NovelToon NovelToon
Aku Dia Dan Dirimu

Aku Dia Dan Dirimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Nikah Kontrak
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Erny Su

"Aku tidak pernah memaksa siapapun untuk mencintai ku, dan jika pun cinta segitiga ini tetap harus berlanjut maka aku akan pastikan bahwa aku akan menjadi pemenang nya. apapun yang terjadi nantinya." ucap Daisy yang sudah putus asa karena tidak bisa melepaskan diri dari cinta yang terus membelenggu nya.

Dengan luka dan tetes air mata gadis cantik itu melanjutkan langkahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erny Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

"Itu bukan salah mu Tia, cepat atau lambat semua akan terjadi itulah kenapa aku selalu meminta agar kamu berhenti untuk mendekatkan putraku pada pria yang jelas-jelas bukan ayahnya. Aksa adalah penguasa sukses dan semua orang tau latar belakangnya dan tidak mungkin tidak ada yang tau siapa anak istrinya, aku tau kamu hanya ingin yang terbaik untuk aku dan Adam tapi Aksa bukan orang yang tepat untuk ku, aku sudah putuskan untuk melajang seumur hidup ku, bukan karena aku tidak ingin memiliki teman hidup tapi aku takut tidak bisa mempertahankan apa yang telah aku miliki nanti dan Aksa jelas sejelas awal dia bukan untuk ku."ucap Daisy yang kini meninggalkan Tiana dengan rasa bersalahnya.

"Dy, apa aku salah jika aku ingin melihat mu bahagia dengan orang yang sangat mencintai dan kamu pun mencintainya terlepas dari Aksa yang sudah memiliki pasangan hidup, dia tidak bahagia dengan pernikahannya selama ini dan asal kamu tahu dia belum pernah menyentuh istrinya sama sekali hingga saat ini!"ujar Tiana dengan lantang nya.

"Itu bukan urusan ku Tia, dia mau menyentuhnya ataupun tidak aku tidak ada urusan dengan itu, yang jelas mereka sudah menikah dan sudah dikaruniai anak, cinta atau tidak dan bahagia atau tidak itu tetap pilihan nya. Dan kehadiran orang ketiga itu tetap tidak bisa dibenarkan Tia."ucap Daisy yang kini berjalan menuju lantai dua.

"Dy aku tau itu, tapi Aksa tidak akan pernah melepaskan mu."ucap Tia.

"Aku tidak peduli, pokonya mulai sekarang aku tidak ingin lagi bertemu dengan nya,"ucap Daisy yang kini membuat Tia terdiam di tempatnya saat menyadari seseorang yang mereka bicarakan saat ini ada disana.

Tatapan tajam itu mengarah kearah keduanya, entah apa yang saat ini akan terjadi yang jelas Tia tidak lagi bicara dan seolah-olah tidak melihat keberadaan Aksa yang kini melangkah masuk semakin dalam dan berjalan menuju lantai dua dimana kamar Daisy yang baru saja tertutup rapat.

Aksa langsung membuka pintu itu tanpa aba-aba hingga pemilik kamar itu langsung kaget saat melihat kedatangan nya."Tolong jangan lakukan itu lagi silahkan tinggalkan rumah saya tuan mulai detik ini anggap kita tidak pernah saling mengenal."ucap Daisy yang kini masih berdiri di samping ranjangnya.

Sementara orang yang sedang dia ajak bicara terus melangkah cepat tanpa berkata apa-apa dia langsung menghampiri Daisy dengan cepat."Kamu tidak akan pernah bisa mengusir ku dari hidup mu honey, meskipun aku harus membuat mu tersakiti aku akan tetap menjadikan mu sebagai bagian dariku untuk selamanya."ucap Aksa dengan tegas.

"Saya bilang pergi dari sini dan jangan pernah temui saya lagi! meskipun kita bertemu dijalan anggap kita tidak saling mengenal tuan Aksa yang terhormat."ucap Daisy yang kini membuat Aksa justru malah tersenyum menyeringai.

"Katakan itu lagi dan lagi honey bahkan meskipun ribuan kali kau mengatakan nya aku tidak akan pernah pergi darimu, ingat kau bahkan sudah menandatangani kontrak pernikahan dengan ki seumur hidup mu."ucap Aksa dengan tegas.

