NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Fan Yang Jenius

Reinkarnasi Fan Yang Jenius

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Anak Genius
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bahari

Dikhianati saudari angkatnya sendiri, Su Fan — sang jenius fana pemegang rahasia Sembilan Dao Hukum Tertinggi memilih mati daripada menyerah. Namun, maut justru menjadi pintu reinkarnasi. Ia terbangun di tubuh pemuda bernama Li Fan di alam fana yang terpencil.
Ironisnya, Li Fan hanyalah pemuda biasa dengan akar spiritual normal. Bagi orang lain, itu hal biasa. Tapi bagi Su Fan yang dulu terkutuk 10.000 akar spiritual, tubuh ini adalah anugerah termurni untuk mulai berkultivasi. Berbekal wawasan hukum tertinggi dan pengetahuannya yang melimpah, Li Fan memulai pendakian berdarah dari titik nol.
“Surga sebelumnya tidak adil bagiku. Tapi sekarang, Aku sendiri yang mengadili Surga!”

Dari manusia fana yang dianggap sampah hingga menjadi penguasa hukum yang menggetarkan semesta. Inilah kisah perjalanan Su Fan ditubuh Li Fan untuk pendakian menuju puncak agung yang mustahil. Sang jenius yang dulu terbelenggu, kini telah lepas dari rantai takdirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengajari Naga Cara Terbang

Perjalanan menuju Sekte Awan Azure memakan waktu lima hari penuh. Kereta kuda yang ditarik oleh dua ekor kuda bertanduk tunggal itu terus membelah jalanan tanah yang berdebu. Di dalam kereta, suasana tidak lagi dipenuhi ketegangan seperti saat pertama kali kesepakatan itu dibuat, melainkan digantikan oleh sesi latihan yang sangat padat dan tidak biasa.

Li Fan duduk bersila di atas bantalan sutra yang empuk. Di hadapannya, Guan Lao Da dan Lu Lao San bergantian memberikan instruksi dengan wajah serius. Mereka sedang menempa seorang bocah desa biasa menjadi seorang pemuda bangsawan yang angkuh dalam waktu kurang dari sepekan.

“Dengar baik-baik, Nak. Mulai detik ini, namamu bukan lagi Li Fan. Namamu adalah Ma Liang, putra kesayangan dari Pemimpin Klan Ma di Provinsi Hebei,” ucap Guan Lao Da dengan nada tegas yang tidak menerima bantahan. “Klan Ma adalah keluarga kultivator fana yang kaya raya. Kau tumbuh dengan segala kemewahan. Kau tidak pernah kelaparan, kau tidak pernah bekerja keras, dan yang paling penting, kau menganggap nyawa orang biasa tidak lebih berharga dari rumput liar.”

Lu Lao San menimpali sambil mengelus gagang pedangnya. “Tuan muda Ma Liang yang asli memiliki temperamen yang buruk. Dia sombong, mudah marah, dan sangat suka memerintah. Tapi ingat satu hal ini, di balik semua keangkuhan itu, dia sebenarnya adalah seorang pengecut yang takut mati. Kau tidak boleh terlihat terlalu pemberani atau terlalu bijak. Jika kau menunjukkan tatapan tajam dan perhitungan cerdas seperti yang kau tunjukkan pada kami sebelumnya, orang-orang sekte akan curiga.”

Li Fan mendengarkan semua instruksi itu dengan wajah datar, namun di dalam hatinya ia tertawa geli.

‘Di Alam Dewa, aku adalah Su Fan, putra dari seorang Dao Ancestor yang agung. Aku telah melihat jutaan tuan muda dari berbagai ras kosmik, mulai dari pangeran naga surgawi hingga pewaris kaisar abadi. Mengajariku cara menjadi seorang tuan muda yang angkuh sama saja seperti mengajari seekor naga cara terbang,’ batin Li Fan penuh geli.

Tentu saja, Li Fan tidak akan menyuarakan isi hatinya. Ia hanya mengangguk pelan. “Jadi, aku harus bersikap seperti orang bodoh yang sombong, memandang rendah semua orang, tapi akan bersembunyi di belakang pelindungku jika ada bahaya?”

“Tepat sekali!” seru Guan Lao Da sambil menepuk pahanya. “Kau juga harus mengubah cara bicaramu. Jangan memanggil kami dengan sebutan 'Tuan' atau 'Paman'. Kau harus memanggil kami dengan nama kami secara langsung, atau sekadar memanggil kami 'Pelayan Tua'. Nada suaramu harus berat karena gengsi, bukan karena rasa hormat.”

