NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Tamat
Popularitas:894.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: leni septiani

" Meskipun gue sering gonta ganti cewek, tapi lo harus tahu, Cinta dan sayang gue cuma buat lo." Aldo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon leni septiani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30 (END)

Hari ini adalah hari perpisahan untuk siswa-siswi kelas XII. Nana yang baru saja selesai dirias oleh sang Tante, tersenyum puas saat melihat hasilnya. Riasan yang terlihat natural itu membuat wajah Nana terlihat fresh. Dengan mengenakan kebaya berwarna soft pink membuat tampilan Nana menjadi semakin manis dan cantik.

“Cantik,” ucap sang Tante memuji. Nana tersenyum dan tak lupa mengucapkan terima kasih pada Tantenya itu.

Dengan langkah pelan Nana keluar dari kamarnya dan menghampiri Sahabat-sahabatnya yang sudah menunggu di ruang tamu untuk berangkat bersama. Disana sudah ada Sisil dengan mengenakan kebaya berwarna baby blue tampak mempesona dan semakin Cantik. Alvin, Dino, Reno dan Ridho yang kompak mengenakan kemeja putih dan jas Hitam serta celana dan sepatu hitam membuat mereka terlihat lebih rapi dan tampan.

“Sorry lama,” ucap Nana saat sudah berada di depan sahabat-sahabatnya itu. “Cantik banget lo, Na.” puji Alvin.

“Baru tahu lo, kalau gue cantik! Kemana aja selama ini?” Tanya Nana sedikit ketus.

“Si buruk rupa, kenapa bisa jadi cantik begini,” ucap Ridho. Nana mendengus kesal lalu dengan depan menjitak kepala sahabatnya itu.

“Kalau bukan sepupu, udah Gue pacari lo, Na saat ini juga,” ucap Dino.

“Meskipun bukan sepupu juga gue ogah jadi pacar lo, No.” sinis Nana.

“Ya udah, cantik ayok kita berangkat, nanti telat,” Ucap Reno mengulurkan tangannya. Nana menerima uluran tangan Reno, lalu berjalan keluar terlebih dulu. Meninggalkan sahabat-sahabatnya.

Sesampainya di sekolah, tempat acara perpisahan dilaksanakan. Nana, Alvin, Sisil, Reno, Dino dan Ridho berjalan bersama menuju aula, menghampiri teman-temannya yang lain. Nana yang menyadari bahwa dirinya tengah menjadi sorotan siswa-siswi lain merasa amat risih dan tidak nyaman. Ditambah dengan Reno yang kini menggandeng tangannya membuatnya semakin tak nyaman saja.

“Segitu cantiknya kah gue, sampai orang-orang menatap gue seperti itu?” Pelan Nana bergumam. Reno yang mendengar itu terkekeh kecil.

“Ya, hari ini lo emang cantik banget, Na gue aja sampe terpesona, dan pengen terus natap lo.” Nana tertawa mendengar ucapan Reno.

Acara demi acara berjalan dengan lancar, hingga kini berada dalam puncaknya, yaitu hiburan. Acara yang meriah kini semakin meriah saat dua orang laki-laki bersama-sama naik keatas panggung, entah itu direncanakan atau tidak, yang jelas membuat suasana yang awalnya serius kini menjadi sunyi saat kedua laki-laki itu kembali dengan bersamaan menyebutkan nama Nana.

Nana yang saat itu berniat ke toilet untuk mengganti pakaiannya terpaksa berhenti saat dua suara yang berbeda menyebutkan namanya. Dengan perlahan Nana berjalan mendekat ke depan panggung, menunggu apa yang akan kedua laki-laki itu ucapkan. Saat Nana sudah berada tepat didepan panggung Aldo membiarkan Reno untuk berbicara terlebih dulu.

“Nana, mungkin lo tahu apa yang akan gue katakan sama lo. Tapi mohon izinin gue untuk berbicara dihadapan semua orang yang berada disini saat ini, untuk membuktikan keseriusan gue sama lo. Nana, maukah kamu menjadi pacarku?” ucap Reno sambil mengulurkan setangkai mawar merah.

Teriakan demi teriakan terdengar riuh memenuhi lapangan tempat acara terlaksana. Belum sempat Nana melontarkan jawaban, satu suara kembali terdengar dan kembali membuat suasana menjadi sunyi.

