Kaniya, seorang wanita muda yang berani, menolak perjodohan yang diatur oleh orang tuanya. Dia kabur dari rumah dan mencari perlindungan di perusahaan tempatnya bekerja. Di sana, dia bertemu dengan atasannya, Agashtya, yang juga kabur dari perjodohan orang tua. Mereka berdua bekerjasama untuk menjaga rahasia masing-masing, tapi suatu malam, mereka tak sengaja tidur bersama.
Beberapa bulan kemudian, mereka berdua terkejut ketika mengetahui bahwa orang yang dijodohkan oleh orang tua mereka tak lain adalah mereka sendiri. Kaniya dan Agashtya harus menghadapi kenyataan bahwa mereka telah jatuh cinta, tapi adakah kesempatan bagi mereka untuk bersama? Dan apa yang terjadi ketika adik mereka, Bintang dan Shanaya, juga saling jatuh cinta satu sama lain?
Kaniya dan Agashtya duduk di ruang kantor, mencoba memahami situasi mereka.
"Apa bapak percaya ini?" tanya Kaniya, suaranya hampir tidak terdengar
Agashtya menggelakkan kepalanya. "Saya tidak tahu apa yang harus dikatakan. Aku tidak pernah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutiara Wilis , isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiba Dirumah Sakit
Setelah perjalanan kurang satu jam lamanya kini Agashtya dan Bintang pun tiba di rumah sakit dimana dadi maa dirawat. Mereka turun dan berterimakasih pada pak Serajee yang sudah mengantarkan mereka hingga ke tempat tujuan mereka.
Tak hanya itu mereka juga meminta kontak whatsapp pak Serajee agar di saat ingin kembali ke Indonesia dapat dengan mudah mencari taksi. Usai berinteraksi layaknya sopir taksi dan penumpang akhirnya mereka pun berpisah satu sama lain.
"Challo Bin..." ajak Agashtya dengan langkah lebar
"Haan challo bhai..." sahut Bintang dengan gaya dibuat geleng-geleng seperti khas orang India
Tujuan mereka dengan bergaya bahasa India dan meng geleng-geleng kan kepala masing-masing tak lain adalah agar tak menjadi pusat perhatian orang sekitar karena bahasa mereka yang berbeda daripada para warga disana.
Setibanya mereka di depan ruangan ICCU mereka pun mengetuk pintu dengan hati-hati untuk memastikan ruangannya benar atau salah. Tak lama kemudian pak Narendra membukakan pintu sehingga mereka pun merasa lega saat mendapati daddy mereka benar berada di ruangan itu.
"Dadi maa...kya hua ho tum dadi maa? (Nenek apa yang terjadi padamu nek?)" tanya Agashtya setengah panik
Agashtya dan Bintang pun berhambur ke arah dadi maa tak sabar ingin memeluk dadi maa mereka secara bergantian dikarenakan tubuh mereka yang tak lagi kecil seperti dulu lagi.
"Dadi maa theek hain, bas thak gayi hain...(Nenek dari ayah tidak apa-apa, aku hanya kelelahan saja)" jawab dadi maa dengan senyuman hangat
"Kya yah sach hai dadee? Hamen chinta mein mat daalie... (Apa itu benar nek? Jangan buat kami khawatir...)" ucap Bintang yang masih memeluk dadi maa
"Jee beta, chinta mat karo. Mein theek hoon agar Agashtya ke shaade jaldee ho jae to main theek ho jaoongee...(Ya nak, aku baik-baik saja. Aku akan baik-baik saja apabila Agashtya segera menikah...)" ucap dadi maa dengan penuh harapan pada Agashtya
"Ahhahaha....." tiba-tiba saja Bintang tertawa sehingga membuat atensi semua orang di ruangan itu mengarah padanya
"Ups...sorry sorry..." ucap Bintang kemudian karena mendapati semua keluarganya menatapnya dengan tatapan aneh
"Bintang jangan buat masalah, apa yang loe pikirin bisa-bisanya loe ketawa disaat seperti ini..." umpat Agashtya pada Bintang dengan bahasa Indonesia agar dadi maa dan paman, bibi dan saudara saudari sepupunya tak mengerti apa yang sedang mereka bicarakan
"Maaf bhai, ok aku akan jaga sikap. Ok balik normal hahaha..." jawab Bintang terkekeh
'Permintaanmu akan segera terkabul dadi maa, malah bukan hanya pernikahan namun juga cicit sudah tercetak sebagai bonusnya...' gumam Bintang dalam hati sehingga ia pun terlihat tersenyum senyum seorang diri
"Apa yang sedang kalian bicarakan?" tanya dadi maa tiba-tiba dengan bahasa Indonesia sehingga membuat terkejut Agashtya dan Bintang
"Hah? Dadi maa? Telinga gue gak salah denger kan Bin? Dadi maa ngomong pake bahasa apa barusan?" tanya Agashtya mencoba untuk memastikan
"Kayaknya gak sih bhai, gue juga denger kok..." jawab Bintang
Akhirnya mereka saling menatap satu sama lain karena tak percaya seorang dadi maa tiba-tiba berbicara dengan bahasa Indonesia.
