Suaminya berkhianat, anaknya di tukar dan dihabisii. Selama lima tahun dia merawat anak suami dan selingkuhannya yang bahkan tinggal satu atap dengannya berkedok sebagai pengasuh.
Bahkan dirinya diracuni oleh pelayan kepercayaannya. Ratih, berakhir begitu tragis. Dia pikir dia adalah wanita paling malang di dunia.
Namun nasib berkata lain. Ketika dia membuka mata, dia berada tepat dimana dia akan melahirkan.
Saat itu Ratih bersumpah, dia akan membalas suaminya yang brengsekk itu. Dia akan mengambil bunga dari setiap perbuatan suami dan semua yang telah menyakitinya dan anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15. Kambing Hitam
"Nyonya..."
Bibi Erma datang bersama dengan Sarah ke hadapan Ratih. Ratih masih terlihat acuh. Ia tampak enggan menoleh meski bibi Erma menyapanya.
Brukk
Bibi Erma langsung mendorong sedikit anaknya. Sampai Sarah jatuh berlutut di dekat Ratih.
"Nyonya, saya sungguh tidak tahu bagaimana kotak perhiasan itu ada di kamar saya, nyonya. Saya mana berani melanggar perintah nyonya. Nyonya meminta saya tidak masuk ke dalam rumah utama, selama itu pun saya tidak pernah masuk ke rumah utama, nyonya. Sungguh, saya tidak tahu bagaimana caranya kotak itu ada di kamar saya, tolong percaya pada saya nyonya!"
Sarah sudah memohon dengan berderai air mata. Sarah menoleh ke arah ibunya.
Bibi Erma juga berlutut di depan Ratih.
Brukk
"Nyonya, saya sudah bekerja belasan tahun di sini. Saya juga kenal baik dengan Sarah, nyonya. Dia anak yang rajin, dia tidak mungkin mencuri. Pasti ada yang menjebak Sarah, nyonya!"
Ratih segera melirik tajam ke arah wanita paruh baya yang selalu mengaku dirinya setia selama belasan tahun bekerja pada Ratih itu. Wanita itu jelas-jelas adalah wanita jahat yang sejak dulu ingin menguasai harta Ratih. Buktinya, beberapa barang berharga di gudang bahkan sudah berpindah ke kamarnya.
"Bibi sebelumnya bilang apa padaku? bibi sendiri yang mengatakannya, aku harap bibi tidak lupa. Bibi bilang 'harta bisa merubah seseorang, jika menyangkut barang berharga, manusia bisa berubah' bibi ingat kan? ketika aku mengatakan bibi Asih tidak mungkin mencuri, karena dia berasal dari yayasan yang bisa menjaminnya. Bibi mengatakan, siapapun akan bisa berubah kalau di depan mata mereka ada barang berharga. Bukankah, termasuk Sarah?" Tanya Ratih.
Ratih sungguh hanya menyalin dan sedikit lebih menekankan setiap pernyataan yang dikatakan oleh bibi Erma, padanya.
Wajah Bibi Erma seketika menegang. Kedua matanya membesar, bukan karena terkejut semata, tapi karena rasa takut yang tiba-tiba merayap naik ke tenggorokannya.
Bibirnya terbuka tipis, lalu segera terkatup, seolah menelan kata-kata yang hampir lolos. Tatapannya melesat cepat ke arah Sarah, singkat, sebelum kembali beralih ke Ratih dengan senyum kaku yang dipaksakan.
Jemarinya saling menggenggam di depan perut, meremas gelisah ujung kain bajunya. Keningnya berkerut halus, bukan tanda marah, melainkan tanda pikirannya berlari ke segala arah, mencari celah untuk memperbaiki keadaan.
Ratih bisa melihat itu. Tentu saja Ratih tidak sabar menambahkan arang di bara apa itu.
"Bibi Erma kenapa diam saja? jelaskan!"
"A...anu, Nyonya. Mungkin ada salah paham, tapi Sarah tidak mungkin mencuri nyonya!"
ucapnya akhirnya, suara yang biasanya lantang kini terdengar lebih lembut dan goyah. Ada nada memohon yang tak ia sadari.
Sorot matanya tak lagi setegas tadi, saat dia menuduh bibi Asih. Di balik kegugupan itu, terlihat jelas usaha keras seorang ibu yang sedang mati-matian membela anaknya, takut Sarah kehilangan pekerjaan, takut kebenaran menyeret mereka berdua jatuh. Dan pada akhirnya mereka tidak akan bisa mendapatkan apa yang sudah mereka rencanakan selama ini.
