Wanita adalah makhluk paling rumit di dunia. Sangking rumitnya, pikiran, bahkan perkataannya bisa berubah seiring waktu.
Pada ulang tahun pernikahan pertama, Sandra melontarkan candaan ringan, mengatakan bila tak kunjung memiliki anak akan meminta Bastian menikah lagi.
Bastian tak menanggapi candaan Sandra sama sekali, hingga pada akhirnya di tahun ke sepuluh pernikahan. Hal yang tak diinginkan Sandra lantas terjadi. Ternyata, secara diam-diam Bastian menikah siri dengan sekretaris pribadinya bernama Laura dan sekarang tengah berbadan dua.
Apa yang akan dilakukan Sandra? Apa dia akan pergi atau memilih bertahan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ocean Na Vinli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. Belum Sadar
Teriakan Bastian di luar membuat Sandra dan Chester saling lempar pandang sejenak.
"Tunggulah di dalam, aku akan keluar."
"Iya." Sementara Sandra sedikit keheranan, mengapa ada di tempat tidur. Walaupun begitu dia tak mau ambil pusing. Sandra tak sholat subuh karena sedang datang bulan. Dia pun memilih pergi ke kamar mandi hendak mengambil kimono.
Selagi Sandra sibuk di kamar mandi. Chester bergegas memakai celana pendek dan melangkah cepat menuju ambang pintu kala gedoran di luar semakin kuat.
"Untuk apa kau datang ke sini? Bukankah kau sudah tahu, aku dan Sandra jadi pengantin baru sekarang!" Setelah pintu terbuka lebar, Chester langsung berkata dengan nada sangat kesal. Sebab Bastian telah menganggu tidurnya barusan.
"Ck, aku tahu! Dan aku tidak peduli! Mana Sandra, aku harus bertemu dengan istriku itu," kata Bastian sambil celingak-celinguk ke dalam sana, menelisik keberadaan Sandra.
Mendengar Bastian menyebut Sandra dengan sebutan 'istriku'. Darah di tubuh Chester mendadak panas seketika.
"Kau!" Chester hendak melayangkan pukulan di wajah Bastian. Akan tetapi, kemunculan Sandra di belakang tubuhnya, membuat gerakan tangannya langsung terhenti.
"Ada apa Bastian? Kenapa kau pagi-pagi begini menganggu kami?" tanya Sandra dengan mimik muka menahan kesal juga.
Bastian menghela napas panjang sejenak. "Maaf San, tapi aku harus berbicara empat mata dengannmu sebentar. Aku mohon," ucap Bastian dengan raut muka seperti menahan tangis.
Sandra tak langsung menjawab. Melirik ke samping, meminta persetujuan dari Chester. Mereka tak mau Bastian sampai tahu kalau mereka hanya menikah kontrak saja.
"Apakah penting sekali Bastian?" Chester tak langsung memberi izin, malah mengalihkan pandangan ke depan.
"Sangat penting, aku mohon San."
"Baiklah, tapi hanya dua menit saja dan berbicaralah di koridor ini," ujar Chester sambil menyenderkan tubuh di pintu kamar.
Bastian mengangguk cepat. Sandra mulai keluar dari ruangan dan mengikuti langkah kaki Bastian. Sedangkan Chester memantau dari kejauhan dengan tatapan elangnya itu.
Hanya dengan melihat Sandra dan Bastian berdekatan, membuat dada Chester terbakar membara sekarang.
"Awas saja kalau Bastian meminta yang aneh-aneh, aku putuskan nadi di lehernya itu." Tanpa berniat mengalihkan mata dari Sandra dan Bastian, Chester pun mulai bergumam-gumam.
"Kau mau bicara apa? Cepat katakan, kau tidak lihat suamiku memantau kita sekarang, dia tidak suka tuh," ungkap Sandra sengaja memanasi Bastian.
Benar, perkataan Sandra membuat Bastian dilanda cemburu. Kendati demikian, dia harus menjelaskan tujuannya datang kemari.