“Narana Agatha Titania. Lo emang kalah cantik dari perempuan-perempuan yang mengidolakan gue. Bukan Cuma lo, mungkin semua juga tahu secantik apa perempuan yang selalu mendekati gue. Tapi sayang hati mereka gak sebaik hati lo. Gue emang laki-laki terbodoh yang pernah menyia-nyiakan lo, menyakiti hati dan perasaan lo, dan berakhir dengan mengecewakan lo…” Aldo menjeda ucapannya, melihat raut wajah Nana, dan berjalan mendekatinya.

“Tiga tahun lalu, disini, untuk pertama kalinya gue menyatakan cinta pada seorang perempuan. Lo, adalah yang pertama bagi gue. Dan gue berharap lo juga yang terakhir buat gue. Disini, di tempat yang sama seperti tiga tahun lalu, gue akan kembali menyatakan cinta gue pada orang yang sama. Gue sadar mungkin gue gak pantas untuk meminta kesempatan kedua sama lo. Tapi gue selalu berharap, dan gue yakin bahwa kesempatan kedua itu ada. Gue gak akan maksa lo untuk kembali sama gue. Bukan karna gue gak mau, tapi gue sadar ada laki-laki yang lebih baik dari gue yang gue yakin lebih bisa membuat lo bahagia….”

“Gue berdiri disini, didepan lo, didepan semua orang, bukan untuk menyerah, tapi gue berdiri disini untuk memperjuangkan lo. Gue memang gak tau malu, karena masih berani meminta kesempatan kedua sama lo setelah gue mengkhianati dan mengecewakan lo. Gue gak mau berjanji untuk gak nyakitin lo, karena gue takut mengingkarinya. Tapi gue akan berusaha semampu gue untuk gak kembali menyakiti dan mengecewakan lo. Nara, maukah kamu memberiku kesempatan Kedua? kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita yang pernah retak, bukan kesempatan untuk kembali mengecewakanmu,” Ucap Aldo panjang lebar. Matanya tak lepas memandang wajah Nana yang sudah meneteskan air matanya.

Dengan lembut Aldo menghapus air mata gadis yang dicintainya itu.

Nana mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah Aldo lalu berganti menatap wajah Reno yang berada di depan sana. Tepatnya dibelakang Aldo. Nana melepaskan tangan Aldo yang berada diwajahnya lalu berjalan menghampiri Reno. Aldo mendesah kecewa saat Nana berjalan melewatinya.

“Reno, Gue nyaman sama lo dan Gue percaya, lo mampu menjanjikan kebahgiaan.

Tapi maaf meskipun begitu, hati gue bukan untuk lo. Hati gue masih milik orang yang sama. Sekuat apapun gue mencoba untuk berpindah hati, tapi tak juga berhasil. Hati gue masih dimiliki Aldo, begitupun dengan cinta gue. Maaf jika gue nyakitin perasaan lo. Lo laki-laki yang baik, tapi bukan buat gue. Gue yakin ada perempuan yang lebih pantas dari pada gue untuk bersanding dengan lo. Sekali lagi maaf,” ucap Nana menolak dengan halus agar tidak menyakiti hati Reno.

“Gak apa-apa, Na gue terima apapun keputusan lo.” jawab Reno berlapang dada, meski sebenarnya hatinya kecewa. Nana tersenyum dan tak lupa mengucapkan terima kasih. Kini Nana beralih menatap Aldo yang tengah tersenyum-senyum sendiri.

“Lo kenapa senyum-senyum sendiri kayak gitu? Cacingan”

“Ah, lo suka gitu, pura-pura gak tahu.” jawab Aldo masih bertahan dengan senyum gak jelasnya.

“Emang gue beneran gak paham kok.” Jawab Nana. Aldo mendengus kesal lalu berjalan mendekati Nana.

“Makasi ya, lo udah milih gue dan ngasih gue kesempatan kedua. Gue bahagia banget,” ucap Aldo girang.

“Siapa bilang?” Tanya Nana menaikan satu alisnya.

“Lo.” jawab Aldo ringan masih bertahan dengan senyum bahagianya.

“Kapan?”

“Tadi.”

