NovelToon NovelToon
Membawa Benih Suami Kontrakku

Membawa Benih Suami Kontrakku

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / One Night Stand / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:117.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sagitarius28

"Tinggalkan putraku dan ambil ini! Ingat jangan kau injakkan kaki kotor mu itu di mansion keluarga Xie." Xie Lihua

"Baik Nyonya, saya akan pergi dari sini. Dan ini amplop dari anda, saya bukan seperti apa yang anda pikirkan." Lin Wu

"Shit! Beraninya dia pergi meninggalkanku, lihat saja aku akan menghukumnya dan membawanya kembali ke sisiku." Xie Yanshen

Dua insan yang terpaksa menikah karena sebuah scandal dan juga tuntutan dari Tuan Jin Hao, Ayah Yanshen. Pernikahan yang tak diinginkan itu membawa Lin Wu ke dalam neraka kehidupan. Lihua, Ibu Yanshen begitu membencinya hingga suatu hari dia sukses menyingkirkan Lin Wu.

Tanpa ada seorang pun tahu, bahwa Lin Wu pergi membawa rahasia besar. Dan kepergiannya membuat Yanshen murka.

Akankah Yanshen tahu rahasia besar Lin Wu? Dan berhasilkah Yanshen membawa kembali wanita yang masih sah menjadi istrinya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sagitarius28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MBSK 35

"Opa ... cepat antar kami pulang. Kami sudah bosan lihat wajah nenek sihir ini, nggak mau lagi bertemu sama orang ini. Terlalu banyak drama," seru Ji Chan mengungkapkan unek-uneknya.

"Loh, makanannya kan belum habis. Lebih baik kalian habiskan dulu baru kita pulang, ya ...." Daddy Jinhao tersentak kaget mendengar keinginan cucunya itu yang sebelum kemudian dia berusaha membujuk kedua cucunya.

"Enggak! Kami mau pulang sekarang. Kalau Opa nggak mau antar, kita pulang saja sendiri," ancam Jun Jie dengan tatapan dinginnya pada Daddy Jinhao.

"I- iya, ayo kita pulang sekarang." Daddy Jinhao mengangguk cepat kemudian bergegas beranjak dari tempatnya meninggalkan restoran itu. Berjalan keluar menuju basement dimana limosinnya terparkir sempurna disana.

"Daddy tunggu!" panggil Mommy Lihua dengan nada sedikit tinggi, sebelum akhirnya dia memutuskan mengejar suaminya yang sudah meninggalkannya seorang diri.

"Dad ... jangan tinggalin Mommy dong," ucap Mommy Lihua berusaha mengejar suaminya itu.

Sementara Daddy Jinhao tak menggubris panggilan istrinya itu. Lelaki paruh baya itu begitu kecewa dengan sikap Mommy Lihua yang tidak pernah berubah, selalu mementingkan egonya sendiri tanpa mau belajar dari kesalahan yang pernah dia lakukan.

"Cepat jalan," titah Daddy Jinhao pada orang kepercayaannya yang sedang duduk dibalik kemudi.

Ya saat ini mereka sudah berada di dalam limosin milik Daddy Jinhao. Mendengar permintaan cucunya membuat Daddy Jinhao tidak dapat menundanya bahkan lelaki paruh baya itu sama sekali tak menghiraukan istrinya yang sedang mengejarnya.

"Daddy ... buka pintunya. Mommy mau masuk Dad ...," pinta Mommy Lihua dengan wajah melasnya sambil mengetuk jendela limosin milik suaminya.

"Daddy ... Dad, jangan tinggalin Mommy! Arrrrggghh ...," pekik Mommy Lihua sambil mengejar limosin yang kini sudah melaju meninggalkan basement.

'Semua ini gara-gara Lin Wu dan bocah perempuan itu. Kenapa juga dia harus muncul lagi di keluargaku? Dasar pembawa si*l!' batin Mommy Lihua mengumpat. Terlihat jelas kilatan amarah yang terpancar di raut wajah Mommy Lihua.

🥕🥕🥕

"Sayang, kalian kenapa? Kok mukanya ditekuk seperti itu, ayo cerita sama Mommy," tanya Lin Wu menelisik raut wajah kedua anaknya silih berganti. Tanpa mereka bercerita pun, Lin Wu dapat menangkap kekesalan di raut wajah si kembar. Tentu saja Lin Wu tidak tau hal apa yang menyebabkan kedua anaknya bisa bermuka masam seperti itu.