Pria itu langsung mendorong Daisy keatas ranjang nya, beruntung saat ini Adam tengah terlelap dalam tidurnya di kamar sebelah.

Daisy yang kaget pun hanya memekik, dan Aksa langsung bergerak cepat mengunci pergerakan Daisy yang kini ada dibawah Kungkungan nya."Jika kemarin aku masih memberikan mu waktu untuk berfikir, sekarang tidak lagi honey, aku bahkan tidak akan pernah lagi melepaskan mu."ucap Aksa yang kini langsung mencumbu bibir seksi milik Daisy yang kini tengah bergulat dengan bibir Aksa untuk menolak sentuhan tersebut bahkan Daisy sampai mengigit bibir bawah Aksa di pria blasteran Italia Belanda tersebut.

Aksa pun langsung menyudahi ciuman tersebut sambil mengusap bibir bawah nya yang sedikit terluka karena gigitan Daisy, tapi bukannya marah tapi justru malah semakin tertantang.

Aksa langsung melepaskan dasinya dan mengikat kedua tangan Daisy yang dia posisikan diatas kepala nya dengan cepat sehingga Daisy tidak bisa bergerak dan hanya memalingkan wajahnya.

Aksa juga langsung melepaskan jas dan kemeja nya yang ia lemparkan ke sembarang arah hingga akhirnya hanya menyisakan celana bahan nya.

Sementara tangan Aksa dengan sengaja meraih jubah lingerie yang kini Daisy gunakan dan melepaskan nya dengan perlahan namun tidak sepenuhnya terlepas karena tertahan dengan ikatan di tangan Daisy, dan itu semakin membuat tangan itu teriak.

"Lepas kak jangan lakukan ini,"ujar Daisy.

Tapi Aksa tidak bergeming, dia justru kembali merobek lingerie tipis itu hingga hanya menyisakan pakaian dalam yang kini membuat Daisy menangis karena merasa dilecehkan oleh pria yang selama ini dia cintai.

"Menangis yang keras honey, agar semua orang tau apa yang sedang terjadi saat ini." ucap Aksa yang kini justru menatap lekat wajah cantik yang kini basah dengan air mata.

"Kamu jahat kak, kenapa tidak bunuh saja aku sekalian."ucap Daisy.

"Daripada terus menangis lebih baik nikmati malam pertama kita honey, aku janji tidak akan menyakiti mu dan aku akan melakukan nya dengan pelan agar kamu bisa merasakan kenikmatan itu dan berfikir ulang untuk pergi dariku."ucap Aksa yang langsung mencumbu bibir Daisy hingga leher jenjang nya dan kini turun ke gundukan kembar yang sangat padat dan kenyal saat Aksa meremasnya hingga Daisy mengerang kesakitan.

Aksa lepas kendali saat ini dia bahkan sedikit kasar saat melumat bibir Daisy karena amarah nya masih memuncak hingga saat Daisy berkata."Tolong jangan lakukan ini kita belum menikah kak please lepaskan aku! hiks... Hiks.. Kamu keterlaluan kak kamu keterlaluan."ucap Daisy yang kini merasa direndahkan.

Tiba-tiba pergerakan tangan Aksa berhenti, tatapan matanya seakan menusuk jantung Daisy."Aku hanya mencintai mu Daisy Wijaya tapi kamu selalu menolak ku, kamu yang keterlaluan apa susahnya kamu menerima ku, aku punya segalanya kamu pun tidak perlu bekerja keras tapi apa yang selama ini kamu lakukan, kamu bahkan sudah menolak ku berulang kali dan aku akan membuat mu mengerti dengan cinta ku saat ini juga jadi berhenti menangis dan rasakan semuanya dengan baik."ucap Aksa yang kini mulai menjelajahi tubuh sexy milik Daisy.

"Tapi tolong lepaskan tangan ku kak, tangan ku sakit."ucap Daisy yang akhirnya kembali membuat Aksa menghentikan pergerakan nya dan memenuhi keinginan Daisy.

