Sebuah insiden pahit dalam hidup seorang gadis tangguh, yang mengharuskan dia rela melawan para orang orang yang begitu menginginkan nya mati. saat truk melintas ke arah depan mata nya, gadis itu tak sempat menghindar dan hanya bisa memejamkan mata, namun bukannya mati dengan tenang, jiwa nya malah masuk ke dalam tubuh seorang wanita yang begitu di takuti dan hormati di negri tersebut.
bagaimana cara nya bertahan hidup, dalam menghadapi konflik konflik tersebut? akan kah gadis itu bisa bertahan, atau malah sebaliknya!!
selamat membaca....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrinw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab.35
Huru hara terjadi di kediaman sang jendral besar Wiliam. bahkan nyonya voil tak percaya dengan ucapan para pelayan, bahwa putri kembar nya kabur dari kediaman saat ini. entah bagaimana perasaan nya saat ini, sangat sulit di jelaskan.
Makan malam kali ini, berbeda dari biasanya. bahkan situasi nya tetap hening, dan sibuk dengan pemikiran masing masing. wajah jendral Wiliam sedikit berbeda saat ini.
Lady Ella yang melihat wajah ayah nya, yang tampak lesu, merasa sedikit kesal. Pasti saat ini, pria itu memikirkan kembaran nya itu. Gadis itu, sudah pergi tetap saja selalu menjadi bayang bayang keluarga besar ini.
"Ayah, cobalah ini. rasanya cukup enak." ucap nya yang berusaha mengalihkan perhatian ayah nya itu.
"Tidak, kau makan saja agar tubuh mu menjadi sehat." ucap jendral Wiliam dengan menolak tawaran putri nya secara halus.
Wajah Ella langsung pura pura murung, membuat nyonya voil menjadi tak tega saat ini.
"Suami ku, cobalah pemberian dari lady Ella. Rasanya cukup enak. kau pasti suka." ucap nyonya voil dengan penuh kelembutan. dia tak ingin melihat wajah putri kesayangannya terlihat murung.
Mendengar ucapan istrinya, jendral Wiliam langsung menganggu setuju. Dia juga tak bisa mengabaikan putri kesayangannya itu.
"baiklah, berikan makanan ini di atas piring ayah." ucap nya dengan tersenyum tips menatap wajah lady Ella.
"Baik ayah." ucap gadis itu dengan penuh semangat.
"Liat lah Elly, ayah bahkan langsung melupakan kepergian mu. aku akan membuat ayah tak akan mengingat bahwa dia memiliki putri yang lain. Hanya ada lady Ella saja, dan penerus tahta sang jendral di masa depan!" gumam nya dengan tersenyum licik.
Setelah makan malam berakhir, jendral Wiliam langsung menuju ke kamar nya itu. memang saat ini, tempat tidur nya dengan nyonya voil terpisah. Pria itu membutuhkan waktu untuk menjalankan tugas nya sebagai seorang suami yang bertanggung jawab. saat ini, pikiran nya juga sedang bercabang. Sehingga membuat konsentrasi nya menjadi buyar dan tak terkendali. jadi dia meminta paman Han, untuk menyampaikan bahwa dia tak bisa menemani nyonya voil terlebih dahulu, sampai kondisi nya benar benar pulih kembali.
awalnya nyonya voil merasa keberatan, setelah sekian lama tak pulang, dan harus tidur terpisah membuat nya sedikit kecewa. Tapi karena kondisi dan situasi nya tidak mendukung, membuatnya mencoba menerima keputusan dari sang jendral besar.
Tangan jendral Wiliam menyentuh laci lemari nya, dengan penuh rasa takut dan rasa bersalah menyeruak di dalam pikiran nya saat ini. Dia memegang surat itu, dengan sedikit bergetar hebat. Mata nya berkaca kaca seketika. bohong bila dia tak menyayangi anak nya saat ini, tapi karena takdir membuatnya menjadikan Elly menjadi anak yang tak diharapkan. Kesibukan nya juga membuat Elly dalam kesulitan.
"Maaf!" ucap nya dengan nada sendu memegang surat yang saat ini masih terbungkus rapi di tangan nya.
"Makasih buat kalian yang telah memperlakukan ku, dengan kejam selama tinggal di kediaman itu. mungkin bagi kalian, aku adalah putri yang bodoh dan tak pernah diharapkan. aku tau mengapa kalian membenci ku, mungkin dengan ramalan yang bodoh itu, membuat kalian tega menyiksa seroang anak yang tak tau apa apa. bahkan dengan teganya kalian memperlakukan nya, seperti seorang pelayan rendahan yang bahkan posisi pelayan di kediaman ini, lebih tinggi di bandingkan dengan putri kalian sendiri! Aku akan pergi jauh dari hidup kalian semua. Tak adalah lagi lady bodoh, dan anak yang tak diharapkan oleh orang tau kandung nya sendiri. Aku sudah memutuskan untuk memutuskan hubungan keluarga ini, saat aku pergi dari tempat neraka ini. Jadi jangan pernah mencari ku, aku sudah cukup menderita di sana. Tolong biarkan aku hidup bahagia, setidaknya sekali ini saja. Dan buat nyonya voil, kau mungkin memperlakukan ku dengan sangat kejam, tapi sial nya rasa sayang ku sebagai anak terlalu besar untuk mu. Mungkin saat ini, aku harus bertahan di tempat yang baru, dan menjadi Elly yang baru tanpa campur tangan dan gelar yang menyedihkan itu.
suatu saat nanti, kita akan bertemu dan kalian tak akan pernah bisa menyentuh ku lagi, karena kita sudah tak memiliki hubungan antara anak dan orang tua. Di sana sudah ada surat pemutusan keluarga, kalian sudah tak perlu menganggap ku sebagai putri lagi. Karena dokumen itu sudah sah dan di tanda tangani oleh perdana Mentri.
"Salam bahagia, Elly."