Kematian misterius yang ada di rumah ujung membuat siapa saja akan ketakutan, bahkan puncak nya para warga sama sekali tidak kenal dengan penghuni rumah tersebut.
satu keluarga di bantai dan mayat mereka membusuk di dalam rumah tersebut, warga menguburkan secara layak namun seram nya rumah itu membuat siapa saja yang lewat akan ketakutan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22. Geram nya Arya
"Maaf ya kita jadi tidak bisa melanjutkan untuk mencari keberadaan Pardi." Pak Lurah menatap Suminah yang terlihat begitu sedih karena belum menemukan keberadaan suami dia.
"Gila, kita seperti orang yang sudah melakukan kejahatan dan kena usir begitu saja dari wanita itu." Pak RT sama sekali tidak bisa mempercayai ini semua.
"Apa kalian sebelumnya belum pernah bertemu dengan wanita dan pria itu tadi?" Arya juga sangat geram dan ingin mengetahui apa memang mereka belum pernah bertemu.
"Tidak, keluarga Sayuti ini agak tertutup sehingga kami juga memang tidak seberapa kenal." Pak RT menjawab sambil menggeleng.
"Pantas saja dia bersikap demikian dan tidak ada ucapan terima kasih kepada kalian." Arya berkata dengan sangat kesal.
Sebab Angelina dan juga Darius sama sekali tidak ada mengucapkan terima kasih kepada mereka yang sudah menguburkan jenazah dari Sayuti sekeluarga, padahal seharusnya keluarga yang dari kota itu mengucapkan terima kasih yang sangat besar kepada warga yang sudah mengurus dengan baik.
Tapi ini malah sama sekali tidak ada sehingga mereka yang mendengar itu semua tentu merasa begitu kesal, Untung tadi tidak ada warga lain yang mendengar percakapan di antara mereka semua sehingga saat ini masih terlihat adem ayem, andai mereka semua tahu maka pasti akan memicu kemarahan yang cukup besar juga.
Sebab Angelina dan juga Darius tidak ada rasa terima kasih kepada mereka yang sudah mengurus jenazah Sayuti sekeluarga itu, malah yang ada mereka menuduh bahwa Pak RT dan juga Pak Lurah ingin mengambil barang dari rumah keluarga Sayuti karena masuk ke dalam rumah tersebut tanpa izin dari mereka berdua.
Padahal warga yang ada di desa ini sama sekali tidak mengetahui bahwa Sayuti masih memiliki keluarga dari kota sana, mereka masuk ke dalam rumah itu juga bukan karena niat jahat tapi karena ingin menemukan keberadaan padi yang menghilang begitu saja tanpa ada kabar berita sama sekali sampai saat ini.
Sebab kemarin Rais juga ditemukan di dalam rumah itu sehingga wajar saja bila saat ini mereka merasa curiga bahwa Pardi juga ada di dalam sana, tapi apa mau di kata karena mereka sekarang sudah tidak bisa untuk memaksa lagi menggeledah rumah tersebut setelah Angelina mengusir mereka semua dari dalam rumah itu tanpa rasa hormat.
"Kita tidak bisa lagi mau mencari di dalam rumah itu Karena sudah tidak mendapat izin dari yang punya." ucap pak RT dengan hati yang sangat kesal.
"Mereka orang dari kota tapi tidak memiliki sopan santun." kesal Pak Lurah.
"Biasa lah, merasa paling kaya dan berguna bahkan tidak ada ucap terima kasih kepada kita." sambung Pak RT kembali.
"Padahal kita yang sudah mengurus Sayuti sekeluarga saat mereka membusuk, bukan mau mengungkit tapi mereka seolah tidak peduli dengan hal itu." ujar Pak Lurah kembali.
"Jadi Sayuti sekeluarga memang ditemukan meninggal dunia dan kalian yang menguburkan dia?" Arya bertanya kepada Pak Lurah.
"Ya, seluruh tubuh mereka memang sudah sangat membusuk." angguk Pak Lurah dan Pak RT secara berbarengan.
"Gila, halo Kenapa mereka seolah tidak kaget dan sebenarnya mengetahui tentang kematian Sayuti sekeluarga?" Arya mendadak saja baru sadar dengan hal itu.
"Eh benar juga aku yang sudah Mas Arya katakan, Kenapa mereka tidak kaget dengan kematian keluarga Sayuti?" Suminah juga menyadari tentang hal itu.
"Apa mereka sudah mengetahui tentang kematian Sayuti sekeluarga?" tanya Pak RT dengan wajah yang sangat bingung.
"Tapi dari mana pula mereka mengetahui tentang kematian Sayuti, sedangkan selama ini mereka tidak pernah datang ke sini ketika Sayuti sudah meninggal dunia." heran Pak Lurah.
