"Salahmu sendiri terus menggodaku, jangan salahkan aku kalau sampai hilang kendali dan melepas paksa pakaian mu"
~~Ares Reindart Darmaji~~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fafacho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 8.
Di luar mobil Ares diam saja, dia mendengar suara tangis Flo. Ia sesekali melihat kedalam tangis pilu itu begitu mengena di hatinya. Jujur ia tak menyangka Perempuan keras nan gila seperti Flo bisa menangis sesak begitu.
“Kenapa dia lama sekali menangisnya” gumam Ares, jujur dia juga ikut sesak mendengarnya. Tak tega mendengar isakan itu, tangannya terangkat ke atas hatinya ingin mengetuk kaca mobil tapi ia urungkan. Ia lalu berbalik membelakangi mobil lagi.
“Kenapa kau harus perduli res, udah biarkan saja itu masalahnya” tekan Ares pada dirinya sendiri. Dia berusaha cuek dengan itu semua, lalu ia memutuskan untuk pergi saja dari situ. Ia berjalan ke pinggir Pantai yang sedikit sunyi. Untung saat ini Pantai tidak cukup ramai sehingga tangis Flo tidak menjadi perhatian orang lain.
Ares duduk di pinggir Pantai, menatap hamparan laut di depannya tapi ia sesekali melihat kearah mobil memastikan kalau Flo tidak keluar mobil tanpa sepengetahuannya.
“Sebenarnya apa yang terjadi dengannya tadi,? Kenapa ia sampai menangis seperti itu” batin Ares penasaran.
“Stop Ares, kenapa kau mengkhawatirkan Perempuan itu” Ares berusaha menepis rasa khawatirnya untuk Flo. Dia lalu mencengkram pasir dan melemparkannya kedepan.
Saat ia mulai focus dengan dirinya sendiri terrdengar keras pintu mobil yang di banting, mendengar itu Raksa langsung menoleh. Dia melihat Flo yang sudah keluar dari mobil dan kini berjalan kearahnya. Melihat itu Raksa langsung berdiri dari duduknya, segera ia mendekati Flo yang berjalan mendekat.
“Ngapain lo berdiri, gue mau duduk di sana juga” tukas Flo menatap wajah Ares. Ares yang tadi khawatir malah kini wajahnya terlihat seperti menahan tawa, dia menutup mulutnya singkat lalu memalingkan wajahnya dari Flo.
“Kenapa lo, kenapa kayak ngejek gue?” ketus Flo menatap aneh Ares yang masih memalingkan wajah tapi pria itu seperti ingin tertawa.
Bagaimana tidak ingin tertawa, mata Flo saat ini menghitam karena maskaranya luntur
“Hahaha, kamu jadi hantu di siang bolong begini” ejek Ares sambil melihat Flo dengan tawa yang ia tahan.
“Lo ngomong apa barusan, lo ngatain gue apa? Hantu?” Flo merasa tak terima.
“memang kenyataan kamu kayak hantu di siang bolong, apa jangan-jangan nangis tadi kamu kerasukan” ledek Ares,
“Lo kurang ajar ya, kayaknya lo memang harus gue pukul” Flo kesal, ia mengangkat tangannya dan akan memukul Ares tapi tangannya itu langsung di tahan oleh pria itu.
“Saya nggak ngatain kamu, coba kamu lihat wajah kamu sekarang bagaimana hahaha” Ares tak bisa lagi menahan tawanya, dia tertawa lepas di depan Flo.
Flo semakin kebingungan,
“Wajah gue kenpa?” ucapnya polos, lalu dia mendekat lagi kemobilnya melihat dirinya di pantulan kaca mobil.
Jeng, jeng…
“Oh my god, gue jadi hantu. Jelek banget…” teriak Flo syok melihat dirinya sendiri.
Tawa Ares semakin kencang, dia terpingkal-pingkal melihat ekspresi Flo yang kaget dengan dirinya sendiri.
Flo langsung menoleh melihat Ares
“Lo ngetawain gue sekarang, kenapa lo nggak ngasih tahu gue. Lo sengaja ya,..” Flo mengepalkan tangannya. Ia kesal, dia lalu berlari kearah Ares ingin memukul pria itu tapi Ares langsung berlari menjauh.
Alhasil terjadi kejar kejaran di pinggir Pantai Flo terus mengejar Ares, dia kesal dengan pria sok dingin itu tapi pintar mengetawai dirinya.
“Berhenti sekarang juga, gue pukul lo” teriak Flo kesal. Dia berhenti, ia sudah leleah mengejar Ares tapi pria itu masih saja berlari. Flo terengah-engah di tempatnya.
“Udah gue nyerah, gue capek” serunya lalu langsung duduk begitu saja di atas pasir.
