NovelToon NovelToon
Mandala Yin Yang

Mandala Yin Yang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Action
Popularitas:17.8k
Nilai: 5
Nama Author: Tian Xuan

Dikhianati oleh wanita yang ia percayai dan ditikam oleh kekasih gelapnya, Che Tian, seorang Saint ahli strategi dari sekte besar, gugur bukan karena lemahnya kekuatan—melainkan karena kekeliruan dalam mempercayai cinta.

Namun kematian bukan akhir bagi Sang Saint.

Ia bereinkarnasi ke tubuh pemuda biasa di desa terpencil. Di dunia yang tak berubah, ia kembali dengan ingatan utuh, pemahaman tak tertandingi tentang strategi dan formasi, serta membawa warisan yang tak dapat dirampas oleh takdir: Diagram Yin Yang, artefak sakti yang dapat berubah menjadi pedang, busur, hingga cermin pemecah ilusi.

Saat dunia kembali bergolak dan kekuatan besar bertarung memperebutkan kendali, Che Tian melangkah di jalan baru: Dao Yin, Jalan Kegelapan dan Strategi. Bukan hanya untuk membalas dendam, tetapi untuk menulis ulang takdir, menggulingkan para "Dewa", dan mendirikan Dao yang belum pernah ada sebelumnya.

"Meskipun aku terjatuh 1000 kali, aku akan bangkit 1001 kali dan menjadi yang terkuat "

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tian Xuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34: Guru yang Tidak Biasa

Setelah suasana penuh kesedihan tadi, Che Tian menepuk meja dengan ringan dan berdeham.

"Baiklah, cukup menangisnya. Aku tidak ingin murid-muridku tumbuh menjadi orang cengeng."

Lin Haotian, Ye Qingxian, dan perempuan itu buru-buru menghapus air mata mereka.

Namun, sebelum mereka bisa merasa terlalu serius, Che Tian menyipitkan matanya dan berkata dengan nada datar, "Kalian tadi memanggilku apa?"

Lin Haotian menelan ludah. "Guru..."

Ye Qingxian mengangguk. "Guru..."

Perempuan itu juga mengikuti. "Guru..."

Che Tian mengangguk puas. "Bagus. Sebagai murid, kalian harus mendengar kata-kataku tanpa membantah. Jadi sekarang, ikut aku!"

"Ke mana?" tanya Ye Qingxian.

"Tentu saja untuk makan! Aku tidak mau murid-muridku kelaparan dan terlihat menyedihkan di depan umum. Nanti aku dikira guru kejam yang membiarkan muridnya menderita!"

Tanpa banyak pilihan, mereka mengikuti Che Tian menuju restoran terbaik di ibu kota.

 

Di Restoran

Begitu mereka masuk, pelayan segera menyambut dengan ramah. "Selamat datang di Restoran Bulan Emas! Silakan pilih tempat duduk!"

Che Tian memilih meja besar di tengah, duduk dengan santai seperti seorang bangsawan. Sementara murid-muridnya duduk di seberang dengan ekspresi agak canggung.

Saat pelayan datang membawa menu, Che Tian menyerahkannya pada Lin Haotian. "Sebagai muridku, kau harus belajar mengambil keputusan. Pilihlah menu untuk kita."

Lin Haotian membuka menu dengan penuh tanggung jawab. Namun, begitu melihat harga, matanya membelalak. "Ini... ini mahal sekali!"

Che Tian mendesah panjang. "Astaga, dasar murid miskin. Kau ini muridku, bagaimana bisa kau begitu perhitungan? Tidak perlu khawatir soal harga, guru yang membayar."

Lin Haotian menatapnya curiga. "Benarkah?"

"Tentu saja." Che Tian melipat tangannya. "Aku kan baru saja menjual kapal. Uangku cukup untuk makan enak. Kalau kalian ragu, aku bisa menyuruh pelayan membawa kapalku ke sini sebagai bukti."

Pelayan yang berdiri di samping mereka hampir tersedak. "Tuan, restoran kami tidak bisa menampung kapal."

"Lihat? Bahkan restoran ini tidak cukup besar untuk kekayaanku," kata Che Tian dengan santai.

Lin Haotian dan Ye Qingxian hanya bisa menghela napas panjang, sementara perempuan itu mulai merasa bahwa gurunya ini memang sangat... unik.