Wajar saja saat ini mereka merasa bingung dengan sikap Darius dan juga Angelina yang seolah bersikap biasa saja tentang kematian Sayuti itu, tidak ada raut kaget di wajah mereka berdua tadi dan tidak ada pertanyaan tentang kematian Sayuti sekeluarga terhadap para warga yang ada di sekitar sini.
Padahal ketika mereka semua menguburkan Sayuti sekeluarga, tidak ada kedatangan dua manusia itu di desa ini. jadi kalau mereka berpikir maka tentu saja sebenarnya kedua orang itu belum mengetahui tentang kematian Sayuti, namun kenapa sekarang mereka bersikap biasa saja seolah memang sudah mengetahui dan tidak ada niat untuk datang saat itu untuk membantu.
"Harus nya mereka akan bertanya kepada kita tentang kematian Sayuti ini." lirih Pak RT.
Pak Lurah juga mengangguk setuju dengan ucapan RT tersebut, dari mana sebenarnya Angelina dan Darius ini berasal sehingga mereka terus bersikap angkuh seperti itu dan seolah tidak peduli dengan warga sini, ucapan terima kasih tidak ada keluar dari mulut mereka dan malah yang ada justru penghinaan besar.
"Ah pusing sekali memikirkan keluarga ini, dulu Sayuti juga sangat angkuh dan tidak pernah menegur kita." Pak RT agak kesal dan Dia menendang batu.
"Ya sudah kalau seperti itu tidak usah di pikirkan kembali lah." Arya juga terlihat malas untuk mengurus kasus ini.
"Lalu bagaimana dengan suamiku yang sampai saat ini masih belum ketemu?" Suminah bertanya dengan nada cemas.
"Kita akan cari di tempat lain dan bila belum ketemu juga maka lebih baik lapor polisi." putus Pak Lurah pada akhirnya.
"Benar, tunggu sampai besok pagi dan dia belum kembali juga maka kita akan membuat laporan." Pak RT juga mendukung keputusan itu.
"Baik lah, bila memang seperti itu maka saya permisi dulu." Arya bersalaman kepada mereka bertiga Karena dia ingin membicarakan masalah itu kepada Purnama.
Bohong bila dia tidak tertarik untuk mengurus masalah yang ada di desa ini karena Arya merasa bahwa kasus tersebut seolah perlu untuk di teliti lagi, dengan sikap kedua orang yang dari kota tadi itu saja sudah membuat Arya merasa curiga dan kemungkinan besar memang ada sesuatu yang sudah mereka sembunyikan, jadi area bertekad untuk membicarakan masalah ini kepada sang Kakak.
"Kau tunggu saja nanti kalau aku sudah turun tangan bersama kakak ular ku itu." ancam Arya sambil tersenyum ketika ada di atas kendaraan dia.
"Sekarang boleh saja kau tersenyum bangga seperti itu, tapi sebentar lagi ketika aku mengungkap masalah ini maka kau tidak akan pernah bisa tersenyum." geram Arya.
Sebab dia memang merasa begitu kesal kepada Darius dan Angelina tadi, gaya mereka yang begitu angkuh dan bahkan mungkin saja nanti begitu cocok bila bertemu dengan Purnama yang angkuh juga, tadi saja kemungkinan besar akan seimbang ketika yang bertemu dengan Darus dan Angelina itu adalah Purnama karena ratu ular itu yang sangat angkuh dan arogan.
Selamat pagi besti ku, kemaren up tapi gak lolos karena lagi eror ya seperti nya.
di balik kalem nya ada congor nya jg yg kalau ngomong setajam sileeeet
eeee ..... ternyata mlh Pesugihan nya yg di ambil 🤣🤣🤣
lagian biarin ja sih rusak , orang nya dh PD koit 🤣
aku kira kedatangan tamu orang jahat itu ,, eee ... gak thu nya tamu nya adalah Arya 🤭🤭
mereka mafia kah ❓ atau mereka melakukan pesugihan ❓
orang PD sibuk mencari dan ngomongin si Pardi ,,, tahu-tahu wonge wes mati 🤣🤣
para tetangga jg ogah mo bantu mencarinya 🤣
atau mungkin kah Pardi akan mati membusuk di lemari itu ❓❓
kualat tuh si Pardi ,, syukurin Kowe 🤣🤣🤣
wes angel iki mah ,,, ora iso di kandani ,, sak karep mu Dewe ,, Yoo Ben lah ,, Ben mati wae si Pardi di cekik setan 🤣🤣🤣
apakah Rais sdh terikat dh para arwah pembantaian itu ❓