Bai Qing membuka mata dan mendapati bahawa dirinya telah kembali ke sebulan sebelum bencana alam dan kiamat datang,saat ia berfikir untuk mengumpulkan persediaan malah ia mendapatkan sistem Ruang Super market tanpa batas,setelah sebulan ia mendapati dirinya hamil dan sekarang bukan hanya dia perlu makan tapi bayi yang ia kandung saat ini juga memerlukan nya.
Perkenalan nya dengan beberapa teman membuat kehidupan nya dikehidupan kali ini berubah,apa dirinya bisa bertahan hidup di kehidupan kali ini yang telah banyak berubah dari kehidupan terakhir kali?Siapa saja teman yang bersama dengannya menghadapi dunia yang telah berubah ini?
Di tengah-tengah kiamat akan kah ia dapat membesarkan bayinya dengan baik?sistem kiamat Ruang Super Market akankah dapat membawa keberuntungan buatnya?
Jangan lupa untuk Like dan komentar Author ya..(θ‿θ)
Yuk penasan lanjut ya Like and komentar Author selalu jika mahu Author terus update..hanya itu pinta Author..maaf jika ada tersalah ketik makl
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shuhajar@24, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 27
Cheng Lei langsung menghantar alamat apartment nya,dan setelah itu ia mematikan panggilan seraya mengatur nafas Kerna frustasi dan kesal,mana tidak adik nya ini tetap saja tidka berubah selaku membuat masalah dimana-mana sudah beberapa kali ia menemukan sang adik yang hampir ditiduri oleh orang asing,walau ilmu bela diri adiknya tidoa buruk tapi adik perempuan nya itu begitu bodoh dan mudah diperdaya orang-orang.
malah dulu saat adik perempuan nya berusia 12 tahun ia pernah hampir diculik sindiket penjualan organ, nyaris ada pasukan SWAT yang berjaya tiba tepat waktu dan berjaya menyelamatkan adik perempuan nya dan para anak-anak lain yang turut jadi korban.
'sial..Cheng Ya..kamu..ini..'batin Cheng Lei tak tahu lagi harus mengatakan apa tentang ini saat memikirkan apa yang pernah terjadi 10 tahun lalu membuat hatinya merasa gelisah.
Setelah Saat itu ia langsung berubah menjadi tegas dan dingin pada adiknya Kerna ingin melatih perwatakan sang adik untuk jadi lebih keras walau ia tidak disukai itu lebih aman berbanding disyaki dan berakhir mengenaskan saat ini ia masih tetap Khawatir tentang sosok pria yang mengangkat panggilan telefon daripada dirinya tadi.
Saat Cheng Lei akan kembali memasak terlihat sosok Bai Qing yang sedari tadi menatapnya dengan tatapan rumit.
"QingEr kamu sudah bangun?"soal Cheng Lei mula bereaksi biasa dengan cepat memimpin Bai Qing untuk duduk di bangku hadapan meja dapur.
"aku tahu kebelakangan ini aku asyik tidur dna itu sedikit menganggu ku..maaf merepotkan mu untuk memasak seperti ini"jelas Bai Qing ia mendengar sekilas Cheng Lei mematikan panggilan telefon sebelumya dengan nada amarah ia pikir mungkin Cheng Lei sedang stres tentang situasi nya saat ini.
"tidak..itu tidak merepotkan malah aku senang dapat melayani mu..isteriku..apa kita bertemu doktor saja..suamimu punya kenalan Doktor yang bisa datang dan memeriksa mu"jelas Cheng Lei pada Bai Qing yang saat itu merasa bahawa dirinya baik-baik saja tidak perlu bertemu doktor.
"mungkin tidak aku hanya sekadar kurang tidur itu sahaja lagian nafsu makan ku juga baik lihat saja semangkuk penuh nasi tidak membuat aku langsung kenyang."jelas Bai Qing mengatakan bahawa ia sihat-sihat saja tak perlu bertemu doktor ia enggan jika harus bertemu doktor kerna sedari kecil ia tidak suka berada di rumah sakit.
"oh baiklah..jika ada yang tidak enak kasi tahu saja walau Qing Er tidak ingin kerumah sakit Doktor bisa datang kerumah kita"jelas Cheng Lei memperingati dengan lembut ia memikat tubuh badan Bai Qing yang membuat ia langsung nyaman.
"apa masakan telah siap aku lapar sekali"jelas Bai Qing saat itu ia memang merasa sangat mudah lapar kebelakangan ini.
Cheng Lei langsung tersenum menghiraukan tiga hidangan sup ayam,sayur acar dan bakpao daging yang mengugah selera Bai Qing yang saat itu tanpa aba-aba langsung menyantap hidangan itu dengan sangat Lahab sekali hingga nasi ditambah beberapa kali.
"apa masakan ku seenak itu"soal Cheng Lei yang merasa Senang sendiri saat melauhat isterinya begitu menyukai masakannya hingga nasib di tambah beberapa kali.
"iya..enak itu enak kerna enggak perlu aku masak kali"jelas Bai Qing makan dengan begitu santai dan nikmat dapat hidup santai seperti ini sangat menyenangkan.
Bersambung...
please Like dan komentar Author ya Tunggu di next chapter ya guys Makasih semua (*´ω`*)