terlihat siluet laki laki tinggi tegap berdiri di balkon dengan kemeja hitam tertiup angin, mata tajam nya tampak melihat hamparan pohon menjulang tinggi, tampak tangannya memegang besi balkon dan tangan lainnya memegang ponsel tampak menelepon seseorang, "sudah saatnya kau kembali, aku yang akan menemuinya secara langsung" tegas tak terbantahkan "baik" sahut orang di seberang sana.
seorang gadis dengan senyum manis sedang mengobrol dengan teman sebaya nya duduk tenang di bangku taman universitas, tampak sesekali tertawa ceria.
takdir apa yang akan menemukan mereka? akan ada banyak plotwis dan intrik,ikuti kisah mereka disini. stay tune
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon er_riri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 35
sekretaris Seth membukakan pintu untuk Bila, dan hanya Bila yang masuk karena sudah pasti sekretaris Seth akan sibuk seharian ini untuk menghandle pekerjaan tuan Gama. Bila berlari dan langsung memeluk Gama yang baru berdiri "kenapa? Kau merindukanku kan!" tersenyum senang " iya sayang" Bila mencium pipi Gama kanan dan kiri. Gama menyukai inisiatif Bila, dia membalasnya dengan mencium bibir Bila lama sampai Bila tersengal. Berjalan menggandeng Bila untuk duduk dan mulai makan siang, karena Bila yang harus menjaga jam makan siangnya. Setelah menghabiskan makanannya tidak lupa meminum obat dan vitamin yang Bila wajib di bawa kemanapun Bila pergi.
Gama sudah menuntun Bila ke kamar pribadinya, karena sudah pasti setelah Bila meminum obatnya dia akan segera tertidur. Gama mengecup kening Bila " aku kembali bekerja ya!", "tidak lama kan?", " iya sayang hanya sebentar", " baiklah" setelah Gama keluar dia sudah menarik selimutnya. Yang harusnya Gama keluar untuk menemui klien di gantikan oleh sekretaris Seth, dia hanya melihat dan menandatangani laporan yang menumpuk, Gama memang di kenal workaholic namun semenjak menikah dia sudah merubah kebiasaan nya yang jarang pulang ke mansion. Sebenarnya sekretaris Seth menyukainya, karena dia juga jadi ada waktu untuk istirahat.
Bila menggeliat dan memeluk Gama yang terlelap di sampingnya, dia menyusuri dada bidang Gama yang menggunakan piyama tangan nakal Bila sudah membuka dua kancing Gama. Gama sudah terjaga namun Bila belum menyadari masih sibuk membuat garis garis di dada mulus Gama. " bagaimana bisa aku memiliki suami seperti mu? Sepertinya aku sudah mendapatkan semua keberuntunganku tahun ini dengan bisa menyentuh tubuh yang sangat berharga ini!" Gama sudah tersenyum, tapi masih diam saja "apa jadinya kalau kau bosan? Apa kau akan menendang ku seperti di drama? Apa lebih dari itu? Aku harap kita berpisah baik baik, aku hanya tidak ingin tersakiti dan sendirian, okey akan ku nikmati segalanya sekarang mencium dada Gama" Gama langsung mengukung tubuh Bila, Bila tersentak "kau sudah bangun sayang?", bukan jawaban yang Bila dapatkan, tapi ciuman seluruh wajah dan gigitan di leher, Bila meringis "ini hukuman untukmu karena sudah mengoceh tidak jelas" tangan Gama sudah membuang baju yang di pakai Bila, Bila menutupi dadanya dengan tangan " apa yang kau sembunyikan sayang, aku sudah melihat dan merasakannya" tersenyum smirk, dan menyingkirkan tangan Bila. Menciumnya dengan rakus, desahan sudah lolos dari bibir Bila membuat Gama semakin gencar melahapnya. Pakaian keduanya sudah berserak di lantai, setelah hentakan terakhir Gama berbaring di sisi Bila dan menarik selimut sampai ke leher Bila, Gama merapatkan badan Bila agar memeluknya.
Kantor Gama sudah seperti rumah kedua untuk Bila, setelah dua pelayan menyiapkan makanan mereka kembali ke ruangan khusus pelayan. setelah keduanya mandi bersama Bila keluar dengan hanya memakai kemeja Gama, Gama tersenyum. Saat dia mendekati Bila, Bila menjauh " aku lapar sayang", Gama menangkap Bila menggendong nya dan melumat bibir Bila, setelah sampai meja makan dia mendudukkan Bila pelan. Bila tersenyum, Gama duduk di sampingnya Bila mengambilkan nasi dan lauk untuk Gama, mata Gama fokus pada kemeja yang terangkat seiring dengan gerakan Bila " kau membuatku gila sayang" Bila tersenyum senang mengerjai Gama. Gama dan Bila mulai makan sesekali Bila membenarkan kemeja Gama yang menampakkan garis dada Bila. Gama fokus dengan semua gerakan Bila.