NovelToon NovelToon
Jeratan Cinta & Dendam

Jeratan Cinta & Dendam

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Obsesi / Roman-Angst Mafia
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Irma Nirmala

Alicia Roses hidup di panti asuhan sejak dia berumur lima tahun, setelah kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan.


Bibinya Melinda Stone merampas seluruh harta warisan milik Alicia dan membuang Alicia kecil ke panti asuhan.

Hidup selama dua puluh lima tahun dengan membawa dendam, untuk memuluskan rencana balas dendam nya Alicia menerima lamaran dari pria yang sangat terobsesi dengan nya.

Revano Ace Draco pria gila yang memiliki kekuasaan mengerikan di dunia gangster.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Nirmala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

...****************...

Pagi hari berikutnya.

Kabut tipis masih menyelimuti jalanan kota ketika Alicia Roses mengendarai mobilnya keluar dari apartemen.

Di kursi penumpang hanya ada satu tas kecil berisi laptop, sekop lipat, dan beberapa peralatan sederhana.

Alicia menyalakan GPS di ponselnya.

Di layar tertulis jarak perjalanan: 4 jam menuju danau terpencil di hutan pinus.

Alicia menatap peta itu sebentar lalu berkata pelan pada dirinya sendiri.

"Semoga saja aku tidak salah mengingat."

Mesin mobil meraung pelan ketika ia mulai meninggalkan kota.

Perjalanan terasa panjang.

Gedung-gedung tinggi perlahan menghilang.

Digantikan oleh jalan pedesaan, bukit hijau, dan hutan lebat.

Beberapa kali Alicia mengemudi dalam diam.

Namun pikirannya terus dipenuhi oleh satu hal.

Tabung waktu.

Ia bergumam pelan sambil menatap jalan.

"Kalau ayah benar-benar menyembunyikan sesuatu di sana"

"maka itu pasti bukan sekadar permainan masa kecil."

Alicia mengepalkan setir mobilnya.

"Ayah tidak pernah melakukan sesuatu tanpa alasan."

Empat jam kemudian...

mobil Alicia akhirnya berhenti di sebuah jalan tanah kecil.

Di depannya terbentang hutan pinus yang sunyi.

Alicia keluar dari mobil sambil membawa tasnya.

Angin hutan berhembus lembut.

Aroma tanah dan daun pinus langsung terasa.

Ia berjalan menyusuri jalan setapak yang hampir tertutup rumput.

Beberapa menit kemudian..

pemandangan itu akhirnya muncul.

Sebuah danau yang sangat tenang terbentang di tengah hutan.

Airnya jernih seperti kaca.

Memantulkan langit biru di atasnya.

Alicia berhenti berjalan.

Matanya menatap danau itu cukup lama.

Kenangan masa kecilnya tiba-tiba muncul begitu jelas.

Ia tersenyum tipis sambil berbisik.

"Aku kembali.."

Angin meniup rambut hitamnya perlahan.

Alicia berjalan lebih dekat ke tepi danau.

Ia menatap air yang berkilau di bawah sinar matahari.

Beberapa detik kemudian ia berkata pelan.

"Ayah.., ibu.."

"Aku harap aku berada di tempat yang benar."

Setelah itu Alicia mulai berjalan menyusuri tepi danau.

Matanya mencari sesuatu.

Pohon pinus besar.

Tidak butuh waktu lama.

Di sisi utara danau.

sebuah pohon pinus tua yang sangat tinggi berdiri menjulang.

Batangnya besar dan kokoh.

Alicia langsung mengenalinya.

Ia mendekat perlahan.

Tangannya menyentuh batang pohon itu.

"Masih di sini"

Ia tersenyum kecil.

"Dua puluh tahun, dan kamu masih berdiri."

Alicia kemudian membuka tasnya dan mengeluarkan sekop lipat.

Ia menatap tanah di bawah pohon itu.

"Semoga ingatanku tidak salah."

Ia mulai menggali.

Tanah di bawah pohon cukup keras karena akar-akar kecil.

Beberapa kali Alicia harus berhenti untuk mengatur napas.

Keringat mulai muncul di dahinya.

Tiga puluh menit berlalu.

Namun belum ada apa pun.

Alicia menghela napas sambil berkata sedikit kesal.

"Jangan bilang aku salah tempat"

Ia terus menggali.

Empat puluh menit.

Lima puluh menit.

Satu jam.

Tiba-tiba..

CLINK..!!

Sekopnya mengenai sesuatu yang keras.

Alicia langsung berhenti.

Matanya melebar.

"…"

Ia berlutut dan mulai menggali dengan tangan.

Beberapa detik kemudian.

sebuah tabung logam kecil yang sudah berkarat terlihat di dalam tanah.

Alicia menatapnya tanpa berkedip.

"Itu masih ada..!!"

Tangannya sedikit gemetar ketika ia menarik benda itu keluar dari tanah.

Tabung itu memang sudah tua.

Namun bentuknya masih jelas.

Alicia tersenyum lebar untuk pertama kalinya hari itu.

"Aku menemukannya."

Ia duduk di tanah sambil memegang tabung itu.

Kenangan masa kecilnya kembali muncul.

Suara tawa ayahnya.

Senyum ibunya.

Alicia menatap tabung itu dengan mata yang sedikit berkaca.

"Ayah kau benar-benar merencanakan semua ini"

Namun setelah beberapa detik

wajahnya kembali serius.

"Kalau benar ini petunjuk Helios"

"aku tidak boleh membukanya di sini."

Ia berdiri dan membersihkan tanah dari tabung itu.

Alicia memasukkan tabung logam itu dengan hati-hati ke dalam tasnya.

Sebelum pergi ia menoleh sekali lagi ke arah danau.

Angin siang membuat permukaan air bergelombang kecil.

Alicia berbisik pelan.

"Aku akan kembali lagi."

Setelah itu ia berjalan kembali menuju mobilnya.

Sore hari.

Alicia akhirnya kembali ke apartemennya di kota.

Ia langsung menuju ruang kerjanya.

Laptop masih berada di meja.

Beberapa monitor masih menampilkan data proyek Helios.

Alicia meletakkan tasnya di meja.

Lalu ia mengeluarkan tabung waktu yang telah terkubur selama dua puluh tahun.

Ia menatapnya dengan mata penuh rasa ingin tahu.

Alicia menarik napas pelan.

"Baiklah waktunya meneliti"

"Apa sebenarnya yang ayah sembunyikan?"

Tangannya perlahan mulai membuka penutup tabung logam itu.

Isi di dalamnya

akan menjadi potongan rahasia pertama dari Proyek Helios.

...****************...

1
yula
lama banget up thor
yula
💪💪💪💪💪 thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!