"Gak usah kaget, kalian pikir kalian aja yang bisa bahasa Indonesia hah...dadi maa sudah belajar selama 3 bulan sama mommy jadi sekarang udah jago dong kalau kalian lagi ngomongin dadi maa tahu lho sekarang..." ucap mommy Arunika mengejutkan keduanya
"Pasrah udah sekarang bhai hahaha...jangan-jangan gak cuma dadi maa sih, gue curiga mereka semua pun udah paham bahasa kita di Indonesia..." ujar Bintang sembari menepuk bahu Agashtya
"Eheem...jadi Agashtya, gimana dengan yang dadi maa minta?" tanya dadi maa mengulang pertanyaannya
"Ah...anu...dadi maa, sebaiknya tunggu dadi maa pulih kita ke Indonesia gimana? Agashtya janji bakal kenalin dadi maa dengan seorang gadis cantik disana, main promise dadi maa..." jawab Agashtya tanpa ragu
"Seorang gadis? Tunggu! Agashtya! Apa yang kamu bicarakan?" tanya mommy Arunika tiba-tiba tampak penasaran
"Ya mom, seorang gadis lebih tepatnya kekasih Agash. Seharusnya hari ini aku ajak daddy dan mommy buat ketemu sama keluarganya tapi tiba-tiba kemaren sore pas aku balik dari rumahnya aku dapet kabar kalau dadi maa masuk RS jadi yah...aku pending dulu rencana A jadi ganti ke rencana B..." jawab Agashtya tegas
"Ah...hahaha...akhirnya aku punya cucu menantu, ayo kita ke Indonesia sekarang juga. Dadi maa sudah sehat beta, challo..." sahut dadi maa tampak sumringah
Sementara itu daddy Narendra dan mommy Arunika tampak bengong dan menatap satu sama lain. Pasalnya bagaimana dengan perjodohan yang dijanjikan dengan keluarga pak Baskara Arya Prasetya. Mereka tak ingin mereka kecewa dengan keputusan yang dipilih oleh putra mereka Agashtya.
...****************...
Disisi lain dikantor Alex selalu mengawasi setiap pergerakan Kaniya bahkan ia pun selalu mengingatkan Kaniya untuk minum obat yang diberikan oleh Bintang. Pasalnya sejak dua hari kepergian kedua atasan mudanya semua urusan meeting dengan klien selalu di handle oleh Alex dan Kaniya selaku asisten pribadi dan juga sekretaris Agashtya.
Bahkan Alex tampak sedikit curiga dengan Kaniya akhir-akhir ini yang selalu pulang dijemput oleh seorang pria dengan mobil Alphard berwarna hitam keluaran terbaru. Ya, siapa lagi jika bukan Ardiansyah body guard Kaniya yang diliburkan olehnya selama beberapa bulan terakhir dikarenakan tak ingin identitasnya diketahui oleh bos beserta teman karyawan lainnya.
"Siapa sih sebenernya cowok itu? Sering banget anter jemput bu Kaniya dua hari ini. Masa iya cowoknya? Kalo keluarga tapi katanya mas bos Agashtya rumahnya aja sederhana. Fix sih gue harus cari tahu sore ini..." gumam Alex dari balik mobilnya
Ia pun mengikuti mobil Alphard hitam itu dengan sangat hati-hati. Namun Kaniya tidaklah kalah cerdik ia menyadari adanya Alex yang membuntuti nya sehingga ia pun menitahkan Ardiansyah untuk bersandiwara bersamanya.
Kaniya turun tepat di halaman depan rumah bu Siti dan disaat turun ia berpura-pura memberikan sejumlah uang recehan sepuluhan ribu pada Ardiansyah setelahnya Ardiansyah pun pergi sesuai dengan intruksi yang dititahkan oleh Kaniya.
Kaniya tetap bersandiwara berjalan menuju rumah bercat hijau yang tak lain adalah rumah bu Siti dan bu Siti yang sudah paham pun langsung menyambutnya selayaknya ibu tengah menyambut putrinya pulang. Hal itu pun tak lagi membuat Alex merasa curiga.
"Oh...jadi taksi online toh alias maxim, kirain tadi cowoknya atau gimana gitu. Udah hampir laporan sama mas bos untung aja gue ikutin dulu kalo gak hehehe..." gumam Alex yang kemudian memundurkan posisi mobilnya keluar dari area perkarangan rumah bu Siti
Kaniya dan bu Siti yang memperhatikannya pun akhirnya tertawa pecah karena berhasil mengelabuhi asisten pribadi Agashtya yang selalu mengekor kemana pun Kaniya pergi selama dua hari ini.
"Makasih ya buk, saya pulang dulu takut mama ngamuk-ngamuk lagi gak jelas. Mari buk..." ucap Kaniya santun emudian mencium punggung tangan bu Siti santun
"Iya nak, sama-sama..." jawab bu Siti dengan senyuman hangatnya
Kaniya pun berjalan seperti biasa tingkahnya masih tetap seperti anak kecil usia 12 tahun sehingga membuat pak Parjo menggeleng-geleng kan kepala melihat tingkah anak majikannya itu yang unik.
