak trik dan intrik. Musuh tidak selalu dapat terlihat di depan mata. Camkan itu" Ucap KANG MAS.
"Kudengar kau bekerja sama dengan Gedung HARTA dan SUMBERDAYA dan menjual banyak pil. Apakah kau seorang Alkemis tahap satu bintang sepuluh, Cucuku SING KANG?" Tanya KANG LAM ingin tau.
Dia sudah tau dan sudah di beritahu oleh Anaknya KANG JENG, ibunya SING KANG.
"Iya, kakek!" Jawab SING KANG sambil tersenyum.
"Kamu benar luar biasa Keponakanku, lima tahun tidak bertemu. Banyak keahlian yang kamu miliki sekarang" Ucap KANG MAS menatap kearah SING KANG dengan tatapan bangga.
Hehehe..Paman KANG MAS biasa aja. Aku mendapatkan keberuntungan selama empat tahun" Ucap SING KANG tertawa kecil.
"Hahahaha..Perkumpulan keluarga KANG dan perkumpulan keluarga SING sangat beruntung telah melahirkanmu, Cucuku SING KANG" KANG LAM tiba tiba tertawa senang, ekspresinya sangat bahagia.
Setelah mengobrol cukup lama dengan Paman dan Kakek. kemudian SING KANG beristirahat di sebuah kamar biasanya dia tempati jika berkunjung ke perkumpulan keluarga KANG.
Dukung terus cerita ini dengan cara sebagai berikut..
Beri Iklan dan hadiah.
Jangan lupa kritik saran dan masukannya.
Ada kelanjutannya pada halaman sebelah kanan tunggu aja...