Kinara Aulia. Seorang gadis pilihan keluarga Dirgantara, yang akan menjadi istri Kenan, laki-laki tampan, sukses, yang mempunyai segalanya, namun nahasnya. Ia mengalami kecelakaan saat akan menikah dengan wanita pujaannya.
Setelah mengalami kecelakaan, sang wanita yang ia cintai malah meninggalkan dirinya, karena tidak mau mempunyai suami cacat.
Kenan merasa terpuruk, tidak percaya diri. Sampai dimana keluarganya mencarikan istri untuk dirinya.
"Jaga batasan, kamu cuman istri kontrak pilihan keluargaku!" bentak Kenan.
"Aku juga tidak tertarik denganmu, jangan terlalu percaya diri," jawab Kinara Ketus.
•••
Lalu bagaimana kisah mereka? Setelah melewati banyak hal dalam kehidupan mereka?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lukacoretan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 32
Bunga menikmati kehidupannya sebagai seorang istri dari Aaron, meskipun belum tumbuh cinta di antara mereka, tetapi mereka selalu berusaha bertanggung jawab.
"Ada apa, kenapa kamu bengong dari tadi?" tanya Aaron, dia menghampiri istrinya.
"Tidak ada, aku hanya kesepian saja," jawab Bunga tersenyum kecut.
"Mau jalan-jalan keluar denganku?" tanya Aaron.
"Tidak, terima kasih. Aku tidak mau menyusahkanmu," jawab Bunga.
"Yasudah, aku berangkat kerja dulu," pamit Aaron.
Bunga menganggukan kepala, sembari tersenyum.
"Ibu, bapak, aku harus bagaimana sekarang, apa aku bisa bertahan, sedangkan suamiku saja sangat cuek," batin Bunga.
Lamunan Bunga buyar, saat mendengar suara yang sangat dia kenali.
"Jangan bengong sendirian, nanti kamu kena angin setan," ucap Tita tertawa.
"Kenapa ngak bilang dulu sama aku, kalo kalian mau kesini," ucap Bunga.
"Karena kami tahu, kalo kamu akan sendiri di dalam bangunan megah ini," ujar Kinara.
"Ayo siap-siap, kita keluar," kata Tita.
Mata Bunga berbinar, akhirnya dia tidak sendiri lagi.
"Sebentar, aku ganti baju dulu," ucap Bunga.
Bunga berlari ke dalam kamarnya, guna akan mengganti bajunya.
"Kamar mereka masih terpisah, apa Aaron masih cuek dengan kehadiran istrinya," ucap Tita.
"Kasihan Bunga, kita harus membantu dia, supaya dia menjadi istri seutuhnya," sahut Kinara.
"Hubungi suamimu, dan katakan kalo Aaron harus berubah," ujar Tita.
Kinara mengangguk, dia langsung mengirimkan pesan kepada suaminya.
"Sudah beres, semoga Aaron berubah," ucap Kinara.
"Good girl," kata Tita.
"Maaf ya, aku lama," ucap Bunga.
"Tidak apa-apa, ayo kita pergi," ajak Tita.
Ketiganya langsung meninggalkan tempat itu, Tita dengan Kinara akan mengajak Bunga ke mall, belanja dan juga akan makan disana.
"Kenapa wajahmu seperti cemas?" tanya Kinara.
"Bagaimana tidak cemas, kamu membawa mobilnya kayak lagi balapan," jawab Bunga.
Kinara terkekeh mendengar jawaban Bunga.
"Sudah, kamu jangan takut, Kinara sudah terlatih dalam membawa mobil," kata Tita.
***
Setelah melewati perjalanann yang cukup panjang, karena Kinara dan Tita membawa Bunga jalan-jalan dulu.
"Wah, bangunannya besar," puji Bunga, saat melihat sebuah mall besar.
"Ini mall terbesar, disana banyak baju, tas, dll.. Kamu mau beli apa," ujar Kinara.
"Kamu di kasih uang, 'kan sama suami kamu?" tanya Tita.
"Ada, Aaron memberikan kartu debit sama aku, tapi aku merasa tidak pantas," jawab Bunga.
"Pakai itu, beli baju bagus, beli apa pun yang kamu mau," kata Kinara.
Kinara dengan Tita, membawa Bunga ke dalam mall, Bunga baru pertama kali masuk ke dalam mall.
"Mau belanja dulu atau makan dulu?" tanya Tita.
"Belanja dulu, nanti sehabis itu makan," sahut Kinara.
"Aku ikut kalian saja," ujar Bunga.
Kinara memperlihatkan baju mewah dan elegan, menawarkan kepada Bunga agar dia membelinya.
