Lanjutan dari "Pesona Si Kembar (Ada Cerita Di Balik Gerbang Sekolah)"
Rachel dan Ronand menapaki jenjang pendidikan kuliah. Jurusan yang mereka ambil pun berbeda. Ronand dengan sifat serius dan sikap misteriusnya membuat banyak orang penasaran. Sedangkan Rachel, dengan gaya selengekannya namun selalu mencengangkan tentang prestasinya.
Di balik gerbang kampus, mereka mengukir cerita yang baru. Dimulai dari kekeluargaan, persahabatan, dan percintaan yang rumit. Semua akan menjadi satu padu dalam cerita ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Senjata Baru
"Ada orang yang ingin mengincar Achel," ucap Ronand pada seorang pemuda yang tengah mengotak-atik laptopnya di sampingnya. Pemuda di sampingnya itu tidak lain adalah Lucky, sedang mengerjakan pekerjaan dari Ronand.
"Sudah tahu," jawab Lucky dengan santainya.
Kini Ronand dan Lucky berada di sebuah rumah kecil untuk mendiskusikan tentang pekerjaan. Lucky sudah mengetahui apa yang terjadi dengan Rachel dan Susan kemarin. Tanpa sepengetahuan Rachel, ia selalu memata-matai kekasihnya itu. Tentu saja dengan membeli CCTV berjalan yang dibuat oleh Ronand. Awalnya Ronand tidak memperjualbelikan alat-alat khususnya itu, namun Lucky memaksa. Bahkan beberapa kali Ronand mencurigai Lucky bahwa dia menggunakan alatnya itu untuk mengintip Rachel di kamar mandi.
"Sudah aku beri peringatan sedikit di perusahaan kecilnya itu. Aku harap sih dia bisa tahu diri dan berhenti mendekati Rachel juga Susan," ucap Lucky dengan santainya.
"Peringatan seperti apa?" tanya Ronand membuat Lucky segera mengubah posisi laptopnya. Ronand melihat layar laptop itu kemudian menggelengkan kepalanya.
"Terlalu kekanakan dan lebay. Yang namanya orang suka atau penasaran, pasti akan tetap mengejar walaupun cewek itu punya kekasih." sindir Ronand membuat Lucky mendengus sebal. Ronand seperti tengah meremehkannya.
"Nggak dong. Nanti kalau dia semakin berani menunjukkan taringnya, jangan harap aku akan diam dan lebay. Mungkin dengan sedikit uji coba senjata baru, cukup lah." ucap Lucky membela diri.
Dalam layar laptop itu menampilkan satu data proyek kerjasama milik perusahaan Arjuna yang disabotase oleh Lucky. Jika file itu dibuka, maka akan muncul tulisan yang dibuat oleh Lucky.
"Jangan pernah ganggu Baby Rachel dan Susan. Jika masih mengulanginya, data file kerjasama perusahaan ini akan musnah dari laptop anda. Beserta pemutusan kontrak kerjasama. Jadi mundur lah dan berhenti kepo tentang urusan orang, sebelum perusahaan kecilmu ini runtuh. Dari ayangnya Rachel dan calon suaminya Susan,"
Bagi Ronand, peringatan itu seperti untuk anak kecil. Seharusnya Lucky bisa menurunkan harga saham perusahaan itu agar goyah dan mengalami kerugian besar. Sedangkan untuk sabotase data kerjasama ini terlalu mudah sebagai peringatan. Namun Lucky punya cara sendiri untuk menyelesaikan ini. Apalagi sudah menyangkut tentang Rachel. Jika nanti masih berani, dia akan berbuat lebih kejam.
"Terserah kamu saja,"
"Kamu kemarin bertemu dengan Opa di laboratorium? Apa yang Opa bilang?" tanya Ronand mengalihkan pembicaraan.
"Iya. Opa ngomel-ngomel karena kita bisa keluar masuk lab dengan mudah padahal udah digembok. Terus kemarin ada bahan bubuk langka yang aku habiskan untuk membuat senjata baru. Opa juga bilang kalau senjata buatan kita aneh-aneh semua," jawab Lucky sambil cengengesan tanpa merasa bersalah sama sekali.
"Senjata baru? Apa itu? Bayar lho, enak aja main ambil bahan-bahan langka di sana." seru Ronand yang langsung menagih pembayaran pembuatan senjata baru oleh Lucky. Pasalnya senjata baru itu bukan atas suruhannya.
"Rahasia. Nanti akan aku uji coba buat orang yang julid biar bibirnya mingkem," ucap Lucky dengan santainya.
"Soal biaya penggunaan bahan baku, aku bayar cicil. Maklum... Gaji dari bosnya suka ngadat kalau menjelang hari raya begini," lanjutnya membuat Ronand memelototkan matanya.