"Kami habis bertemu dengan nenek sihir," jawab Ji Chan sambil bersedekap dengan wajah dinginnya.

Lin Wu berkerut alis dalam, lalu mendongakkan wajahnya menatap Ayah mertuanya yang baru saja datang mengantar Jun Jie dan Ji Chan.

"Kamu masuk dulu ya ke dalam. Mommy mau bicara dulu sama Opa," seru Lin Wu pada kedua anaknya itu dan diangguki oleh mereka.

"Baik, Mom. Ayo Ji Chan kita ke kamar," ucap Jun Jie menggandeng tangan saudara kembarnya.

🥕🥕🥕

"Lin Wu maafkan Daddy yang telah mengajak mereka keluar untuk jalan-jalan ke mall. Daddy hanya ingin me time bersama mereka dan lebih akrab dengan cucu Opa," ucap Daddy Jinhao membuka suara.

"Iya Daddy, nggak apa-apa kok. Lin Wu mengerti," sahut Lin Wu tersenyum lembut pada Daddy Jinhao.

"Dan soal mereka yang mukanya ditekuk seperti itu ... itu semua karena mereka nggak sengaja bertemu dengan Mommy," terang Daddy Jinhao menjelaskan agar menantunya tidak penasaran dengan perubahan mimik wajah si kembar.

"Bertemu Mommy ...," lirih Lin Wu sambil berkerut alis dalam, kemudian diangguki oleh Daddy Jinhao.

"Lalu bagaimana Dad ... apa mereka membuat onar? Terutama Ji Chan pasti dia sudah buat Mommy jengkel kan dengan mulutnya itu yang susah diam," tanya Lin Wu penasaran.

Daddy Jinhao tersenyum menatap wajah menantunya yang sedikit panik. Dia bisa memaklumi itu karena mungkin sudah tahu bagaimana kelakuan Ji Chan terlebih sikap istrinya yang selalu cerewet dan suka menanggapi omongan orang lain yang tidak ada ujung pangkalnya.

"Mereka nggak buat onar kok, tapi ya memang kamu tahu sendiri kan gimana Mommy Yanshen. Dia suka banget nyinyirin orang, sementara Ji Chan yang jengkel langsung menyerangnya dengan bom. Dia anak yang hebat Lin Wu, Daddy salut sama kamu karena bisa didik mereka dengan baik. Kamu tidak usah khawatir soal Mommy, biar itu menjadi urusan Daddy. Lebih baik kamu fokus sama anak-anak dan berbahagialah dengan keluarga kecil kalian yang sudah berkumpul kembali," sahut Daddy Jinhao berusaha menenangkan menantunya.

"Baik Dad, terimakasih untuk hari ini sudah mengajak mereka jalan-jalan. Maaf kalau anak-anak sudah buat Daddy pusing dengan tingkah mereka," ucap Lin Wu yang merasa tidak enak hati atas sikap si kembar pada Ayah mertuanya.

"Iya Nak, kamu nggak perlu sungkan. Itu sudah tugas Daddy untuk mengajak mereka me time, biar Daddy lebih dekat lagi dengan mereka ," sahut Daddy Jinhao kembali tersenyum pada menantunya itu.

Tiba-tiba datanglah seorang lelaki yang bertubuh tinggi dan tegap berjalan masuk ke dalam rumah Ibu Lin Wu. Lelaki itu tak lain adalah salah satu orang kepercayaan Daddy Jinhao yang ditugaskan untuk membayar semua belanjaan Ji Chan tadi dan membawanya ke mobil.

"Permisi Tuan, Nyonya muda ...," sapa lelaki itu sambil membungkukkan sedikit badannya sebagai tanda hormatnya pada Daddy Jinhao dan Lin Wu.

"Ini barang belanjaan Nona Ji Chan Tuan." Lanjutnya yang langsung meletakkan dua paper bag berukuran besar di atas meja ruang tamu.

Tentu saja hal itu membuat mata Lin Wu membulat sempurna melihat pemandangan di hadapannya saat ini.

"Ini semua ...," tanya Lin Wu memastikan sambil membelalakkan matanya.

"Iya Lin Wu. Itu semua milik Ji Chan dan Jun jie, dia sendiri yang memilih jajan kesukaan mereka." Daddy Jinhao mengangguk membenarkan tebakan menantunya.