"Non Kaniya...non Kaniya...cakep-cakep agak sableng...giliran dijodohin sama orang selalu main kabur-kaburan mulu. Kan saya juga penasaran sama cowok yang dijodohin kayak apa kok si non selalu kabur mulu..." gumam pak Parjo sembari menatap punggung Kaniya yang sudah tampak menjauh dari pandangannya mulai memasuki rumah keluarga Prasetya
Tak lama setelah Kaniya memasuki ruang tamu, tampak atmosfer di ruangan itu berubah menjadi sangat dingin dan mencekam. Bagaimana tidak, tampak mama Anindika dan pak Baskara duduk seperti tengah menantikan kepulangannya.
"Mama...eh...papa...tumben nih jam segini duduk berdua begini, ada apa?" tanya Kaniya tampak heran
"Ada apa kamu bilang hah?" ujar bu Anindika dengan ketus
Belum sempat Kaniya kembali berbicara tiba-tiba saja bu Anindika langsung melanjutkan ucapannya kembali dengan nada yang lebih ketus.
"Bagus yah...kerja apa sebenernya kamu diluar sana? Mana Ardi? Mama baru tahu ya ternyata Ardi kamu liburkan selama beberapa bulan terakhir ini dan baru mulai kemarin kamu hubungi dia kembali. Tingkah kamu makin hari makin aneh setiap jam 9 lari-larian gak jelas kayak dikejar setan..." ucap bu Anindika tegas
"Mah aku bisa jelasin, terus siapa yang kasih tahu mama kalo aku liburin mas Ardi selama 3 bulan ini?" ucap Kaniya berusaha tetap tenang
"Kamu gak perlu tahu ya mama tahu informasi itu darimana tapi intinya kamu udah ketangkep basah kerja gak bener diluar sana. Besok calon suami kamu dan keluarganya mau datang pokoknya kamu jangan buat masalah dan bilang ke bos kamu itu yang sering anter kamu pulang itu pokoknya mulai besok kamu resign titik gak pake koma-komaan..." ujar bu Anindika dengan tegas
"Tapi mah...Kaniyq gak kenal juga gak cinta sama cowok yang papa sama mama jodohin ke Kaniya. Ini gak adil banget buat Kaniya mah..." bantah Kaniya
"Gak ada kata tapi-tapian, pokoknya mulai besok kamu gak usah masuk kerja karena besok malam calon suami kamu mau datang bersama keluarganya..." ujar pak Baskara tak terbantahkan
"Pah...mah...bisa gak tolong ngertiin aku dikit aja? Tolong dengerin suara aku bentar aja..." ucap Kaniya mulai menangis karena kondisi perasaannya yang saat ini lebih sensitif daripada sebelumnya
Shanaya yang baru saja pulang dari rumah teman arisan mamanya untuk memesan beberapa kue dan hidangan yang akan disajikan saat malam pertunangan Kaniya besok malam pun tampak terkejut dengan drama yang tengah terjadi dihadapannya.
"Aku pulang...lho pah...mah...kak...ada apa ini kok kakak nangis-nangis gini?" tanya Shanaya tampak bingung
"Tanya aja sama kakak kamu itu..." jawab bu Anindika ketus
"Ada apa kak?" tanya Shanaya sembari menghapus butiran kristal bening yang jatuh berderai membasahi pipi Kaniya
"Shan...tolong bantu aku buat ngomong ke mereka kalo aku gak mau nikah sama cowok pilihan mereka, aku udah punya pilihan aku sendiri..." ucap Kaniya lirih
"Iya kak, nanti aku bakal coba ngomong sama papa dan mama. Gini aja pah mah...kalo kak Kaniya gak mau di paksa ya jangan dipaksain deh, soal perjodohan itu biar aku yang gantiin kakak lagian aku....aku sama Bintang, kami udah resmi pacaran jadi biar kakak bahagia bersama pilihannya sendiri dan aku gantiin perjodohan itu lagian gak beda kan antara kakak sama adek..." ucap Shanaya lantang
Bu Anindika dan pak Baskara pun tampak bingung dibuat oleh kedua putrinya itu. Mereka saling pandang satu sama lain dengan bibir menganga sedikit dan ekspresi penuh tanda tanya.
"Ayo kak kita ke kamar..." ajak Shanaya dengan tegas sembari menggandeng tangan kakaknya itu
Sementara itu bu Anindika bingung dan memijit pelipisnya yang terasa berdenyut begitu pula dengan pak Baskara yang bingung dengan situasi yang ada. Mereka tak ingin mengecewakan pak Narendra dan keluarganya namun juga tak mungkin mengorbankan perasaan putri sulungnya.
Bersambooo dulu... 🤭🌹
btw thor belum mau tamat kan yh? kok kyk bau2 mau ending gituh?