NovelToon NovelToon
Obsesi Teman Papa

Obsesi Teman Papa

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Cinta pada Pandangan Pertama / Beda Usia / Duda / Cintapertama
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Zhahra Putri

Kisah cinta pandangan pertama seorang pria dewasa kepada gadis muda, yang merupakan anak dari teman baiknya, dan berakhir menjadi obsesi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhahra Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35. Rahasia Besar

Dalam perjalanan pulang kemarin, suasana di dalam mobil cukup mencekam. Bastian menunjukan raut wajah datarnya, seolah tengah marah padanya.

Keisya yang tidak tahan pun bertanya tentang apa yang membuat pria itu marah.

Dan jawaban yang dia dengar sungguh membuatnya tercengang.

Bastian cemburu.

Begitu katanya.

"David anak Om sendiri loh. Apa yang harus di cemburuin? Lagipula usia David jauh lebih muda dari aku"

"Dia tetap laki-laki. Kamu tidak lupa perbedaan usia kita kan?" meskipun marah, Bastian tidak mendiamkan gadisnya sepenuhnya. Namun ekspresinya tetap datar, dan tidak menoleh sedikitpun seperti biasanya.

Keisya sendiri benar-benar tidak habis pikir dengan jalan pikiran Bastian. Namun dia masih mewajarkan hal itu, karena perkataan Bastian ada benarnya.

Usia mereka saja terpaut sangat jauh.

"Om, aku mau cerita, mau denger ga?"

Bastian tertarik. Meski tidak memberikan jawaban, namun gadisnya seolah paham dengannya, dan langsung bercerita tanpa dia minta.

"Waktu aku tinggal terpisah sama Papa Mama, disana aku pernah jadi bahan ejekan orang-orang"

Bastian menoleh cepat, "Kamu di bully?" Demi apapun, jika gadisnya menjawab iya, hari ini juga dia akan pergi ke tempat itu, untuk memberikan balasan pada pelaku. Selama apapun kejadian itu terjadi.

"Bukan bully secara fisik, tapi lewat perkataan. Mereka ngejek aku, ga mau temenan sama aku, katanya aku itu anak buangan, jadi ga boleh dekat-dekat" lingkungan tempat tinggalnya dulu berada di sebuah pedesaan yang tidak terlalu ramai.

Suasananya memang masih sangat kental dengan kesederhanaan, rumah-rumah masih berdindingkan anyaman bambu, kekeluargaan antar tetangga masih sangat terasa mengingat hampir sebagian penduduk disana adalah lansia.

"Semua anak seusia aku menjauh, bahkan buat ngedeket aja mereka kaya jijik"

Namun hal negatif dari kedekatan mereka, kedatangannya yang mendadak, serta ketidakikutsertaan keluarganya dalam tumbuh kembangnya, membuat penduduk disana berspekulasi buruk tentang apa yang terjadi pada keluarganya.

"Aku keluar dari rumah sejak usia 2 tahun. Papa ngirim aku ke rumah nenek dari Papa, tanpa persetujuan Nenek sendiri. Aku masih kecil waktu itu, dan usia nenek juga sudah sangat tua"

Mendiang neneknya yang sudah merawatnya sampai dia berusia 11 tahun, adalah keluarga satu satunya yang dia tahu pada awalnya. Keisya selalu bingung saat anak-anak lain menyebutnya sebagai anak dibuang, karena sama sekali tidak ingat jika dia memiliki orangtua.

Dulu selain nenek, ada juga Om baik yang selalu mengirimnya berbagai hadiah dan uang jajan. Itu rutin di lakukan setidaknya satu tahun sekali. Jika saat itu tiba, Keisya selalu senang dan tidak pernah melewatkan berterima kasih atas kebaikannya.

Tanpa tahu jika laki-laki itu adalah Papa Gunawan. Ayah kandungnya yang sengaja menutupi semuanya demi kebaikannya sendiri, katanya.

