NovelToon NovelToon
THE TYCOON'S BITTER REVENGE

THE TYCOON'S BITTER REVENGE

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: caxhaaesthetic

Empat tahun lalu, Flaire Nathasha menghilang setelah melahirkan secara rahasia, meninggalkan Jaydane Shelby dengan luka pengkhianatan dan seorang putra balita bernama Jorden. Jaydane, sang penguasa bisnis sekaligus mafia, membesarkan Jorden dengan kebencian mendalam, mengira Flaire membuang anak mereka demi kebebasan dan karier.

Kini, Flaire kembali ke Jerman sebagai CEO Fernandez yang memukau dengan julukan "Queen of Lens". Kecantikannya yang tak tertandingi membuat Aurora, tunangan Jaydane, merasa terancam dan mulai menggali identitas ibu kandung Jorden yang misterius.

Jaydane yang dibutakan dendam mulai menghancurkan bisnis Flaire untuk memaksanya berlutut. Namun, di balik lensa kontak yang selalu menutupi warna mata aslinya, Flaire menyimpan luka trauma masa lalu difakta bahwa ia adalah korban pengasingan paksa keluarganya dan sama sekali tidak tahu bahwa bayinya masih hidup di tangan pria yang kini mencoba menghancurkannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon caxhaaesthetic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TURBULENSI GAIRAH DI ATAS AWAN

Jaydane berdiri, membiarkan jubah mandinya sedikit terbuka memperlihatkan dada bidangnya yang penuh bekas kuku Flaire sebuah tanda "balasan" yang tidak kalah intimidasi.

"Ayo, Nyonya Shelby. Jangan sampai 'piton'-ku lapar lagi karena kau terlalu lama di bawah selimut," bisik Jaydane saat melewati telinga Flaire, membuat Flaire melempar bantal ke arah punggung suaminya yang tertawa puas.

***

Jet pribadi Gulfstream milik keluarga Shelby membelah awan menuju Pegunungan Alpen, Swiss. Di kabin utama yang kedap suara, Jorden akhirnya menyerah pada rasa kantuknya setelah lelah bermain video game. Bocah itu tertidur lelap di sofa beludru panjang, diselimuti oleh pramugari pribadi yang kemudian diperintahkan Jaydane untuk keluar dan menutup pintu sekat kabin.

Jaydane melirik istrinya yang sedang menyesap segelas champagne sambil menatap pemandangan langit dari jendela kristal. Gaun sutra pendek yang dikenakan Flaire tersingkap sedikit, memamerkan paha sintalnya yang masih memiliki bekas kemerahan dari "latihan" pagi tadi.

"Jorden sudah tidur," bisik Jaydane, suaranya rendah dan serak, mengirimkan getaran elektrik ke tulang belakang Flaire.

Tanpa menunggu jawaban, Jaydane menarik tangan Flaire dan membawanya ke kamar tidur utama di bagian belakang jet. Kamar itu adalah definisi kemewahan: ranjang ukuran king dengan seprai sutra abu-abu dan pencahayaan temaram yang dramatis.

"Jay, kita sedang di atas pesawat... bagaimana kalau ada turbulensi?" Flaire mencoba protes lemah, meski tubuhnya sudah berkhianat dengan memanas saat tangan Jaydane mulai menelusup ke balik gaunnya.

"Aku adalah turbulensimu, Little Bird," sahut Jaydane dingin namun penuh gairah.

Ia merebahkan Flaire di atas ranjang dengan posisi menyamping. Jaydane berbaring di belakangnya, memeluk tubuh hourglass Flaire dari belakang hingga dada sintal istrinya tertekan sempurna. Ia mengangkat satu kaki jenjang Flaire, melingkarkannya di pinggang kekarnya, menciptakan akses yang sangat terbuka dan intim.

Tanpa basa-basi, Jaydane yang sudah membebaskan "piton jumbo"-nya yang menegang kuat kembali menghujam masuk dari samping.

"AAHHH... JAY!"

Flaire mendesah kencang, suaranya tertahan oleh bantal sutra. Posisi menyamping ini memberikan sensasi yang berbeda; setiap dorongan Jaydane terasa jauh lebih dalam, menyentuh titik paling sensitif yang membuatnya hampir kehilangan kesadaran.

Jaydane mencengkeram pinggul sintalnya, menariknya lebih dekat agar setiap inci senjatanya meresap ke dalam kehangatan Flaire.

"Sshh... desah namaku, Flaire. Jangan tahan suaramu," perintah Jaydane, bibirnya menggigit kecil bahu Flaire yang putih bening.

"Jay... ahh! Kau... kau benar-benar tidak... hnggh... membiarkanku bernapas!" Flaire merengek di sela desahannya yang memburu.

Getaran mesin pesawat yang halus seolah menambah sensasi liar di antara keduanya.

Jaydane mempercepat temponya. Ia bergerak dengan ritme yang stabil namun menghancurkan. Tangannya yang bebas merayap ke depan, meremas payudara sintal Flaire yang bergoyang mengikuti irama tumbukan mereka. Posisi ini memungkinkannya untuk menciumi tengkuk dan punggung Flaire sambil terus memberikan serangan yang membuat istrinya itu gemetar hebat.

Di atas ketinggian 30.000 kaki, di bawah pengawasan pilot yang tidak tahu apa yang terjadi di kabin belakang, sang Raja Mafia menuntaskan "ronde keenam"-nya dengan ledakan yang luar biasa. Ia membenamkan wajahnya di rambut pirang Flaire, menggeram puas saat merasakan denyutan nikmat yang menjalar dari rahim istrinya.

Jet pribadi itu berguncang pelan karena turbulensi ringan, namun gairah di dalam kamar utama justru semakin memuncak. Belum puas dengan posisi menyamping yang membuat Flaire lemas, Jaydane menarik tubuh istrinya untuk duduk di atas pangkuannya.

Ia membimbing Flaire untuk melakukan Posisi Lotus. Flaire duduk menghadap Jaydane, melingkarkan kaki jenjangnya yang sintal erat-erat di pinggang kekar suaminya, sementara lengan mungilnya merangkul leher Jaydane dengan posesif.

Dalam posisi ini, tubuh mereka menyatu tanpa celah. Dada sintal Flaire yang padat menekan bidang dada Jaydane yang keras, menciptakan gesekan kulit ke kulit yang membakar syaraf.

1
Ashlee Qirana
mudah difahami
𝐅𝐋𝐎𝐑𝐘𝐍 아몬
LANJUTKAN THORRRRR!!!!! /Hunger/
𝐅𝐋𝐎𝐑𝐘𝐍 아몬
lanjutin thorrr cinta /Applaud//Kiss/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!