“Salah siapa ngejar saya,” ucap Ares dari tempatnya yang sedikit jauh dari Flo.
Flo diam saja di tempatnya dia benar-benar kelelahan sehingga malas merespon Ares.
Karena Flo seperti tidak ingin mengejar lagi membuat Ares perlahan mendekat kearah Perempuan itu yang tampak kelelahan.
Meskipun sudah berada di dekat Flo, Ares tetap masih waspada takut kalau tiba-tiba Perempuan di sebelahnya itu menerjangnya. Flo Perempuan yang tidak bisa di tebak.
Hingga Ares duduk Flo masih diam saja, Perempuan itu hanya focus kedepan menatap lautan luas di depannya.
“gue pantas hidup nggak sih?”
Ares yang sudah duduk menoleh kearah Flo yang tetap menatap depan.
“Gue dilahirkan tapi gue seperti nggak di anggap, gue nggak punya apa-apa dan gue nggak punya siapa-siapa di hidup gue” lirih Flo,
Ares masih menatap kearah Flo yang bicara sendiri,
“Lo tahu nggak, semua orang mikir hidup gue mudah, enak, mewah, tapi kenyataannya gue cuman numpang di keluarga ADINATA. Keluarga brengsek” ucap Flo tersenyum getir
“Tapi bukannya anda memang begitu, Florencia yang glamor, hidup mewah dan seenaknya sendiri” akhirnya Ares membuka suaranya.
Flo lalu melihat kearah Ares yang duduk tak jauh darinya.
“Benarkan, semua orang menganggap gue begitu. Tak masalah, memang kelihatan begitu tapi kenyataannya..terserah lo kalau mau nganggap gue begitu juga” ucap Flo lalu melihat Kembali ke depan.
“Tadi kenapa main pergi dari Perusahaan, kau seperti buronan yang kabur”
Flo langsung menatap tajam kearah Ares,
“Lo selalu ngatain gue, lo sempurna apa” marah Flo, emosinya Kembali naik.
Ares sendiri kaget mendengar perubahan emosi Flo.
“Saya nggak ngatain, tapi tadi kenyataannya kau kabur kan?”
“Gue nggak kabur ya,” flo kesal, dia langsung berdiri dari duduknya. Melihat itu Ares juga ikut berdiri dari duduknya, dia langsung siaga takut kalau Flo tiba-tiba menyerangnya. Benar saja, Perempuan itu mengambil kayu yang tak jauh darinya.
Ares langsung lari saat Flo sudah mengambil ancang-ancang,
“Berhenti nggak, ijinin gue mukul lo” teriak Flo, dia lalu berlari mengejar Ares yang sudah berlari duluan.
“Saya bukan benda yang pantas di pukul” balas Ares masih terus berlari.
“Tapi lo memang pantes di pukul, lo selalu ngejek gue. Lo cuman ajudan, nggak pantes ngejek gue” teriak Flo masih mengangkat kayunya mengejar Ares. Beberapa orang yang ada di Pantai siang itu memperhatikan mereka berdua.
Flo tak bisa mengejar Ares, dia kini Kembali kelelahan terengah-engah mengambil nafas dalam-dalam.
Begitu juga Ares yang juga kelelahan dia menatap Flo yang tidak jauh darinya,
“Capekkan? Kamu tidak akan bisa mengejar saya”
Flo hanya diam, menatap kesal.
Perlahan Ares mendekat pada Flo yang tampak kelelahan di tempat, selangkah, dua Langkah, tiga Langkah, empat Langkah, dan lima Langkah..
Tiba-tiba saja Flo langsung berlari kearahnya dan Kembali mengangkat kayunya. Tapi saat Flo berlari kearahnya dan hampir dekat Perempuan itu malah tersandung gunungan pasir membuat Flo akan jatuh tapi entah kenapa Ares malah berlari menangkap Flo. Dan mereka berdua kini jatuh bersamaan dengan Flo yang jatuh di atas tubuh Ares.
Tangan Ares juga reflek memeluk Flo yang jatuh di atas tubuhnya,
Flo memejamkan matanya, ia pikir akan jatuh dengan keras di atas pasir, dial alu perlahan membuka matanya karena tak merasakan sakit di tubuhnya. Saat matanya terbuka, ia tepat bertatapan dengan mata indah di depannya.
Ares menatap Flo yang saat ini juga menatapnya, mereka berdua saling tatap satu sama lain..
kok pas di mall kemaren Ares g negur si Farah kan mereka sempet ketemu Thor??
😄😄😄
hehehehhe...
lanjut ya
hahhahaha
kita tunggu kegilaan apa yg bakal kalau lakukan flo???
lanjut lagi donk....
mama tiri berusaha JD peri atau penyihir nih🤔🤔🤔