"Aku akhirnya tahu semuanya setelah nenek mulai sakit sakitan. Nenek cerita semuanya tanpa ada yang di tutup tutupi. Tentang siapa aku, siapa Om baik itu, dan apa alasan Papa mengirim aku kesana. Waktu aku tahu itu, aku benci sama Papa Mama. Bahkan pas Papa datang waktu nenek meninggal aja aku ngusir Papa pergi dari rumah nenek. Padahal saat itu aku cuma tinggal sendirian"

Setelah hanya menyisakan dirinya sendiri, dengan beberapa peninggalan harta dari Neneknya, Keisya memutuskan untuk bertahan dengan apa yang dia punya, setidaknya sampai dia lulus sekolah menengah akhir. Biaya hidup yang tergolong murah, menjadi salah satu alasannya untuk menetap.

Papanya sempat menawarkan diri untuk membawanya pulang, tapi Keisya menolak dengan lantang. Dia hanya tidak mau menjadi beban untuk kedua orang tuanya.

Kepergian neneknya benar-benar mengubah sifatnya. Dia menjadi lebih pendiam, namun tidak membiarkan orang menindasnya.

"Gunawan masih kirim uang setelah itu?" Padahal Bastian tahu apa yang terjadi,. namun mendengar cerita dari versi gadisnya, dia kesal setengah mati pada temannya itu. Dia merasa away dari penderitaan gadisnya bermula dari Gunawan.

.

Keisya mengangguk, "Masih. Sama seperti sebelumnya, satu tahun sekali Papa datang buat ngasih aku banyak kiriman. Aku ga munafik, sekalipun kecewa, aku masih pakai semua pemberian Papa. Termasuk makanan, semuanya aku makan"

"Mama kamu?" Pertanyaan Bastian sempat membuat Keisya terdiam. "Kamu tidak perlu menjawab__"

"Sebelum meninggal. Aku melihat Mama satu kali. Itu pun tidak dari dekat" Keisya memotong ucapan Bastian.

Saat Papa-nya datang hari itu, Papa mengajaknya pulang. Sekolahnya sedang libur. Itu saat dia sudah kelas 2 SMA. Bertahun tahun, Keisya sudah berdamai dengan keadaan. Dia sudah dewasa, dan mengerti situasi yang terjadi.

Meskipun ragu pada awalnya, namun Keisya akhirnya setuju. Itu adalah kali pertama dia melihat wanita yang sudah melahirkannya.

"Dan Om tahu, itu juga kali pertama aku tahu kalau aku ternyata punya dua adik kembar" Keisya tersenyum miris jika mengingat hal itu.

Melihat bagaimana bebasnya kedua anak kecil itu berlarian. tertawa, bermain di sekitar Mama-nya, hatinya benar-benar sakit.

"Katanya Papa ga mau aku sedih, jadi ga ngasih tahu tentang mereka"

Mobil sudah berhenti entah sejak kapan. Bastian pun sudah melepaskan sabuk pengaman mereka berdua. Itu memudahkannya untuk mendekap tubuh Keisya yang langsung bergetar karena tangis.

Sudah dia katakan, jika membahas masa itu, Keisya tidak tahan untuk tidak menangis. Dia tidak akan menyalahkan Papa-nya, karena Papa tidak melakukannya tanpa alasan. Namun baginya yang terlambat mengetahui, serta beberapa hal yang terjadi selama itu, itu benar-benar menyakitkan..

Ini benar-benar tidak adil untuknya.

"Kedepannya tidak akan terjadi hal seperti itu lagi. Saya akan membahagiakan kamu"

"Bohong" jawab Keisya di sela tangisnya. "Gimana kalau Om balikan sama mantan istri Om demi anak?"

"Mustahil" Bastian menjawab tegas. "Mau mendengar satu rahasia?" Bastian mencoba menghibur. Tangis gadisnya membuat perasaannya kacau. Dia tidak suka melihatnya.

Keisya menjauhkan wajahnya, dan membiarkan pria itu mengusap air mata yang membasahi kedua mata dan pipinya.

"Apa?"

"Haikal dan David bukan anak kandung saya"

\=\=\=\=\=

Ulang tahun Keisya akhirnya tiba. Seperti rencana sebelumnya. pesta memang di adakan, namun berlangsung di rumah, dan sangat sederhana. Hanya ada satu kue berhiaskan lilin angka 20 di atasnya, dan berbagai hidangan yang akan mereka santap bersama nantinya.