Ia menelan ludah, memaksakan senyum kecil. Namun kegelisahan di matanya tak bisa berbohong, Bibi Erma sedang panik, dan di saat yang sama, sibuk menyusun cara agar Sarah tetap selamat.
"Menurutmu, siapa yang bisa menjebak Sarah? dia baru bekerja di sini kan? apa mungkin, bibi akan menuduh salah satu satpam, atau bahkan tukang kebun yang bahkan tidak pernah masuk rumah utama?" tanya Ratih.
Bibi Erma sungguh bingung mau bicara apa lagi.
'Mana si Fandi ini? lama sekali. Aku sungguh tak tahu harus bicara apa lagi?' batin bibi Erma sangat gelisah.
"Nyonya, aku sungguh tidak tahu bagaimana. Tapi nyonya, aku..."
"Sayang, ada apa ini?"
Ratih menoleh ke arah sumber suara yang berasal dari pria yang saat ini begitu terburu-buru menghampirinya.
Di saat yang sama bibi Erma tampak menghela nafas lega. Sedangkan Sarah masih terus menangis. Yang dia pikirkan hanyalah, bagaimana kalau dia dipecat, maka dia tidak akan bisa bertemu Rafa, yang dia pikir adalah anak kandungnya. Dan tadi memang bibi Erma menyuruh Sarah untuk jangan banyak bicara, pokoknya bibi Erma meminta anaknya itu menangis saja yang banyak.
"Sayang ada apa..."
Fandi baru mau memeluk Ratih. Tapi, Ratih dengan cepat menepis tangan Fandi dan menghindari Fandi.
"Mas, kamu kenapa tiba-tiba pulang?" tanya Ratih.
"Sayang, kamu tahu tidak? ternyata satpam kita, satpam yang sudah bekerja tiga tahun lebih dengan kita. Si Joni di tanggap polisi!"
Bibi Erma dan Sarah juga terkejut mendengar itu. Mereka punya hubungan yang cukup baik dengan Joni. Karena berasal dari satu kampung, dan yang memberi pekerjaan pada Joni adalah bibi Erma. Tujuannya tentu saja untuk mempermudah apa yang mereka lakukan di rumah Ratih. Juga menambah orang mereka di sekitar Ratih.
Ratih sebenarnya sudah tahu itu dari pagi. Dari Ben. Tapi, dia tidak tahu kalau Fandi akan dapat kabar itu secepat ini.
"Mas tahu darimana?" tanya Ratih.
"Pengacara Markus yang menelepon. Aku panik, makanya aku langsung pulang. Apa ada yang terjadi di rumah? siapa sangka dia serakus itu, dia mencuri emas di rumah orang kaya semalam!"
Bibi Erma yang melihat ada celah untuk menyelamatkan Sarah. Segera berbicara.
"Nyonya! pasti yang menjebak Sarah juga adalah satpam Joni!"
Ratih mengalihkan perhatiannya pada bibi Erma. Sepertinya mereka sudah dapat kambing hitam.
Ratih juga lupa, kalau pengacara Markus juga adalah orang mereka. Dia harus pikirkan juga, bagaimana menyingkirkan pengacara itu dari haknya menjadi pengacara keluarga dan perusahaan Ratih. Salahnya juga, memberikan surat kuasa tanpa batas waktu. Tapi, itu karena dia dulu butaa akan cinta Fandi.
"Bibi Erma, ada apa? Sarah di jebak? di jebak bagaimana?" tanya Fandi yang mencoba bertingkah tidak tahu apa-apa di depan Ratih.
Ratih menghela nafas panjang. Dia tahu suaminya bersandiwara. Tapi belum waktunya mengungkapkan semuanya. Dia akan kembali menemani semua orang di depannya itu bersandiwara.
"Mas, tadi bibi Erma menemukan kalau perhiasanku hilang. Aku bahkan tidak menyadarinya. Awalnya bibi Erma menuduh bibi Asih. Tapi tidak ada bukti. Malah perhiasan itu di temukan di kamar Sarah!"
"Oh begitu! kalau begitu, ini sudah pasti ulah satpam Joni itu sayang!"
"Kenapa dia ingin menjebak Sarah?" tanya Ratih.
"Nyonya, saya kan dulu selalu baik sama satpam Joni. Sekarang ada Sarah lagi, dia mungkin tidak senang!" sahut bibi Erma memberikan alasan yang terdengar begitu masuk akal.
