NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Berondong

Terjerat Cinta Berondong

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / Selingkuh / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Pihak Ketiga / Beda Usia
Popularitas:43.9k
Nilai: 5
Nama Author: Red_Purple

Alana Xaviera merasa seperti sosok yang terasing ketika pacarnya, Zergan Alexander, selalu terjebak dalam kesibukan pekerjaan.

‎Kecewa dan lapar akan perhatian, dia membuat keputusan nekad yang akan mengubah segalanya - menjadikan Zen Regantara, pria berusia tiga tahun lebih muda yang dia temui karena insiden tidak sengaja sebagai pacar cadangan.

‎"Jadi, statusku ini apa?" tanya Zen.

‎"Pacar cadangan." jawab Alana, tegas.

‎Awalnya semua berjalan normal, hingga ketika konflik antara hati dan pikiran Alana memuncak, dia harus membuat pilihan sulit.


‎‎📍Membaca novel ini mampu meningkatkan imun dan menggoyahkan iman 😁 bukan area bocil, bijak-bijaklah dalam membaca 🫣


Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Red_Purple, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 35 : TCB

Bram tertawa terbahak-bahak, "Om hanya bercanda, kenapa wajah kalian tegang begitu,"

Jihan yang sudah selesai menyiapkan makan malam segera menghampiri mereka di ruang depan, wanita itu tersenyum manis pada Alana. Sebenarnya Jihan bukan membenci Alana, yang dia takutkan justru putranya, takutnya Zen hanya bermain-main saja dan tidak benar-benar serius terhadap Alana. Jihan tidak ingin putranya sampai mempermainkan hati dan perasaan wanita.

"Makan malamnya sudah siap. Alana, ayo kita makan malam dulu," ucap Jihan, meraih tangan Alana dan membawanya berdiri. "Zen, ayo bangun." perintahnya pada sang putra.

Jihan membawa Alana ke ruang makan, sementara Zen menahan langkah papanya saat Bram akan menyusul ke ruang makan.

"Papa tidak serius dengan ucapan Papa, kan? Papa mau mengirim aku dan Alana kerumah nenek, itu sama saja cari mati." ujar Zen, mengusap wajahnya frustasi.

Bram tertawa, menepuk pundak Zen kuat. "Memangnya apa yang kamu takutkan? Nenekmu tidak akan sampai membunuh orang,"

‎"Memang tidak, tapi pasukan nenek itu banyak. Aku tidak yakin Alana akan betah disana, apalagi jika nenek menyuruhnya untuk membantu merawat sapi-sapinya." Zen menghela napas, neneknya memiliki peternakan sapi dan ada sekitar dua puluh sapi lebih disana.

Saat kecil, setiap kali menginap di rumah sang nenek, Zen sering membantu membersihkan kandang sapi yang sangat bau, kadang dia juga ikut mencari pakan untuk sapi-sapi, mengambil kotoran sapi dan membawanya dengan ember ke kebun, mencampurkannya dengan tanah untuk menyuburkan cabai dan tomat yang ditanam nenek. Bayangkan Alana, wanita yang biasa tinggal di kota dan jarang melakukan pekerjaan berat, pasti tidak akan betah tinggal disana.

"Pokoknya aku tidak setuju." tegas Zen.

"Setuju tidak setuju kalian akan tetap pergi kesana," sahut Bram, kemudian melangkahkan kakinya pergi menuju ke ruang makan dimana istrinya dan Alana sudah menunggu disana.

Zen terdiam sejenak, beberapa kali dia menghela napas memikirkan kata-kata papanya. Mungkin setelah mengantar Alana pulang nanti dia akan coba bicara lagi dengan papanya tentang keputusannya ini, selain itu dia juga tidak yakin Alana mau untuk diajak kerumah neneknya.

-

-

-

Mobil yang dikendarai Zergan terhenti saat sebuah mobil lain tiba-tiba menyalip dan berhenti didepan mobilnya. Karina turun dengan wajah marah, mengetuk kaca mobil Zergan dengan keras.

"Keluar kamu, Zergan! Kita harus bicara." seru Karina dengan napas terengah.