"Aku mau memberitahumu, kalau Laura hampir saja keguguran tadi pagi, aku minta maaf jika menyakitimu San," kata Bastian.
Merasa kejadian tadi pagi adalah lantunan doa di saat Sandra tengah sholat. Bastian tahu Sandra tak pernah melewatkan sholat sekali pun sedang dalam perjalanan pulang ke rumah. Wanita itu selalu menjalankan kewajibannya dengan berhenti di mushola. Dia takut luka yang ditorehkan membuat Sandra mendoakan yang tidak-tidak tentang anaknya.
Sandra menghela napas pelan. Sorot matanya memancarkan kesedihan pula. "Bagaimana keadaan bayimu sekarang?"
Meskipun pernah kesal pada Bastian dan Laura, tak ada alasan Sandra untuk membenci anak di rahim Laura. Sandra tak pernah mendoakan yang tidak baik tentang mantan suami dan mantan madunya itu. Selama ini Sandra selalu mendoakan yang baik-baik saja. Doa yang baik, akan kembali lagi pada kita.
"Dokter mengatakan anakku baik-baik saja, aku hanya ingin meminta maaf padamu, San. Aku tahu kalau kau dan Chester hanya menikah kontrak. Apa tidak ada harapan lagi untuk kita kembali. Aku masih mencintaimu San, sampai kapan itu, aku akan tetap menunggumu kembali ke sisiku."
Baru saja Sandra mulai mengiba. Namun, perkataan Bastian barusan membuat suasana hatinya jadi mulai memburuk.
"Bastian, aku dan Chester tidak menikah kontrak. Kami menikah atas dasar suka sama suka. Biar kuperjelas, namamu di hatiku sudah hilang, berganti dengan nama Chester," celetuk Sandra tanpa sadar.
Bastian ingin memberi tanggapan, tapi Sandra tiba-tiba bersuara lagi.
"Aku baru saja ingat, mungkin ini bukan waktu yang tepat, tapi kau perlu tahu," kata Sandra sambil mengambil sesuatu di balik kimono dan memberikan beberapa lembaran kertas kepada Bastian.
Bastian mulai mengerutkan dahi. "Apa ini?"
"Perhatikan baik-baik dan kau tanyakan langsung saja pada istrimu—eh Chester!" Sandra terperanjat kala Chester mengangkat tubuhnya tiba-tiba sekarang.
"Waktu bicaranya sudah habis, bye pengkhianat!" kata Chester sambil melototkan mata pada Bastian. Lalu buru-buru membalikkan badan dan membawa Sandra menuju kamar.
Bastian masih ingin berbicara bersama Sandra. Berpisah dengan Sandra membuat hatinya sedikit merindu. Namun, isi lembaran yang diberikan Sandra barusan. Membuat pupil mata Bastian mulai melebar sempurna sekarang.
"Apa-apaan ini?!" Bastian pun memutuskan pulang ke rumah hendak menemui Laura.
Sesampainya di rumah Halimah, dengan rahang mengeras Bastian berteriak-teriak memanggil-manggil nama Laura.
"Laura, di mana kau?!"
"Laura!"
"Iya, ada apa Bas?" Menyembul di balik pintu, dengan raut wajah kebingungan Laura mulai menghampiri Bastian.
Plak!!!
Bastian langsung melayangkan tamparan di pipi kanan Laura. Kemudian melempar lembaran kertas tepat di muka Laura.
"Apa ini Laura?!"
semangat kak..
sukses selalu yaa Thor 😘😍😍🤗🤗
hebat!!!
mkanya sdh dpt istri baik2.... mlah mungut istri jalang....
haduehjj bastian.... bodoh amat sih km....
untuk bu halimah.... selamat.... mantu kesayanganmu... yg dlu km banggakn... justru mnebar pnyakit mematikan untuk anakmu🤣🤣🤣
di kira sandra itu tak punya hati... dgn seenaknya kalian ingin sandra kmbali....
jgn lupakn pnghinaanmu dlu trhdp sandra y bu halimah.... bhkn km merendahkn sandra... yg justru perempuan baik2...