Dengan bantuan Kinara dan juga Tita, Bunga berhasil membeli baju bagus dan juga pas untuk dirinya.
"Sekarang kita makan, yuk, lapar," ajak Tita.
"Iya nih, baby di dalam perut juga udah keroncongan," jawab Kinara.
Tapi, saat keduanya sedang memesan makan, mata Bunga menangkap sebuah kejadian yang menurutnya menyakitkan.
"Kita makan di tempat lain saja yuk," ajak Bunga.
"Kenapa, kita sudah memesan waktu," sahut Kinara.
"Aku.. Aku," ucap Bunga terpotong.
"Ada apa, kamu sakit?" tanya Tita.
"Tidak, aku tidak apa-apa," jawab Bunga.
"Terus, kenapa kamu tiba-tiba mau mencari tempat lain," sahut Kinara.
Bunga hanya terdiam, tak menjawab pertanyaan keduanya.
"Ayo katakan," ucap Tita.
"Lihat di pojok sana, Aaron sedang bermesraan dengan seorang wanita," ujar Bunga.
Lalu, Tita dengan Kinara melihat memang ada Aaron bersama dengan seorang wanita.
"Tidak bisa di biarkan, kita harus melabrak mereka," ucap Kinara.
"Kamu benar sekali, Aaron sangat keterlaluan sekali," ujar Tita.
"Jangan, jangan menganggu mereka, aku tidak apa-apa," sahut Bunga.
"Jadi perempuan jangan menye-menye, suamimu sedang bersama seorang wanita, kamu harus melabarkan mereka," kesal Tita.
"Tapi aku tidak apa-apa, itu hak Aaron melakukan semua itu," ucap Tita.
Tita menarik tangan Bunga, disusul oleh Kinara yang berjalan cukup pelan, karena dia sadar, kalo dirinya sedang mengandung.
"Bagus Aaron, sudah mempunyai istri, tapi masih bermain gila dengan wanita lain."
Aaron cukup kaget dengan kehadiran istri dan juga istri temannya.
"Kalian, lagi apa disini?" tanya Aaron.
"Yang pasti, kami tidak sedang berselingkuh," jawab Tita.
"Kalian salah faham, aku tidak sedang selingkuh," kata Aaron.
"Tidak selingkuh, tapi apa ini?" ujar Tita.
Bunga hanya terdiam, meskipun perasannya sakit, mau bagaimana pun, Aaron adalah suaminya, Bunga sudah belajar mencintai Aaron, tapi Aaron malah selingkuh.
"Pernikahan kita juga karena tidak sengaja, kita tidak saling cinta, jadi ayo bercerai," ucap Bunga.
"Jangan katakan itu, aku tidak mau bercerai darimu," kata Aaron.
Bunga tidak menatap Aaron, dia berusaha menahan air matanya, agar tidak jatuh.
"Ada apa ini, kenapa ribut-ribut disini?"
"Sayang.. Kamu sedang apa di sini?" tanya Kinara, yang langsung memeluk suaminya.
"Tadi ada meeting di restoran, tapi aku melihat mobil kamu, jadi aku masuk saja ke sini," jawab Kenan.
"Istriku salah faham, dia mengira kalo aku sudah berselingkuh," kata Aaron.
"Kita duduk dulu, bicarakan dengan kepala dingin," ucap Kenan.
Aaron menjelaskan, bagaimana bisa dia bersama wanita disana.
"Aku ingin memulai hubungan yang serius dengan istriku, karena kami sudah menikah, aku tidak mau mempermainkan pernikahan, jadi aku menyelesaikan semuanya."
"Aku memutuskan semua kekasihku, supaya mereka tidak menganggu rumahtangga kami, dan aku hidup bahagia dengan Bunga."
"Kamu percaya kan sama aku?" tanya Aaron, menatap kearah Bunga.
Bunga tak menjawab apa pun, karena dia belum cukup kenal dengan Aaron.
"Saya yang akan menjadi jaminan, kalo seandainya nanti Aaron macam-macam," ucap Kenan,
"Saya dengan Aaron sudah berteman sejak kecil, jadi kami cukup tahu, bagaimana Aaron," lanjut Kenan.
"Kenan benar, Aaron selalu menempati ucapanya, jadi kamu jangan ragu," sahut Alex.
"Baiklah, mari kita awali pernikahan ini dengan hal-hal baik, agar rumahtangga kita baik kedepannya," ucap Bunga.
Aaron memeluk Bunga, dia senang karena Bunga faham apa yang dia jelaskan.
"Aku berjanji, akan selalu berusaha membahagiakan kamu," ucap Aaron.
***
~Selesai~