Dengan malas Zergan membuka pintu mobilnya, meskipun sudah memecat Karina dan tidak bertemu lagi dikantor, tapi Karina masih tetap saja mengganggunya.

"Brengsek kamu, Zergan! Kembalikan Kayla padaku!" todong Karina begitu melihat Zergan sudah turun dari mobilnya.

"Brengsek?" ulang Zergan, dia tersenyum kecut. "Kamu sendiri yang ingin aku bertanggungjawab atas anak itu, kan? Sekarang aku sudah tanggungjawab, kenapa kamu masih saja menganggu hidupku, Karina!"

‎"Kayla adalah satu-satunya keluargaku, jika kamu mengambilnya maka aku tidak punya siapa-siapa lagi, Zergan." mata Karina berkaca-kaca, bibirnya bergetar. "Saat tahu aku hamil Kayla dan kamu tidak mau bertanggungjawab, keluargaku marah dan mengusirku dari rumah. Jadi tolong jangan pisahkan aku dari Kayla."

Air mata itu sama sekali tak menggerakkan hati Zergan, sedikitpun dia tidak merasa iba atas apa yang sudah terjadi pada Karina. Baginya, itu tetaplah kesalahan Karina yang telah menjebaknya hingga mereka bisa memiliki anak yang tidak pernah diharapkan.

"Aku akan mempertemukan kamu dengan Kayla asalkan kamu bisa membujuk Alana untuk kembali padaku." Zergan mencengkram kuat rahang Karina, membuat wanita itu meringis kesakitan. "Semua gara-gara kamu! Sekarang Alana dan orang tuanya membenciku, mereka ingin aku bertanggungjawab atas sesuatu yang tidak pernah aku inginkan!"

Karina memegang pergelangan tangan Zergan yang kaku, jari-jarinya bergeser-geser seolah ingin memohon belas kasihan. Dia bisa melihat tatapan Zergan yang penuh kebencian terhadapnya, "Aku sudah coba bicara dan membujuknya, tapi Alana menolaknya."

‎‎"Itu karena kamu bodoh!" Zergan berteriak, "Sebelum Alana mau kembali padaku, jangan harap aku akan mempertemukan kamu dengan Kayla." tekannya, Zergan menghempaskan wajah Karina dengan kuat hingga kepala wanita itu tertoleh kesamping.

Zergan menarik napas, mencoba untuk meredam emosinya. "Bagaimanapun caranya, aku ingin kamu memisahkan Alana dengan anak muda itu. Jika kamu berhasil, aku akan membawa Kayla padamu."

Saat Zergan hendak berbalik dan masuk kedalam mobil, tangan Karina tiba-tiba menahan lengannya. Wanita itu menatapnya dengan mata yang penuh harapan dan ketakutan yang bergantian.

"Kali ini aku bisa memegang kata-katamu kan? Jika aku berhasil memisahkan Alana dengan Zen, kamu akan mengembalikan Kayla padaku." Suara Karina terengah-engah, penuh harapan yang seolah mau patah.

‎‎Zergan berhenti, tapi tidak membalikkan badan. Dia hanya menoleh sedikit, memberikan pandangan sinis yang menusuk melalui sudut matanya. Matanya masih memancarkan keraguan dan kebencian pada Karina. Kebencian pada situasi yang memaksa dia terpaksa harus membuat perjanjian seperti ini.

"Kita lihat saja nanti," ucapnya dengan nada dingin.

Di dalam hatinya, Karina tahu dia tidak akan pernah sepenuhnya bisa mempercayai Zergan. Tapi ini adalah satu-satunya cara yang dia punya untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, yaitu bertemu Kayla dan membawa Kayla untuk tinggal bersamanya lagi.

Mobil yang dikendarai Zergan melaju pergi meninggalkan Karina yang masih berdiri diam ditempat tanpa bergerak sedikitpun. Dia ingat wajah Kayla yang ceria, senyumnya yang manis, tangannya yang selalu memegang tangannya. Rasa rindu itu menyakitkan, lebih menyakitkan dari rasa takut pada Zergan.