Lu Lao San mengangguk setuju. “Dan untuk temanmu ini,” Lu Lao San menunjuk ke arah Jin Tianyu yang duduk diam di sudut kereta. “Dia akan menyamar sebagai pelayan pribadimu. Klan Ma memang mengirimkan seorang pelayan muda untuk menemani tuan muda mereka hingga ke gerbang sekte. Namanya adalah A-Gou. Temanmu harus bersikap menunduk, penakut, dan selalu membenarkan apapun yang kau katakan.”

Jin Tianyu menelan ludah. Ia menatap Li Fan dengan perasaan campur aduk. “Aku harus menjadi pelayanmu, Li Fan? Maksudku, Tuan Muda Ma?”

Li Fan tersenyum tipis ke arah sahabatnya. “Hanya untuk sementara waktu, Tianyu. Begitu kita masuk ke dalam sekte dan upacara penerimaan dimulai, kita berdua akan bersaing dengan kekuatan kita sendiri. Bertahanlah sedikit lagi.”

Guan Lao Da menyilangkan tangannya di dada. “Baiklah, mari kita lihat hasil latihanmu. Tunjukkan padaku bagaimana kau akan menegurku jika aku tanpa sengaja menumpahkan teh ke sepatumu.”

Li Fan memejamkan matanya sejenak. Ketika kelopak matanya kembali terbuka, seluruh atmosfer di dalam kereta kuda itu berubah drastis.

Mata Li Fan yang sebelumnya tenang dan dalam, kini berubah menjadi tatapan tajam yang penuh dengan rasa jijik dan superioritas. Postur tubuhnya yang tegak lurus sedikit merosot, menampilkan gaya duduk acuh tak acuh namun penuh dominasi. Dagunya terangkat tinggi, memandang Guan Lao Da seolah pria kekar itu hanyalah setumpuk kotoran di pinggir jalan.

“Pelayan Tua Guan,” desis Li Fan dengan nada suara yang lambat, berat, dan dipenuhi racun keangkuhan. “Apakah matamu sudah buta? Sepatu sutra emas ini harganya seratus keping perak, dan kau dengan ceroboh menodainya dengan air kotor itu? Jika kita tidak sedang berada di luar kediaman, aku pasti sudah memerintahkan penjaga untuk memotong kedua tanganmu dan melemparkannya ke kandang anjing!”

Li Fan mendengus kasar, lalu memalingkan wajahnya dengan gaya jijik yang sangat natural. “Bersihkan sekarang juga. Gunakan jubahmu. Jangan buat aku mengulanginya dua kali, anjing tua.”

Hening.

Kereta kuda itu hanya menyisakan suara derik roda kayu yang beradu dengan batu jalanan.

Guan Lao Da dan Lu Lao San terpaku di tempat mereka duduk. Mulut Lu Lao San sedikit terbuka, sementara dahi Guan Lao Da dipenuhi keringat dingin. Selama beberapa detik, mereka benar-benar merasa sedang berhadapan dengan Tuan Muda Ma Liang yang asli, bahkan aura keangkuhan anak ini terasa jauh lebih menekan dan menakutkan daripada yang asli.

“Sempurna,” gumam Guan Lao Da dengan suara serak. Ia menelan ludah, mencoba menghilangkan rasa gugup yang tiba-tiba menyergapnya. “Itu... itu benar-benar luar biasa. Kau seperti terlahir untuk menjadi anak bangsawan yang jahat, Nak.”

Jin Tianyu yang melihat perubahan drastis itu bahkan sampai merinding. Ia mengenal Li Fan sebagai bocah desa yang pendiam, namun sosok di hadapannya saat ini benar-benar tampak seperti monster kecil yang terbiasa menginjak-injak kehidupan manusia lain.

Li Fan segera melepaskan peran itu dan kembali memasang wajah tenangnya yang biasa. “Hanya sedikit permainan peran. Kalian tidak perlu terkejut. Selama kalian menyiapkan pakaian dan lambang klan yang tepat, tidak akan ada satu orang pun di Sekte Awan Azure yang meragukan identitasku.”

Lu Lao San tersenyum lebar, merasa beban berat akhirnya terangkat dari pundaknya. “Dengan kemampuan aktingmu, kita pasti akan selamat. Pemimpin Klan tidak akan pernah tahu bahwa putra kandungnya telah membusuk di dalam lubang tanah.”

Hari berganti hari, dan proses pembentukan karakter itu terus berlanjut. Li Fan mempelajari nama-nama tetua Klan Ma, sejarah singkat klan mereka, hingga cara berjalan dan cara memegang kipas lipat khas seorang bangsawan. Jin Tianyu juga diajari bagaimana cara membungkuk yang benar dan cara melayani Li Fan tanpa terlihat canggung.

Pada hari kelima, udara di sekitar mereka mulai berubah. Hawa panas dari dataran rendah perlahan digantikan oleh hembusan angin sejuk yang membawa aroma pinus dan energi spiritual yang tipis.