Setelah ikatan tersebut lepas Daisy pun berusaha untuk bangkit dan menghindari Aksa, tapi sayang paha atas nya dikunci oleh Aksa yang kini menahan kedua tangan Daisy dengan tangan nya.

"Honey aku sudah bilang kamu tidak bisa menolak ku lagi."ucap nya dengan suara parau nafas nya memburu karena nafsu sudah sampai ke ubun-ubun, tubuhnya yang terbakar gairah pun membuat Aksa tidak bisa lagi menahan hasrat nya, dia buru-buru melepaskan celana panjang nya itu dan kini kanya menyisakan bokser nya.

"Kak please aku tidak ingin melakukan itu sebelum kita menikah kenapa kamu tidak mengerti?"ucap Daisy yang kini terus memohon tapi Aksa tidak menggubris nya, dia tidak ingin Daisy kembali mengingkari janjinya dan pergi darinya lagi.

...*****...

Setelah hampir tiga puluh menit melakukan pemanasan kini akhirnya Daisy pun hanya bisa pasrah karena dia sendiri pun tidak munafik dia ingin melanjutkan nya setelah sentuhan memabukkan itu menggoda iman nya.

Tapi tiba-tiba mata Daisy membulat saat Aksa melepaskan bokser nya senjata pusaka Aksa sungguh berukuran super, selain pan*ang juga besar dan itu membuat Daisy sedikit merasa takut.

"Jangan tegang begini honey rileks saja aku janji akan pelan-pelan agar kamu tidak merasakan sakit."ucap Aksa yang kini mulai mengarahkan rudalnya itu kearea sensitif Daisy yang kini wajah nya yang putih mulus itu berubah merah karena menahan sakit yang teramat sangat saat Aksa mulai menerobos masuk kedalam.

Daisy hanya bisa menahan nafas hingga air mata nya kembali mengalir deras, dan Aksa terus berusaha untuk menerobos masuk meskipun sedikit kesulitan karena gawang milik Daisy benar-benar sempit hingga."Ahhh... saki"ucapan jeritan Daisy tertahan karena Aksa langsung membungkam bibir Daisy dengan bibirnya yang kini terus mencumbu bibir seksi itu sambil lanjut mendorong rudal nya dengan kuat karena sudah tidak sabar.

Darah virgin itu meleleh keluar melumasi rudal Aksa yang kini menghentikan pergerakan nya sejenak, sementara Daisy hanya menatap sendu pada Aksa yang saat ini mengucapkan terimakasih karena Daisy benar-benar telah menjaga diri dengan baik meskipun tinggal di negara orang dalam waktu yang cukup lama.

Aksa pun mengecup kening Daisy dengan tetap mempertahankan posisi rudal nya yang kini kembali bergerak keluar masuk sementara Daisy kini mulai sedikit rileks meskipun rasa perih bercampur panas itu masih sangat terasa dan perlahan rasa itu sedikit menghilang tergantikan oleh rasa yang tak bisa Daisy gambarkan.

Mereka pun larut dalam percintaan pertama mereka saat ini, dan meskipun Aksa baru pertama kali melakukan percintaan. Tapi dia tidak seperti orang yang baru melakukan itu karena saat ini banyak edukasi tentang s*x untuk dipelajari meskipun tidak jarang orang langsung memperagakan nya.

Sampai saat mereka menuju puncak bersama-sama Aksa berharap akan kehadiran anak di rahim Daisy yang akan mengikat kuat hubungan mereka.

Seperti halnya dia dengan Aurora meskipun mereka tidak pernah melakukan hubungan badan, mereka tetap terikat pernikahan dan anak. Meskipun sampai saat ini anak yang lahir dari cara bayi tabung itu tidak baik-baik saja dan terus sakit-sakitan karena penyakit autoimun yang ia derita.

Daisy yang kini merasakan sakit dan kelelahan pun akhirnya terlelap dalam tidurnya diperlukan Aksa yang menemani tidur nya hanya beberapa jam saja setelah percintaan itu.

Aksa harus kembali ke rumah dimana Aurora dan putrinya berada, diapun menyempatkan diri untuk meninggalkan pesan pada Daisy tentang pernikahan mereka yang akan digelar di rumah nya dengan Aksa yang sudah dua kali Daisy singgahi.