‎‎Karina mulai memikirkan langkah yang harus dia lakukan untuk memisahkan Alana dari Zen tanpa membuat mereka curiga. Kedua tangannya terkepal kuat disisi, matanya masih menatap ke kejauhan, dimana cahaya lampu belakang mobil Zergan sudah hilang tertelan oleh tikungan jalan yang dipenuhi pepohonan besar.

‎‎"Demi Kayla aku akan melakukan apapun. Bahkan jika aku harus bermain-main dengan api yang bisa membakar diriku sendiri."

-

-

-

Bersambung...

1
Zuri
cowo muka tembokkkk🤧
Zuri
manjat balkon demi ngadon ini ntar🤣🤣
Zuri
aih aih aih... sentuhanmu yg menggetarkan hati🤭
Zuri
jagan dulu.. ntar kebablassnn🤭🤭
markona
kayaknya mm Alana mulai LG menerima zergan, apa GK mikir tu mm Alana Gimn selama ini dibohongi dasar , Alana muntahin aj tu zergan biar tau rasa, orang koc GK py malu, Karina km jg jgn diam aja bantu Alana ceritain klu setiap kalian berdua pergi keluar kota selalu endohoi kuda kudaan sama zergan, soal zergan GK mau jujur waktu ditanya Alana masih aj bohong, dan bilang klu zergan dibalik kecelakaan zen
D_wiwied
nih orang udah putus urat malunya kali ya, udah ditolak, dilarang jg masih ajaa datang mana ibunya si Al kynya ikutan dukung pula
D_wiwied
hehh halalin dulu Zen jangan minta yg enak2 dulu eehh yg aneh2 maksudku 🤭🤭😆
🔥Violetta🔥: Asupan vitamin kata Zen, Kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
ari sachio
bikin mual y al....mending liat kotoran sapi biar bau bisa dibersihin ....lah nih....dah ditolak dibilang g ush dtg lg ehhh masih aja nongol mulu kek g punya salah.....kira2 diapain y mereka....disopanin ngelunjak.ditolak g mempan dicuekin g nyadar ....gmn tuh thor....ku mah kasihan ama kayla(maaf klo slh nm ankny zergan ku lupa)ank kcil g tau ap2 jd korban ambisi bapakny yg geblek🤭
🔥Violetta🔥: Biar kelihatan katanya tanggungjawab aja dia 😅😅😅 Dia pikir dikasih makan sama dipenuhi kebutuhan doang sudah cukup buat anaknya 🤣🤣🤣
total 3 replies
ℕℹℕ⅁_ℕↂℕ⅁™
Sikatttt Al Sikatttt!! laki2 pengecutt! sudah tahu salah, seharusnya mempertanggung jawabkan kesalahannya. bukannya gedein ego demi kebahagiaan diri sendiri.
ℕℹℕ⅁_ℕↂℕ⅁™: minta di sikattt 😆😆
total 2 replies
ℕℹℕ⅁_ℕↂℕ⅁™
yang sakit tangannya, mulutnya dan itunya kan nggak sakit 😆 jadi gombalan masih aman, lancar jaya 🤣
🔥Violetta🔥: Tuman tapi nikmat 🤣🤣🤣
total 3 replies
ℕℹℕ⅁_ℕↂℕ⅁™
Tak perlu kamu merindukanku, karena aku selalu ada di hatimu..slebewww 🤣
ℕℹℕ⅁_ℕↂℕ⅁™
uluhh uluhhh muakkk aku muakkk 🥴🤣
Zuri
yg kamu lewatkan banyak Zergan. karena kamu hanya fokus pada dirimu sendiri🤧
Zuri
mantanmu itu lohh Lana🤧
Zuri
oohhh kok udahann /Grin//Grin/
Zuri
tangan sakit tak menghalangi untuk raba meraba, remas meremas🤣
Zuri
akhirnya ketemuuu🥹
Zuri
yg kamu sebut rendahan itu udah kamu coblos berkal kali loh🤧
D_wiwied
tebakanmu bener Al, zergan biang keroknya
Khusnul Khotimah
aduhh kenapa mbak Mina bilang KLO diajak kakaknya Zen.
s moga zergan tidak cari keberadaan zen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!