NovelToon NovelToon
Tergila-gila Duda

Tergila-gila Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Duda
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Vlav

Mary terpaksa pulang kampung setelah cita-citanya untuk menjadi desainer pakaian harus kandas.

Di kampung, ia dijodohkan dengan Jono, calon anggota dewan yang terobsesi pada Mary.

Demi terhindar dari perjodohan yang dilakukan orang tuanya dan pergi dari kampung halamannya, Mary nekat memaksa seorang duda galak dan dingin bernama Roseo untuk menikahinya.

Sandiwara tergila-gila duda itu akankah berhasil atau justru membuatnya tergila-gila duda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vlav, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

013

Mary masih terjaga hingga fajar tiba.

Ia duduk di bale bale kayu yang berada di halaman rumah Roseo.

Sepanjang malam Mary memikirkan apakah ia harus menerima persyaratan yang diajukan oleh Roseo agar pria itu bersedia menikahinya.

Pria itu menginginkan anak yang menjadi darah dagingnya.

“Jika bagimu pernikahan itu bertujuan untuk mendapatkan status dan perlindungan, maka bagiku pernikahan itu bertujuan untuk mendapat keturunan”.

“Aku membutuhkan anak yang menjadi darah dagingku untuk menjadi generasi penerusku”.

“Itulah persyaratan dariku jika kau memang masih tetap ingin aku menikahimu”.

Ucapan Roseo terus berputar-putar dalam benak Mary.

Mary bahkan tidak pernah berpikir bahwa ia akan memiliki anak karena sejujurnya ia menganut paham child free bersyarat.

Mary tidak bermaksud untuk bersikap egois, namun ia merasa tidak siap menjadi orang tua karena cita-citanya untuk menjadi perancang busana yang sukses belum terwujud.

Seandainya  saja cita-citanya sudah terwujud dan karirnya pun cemerlang, lalu menikah dengan pria yang ia cintai dan mencintainya, Mary tentu saja ingin memiliki anak sebagai buah cintanya.

Mary seakan sedang berdiri di persimpangan jalan.

Di sebelah kiri, ia harus mendapat paksaan dari orang tuanya untuk menikah dengan Jono.

Sedangkan di jalur kanan, ada Roseo yang bersedia menikahinya namun menjadikan anak sebagai syarat utamanya.

Mary terus berpikir keras dan mendapatkan sedikit pencerahan.

Sepertinya memiliki anak sudah menjadi hal yang mudah. Toh mereka bisa melakukan program bayi tabung dan menyewa jasa rahim pengganti.

Dengan begitu, Mary tidak perlu pusing dan cemas tubuh indahnya harus berubah karena proses kehamilan.

Jaman sudah begitu canggih dan teknologi di dunia medis sudah berkembang pesat. Percuma Mary merasa risau karena tidak ada hal yang perlu ia cemaskan.

Yang patut ia cemaskan adalah jika Roseo berubah pikiran dengan bersikeras menolak menikahi Mary.

Bisa saja memiliki anak hanya dijadikan alasan agar Mary menyerah dalam memaksa Roseo untuk menikahinya.

Mary menoleh saat mendengar salah satu pintu geser bangunan paviliun itu terbuka dan Roseo muncul di ambang pintu.

Pria itu terkejut melihat Mary sudah tersenyum cerah ke arahnya.

“Kau sudah bangun,” sapa Mary.

“Kau, kenapa kau masih di sini?” Tanya Roseo. “Bukankah sudah kukatakan kau harus segera pulang sebelum matahari terbit?!”

“Aku tidak akan pulang sebelum aku memberikan jawaban untukmu,” kata Mary.

“Aku menerima persyaratan untuk memiliki anak darimu,” lanjut Mary antusias.

“Apa?!” Roseo terperangah.

Roseo segera tersadar, sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk terkejut.

Ia harus segera menyuruh Mary pergi dari rumahnya sebelum para buruh tani datang dan mulai bekerja. 

“Lekas pergi dari sini”.