Akhirnya, setelah memilih beberapa hidangan, makanan pun datang.

 

Saat Makan

Che Tian mulai makan dengan santai, menikmati hidangan seperti seorang raja. Namun, di tengah makan, ia menatap Lin Haotian dengan serius.

"Lin Haotian."

Lin Haotian, yang sedang mengunyah, hampir tersedak. "A—apa, Guru?"

"Aku merasa sebagai gurumu, aku harus membantumu mendapatkan istri."

Ye Qingxian hampir menyemburkan tehnya.

Perempuan itu menatap Che Tian dengan wajah bingung.

"Kenapa tiba-tiba membicarakan ini?" tanya Lin Haotian dengan wajah merah.

Che Tian mengangguk bijak. "Muridku, kau harus mengingat satu hal: seorang pria sejati harus memiliki pasangan. Tidak bisa terus-menerus melajang seperti ini. Lihatlah aku, aku sangat karismatik. Wanita mana pun pasti langsung tertarik."

Lin Haotian menatap Che Tian dengan ekspresi datar. "Tapi Guru, kau juga masih lajang."

Ruangan langsung sunyi.

Ye Qingxian dan perempuan itu menatap Che Tian, menunggu reaksinya.

Che Tian menghela napas panjang dan menatap langit-langit. "Itu karena aku terlalu luar biasa. Tidak ada wanita yang merasa cukup baik untukku."

Perempuan itu mengangguk pelan. "Guru, aku rasa itu bukan alasannya..."

Lin Haotian tertawa kecil. "Benar, Guru. Mungkin saja wanita-wanita itu takut dengan keanehanmu."

Che Tian menatap mereka dengan tatapan mematikan.

"Baiklah, aku lihat kalian sudah semakin berani setelah makan gratis. Kalau begitu, besok pagi kita akan mulai pelatihan yang sangat berat."

Lin Haotian dan Ye Qingxian langsung pucat.

"Eh, Guru, jangan begitu!"

"Kami hanya bercanda, Guru!"

Perempuan itu menatap mereka dengan prihatin. "Aku merasa kasihan pada kalian..."

Che Tian tersenyum puas. "Bagus. Kalian mulai memahami hierarki di sini."

Setelah selesai makan, mereka pun meninggalkan restoran.

 

Di Jalanan Kota

Saat mereka berjalan, Ye Qingxian menatap Che Tian dengan ragu. "Guru, kenapa kau melakukan semua ini?"

Che Tian meliriknya dengan senyum samar. "Melakukan apa?"

"Menolong kami, memberi kami pelajaran, bahkan menghibur kami..."

Che Tian mengangkat bahunya. "Karena itulah tugas seorang guru."

Lin Haotian menatapnya dengan ekspresi campur aduk. "Jujur, aku tidak tahu apakah aku harus merasa hormat atau takut padamu..."

Che Tian tertawa kecil. "Itu bagus. Rasa hormat dan ketakutan harus seimbang. Kalau hanya hormat, murid akan mulai membantah. Kalau hanya takut, murid akan lari. Tapi kalau dua-duanya ada... murid akan tetap patuh meskipun sering mengeluh."

Perempuan itu tersenyum. "Guru, kau benar-benar orang yang aneh..."

Che Tian mengangguk bangga. "Dan itulah mengapa aku luar biasa."

Lin Haotian dan Ye Qingxian saling bertukar pandang, lalu menghela napas panjang.

Mereka merasa bahwa kehidupan mereka baru saja berubah sepenuhnya sejak bertemu Che Tian.

Dan mereka tidak yakin apakah itu hal yang baik atau buruk.

Namun satu hal yang pasti—

Guru mereka adalah seseorang yang tidak akan pernah mereka lupakan.

1
Phonik Sialan
Tantainya bagus
👍👍👍👍👍
Laaaaanjuuutkan
Sexsi sekali Bibi Xuan Ho
Pangeran dari Kerajaan mana
Laaaanjuuuuuut
Mcnya harusnya dingin... tdk mudah tergoda cewek
Laaaanjjuuuuut
Booooom Keluar dari Arena
Siapa Gadis itu
Selendang Sutra
Masa gurunya suruh gendong bayi
Akhirnya kembali hidup
Ling Yihan..
Siapa pemuda itu
Cerita cukup menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!