“Masa? Perasaan gue gak ada bilang, kalau gue mau ngasih kesempatan kedua sama lo” ucap Nana. Aldo mendengus kesal. Sedangkan semua yang yang berada di lapangan kompak menyoraki Aldo. Jelas saja Aldo merasa malu.

“Udah jelas-jelas tadi lo bilang, kalau hati lo masih milik gue. Itu berarti lo milih gue, dan ngasih kesempatan kedua buat gue,” ucap Aldo kesal.

“Gue kan cuma bilang hati gue masih milik lo, bukan berarti gue mau ngasih kesempatan sama lo. Siapa tahu besok lusa hati gue bukan lagi milik lo,” ucap Nana membuat Aldo semakin kesal dibuatnya. Semua yang berada di lapangan menertawakan Aldo yang wajahnya sudah memerah.

“Oh, ya udah kalu gitu, gue pergi aja masih banyak kok cewek yang mau sama gue,” ucap Aldo cuek.

“Ya udah pergi aja sana. Masih banyak juga cowok yang mau sama gue.” jawab Nana tak kalah cuek.

“NARA! Cuma lo doang emang yang bikin gue kesel dan cinta secara bersamaan. Pokoknya gak ada cowok lain selain gue. Titik. Lo itu Cuma ditakdirin buat gue. Harusnya lo bersyukur karena di cintai sama cowok tampan kayak gue. Banyak noh cewek disini yang iri sama lo, karena bisa dapetin gue,” ucap Aldo percaya diri. Nana memutarkan bola matanya jengah.

“Serah apa kata lo! Gue cape mau pulang. Bye!” Setelah mengatakan itu Nana langsung pergi tanpa menghiraukan teriakan Aldo.

Malamnya kediaman keluarga Nana kedatangan tamu. Bukan hanya satu orang melainkan banyak. ada Alvin, Sisil, Aldo, Rhido, Dino, Reno, Rizki, Dava, Luna. Dan yang lebih mengejutkan lagi kedua orang tua Aldo pun ikut hadir di rumah Nana pada malam hari ini.

“Mama sama Papa ikut juga?” tanya Nana heran. Mesya dan Anjar tersenyum

“Iya, sayang Papa dipaksa ikut sama bocoh itu,” ucap Anjar menunjuk Aldo dengan dagunya.

“Papa, Aldo kan udah sering bilang, jangan panggil Nana dengan sebutan sayang. Biar

Aldo aja yang manggil Nana kayak gitu.” Protes Aldo seperti anak kecil. Semua yang berada disana bergidig geli.

“Suka-suka Papa dong, toh Nana juga gak pernah protes,” ucap Anjar tak perduli. Aldo mendengus kesal, lalu masuk kedalam rumah terlebih dulu tanpa di persilahkan oleh sang tuan rumah.

“Maafkan anak saya Bu Irma, dia udah gak sopan main nyelonong gitu aja,” ucap Mesya tak enak hati dengan tingkah tak sopan anknya itu. Irma tersenyum maklum.

“Gak apa-apa kok. Saya senang Aldo tidak lagi sungkan dirumah ini,” ucap Irma ramah.

“Ayo semuanya silahkan masuk. Sampai lupa saya, malah ngebiarin tamu berdiri di depan pintu.” Lanjut Irma.

Setelah menyiapkan minuman dan cemilan untuk teman-temannya, Nana dengan dibantu oleh Dino, Sisil dan juga Alvin, segera menyiapkan barang dan juga bahan untuk berbarbeque dadakan di halaman belakang rumah. Sedangkan Aldo, Rizki dan Luna berbelanja Daging ke minimarket didepan komplek perumahan Nana. Para orang tua dibiarkan mengobrol di ruang tamu, Rhido, Dava dan Reno bertugas menyusun meja dan kursi di halaman belakang.

“Kok kalian kerumah Gue gak ngabarin sama sekali?” Tanya Nana saat semuanya sudah selesai disiapkan, hanya tinggal menunggu yang berbelanja daging yang akan di panggang.

“Sengaja, kita semua pengen bikin surprise aja buat lo.” Jawab Dava cepat.

“Ini sih bukannya gue ngerasa surprise yang ada gue malah ngerasa repot,” jawab Nana mendengus kesal.

“Sebenarnya kita juga di paksa sama cowok lo. Tadinya juga gue sama Sisil mau pergi berdua,” ucap Alvin yang diangguki yang lainnya.