Meskipun pernikahan itu sementara masih pernikahan siri karena Aksa belum sempat membuat kesepakatan dengan Aurora tentang pernikahan keduanya itu.

Mungkin orang lain berfikir selama ini pernikahan mereka bertahan semua karena cinta, padahal jauh didalam sana hanya ada sebuah kesempatan, yaitu Aksa akan memberikan kehidupan yang layak dan rumah megah itu akan menjadi milik Aurora dan Aurora bisa mencari kesenangan di luar sana.

Mungkin jika wanita itu Daisy tentu saja Daisy akan menolak kemewahan karena hidup tidak selamanya tentang kemewahan, dia juga butuh kebahagiaan yang hakiki dengan pernikahan yang utuh, tapi Aurora dan Daisy memiliki pemikiran yang berbeda.

Dia yang saat ini menjadi pion keluarga nya pun sampai rela kehilangan pria yang dicintai nya demi kemewahan. Dia dan keluarga nya yang hampir jatuh miskin pun langsung menerima tawaran dari tuan Dimitri yang juga hampir kehilangan putra semata wayangnya itu.

Sebenarnya dulu dia menolak Daisy karena Daisy akan dijadikan pion oleh keluarga ayah nya itu, hingga akhirnya berbagai macam cara ia lakukan untuk membuat Daisy menghilang dari putranya Aksa yang begitu mencintai Daisy.

Kembali pada Daisy yang sudah bangun lebih awal, saat ini tubuhnya terasa remuk redam dan bagian sensitif nya begitu sakit dan perih.

Daisy pun berjalan keluar dari dalam kamar nya setelah dia selesai bersiap untuk pergi bekerja, sebelum itu dia akan mengurus putranya Adam terlebih dahulu sebelum dia meninggalkan putranya dengan baby sitter.

"Sayang bangun yu, mommy sudah siap."ucap Daisy.

"Mom jangan pergi Adam takut mommy disakiti sama nenek sihir itu."ucap Adam yang kini membuat Daisy terdiam sejenak, sepertinya Daisy perlu membawa Adam ke psikolog untuk melakukan terapi agar dia bisa melewati trauma nya itu.

"Sayang mommy di dunia ini nenek sihir hanya ada di negri dongeng, jadi tidak ada nenek sihir disini."ucap Daisy yang kini mengecup bibir Adam dan memeluk nya seperti biasanya saat putranya bangun pagi.

"Ada mom, wanita itu bahkan lebih jahat dari nenek Lampir, dan aku takut mommy disakiti jika tidak ada daddy disamping mommy."ucap Adam lagi.

"Tidak sayang, mommy Adam juga bisa membela diri jadi Adam tidak usah khawatir kan mommy, dengarkan mommy sayang ada kabar berita untuk mu... mulai besok kamu bisa kembali bermain dan belajar disekolah, mommy sudah mendaftarkan mu untuk sekolah."ucap Daisy yang kini mencoba untuk menenangkan pikiran Adam.

"Benarkah itu mom, kalau begitu Adam sangat senang karena tidak akan bosan di rumah."ucap Adam dengan lembut.

"Sayang maafkan mommy, mommy terlalu sibuk akhir-akhir ini."ucap Daisy yang kini merasa sangat bersalah.

"Tidak apa-apa mom, Adam justru bangga memiliki mommy yang hebat dan sangat cantik seperti bidadari, Adam akan menjadi seperti mommy setelah besar nanti."ucap Adam yang kini semakin dipeluk oleh Daisy.

"Ayo kita mandi, mommy sebentar lagi akan bekerja setelah Adam sarapan pagi."ucap Daisy.

"Biar saya saja nyonya."ucap baby sitter Adam.

"Tidak apa-apa saya saja, suster siapkan saja pakaian Adam."balas Daisy yang kini dibalas anggukan kepala oleh baby sitter.

1
Syamsiar Samude
bingung ceritaxthor knpa Aksa dibikin jatuh hati sama daesy pdhl sdh mw brtunangan malas rasax lanjut baca bila sll bikn greget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!