“Kita sudah sampai,” ucap Guan Lao Da sambil membuka tirai jendela kereta.

Li Fan dan Jin Tianyu mengintip dari balik tirai. Di kejauhan, menembus lautan awan putih yang tebal, menjulang sebuah gunung raksasa yang puncaknya seolah menembus langit. Pegunungan itu diselimuti kabut mistis yang memancarkan cahaya kebiruan di bawah sinar matahari pagi. Burung-burung bangau putih raksasa tampak terbang melingkari puncak gunung, sementara air terjun yang turun dari tebing-tebing tinggi terlihat seperti pita perak yang berkilauan.

Bagi Jin Tianyu, pemandangan itu adalah keajaiban dewa yang membuat napasnya tertahan. Namun bagi Li Fan, meskipun ia mengakui keindahannya, energi spiritual di tempat ini masih terlalu tipis jika dibandingkan dengan taman belakang kediamannya di Alam Dewa.

Kereta kuda akhirnya berhenti di sebuah alun-alun batu yang sangat luas di kaki gunung. Tempat itu sudah dipenuhi oleh ratusan kereta kuda mewah lainnya dan ribuan anak muda yang diantar oleh pengawal atau keluarga mereka. Semuanya berkumpul untuk satu tujuan yang sama: mencoba peruntungan untuk melangkah ke jalan keabadian.

Guan Lao Da dan Lu Lao San turun lebih dulu. Mereka membuka pintu kereta dan membungkuk dengan hormat.

“Silakan turun, Tuan Muda Ma Liang,” ucap Guan Lao Da dengan suara yang cukup keras agar terdengar oleh orang-orang di sekitarnya.

Li Fan melangkah keluar. Ia mengenakan jubah sutra biru muda dengan sulaman benang emas bermotif harimau awan. Rambutnya diikat rapi dengan jepit giok mahal, dan di tangannya terdapat sebuah kipas lipat bercorak kaligrafi kuno. Wajahnya memancarkan keangkuhan absolut, dagunya sedikit terangkat, dan matanya memandang kerumunan orang di alun-alun itu seperti memandang sekumpulan semut yang menjijikkan.

Di belakangnya, Jin Tianyu turun dengan kepala menunduk dalam-dalam, membawa bungkusan perbekalan di punggungnya, memainkan peran sebagai A-Gou sang pelayan miskin dengan sangat sempurna.

“Apakah ini Sekte Awan Azure yang dibanggakan oleh ayahku itu?” Li Fan bersuara, nada merendahkan sengaja ia tekan dalam setiap kata. “Bahkan gerbangnya terlihat sangat kuno dan kotor. Pelayan tua, cepat cari penatua penerimaan. Aku tidak ingin berlama-lama menghirup udara yang sama dengan rakyat jelata ini.”

Beberapa anak muda dari klan lain yang mendengar ucapan itu langsung menatap Li Fan dengan penuh kemarahan. Namun, melihat dua pendekar kuat yang berdiri di sisinya serta pakaian mewahnya, mereka hanya berani mendengus dan mengalihkan pandangan.

Guan Lao Da tersenyum dalam hati melihat betapa sempurnanya akting Li Fan. Ia segera melangkah maju menuju sebuah paviliun pendaftaran di mana beberapa pria berjubah biru langit dengan lambang awan di dada mereka sedang duduk memeriksa dokumen.

“Mari kita selesaikan serah terima ini, Tuan Muda. Gerbang menuju keabadian sudah terbuka lebar untuk Anda,” bisik Guan Lao Da pelan saat ia memimpin jalan.

Li Fan mengepakkan kipas lipatnya dengan satu gerakan elegan. Matanya menatap tajam ke arah ribuan anak tangga batu yang membentang menembus awan menuju puncak sekte.

1
dinozzo
tokoh yg menggemparkan dunia, dapat menghancurkan musuh yg menghalangi jalannya dan membalas kembalikan dengan kebaikan.
Jojo Shua
gasss
Jojo Shua
🔥👍
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
👍
Jojo Shua
🔥
RisOne Harahap
mantap,lanjut,thor
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
Hasss 🔥
Dian Pravita Sari
gak TST lagi smjong
Dian Pravita Sari
memang novelmtoon gal kompeten dikelilingi prketks yg makan gaji buta semua depstyrmrnnys lah
Bahari: gk ngerti ngomong apa ka🙏
total 1 replies
Jojo Shua
👍
RisOne Harahap: joss,lanjut jangan kasih kendor
total 1 replies
Jojo Shua
Menghibur....
Cerdas...
Lucu...
Bahari: Xie xie🤭
total 1 replies
gempi
j
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!