Dugh...
Awwww...
Ngadat mata kau,
Ronand bukan tak tahu maksud dari Lucky. Ia yakin kalau Lucky itu tengah menyindirnya agar segera mencairkan gajinya. Padahal ia akan mencairkan gaji Lucky jika laki-laki itu sudah menyelesaikan semua pekerjaannya. Tapi Lucky adalah orang yang tidak sabaran karena pekerjaan pemberian Ronand itu sangat lah banyak. Setiap kali satu pekerjaan selesai, ditambah lagi.
Pekerjaanmu belum selesai, tidak ada gaji.
Bagaimana caranya semua pekerjaan selesai kalau kamu tambahin terus, ha?
Sampai jari dan otak ini keriting, nggak bakalan selesai. Dasar bos otoriter,
Bodo amat,
Gimana kalau aku sadap saja itu rekeningmu dan ambil gaji sendiri?
Silahkan kalau bisa,
Atau malah nanti rekeningmu yang akan terkuras dan masuk ke tempatku,
Sial...
***
"Rachel, susu punya Mika kamu taruh mana? Bukannya kamu kemarin habis beli satu kaleng ya," tanya Mama Martha pada Rachel yang tengah duduk santai di ruang keluarga bersama Mika.
Mika ingin susu dan Mama Martha hendak membuatnya. Namun Mama Martha tidak menemukan susu kaleng yang kemarin dibeli oleh Rachel. Bisa tantrum cicitnya itu kalau sampai malam ini tidak minum susu dulu sebelum tidur.
"Diminum kucing, Nenek gayung. Achel kasihkan kucing kelaparan tadi," jawab Rachel dengan santainya membuat Mika menegakkan kepalanya. Bahkan Mama Martha langsung memelototkan matanya.
"Meong? Onty boncel ini gimana sih? Itu susu khusus manusia lho, masa dikasihkan meong." seru Mika tak terima dengan ucapan Rachel.
"Sama saja. Kucingnya juga tahu kali kalau susu punyamu itu mahal. Makanya dia doyan susu punyamu dibandingkan milik kucingnya sendiri," ucap Rachel tanpa merasa bersalah sama sekali.
Huaaaa...
"Tapi ya ndak pakai susu Mika juga dong, Onty boncel. Mika juga butuh susu tahu. Kaciannya ini pelut Mika, ndak ada masuk susu." ucap Mika yang langsung menangis.
"Habisnya kasihan lho kucingnya kelaparan. Dia nggak punya susu sendiri, jadi Onty kasihkan punyamu deh." ucap Rachel sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
Nanti kalau kucingnya mati kelaparan, kan kasihan.
Emangnya kalau Mika mati kelapalan, Onty boncel ndak kasihan?
Ndak...
Eh...
Huaaaa...
Rachel, astaga.
Mama Martha yang mendengar perdebatan keduanya hanya bisa menghela nafasnya kasar. Bisa-bisanya saat malam hari begini, Rachel berbuat ulah dan membuat Mika menangis. Jika harus keluar membeli susu, kasihan juga pada maid atau penjaga rumah karena di luar sedang hujan deras. Namun jika tak ada susu, Mika akan semakin tantrum.
Rachel merasa bersalah melihat raut wajah Mika. Wajahnya basah dengan air mata dan matanya pun memerah. Salahnya juga tadi malah membuatkan susu untuk kucing liar yang berada di halaman rumahnya. Entah darimana jiwa sosial dan empati itu berasal sehingga Rachel mau membuatkan susu untuk kucing yang jumlahnya lebih dari dua.
"Besok Onty belikan susunya 10 kaleng deh, gratis. Nggak pakai jatah uang bulanan dari Mamamu," ucap Rachel sambil meringis pelan.
"Mika juga punya uang sendili buat beli susu. Ndak usah pakai uangnya Onty yang cuma tinggal lecehan itu," ucap Mika dengan tatapan sinisnya.
"Pala donatul Mika belum tutup," lanjutnya seakan menyombongkan dirinya bahwa para pengisi saldo rekeningnya masih banyak.
Sombong,
Recehan darimananya coba? Aku ini juga kaya,
Kaya onyet,
Dih... Kalau gitu kamu juga...
Plincess,
Preettt...
Ini nasib susu Mika bagaimana?
Udah itu minta susunya Nenek gayung aja,
Ngawur kamu, Rachel. Udah nggak keluar,
Emangnya nenet dayung punya susu?
Eh...
********************
Maaf sering telat update 🙏
Entah kenapa ramadhan tahun ini tuh badan kaya lemas banget. Cuaca juga berubah-ubah 😬
Stay healthy, all friends 🙏