Ratih yang memang tidak ingin Sarah berakhir di pecat. Menganggukkan kepalanya.
"Bisa jadi..."
"Iya sayang, bisa jadi!" tambah Fandi.
"Baiklah, kalau begitu aku tidak akan memecat Sarah. Tapi aku akan pasang kamera pengawas di depan kamarnya. Dan dia, benar-benar tidak boleh masuk ke rumah utama, apalagi ke kamarku!"
"Baik nyonya, saya akan jamin dia tidak masuk rumah utama atau kamar nyonya" kata bibi Erma, "Sarah, katakan terima kasih pada nyonya!"
Sarah sebenarnya terlihat enggan. Tapi dia tetap mengatakan apa yang diperintahkan bibi Erma.
"Terima kasih banyak nyonya"
Ratih berdiri.
"Sudahlah, sekarang pergilah!" kata Ratih yang juga cukup puas dengan semua ini. Tujuannya memang bukan ingin memecat Sarah. Tapi ingin membuat Sarah, bibi Erma dan Fandi tahu diri.
***
Bersambung...
biar Sarah jadi gila 🤣
Bahwa Rafa dan Ben banyak banget kemiripannya..
Perlu di selikidiki nih fakta kebenarannya..
Kalau perlu, Rafa & Ben melakukan tes DNA..
Untuk mengungkapkan fakta yg sebenarnya..
Bahwa malam kejadian itu, Ben lah yang bersama nya..
Bukan Fandi yg me ngaku² yg menolong nya..
Hingga Ratih terpedaya oleh tipuan Fandi padanya..
Jadi penasaran, bagaimana kisah awal kejadian nya.. 🤔
Tanpa menyadarinya, cinta tumbuh begitu saja di dalam hati 2 insan manusia..
Semisal tadinya hanya menganggap teman biasa saja..
Namun karena selalu bersama, terbiasa ada, dan saling mengenal 1 sama lainnya..
Maka saat itulah muncul rasa ketertarikan di hatinya..
Seseorang menyadari bahwa itu adalah perasaan cinta, ketika mereka berdua mulai ada rasa kehilangan salah satunya..
Dengan status teman di awalnya, justru kita bisa mengenal lebih baik tentang masing² karakter & kepribadiannya..
Berbeda dengan mereka yg langsung status pacaran di awalnya, terkadang justru lebih berpotensi untuk menerima orang yang salah dalam hidupnya..
Kenapa..?
Karena ketika kau menerima seseorang dengan status pacar, maka kau mengira bahwa seolah-olah dialah jodohmu yg sesungguhnya.. 😁
Begitu pula perselingkuhan, yg terbiasa selingkuh gak akan jera sebelum datang nya penyakit mematikan, dan di rajam sampai mati.. 🤭
Jangan kau mencintai karena ketampanan, sebab ketampanan bisa lenyap termakan usia..
Namun cintai lah dia karena akhlaknya, karena dia tak kan mudah tergoda..
Dan cintai lah dia karena karakter & sifatnya, karena kau tak kan punya alasan lagi untuk membencinya..
Karena dia yg setia, tak kan memandang mu sebelah mata...
Dia yg sayang padamu, tak kan tega membuat mu terluka..
Dan dia yg mencintaimu dengan tulus, tak kan pernah membuat mu kecewa..
Assseeekk.. 💃🏻💃🏻🤭
Namun jangan kau kira semua orang baik padamu.. "
Percaya boleh.. Waspada tetap..
Sebab terkadang justru orang terdekat lah yg paling sering & tega membuat mu terluka dan kecewa karenanya..
Bukan lah begitu..? 😊
Kau minta di hargai sebagai suami..
Sedangkan Ratih sebagai istri tak pernah kau hargai..
Kau malah berselingkuh di belakang istri..
Kau berpura-pura baik di depan istri..
Namun kau menginginkan istri mu mati..
Apa suami seperti itu pantas untuk di hargai..
Bahkan kau sendiri adalah tipe lelaki yg gak tau diri dan gak punya hati..
Tidur saja sana kau Fandi, jangan pernah terbangun lagi dari mimpi² hingga kau mati.. 😏😁
Sejak kapan dia punya jiwa keibuan..
Jika dia punya, kenapa bayi Naufal dia tumbal kan..
Padahal Rafa & Naufal sama² bayi yg tak berdosa, justru kau menjual anak mu sendiri demi keuntungan..
Yasudah, nikmati saja hari² mu seperti itu, yg menyakitkan..