Tak lama kemudian ketiga orang yang bertugas ke minimarket datang juga, dengan beberapa kantung belanjaan yang lumayan besar dan kebanyakan berisi cemilan dan minuman soda. Nana dan Aldo bertugas untuk memanggang sedangkan yang lain hanya mengobrol dan menikmati cemilan yang baru saja dibeli.

“Gue bakal kangen moment kayak gini,” gumam Nana pelan.

“Ya lo bener, sebentar lagi kita bakalan pisah dan sibuk masing-masing. Bertemu juga akan sulit.” Tambah Aldo yang juga ikut menatap teman-temannya yang asik tertawa dan bercanda.

“Yang, lo mau gak nikah sama gue?” Tanya Aldo menatap Nana serius.

“Iya gue mau kok, Al nikah sama lo.” Jawab Nana.

“Minggu depan,” ucap Aldo.

“Kenapa gak sekalian besok aja?” Nana menatap Aldo sinis. Aldo menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

“Ya kalau lo maunya besok juga, gak apa-apa. Gue siap nikahin lo kapan aja kok,” ucap Aldo tersenyum menyebalkan.

“Aldo sayang, gue memang ngasih lo kesempatan kedua. Tapi bukan berarti gue siap untuk dinikahin minggu depan. Lo yang sabar ya, tunggu Gue selesai kuliah, dan lo juga harus punya pekerjaan dulu sebelum nikahin gue. Inget Do, biaya untuk nikah itu mahal begitu juga biaya hidup, lebih mahal. Gue pengen pernikahan yang mewah kayak pengusaha-pengusaha Holiwood,” ucap Nana menaik turunkan alisnya menatap Aldo lalu mengedipkan sebelah matanya genit. Aldo dibuat menganga olehnya. Bagaimana tidak? Gila aja kekasihnya itu menginginkan pernikahan seperti pengusaha-pengusaha Holiwood yang bahkan lebih dari kata mewah. Entah terbentur dimana kepala Gadisnya itu hingga dia berubah menjadi matre seperti ini.

“Lo serius, Yang pengen pernikahan kayak gitu?” tanya Aldo memastikan. Nana mengangguk tanpa mengalihkan pandangannya dari daging-daging di depannya yang sedang dipanggang.

“Perempuan mana sih yang gak pengen?” jawab Nana ringan.

“Gila-gila, jual ginjal aja, gue gak akan bisa ngewujudinnya.”

Malam ini mereka habiskan dengan bercerita, mengenang masa-masanya di putih abu. Bercanda dan tertawa. Selagi masih bisa, sebelum nanti disibukan dengan tugas-tugas baru di perkuliahan. Satu persatu mereka pamit pulang hingga hanya menyisakan Nana dan Aldo di taman belakang ini, sedangkan Irma sudah pamit untuk tidur, orang tua Aldo pun sudah pulang sedari tadi. Jam sudah menunjukan pukul satu tengah malam namun sepasang anak adam itu masih enggan berpisah.

“Yang, sekarang gue semakin yakin, bahwa kesempatan kedua itu memang ada,” ucap Aldo sambil memeluk pinggang Nana dari belakang.

“Lo jangan pernah sia-siain kesempatan yang gue kasih ya, Al karena gue belum tentu bisa ngasih lo kesempatan lagi untuk selanjutnya,” ucap Nana lembut.

“Gue janji, Yang. Cukup sekali gue kehilangan lo. Gue gak mau itu terjadi lagi. Gue cinta sama lo, dari empat tahun yang lalu dan cinta itu akan tetap ada hingga hari ini, esok, dan selamanya.”

“Gue percaya sama lo, Al,” ucap Nana.

“Terima kasih, atas kesempatan kedua yang udah lo beri. Gue gak akan menyianyiakannya. Karena bagi gue itu sangat berharga.”

Ditengah gelapnya malam dengan ditemani hembusan angin dan ribuan bintang di langit, Aldo dan juga Nana saling berjanji dan berterima kasih dengan Adanya kesempatan kedua ini. karena adanya kesempatan kedua ini, Aldo dapat menebus segala kesalahannya di masa lalu. Dan dari kesempatan kedua ini lah Aldo sadar akan berharganya seseorang yang kita cintai. Kesempatan kedua ada, hanya untuk orang-orang yang mau berusaha untuk memperbaiki dirinya. Bukan untuk orang-orang yang ingin kembali mengulangi kesalahannya.

