Abram adalah pemuda yang baik hati dan suka membantu, tapi sejak ia mengalami penyakit kulit, semua masyarakat menjauh. Hingga akhirnya ia di usir dari tempat tersebut dan pingsan di pinggir jalan setelah kesandung sebuah batu krikil aneh.
Tapi hari itu, ada seseorang menemukannya dan ia di bawa ke rumah sakit, sayangnya nyawanya tak tergolong lagi.
Tapi batu kerikil itu terkena darah Abram dan menjadikan Abra sehat kembali dan menjadi dia tabib dewa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
...Happy Reading...
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
"Kedua, kita tidak bisa melakukan pengobatan di sini. Meskipun penyebaran virusnya lambat, bakteri yang muncul akibat luka akibat menggaruk bisa menyebar ke orang lain. Kau harus pindah ke ruang isolasi yang telah di siapkan di belakang klinik. Ada prosedur yang harus kamu ikuti, berpakaian dengan baju khusus, sebelum masuk."
Tanpa ragu, Pak Aris berdiri dengan cepat meskipun tubuhnya masih terasa lemah.
"Terima kasih banyak, Abram. Terima kasih sudah mau memberi aku kesempatan kedua." Air mata harapan kembali mengalir di wajahnya saat ia mengikuti Abram keluar dari ruang tersebut.
Mereka berjalan melalui koridor yang menghubungkan klinik utama dengan bangunan kecil di belakangnya, ruang isolasi yang dirancang khusus untuk kasus penyakit yang berpotensi menular atau membutuhkan suasana tenang untuk proses penyembuhan.
Di dalam ruangan, terdapat sebuah ranjang besi yang telah dilapisi dengan kain putih bersih, serta berbagai alat penyembuhan yang tersusun rapi di rak dinding.
Pak Aris berbaring di atas ranjang seperti yang diperintahkan, tubuhnya masih sedikit bergetar karena rasa gatal yang terus menyerang.
Abram berdiri di sisi ranjang, melihat wajah Pak Aris yang sudah mulai menutup mata dengan sendirinya.
"Pejamkan matamu, Pak Aris.Jangan berpikir tentang apa-apa selain keinginan mu untuk sembuh dan menjadi orang yang lebih baik. Pikiran mu akan sangat mempengaruhi proses pengobatan ini," ucapnya dengan suara yang lebih lembut.
Pak Aris segera memejamkan mata, tangannya menggenggam seprai dengan erat.
Abram mengambil sebuah kotak kayu tua yang memiliki ukiran motif bunga melati, yang berisi jarum akupuntur menjadi alat penyembuhan.
Ia membuka tutup kotak dengan hati-hati, mengeluarkan sekumpulan jarum akupuntur yang terbuat dari besi tua yang telah diasah dengan sangat halus. Ia mengambil salah satu jarum dan melihat ujungnya yang tajam.
"Aku perlu memberitahu mu, Pak Aris," kata Abram sambil mulai menyusun jarum-jarum tersebut sesuai urutan penggunaaannya.
"Pengobatan ini mungkin akan terasa sangat menyakitkan, Pak Aris. Nanah yang sudah mengendap lama di dalam tubuh Anda perlu ditarik keluar melalui titik-titik akupuntur tertentu. Prosesnya tidak akan nyaman, tapi jika Anda bisa menahan rasa sakit ini dan tetap menjaga niat hati yang tulus untuk sembuh, maka energi penyembuhan akan bekerja lebih cepat. Apakah Anda siap?"ucap Abram pelan namun tegas.
Pak Aris mengangguk dengan wajah yang sedikit pucat, namun matanya memancarkan tekad yang kuat.
"Aku siap, Abram. Dibandingkan dengan rasa sakit yang menyiksa selama berhari-hari ini, rasanya seperti tubuhku mau hancur, rasa sakit sebentar ini pasti akan aku tahan. Asalkan aku bisa sembuh dan sehat kembali." katanya dengan sungguh-sungguh.
Abram mengangguk puas melihat mental pak Aris Ia pun mengeluarkan kotak kecil berisi jarum-jarum perak khusus miliknya.
Dengan gerakan tangan yang cepat, Abram mulai menusukkan jarum-jarum tersebut ke berbagai titik vital di tubuh Pak Aris, mulai dari punggung, pinggang, hingga kaki.
...⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️⛹️♀️...
di tunggu kelanjutannya