NovelToon NovelToon
Ajudanku, Si Dingin Pembuat Panas

Ajudanku, Si Dingin Pembuat Panas

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Cintapertama
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fafacho

"Salahmu sendiri terus menggodaku, jangan salahkan aku kalau sampai hilang kendali dan melepas paksa pakaian mu"


~~Ares Reindart Darmaji~~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fafacho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28.

Ternyata Flo mengajak Hans menghampiri Ares, tapi seolah-olah ia tak sengaja melakukan itu.

Ares yang memang masih di area makan sedikit terkejut melihat Flo yang menggandeng Hans, dia kaget karena ada Hans juga di acara kakaknya. Pandangan Ares terus menatap kearah Flo, tapi Flo seolah-olah tak perduli dengan tatapan Ares itu.

“Woy Res, diem aja? Lihatin siapa? Naksir dengan itu sadar res dia sama pacarnya. Eh bentar deh, aku kayak pernah lihat dia tapi Dimana ya” ucap Teman Ares, Dude. “Aku inget sekarang aku pernah lihat Dimana, dia..dia Florencia kan? Yang nampar anak jendral waktu itu kan” ucap Dude saat ingat soal Flo.

Ares seperti tak mendengarkannya, ia tetap menatap kearah Flo yang kini menyuapkan kue kedalam mulut Hans. Entah sadar atau tidak Ares mengepalkan tangannya, menatap Garang pemandangan di depan.

“Woy res, dengan omonganku nggak sih” ucap Dude sambil memegang Pundak Ares.

“Iya dengar” jawab Ares singkat tapi tatapannya masih tertuju pada Flo.

“Kau kenapa sih,? Kayaknya beneran naksir dengannya” heran Dude karena Ares tak berpaling sama sekali.

“Nggak, siapa juga yang naksir dengan Perempuan binal sepertinya” ucapnya kemudian, lalu tak menatap lagi kearah Flo tapi ia masih curi-curi pandang melihat Flo yang kini tak jauh darinya.

Matanya melebar saat Flo mendekatkan wajah pada Hans, Perempuan itu seperti berbisik tapi kenapa ia tak suka. Kepalan tangan Ares semakin kuat saat Hans juga berbisik di telinga Flo,

“Saya kesana dulu” tukasnya pada Dude, dengan Langkah cepat ia menghampiri Flo dan langsung menarik lengan Flo agar menjauh dari Hans.

Hans dan juga Flo kaget dengan kemunculan tiba-tiba Ares.

“Apaan sih,” Flo melepas paksa tangan Ares agar terlepas darinya, lalu ia berdiri di sebelah Hans.

“kau disni juga?” tanya Hans.

“Nggak usah tanya saya, harusnya saya yang tanya kenapa kau kesini? Ada undangan?” ketus Ares menatap pria di sebelah Flo.

“Saya rekan kerja Arvan, kau sendiri? Kau juga rekan ke..”

“Sejak kapan jadi rekan kerja kakak saya, kenapa saya tidak tahu” potong Ares dengan cepat.

Hans melebarkan matanya menatap Ares.

“Kau adiknya, oh berarti yang sering dia ceritakan. Si orang paling serius baginya” ucap Hans sambil memperhatikan Ares.

“udah-udah ngobrolnya, ayo lanjut kau mau aku temani makan kan” ucap Flo dan memeluk lengan Hans mengajak pria itu untuk memilih makanan lagi. Mereka melewati Ares begitu saja, Ares yang di lewati merasa tak terima. Dia lalu berbalik dan menarik kembali tangan Flo.

“Saya perlu bicara sama kamu” ucap Ares lalu menarik Flo mengajak Perempuan itu pergi dari situ. Hans akan menarik kembali tangan Flo tapi tak keburu karena Ares langsung mengajak Flo pergi.

“Apa-apaan sih, lepasin nggak. Aku nggk..” ucap Flo meminta di lepaskan saat Ares menarik tangannya.

“Saya mau bicara sama kamu, kamu diem aja. Kalau terus bicara mau mengundang perhatian orang?” tukas Ares sambil menarik tangan Flo keluar dari tempat Acara.

“Mau apa sih, disini aja” ucap Flo saat mereka sudah sampai koridor.

Ares diam saja dan terus menarik Flo, dia lalu membuka salah satu pintu di koridor Gedung itu dan masuk ke sebuah ruangan.

“wow, wow apaan ini. Hayo kenapa kau mengajakku kesini?” tanya Flo sambil melipat tangannya di dada. Dia maju selangkah mendekat pada Ares.