Selagi menunggu, Keisya berkirim pesan dengan Bastian.

(Nanti potongan kue pertama untuk saya)

Keisya mendesis sebal. Bisa-bisanya pria itu meminta hal mustahil seperti itu.

(Jangan gila deh, Om)

(Om ngasih hadiah apa buat aku?)

Keisya berusaha mengalihkan pembahasan.

(Ciuman)

Keisya semakin kesal. Matanya terpejam sambil mengatur napasnya. Menghadapi pria tua ternyata semelelahkan ini. Pembahasan mereka pasti berakhir dengan hal-hal mesum. Saat berbincang di dalam mobil hari itu saja, mereka berakhir berciuman.

(Saya sudah sampai. Tidak mau menyambut sayang?)

Pesan lain muncul sebelum Keisya sempat membalas.

(Ga mau)

Balasannya memang penolakan, tapi kakinya tetap melangkah menuju pintu depan rumah yang memang sudah terbuka.

"Kemana Kei?" Gunawan yang sedang mengobrol dengan tetangganya menghentikan langkah Keisya.

Rumah mereka sudah cukup ramai. Tetangga sekitar memang di undang oleh Papanya.

"Oh, itu Pa. Nungguin Sisi" alibinya. Beruntung temannya itu juga belum tiba. Jadi bisa dia jadikan alasan.

Setelahnya Keisya benar-benar keluar, bertepatan dengan mobil yang sangat dia hapal, masuk melewati gerbang rumah.

Itu mobil Bastian.

Sepertinya Bastian menggunakan supir karena pintu belakang yang terbuka. Namun yang mengherankan adalah, bukan hanya datu sisi yang terbuka, melainkan keduanya.

Dengan siapa Bastian datang?

Bukan mantan istrinya kan?

Jika benar, akan dia usir mereka berdua.

Padahal Keisya sudah cemberut. namun yang muncul justru membuatnya tercengang..

Itu David.

Yang katanya bukan anak kandung Bastian itu, ikut datang.

1
D_wiwied
pasti si mantan ato kalo ga ya orang suruhannya tuh
D_wiwied
Nah kan bener kan
D_wiwied
emangnya ada apa sih sebenarnya, apa alasannya nitipin kei ke neneknya.. bikin penasaran deh
Evi Lusiana
pinter sisi,menganalisa keadaan
Evi Lusiana
terlalu keras bastian sm anakny,egois gk sih
Evi Lusiana
lo gk tau aj kal klo tersangkany y bpk lo pk duda yg lg ngejar targetny
Evi Lusiana
modusmu pak duda
Evi Lusiana
mm keisya kmn thor
D_wiwied
double up triple up banyak up duoong 😆🤭
D_wiwied: semangat kakak 💪💪
total 2 replies
D_wiwied
astagaaa si om sama anak sendiri cemburu 🤭 don't worry om, kei ga suka sm David dia hanya care sm anakmu tp emang lain cerita sm anakmu, dia ngfans ato mungkin suka ma kesayanganmu tuh 😆🤣
Esti 523
daebak keisya ternyata suhu
D_wiwied
ciyuuss?? apa beneran?? kepo maksimal akuh 😆
D_wiwied
waah kereeen.. si Kei emang badas walau keceplosan ya kei, ngaku jg kamu akhirnya.. pasti seneng banget tu om Bas, alamat bakal dikekepin terus nanti 🤭😆
D_wiwied
apa hakmu marah2, kan kamu cuma mantan
Esti 523
kamu ketahuan oh no
D_wiwied
haisssh siapa lg ini main masuk apart begitu aja, ganggu om Bas kaan 🤭😆😆
D_wiwied
wah gawat ni si om, bawaannya pingin berduaan terus 🤭😆
D_wiwied
menang banyak om Bas 😆🤭
hehe besok kamu ga akan bisa ngelak lg kei kalo liat bukti dr Sisi 🤣🤣
Esti 523
dobel up donk
Esti 523
ada apa dgn masalalu keysa thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!