TAMAT

Info :

Halo halo halo guys, buat kalian pembaca baru, atau mungkin belum tahu karyaku yang lainnya, yuk kepoin danbjangan lupa cek profilku ...

Eh, tapi biar aku bocorin judul-judulnya ya, siapa tahu kan pada tertarik 😉

1. KESEMPATAN KEDUA

2. LUKA DAN BAHAGIA ALLETHEA

3. KARENA KAULAH YANG TUHAN TAKDIRKAN

CINTA BERAWAL DARI MIMPI (jangan di buli please ini karyaku waktu awal-awal belajar nulis🤫🤦)

4. MENIKAH MUDA

5. SAHABAT YANG KUNIKAHI

6. MY BOSS IS MY EX-BOYFRIEND

7. RAPA & CLEONA : MENJAGA HATI

8. LIFE AFTER MARRIED

9. MARRIED WITH EX-BOYFRIEND

Yang lainnya ada karya lainnya ada di app warna oren. Siapa tahu kepo judulnya dan tiba-tiba jatuh cinta, cus deh langsung mampir ke sana cari dengan nama akun @ainiileni

Sherlyta

2. Pelabuhan Terakhir

3. (Not) Sugar Baby

Prenuptial Agreement

5. Violeta

6. Wellcome My Happiness

Oke deh, sekian pemberitahuannya. Terima kasih.

Jangan bosan baca karyaku, ya, dan bagi kalian yang mau belajar atau tanya-tanya tentang kepenulisan, cus hubungi aku di no ini 081313447772 ... Bye bye guys, jumpa lagi 😉

1
Nabila Ramadhani
Luar biasa
Lienda nasution
Nana...Nana...sudah tau cowok sering jalan sama cewek berganti ganti cewek kok malah cowok itu yang ditangisi cepat move on cuekin dia kasih pelajaran yang menyakitkan buat Aldo...pinginnya begitu Thor alurnya he....
Lienda nasution
Nana kamu gak takut di masa masa selanjutnya bisa saja Aldo pindah ke lain hati
Tsalis Fuadah
bibit bibit lelaki buaya darat,,,,,g bisa diarepin setia jklo kek gitu
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Lienda nasution
gak seru lah Na kalau balik lagi sama mantan baru hot bulan gak takut penyakit selingkuh bakal muncul lagi
♊4th
Lumayan
Rini Haryati
ceritanya keren
suksses
semangat
mksh
Fitri Yani
apa kha aku bisa mengasih kasempatan kadua
Anna Hasbiah
semangat terus berkarya nya thor 💪 Terima kasih sudah membuat bacaan asyik dan oke
Fa Rel
cwek begoo buang lah cwok g guna lemah
Fa Rel
semua novelmu kayaknya isinya cwek bodoh semua y thor😂🙄 aduh baru kali ne dr sekian ratusan novel q baca cweknya semua bodoh
Noli loliii
laki kayak gitu, suatu saat pasti akan mengulangi kesalahan yg sama. tobatnya tobat sambel
Lely Purwanti
kok pingin nampool kepala aldo yaa..greget aku.
Hello_Clo
lisna widyasmoro
dua2nya ga punya perasaan..robot jangan2
ibu raida
cerita nya bagus...aku suka...bahasanya jga santai khas anak remaja SMA...persahabatannya jga aku suka...saling dukung...saling bela...saling ejek...tpi ttp saling sayang...sehat" yaa, thor...biar bisa menghasilkn karya" bagus lain nya😘
ambu anken
kok sikap nana mirip sama aku dulu wktu gadis.. dan pemikiran nya.. aku ga prnh cemburu sekalipun cwo aku bwa cwe dpn aku. hihi...
Keyvania Eleanor
KIRAIN HAX ADA CEWEK MURAHAN,TRXATA COWOK MURAHAN MCEM BGINI JG ADA
Keyvania Eleanor
UHHH SANGAT SANGAT SUKA CARA NANA,TDK LEBAI,TDK CENGENG,DEWASA,TDK AROGAN & EMOSIAN MNGHADAPI MSALHX....KU SUKA WNITA YG TEGAT KUAT & PUX PRINSIP
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!