"Tapi, itu kebanyakan Dad. Mereka pasti nggak bisa menghabiskan itu semua," sahut Lin Wu menerangkan pada Ayah mertuanya.

"Iya nggak apa-apa Nak, biar jadi stock camilan buat mereka di kulkas. Apalagi sekarang ini cuacanya begitu dingin, pasti mereka sering ngemil," ucap Daddy Jinhao beralasan.

"Lin Wu minta maaf ya Dad karena mereka sudah habisin uang Daddy." Lin Wu menundukkan kepala merasa sungkan pada Ayah mertuanya itu, apalagi mereka juga baru saja bertemu tapi kedua anaknya malah menghamburkan uang Ayah mertuanya.

Lin Wu benar-benar malu, merasa tidak enak hati atas sikap dan kelakuan kedua anaknya. Terlebih Ji Chan yang suka beli jajan, bawaannya mau ngemil terus. Berbeda halnya dengan Jun Jie yang tidak suka nyemil, dia justru lebih suka dengan segelas susu coklat yang menjadi minuman favoritnya.

"Tidak apa-apa Nak. Justru Daddy senang bisa melihat mereka belanja dengan sepuasnya, malah Daddy meminta mereka habisin uang Daddy untuk mereka shopping. Tapi ... Jun Jie justru melarang Ji Chan karena tidak baik belanja berlebihan. Anggap saja itu sebagai penebusan dosa Daddy dan Yanshen selama ini telah membiarkan kalian hidup di luar, berjuang seorang diri demi membesarkan dan merawat kedua cucu Daddy. Dan itu masih belum seberapa dengan pengrobanan kamu selama tujuh tahun ini," ucap Daddy Jinhao mengungkapkan segala unek-uneknya yang bersarang di benaknya.

🥕🥕🥕

"Eh ... cucu Oma yang ganteng, ayo masuk sayang."

"Awas itu guci mahal, jangan dipegang! Kalau pecah, kamu nggak akan bisa ganti. Itu limited edition!"

.

.

.

🥕Bersambung🥕

1
Kaizy celine
Lanjutttt
Luzi
😍
Dewi Yanti
pst momy yanshen g akan setuju
Dewi Yanti
kalo memang yanshen bwrniat kembali sama linwu, mending pisah rmh sama momy nya yanshen beli rumah sendiri
Retno Harningsih
lanjut
Jia Li: udah update ya kak 😊🙏
total 1 replies
Kaizy celine
Lanjuttt thorr lanjuttt😍👍👍
Rara Kayla
heeem.... jadi penasaran nih
Rara Kayla
Si Yanshen ada aja kejutannya...
@Resh@
kenapa gak di kasih tau dsri kecil kalo di jodohkan sama anak temanya yg dah nolong jadi kan bisa antisipasi ini malas klo si ji chen dan punya perempuan lain sma kek mamaknya ndia nasibnya
Kaizy celine: Aduhhh takut banget terulang lagiii ...
total 1 replies
Kaizy celine
Aduhhh... yanshen km mau ngpain .. jgn aneh2 yaaa😮‍💨
Kaizy celine
Lanjuttt
Kaizy celine
Aduhhh knppp iniiii
Kaizy celine
🥺🥺🥺🥺
Kaizy celine
Iya siapa itu ya yg didalam petii...
@Resh@
ini keknya anaknya anaknya yg laki mau di jodohkan sma anaknya yg nolong yansen takut banget nanti ada drma pernikahan kontrak lagi
Jia Li: semoga aja tidak ya kak 🤭
total 1 replies
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
sapa yg meninggal
Jia Li: baca bab selanjutnya kak biar tidak penasaran 🤭
total 1 replies
@Resh@
apa lagii tu Yansen di panggil deddynya
@Resh@
belum up jua🫢
Jia Li: maaf ya kak lama menunggu 🙏🙏
malam ini cerita Lin Wu dan Yanshen akan update ya kak tapi masih proses review 🙏🙏
Minal aidzin walfaidzin kak, Mohon maaf lahir batin 😊🙏🙏
total 1 replies
Kaizy celine
Niatnya baikk tapi si tua itu berlebihan dalam mengambil langkah
Kaizy celine
Lanjuttt makin gregettt lihat tua bangka😮‍💨
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!