Roseo segera menarik lengan Mary agar Mary beranjak dari bale bale tempat wanita itu duduk sepanjang malam.

“Ros, tunggu!” Mary merasa tubuhnya diseret paksa.

“Aku bersedia punya anak darimu, itu artinya kau akan menikahiku kan?” Tanya Mary.

Roseo segera membuka pintu gerbang rumahnya begitu mereka tiba di depan gerbang.

“Roseo! Kau akan menikahiku kan? Semalam kau sudah berjanji akan menikahiku jika aku setuju. Aku sudah setuju, itu artinya kita akan menikah kan?!”

“Semalaman aku terjaga dan tak bisa menutup mataku karena ulahmu! Jadi kau harus bertanggung jawab!”

Mary terus bicara meski Roseo mengabaikannya.

Tiba-tiba Roseo membeku saat melihat para pekerja sudah menunggu di depan pintu gerbang rumahnya.

Terlambat sudah bagi Roseo untuk menyuruh Mary pulang sebelum para pekerja datang ke rumahnya.

Para pekerja sudah menangkap basah Roseo bersama seorang wanita yang diduga menginap di rumah pria itu.

***

Pak Sumarto, ayah Mary adalah pria paruh baya yang sangat menyayangi anak perempuan semata wayangnya.

Pak Sumarto selalu menuruti apapun keinginan anak perempuannya itu, karena bagi beliau kebahagiaan anak perempuannya adalah hal yang menjadi prioritasnya.

Namun saat ini Pak Sumarto, tak bisa berkata apapun setelah melayangkan satu tamparan di wajah anaknya perempuan kesayangannya yang dianggapnya sudah bertindak keterlaluan.

Orang tua mana yang tak marah, anak gadisnya pada malam hari, diam-diam menyelinap kabur dari rumah dan tertangkap basah oleh warga karena menghabiskan malam di rumah seorang pria.

Mary hanya bisa menunduk sambil memegangi pipinya.

Sementara Roseo hanya bisa terdiam menyaksikan kemarahan Pak Sumarto dalam diam.

Roseo sudah mengenal Pak Sumarto sejak ia masih kecil.

Nenek Roseo sudah menganggap Pak Sumarto seperti anaknya sendiri karena sejak masih muda, Pak Sumarto sudah menganggap Nenek Roseo yang bernama Bu Padma sebagai orang tuanya.

Pak Sumarto tidak berteriak-teriak meluapkan kemarahannya, beliau hanya tanpa sadar melayangkan tangannya hingga mendarat di pipi Mawary.

“Mawary, masuk ke kamarmu sekarang!" Perintah Pak Sumarto.

Mary memilih untuk menuruti perintah ayahnya tanpa membantah.

Pak Sumarto menatap tajam ke arah Roseo. Rasa kesal itu jelas tak bisa disembunyikan oleh beliau.

“Pak Sumarto, sebelumnya mohon maaf dan izinkan saya untuk menjelaskan semuanya,” kata Roseo.

“Ros! Lebih baik kau pulang,” potong Pak Sumarto.

“Tapi Pak, tolong izinkan saya menjelaskan dulu situasinya,” kata Roseo.

“Ros, apa yang perlu kau jelaskan? Bukankah semuanya sudah jelas?!”

“Dari banyaknya perempuan di kampung ini, kenapa harus anak saya?”

Roseo masih terdiam melihat Pak Sumarto yang nampak begitu sedih dan kecewa.

“Saya tahu, kau itu adalah laki-laki yang baik. Tapi saya ingin anak perempuan saya mendapatkan pria terbaik,” kata Pak Sumarto.

“Kau itu, sekolah saja tidak lulus, keluarga tidak ada, kau bahkan sudah berkali-kali menikah”.

“Saya sungguh mencemaskan masa depan anak saya jika harus menyerahkan anak saya kepada pria sepertimu”.

Roseo hanya bisa terdiam mendengarkan unek-unek Pak Sumarto.

