NovelToon NovelToon
AL - IHSANIYYAH

AL - IHSANIYYAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Duniahiburan / Murid Genius / Idola sekolah / Mengubah Takdir
Popularitas:11
Nilai: 5
Nama Author: blue_era

Di Pesantren Al-Ihsaniyyah, cinta, ilmu, dan takdir keluarga Ihsani bersatu. Warisan Abah Muzzamil diuji, pilihan Inayah mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blue_era, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Antara Dua Dunia: Ketika Pesantren dan Sekolah Berpadu dalam Sentuhan Liptin

Setelah sarapan, Ning Hana kembali ke kamarnya. Meskipun merasa lelah, ia bertekad untuk tetap pergi ke sekolah.

- (Di dalam kamar, Ning Hana mulai bersiap-siap. Ia mengambil sunscreen, bedak, dan liptin dari tasnya.)

- Ning Hana (berbicara pada diri sendiri): "Oke, Hana, semangat! Hari ini harus tetep kece meskipun lagi nggak enak badan."

(Ning Hana mulai mengaplikasikan sunscreen ke wajahnya dengan teliti.)

- Ning Hana: "Sunscreen ini penting banget buat kulit. Biar nggak gosong kena matahari."

(Setelah itu, ia menggunakan bedak untuk membuat wajahnya terlihat lebih segar.)

- Ning Hana: "Bedak ini wajib hukumnya. Biar muka nggak keliatan kucel."

(Tibalah saatnya untuk menggunakan liptin. Ning Hana mengambil dua buah liptin dengan warna yang berbeda. Ia berencana membuat ombre lips.)

- Ning Hana (memilih warna liptin): "Hmm, hari ini enaknya pake warna apa ya? Oke deh, yang ini aja."

(Ning Hana mulai mengaplikasikan liptin yang pertama di bagian dalam bibirnya.)

- Ning Hana: "Warna ini cocok banget buat ombre lips. Bikin bibir keliatan lebih объемный."

(Kemudian, ia mengaplikasikan liptin yang kedua di bagian luar bibirnya.)

- Ning Hana: "Nah, gini kan lebih kece. Ombre lips emang paling the best."

(Selesai dengan bibirnya, Ning Hana mengambil bedak dan empat buah liptin dengan warna yang berbeda dari dalam tasnya. Ia memasukkannya ke dalam saku bajunya.)

- Ning Hana: "Ini buat touch up nanti di sekolah. Siapa tau надо менять suasana."

Meskipun kondisinya belum sepenuhnya fit, Ning Hana berusaha untuk tetap tampil maksimal. Ia menyadari bahwa penampilannya di sekolah sangat berbeda dengan di pondok. Jika di pondok ia dikenal sebagai Ning yang alim dan sopan, maka di sekolah ia dikenal sebagai gadis yang sedikit nakal dan bergaya bad girl.

(Ning Hana melihat dirinya di cermin. Ia tersenyum puas dengan penampilannya.)

- Ning Hana (berbicara pada diri sendiri): "Oke, Hana. You're ready to rock and roll! Biar semua tau, Ning Hana tetep bad girl meskipun lagi nggak enak badan."

(Meskipun berpenampilan seperti bad girl, Ning Hana tetap memakai baju muslimah seperti biasa dan berkerudung. Ia tidak ingin melanggar aturan pesantren.)

- Ning Hana (memakai kerudung): "Kerudung ini tetep harus dipakai. Biar nggak kena marah Abi."

(Setelah selesai bersiap-siap, Ning Hana keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ke sekolah.)

Ning Hana sudah menuju ke sekolah. Pelajaran jam pertama hingga jam ketiga telah selesai, sekarang waktunya istirahat.

(Ning Hana berjalan menuju ke ruang ATM, tetapi ia mengurungkan niatnya karena ruangannya sangat ramai.)

- Ning Hana (berbicara pada diri sendiri): "Aduh, ramenya. Nggak jadi ambil uang deh. Nanti aja deh kalau udah sepi."

Akhirnya Ning Hana langsung menuju ke kantin untuk membeli minuman kopi cappuccino kesukaannya menggunakan uang yang ada di kartu debitnya. Ia memilih untuk scan kartu saja karena aturan di pondok maupun di sekolah melarang membawa uang berupa kertas. Semuanya menggunakan kartu. Meskipun Ning Hana cucu Kiai, ia tetap harus mematuhi aturan yang dibuat di pondoknya itu.

(Ning Hana mengantri di kantin dan memesan kopi cappuccino.)

- Ning Hana (kepada penjual): "Mbak, kopi cappuccinonya satu ya, pake es."

- Penjual: "Siap, Ning. Scan kartu ya?"

- Ning Hana: "Iya, Mbak."

(Setelah membayar, Ning Hana menerima minumannya dan mencari tempat duduk.)

- Ning Hana (berbicara pada diri sendiri): "Segelas kopi cappuccino emang paling pas buat nemenin istirahat."

Waktu menunjukkan pukul 10.12, yang artinya sebentar lagi memasuki jam pelajaran keempat. Jam pelajaran keempat kali ini yang mengajar adalah Gus Rama, kakak pertama Ning Hana. Gus Rama mempunyai aturan dalam kelas: apabila ada siswa maupun siswi yang terlambat dalam pembelajarannya, berapa menit pun, maka siswa ataupun siswi tersebut tidak boleh mengikuti kelas Gus Rama dan akan mendapatkan hukuman apapun itu sesuai pelanggaran yang diperbuat. Kalaupun Ning Hana terlambat, ia juga akan menghukumnya karena prinsip dari Gus Rama, ia tidak peduli siapapun itu yang terlambat, meskipun adiknya, ia akan terkena hukuman entah hukuman apapun itu.

Gus Rama sudah masuk ke kelas. Benar saja, Ning Hana terlambat masuk kelas selama 25 menit.

(Ning Hana membuka pintu kelas dengan ragu-ragu. Gus Rama sedang menjelaskan materi pelajaran di depan kelas.)

- Ning Hana (dengan nada pelan): "Assalamualaikum, Gus."

(Semua mata di kelas tertuju pada Ning Hana. Gus Rama menghentikan penjelasannya dan menatap Ning Hana dengan tatapan tajam.)

- Gus Rama (dengan nada dingin): "Waalaikumsalam. Hana, kamu terlambat 25 menit."

- Ning Hana (dengan nada menyesal): "Iya, Gus. Maaf, tadi ada urusan sebentar."

- Gus Rama (dengan nada tegas): "Di kelas saya, tidak ada alasan untuk terlambat. Kamu tahu aturannya."

- Ning Hana (menunduk): "Tahu, Gus."

- Gus Rama: "Kalau begitu, kamu keluar dari kelas sekarang juga."

- Ning Hana (terkejut): "Keluar, Gus?"

- Gus Rama: "Iya, keluar. Kamu tidak boleh mengikuti pelajaran saya hari ini. Dan nanti setelah pulang sekolah, kamu temui saya di masjid pondok asrama putra."

- Ning Hana (pasrah): "Baik, Gus."

(Ning Hana keluar dari kelas dengan perasaan malu dan menyesal. Para siswa yang lain menatapnya dengan iba.)

Pembelajaran Gus Rama kurang satu jam lagi, dan sekarang sudah menunjukkan pukul 11.30, yang artinya para siswa siswi pulang ke asrama masing masing untuk menjalankan sholat dhuhur di asrama kecuali asrama putra dan asrama para santri tahfidz mereka tidak diperbolehkan sholat diasrama melainkan mereka diwajibkan sholat di masjid karena juga ada absensinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!