NovelToon NovelToon
Mas Galak Saranghae

Mas Galak Saranghae

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Romantis / Cintamanis / Fantasi / Cintapertama / Balas Dendam
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mahlina

Siapa bilang niat balas dendam akan berakhir sesuai rencana?

Buktinya nih si Nisa!

Hatinya udah di buat jungkir balik sama Aziz. Tetap aja hatinya gak bisa berpaling dari pria galak yang acap kali berkata nyelekit di hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mahlina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

...🥀🥀🥀🥀...

"Ayo duduk sini! Kita bicarakan enaknya seperti apa! Mau di bawa kemana hubungan kalian!" beo Naraya, selaku ibunya Nisa.

"Maaf nih, tante! Saya rasa masih terlalu dini untuk membahas mau di bawa kemana hubungan saya dan Nisa! Hubungan kami tidak sejauh yang seperti tante bayangkan." kilah Aziz dengan tatapan meyakinkan, dengan sikap hormatnya.

Netra Nisa menyipit tajam Aziz, dari ujung kepala hingga kaki. Wajah tenang Aziz seakan menjelaskan. Jika pria muda itu siap menghadapi kejahilan wanita yang ada di hadapannya.

'Benar kan dugaan gua, Aziz ini udah punya persiapan mateng! Dia gak gugup sama sekali ngadepin ibu dan ayah! Bisa bisanya dia bersikap tenang! Emang gak salah ide gua buat ngerjain ini anak balik!' pikir Nisa.

Aziz melirik Nisa, dengan senyum sinisnya, 'Kamu salah memilih lawan, Nis! Jangan harap kamu bisa menindas ku! Meski di depan orang tua mu sekali pun! Aku masih bisa menindas mu!'

Sabah berdecak kesal, "Heh anak muda! Apa kau akan terus berdiri selama berada di rumah kekasih mu? Jika kau masih malu mengakui hubungan mu dengan putri ku! Setidaknya hargai kami sebagai orang tua yang putrinya kau kencani!"

Nisa beranjak dari duduknya, "Ayah! Gak usah pake toa!"

"Siapa yang pake toa? Ayah sudah biasa saja bicara dengan kekasih mu! Pria yang kamu bawa pulang saja, tidak bisa menghargai orang tua mu! Yakin kamu mau mempertahankan hubungan mu dengannya? Kesan pertama bertemu dengan orang tua saja sudah buruk! Bagaimana bisa di lanjut hubungan kalian!" sarkas Sabah.

Aziz mengepalkan tangannya kesal, dengan rahang menggeretuk kesal, 'Melanjutkan hubungan bagaimana? Aku hanya terpaksa mengakui hubungan kekasih atas desakan putrinya sendiri! Sialan, dasar gadis manja! Menyusahkan!'

'Aziz pasti sedang mengumpat ku! Bodo lah, selama dia ada di rumah ku, ada ayah dan ibu. Aku yakin, Aziz gak akan berani menyakiti ku. Mau itu lewat perkataan atau pun fisik!' pikir Nisa, menahan tawa.

Naraya memutar bola matanya malas, "Kamu gak pake toa, yah! Cuma kalo udah ngomong itu ngebas! Suara mu itu loh! sadar gak yah! kaya kenalpot bising! Gak bisa pelan! Polusi suara!"

Sabar terkekeh, "Opo iyo kenalpot bising? Mana ada toh, kenalpot bising, polusi suara yang bisa buat primadona macam ibu ni bertahan lama di hati ayah? Wis ibu aja ndak bisa jauh dari ayah toh!"

"Yo namanya cinta, ndak kenal kenalpot bising toh, yah! Tetep ayah di hati ibu!" ujar Naraya dengan nada manja.

Nisa melangkah menghampiri Aziz.

"Yeee kalian ini! Kaga ibu, kaga ayah! Gak jelas! Apa lah itu kenalpot bising di bawa bawa! Kalian malah buat kekasih ku takut!" gerutu Nisa.

"Ayah tidak membuat kekasih mu takut, Nis! Bagaimana pun, kelak kami ini orang tuanya juga kan!" cerocos Sabah tanpa saringan.

Aziz mengerutkan keningnya penuh tanya, 'Apa lagi ini maksudnya? Jangan bilang pak tua satu ini berharap lebih dari hubungan ku dengan Nisa? Mati aku!'