Roseo sangat sadar diri bahwa ia memang tidak memiliki keluarga yang berpengaruh. Ia berhenti sekolah di tahun keduanya saat masih dibangku SMP, dan sudah menikah tiga kali karena perjodohan yang dilakukan sang nenek.

Hal itu mengesankan betapa Roseo adalah seorang pria yang suka main perempuan.

“Pak Sumarto,” potong Roseo.

“Saya tahu, saya mungkin memang tidak sekolah dengan baik, saya tidak punya keluarga, dan sudah pernah beberapa kali menikah”.

“Hanya saja, saya berharap sangat bahwa anak anda adalah wanita terakhir bagi saya untuk membangun keluarga. Dan saya pastikan bahwa saya akan bekerja keras, agar nantinya anak saya bisa sekolah bahkan kalau perlu sekolahnya di luar negeri hingga lulus”.

Pak Sumarto hanya bisa menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.

Marah, kesal, malu, dan kecewa, jelas menjadi perasaan campur aduk yang terlihat jelas dari sikap Pak Sumarto.

Sementara itu Bu Marni segera menemui Mary yang sudah rebahan di kamarnya.

“Mawary,” kata Bu Marni.

“Ibu,” Mary langsung memeluk ibunya yang duduk di samping tempat tidur.

“Mawary.. Mawary, ibu sungguh tidak mengerti, apa yang ada dalam kepalamu ini,” kata Bu Marni seraya menoyor kepala Mary.

“Kok bisa, kau ini kepincut duda! Padahal ada bujang baik-baik yang lebih cocok untukmu,” lanjut Bu Marni.

“Ibu, duda itu lebih menggoda,” Mary menyahut seraya menyeringai.

“Huuh! Kau ini, diberitahu yang baik dan benar malah ngeyel,” Bu Marni menoyor pipi Mary.

“Aduh Ibu, pipiku masih sakit,” keluh Mary.

“Sakit ya? Seperti itulah perasaan ayahmu sekarang!” Kata Bu Marni.

“Nama baik ayahmu jadi tercoreng karena anak gadisnya sudah menginap di rumah seorang pria. Ayahmu dianggap gagal mendidik anaknya dengan baik dan benar”.

“Ibu terserah orang mau bilang apa. Toh, kita tidak minta makan sama orang-orang itu,” Mary menyela.

“Haduh, Mawary..Mawary, ini di kampung Nak, bukan di kota. Mana bisa kau bersikap masa bodoh begitu”.

Bu Marni mencubit cuping hidung Mary dengan gemas.

“Ya maka dari itu, lebih baik kita pindah ke kota saja Bu,” usul Mary sambil meringis.

“Mawary, kampung halaman ini adalah rumah ayah dan ibumu”.

Mary menyeringai kecut sambil kembali memeluk erat ibunya.

 

1
Lucynta Guo
sejelek2nya cowok pasti pengen punya istri cantik. tapi kalo yg modelan Mary, langsung banned 🤣
Lucynta Guo
tak ada bujang, duda di sayang 🤣
SanKy
Beneran ga niat jastip ini
Mely L
jono asal klaim aja
VLav: namanya juga jono ka 😄
total 1 replies
La La
babi 🤣 haram
Milan Oh
tinggalin jejak 👍
oppa super
ciee dijemput
Syahdar Gazali
awalnya menarik 👍
Syahrin Arizki
ditolongin itu ya ucapkan terima kasih, kok malah shamming
Nancy Avika
estetika keindahan 👍
Lucynta Guo
plis yg paling butuh validasi minggir
Nancy Avika
kapoo poll 🤣
nay
wahh jadi ibu dewan ya
Sha Sha
kucing lapar🤭
Sha Sha
Jono, tunggu janda yaa
Lavia
hihh jono
Nancy Avika
hayoloohh gentong air kumuh
Dedew
Minta tolong kek ngajak gelut
Tinsley Carmichael
Lanjut thor
Tinsley Carmichael
Mmpz
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!