“kau tidak lihat orang-orang melihatmu tapi kau dengan pria lain” tegas Ares menatap wajah Flo yang seolah meledeknya.

“Ya terus kenapa kalau mereka melihat,”

“Kau ingin jadi bahan omngan orang lain, mereka disana tahunya kau calon istriku kenapa kau malah menggandeng pria lain”

“Oh karena itu, jangan bilang kau cemburu” ucap Flo sambil tangannya memegang dagu Ares. Ares langsung menepisnya.

“Untuk apa aku cemburu, saya ha…”

“Ngelak, oke. Aku mau keluar lagi, ngapain disini ngomongin nggak jelas” potong Flo lalu akan keluar lagi tapi di tahan oleh Ares.

“Saya belum selesai bicara, kata siapa kau boleh pergi” ucap Ares sambil menahan pintu.

“makanya ngaku kalau kau cemburu, kalau nggak aku keluar lagi”

“Buat apa saya mengaku cemburu, saya bukan siapa-siapamu”

“Ya itu, kau bukan siapa-siapaku jadi terserah diriku mau dengan siapa diluar. Minggir” ucap Flo lalu mendorong Ares agar minggir dan dia bisa keluar..

Flo membuka pintunya dan ucapan Ares menghentikannya seketika.

“Saya nggak cemburu tapi saya nggak suka melihatmu dengan pria lain. Hati saya nggak nyaman melihat itu” ucap Ares lantang, Flo menatap Ares tersenyum. Dia tak jadi keluar, ia menutup pintunya kembali.

“Serius nggak suka aku dengan pria lain,?” ucap Flo mengikis jarak di antara mereka. Dan tanpa sangka tangannya langsung melingkar memeluk Ares. Ares sendiri terpaku di tempat seperti batu, tak merespon ucapan Flo barusan. Ia terlihat seperti menyesali ucapannya.

Flo yang memeluk Ares mendongak memperhatikan wajah pria itu yang langsung berpaling menghindar tatapannya.

“Itu Namanya cemburu bodoh” cibir Flo,

“Udah bilang aja kalau suka denganku,” ucap Flo lagi.

Ares langsung menatap Flo yang menatapnya dengan masih memeluknya.

“Saya nggak suka denganmu, kau bukan type saya. Saya hanya merasa..”

“Merasa cemburu,” potong Flo. Dia lalu memeluk Ares semakin erat, “Tidak usah kau elak, hatimu saja sudah mengatakan iya. Percuma mulutmu itu” lanjutnya.

“Lepas, saya mau keluar” ucap Ares, karena hatinya berdebar tak karuan saat ini. Ia memang sudah gila bisa terpengaruh dengan Perempuan di depannya.

“Nggak, aku pengen begini saja.” Tolak Flo tak melepaskan pelukannya sama sekali.

Ares hanya bisa pasrah saat Flo semakin memeluknya,

Flo yang tadi memeluk Ares kembali mendongakkan kepalanya menatap wajah tampan pria itu.

“Ayo kita menikah” ucapnya tiba-tiba.

Ares seketika langsung menunduk menatap Flo yang menatapnya., ia kaget dengan ucapan itu.

***

1
Piet Mayong
jadi bener Ares suka sama adek tirinya Flo??
kok pas di mall kemaren Ares g negur si Farah kan mereka sempet ketemu Thor??
Fafacho: disini belum author ceritain
total 2 replies
vita
ceritanya menarik dan bagus
Piet Mayong
ini juga pejantan mau mau aja di sosor...
😄😄😄
Piet Mayong
nekat amat jadi cewek kau Flo....terlalu frontal 🤭🤭🤭
Piet Mayong
semoga Ares g jatuh cinta sama Flo, beda level ini wir....
Piet Mayong
bener bener cewek gila si Flo ini ya Thor...
hehehehhe...
lanjut ya
Piet Mayong
jangan mau meluk cewek hantu laut res...
hahhahaha
Piet Mayong
gak ada penjelasannya gitu
Fafacho: penjelasan soal apa ya kak?
total 1 replies
Saefuroh Zt
aq nungguin updetnya
Piet Mayong
flo udh mulai nekat...
kita tunggu kegilaan apa yg bakal kalau lakukan flo???
Piet Mayong
bagus ini ceritanya....
lanjut lagi donk....
Piet Mayong
rajin up ya Thor biar aku rajin juga ngasih gift
Piet Mayong
apakah ada udang di balik batu??
mama tiri berusaha JD peri atau penyihir nih🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!