"Jangan bilang kalian masih ingin main main? Ingat umur kalian yang udah gak muda, Nis! Aziz! Sayang loh buang waktu dengan hubungan gak jelas!

Jangan lah kalian buang masa muda kalian itu dengan main main! Serius dikit kenapa!" timpal Naraya, dengan tatapan meyakinkan.

"Aku pasti akan buat perhitungan pada mu, Nis!" bisik Aziz dengan penuh penekanan, saat Nisa berada di sisinya.

"Uwwwhh aku takut!" ledek Nisa dengan bahu mengerdik.

"Akhiri saja, jika hubungan kalian sebatas main main, Nis! Ayah bisa pilihkan pria yang mau menikahi mu! Memberikan mu status yang jelas! Pria yang bisa melindungi mu, menjaga mu, membahagiakan mu! Bukan pria yang hanya manis di depan mu, tapi banyak memberikan luka di hati mu, Nis!" sentak Sabah.

"Gak bisa gitu dong, yah! Nisa cuma mau nikah itu sekali seumur hidup. Sama seperti ayah dan ibu, sama seperti mendiang orang tua Wati, cinta mereka di pisahkan oleh maut! Nisa juga ingin cinta yang seperti itu!" ujar Nisa dengan tatapan penuh harap.

"Itu baru anak ibu!" Naraya bertepuk tangan pelan, tanpa menimbulkan suara.

Kruk kruk kruk.

Tanpa di undang, suara keroncongan terdengar dari perut Sabah.

Naraya terkekeh, "Sepertinya tenaga ayah sudah terkuras habis untuk memarahi kekasih mu, Nis!"

Tik.

Nisa menjentikkan jemarinya.

"Pas bangat waktunya makan siang!" seru Nisa.

"Tapi ibu belum sempat masak, Nis!" beo Naraya.

"Biar saya yang siapkan makan siang untuk kalian!" beo Aziz tanpa ragu.

"Kamu yakin? Ini bukan di kediaman utama Sadiki loh!" seru Nisa.

Sabah menggerakkan kepalanya, "Masak sana, ayah ingin lihat. Sehebat apa masakan yang akan di sajikan kekasih mu itu, Nis!"

"Sekali coba, bakal nagih, yah!" celetuk Nisa tanpa saringan.

"Ayah juga gitu, bikin nagih kalo udah kena hehehe!" seru Naraya dengan nada menggoda.

"Astaga, bu! jangan mikir me sum! Masih ada anak di bawah umur!" protes Sabah.

Naraya mengerdikkan dagunya, "Apanya yang mikir me sum? Ibu lagi bahas masakan ayah! Sama kan, sekali coba bikin nagih! Ibu jadi malas buat masak! Maunya tinggal makan!"

Sabah terkekeh, "Hehehe kirain ibu lagi mesum!"

Grap.

Nisa menggandeng lengan Aziz dengan mesra. Membawa pria muda itu melimpir dari kedua orang tuanya. Membawa langkah keduanya pada dapur.

"Gak usah perdulikan orang tua ku! Mereka emang kaya gitu! Suka gak tau aturan! Gak tau batasan! Maklum, cinta itu buta!" ujar Nisa.

"Kau juga sudah membuat ku buta! Dasar gadis manja! Sinting!" sentak Aziz, menepis tangan Nisa dari lengannya dengan kasar.

Brugh.

Bersambung ...

1
lina
Kasih tau gak y
partini
wah banyak Banggt yg pdkt
lina: Biar aziz ke bakar 😄
total 1 replies
lina
Marahnya awet amat
lina
Yaah beeet
partini
ngilu Banggt tuh terong 🍆🤣🤣
lain kamar aja lah nis bukan muhrim loh ,tadi kata mu ini itu macam tau itu salah kalau masih satu kamar ya pada Bae itu mah 🤣🤣🤣
lina: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
lina
polih mna y
lina
goroh
lina
tul itu
lina
udh penggel bae itu palanya pak
lina
kga syg nyawa 🤣🤣
lina
ulahnya s hans
lina
ora mati sekalian.
lina: aman itu🤭
total 2 replies
lina
sukirin
lina
minta d beri
lina
semprul
lina
nangis lah. u hila
lina
d dengar g y
lina
cuma tanya. d samain ngulur waktu. aitu ngelawak?
lina
harus pede ngadepin ajis
lina
kutu kupret klo nyeletuk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!