Update Every day
Qing Lou tak tahu kenapa, ia terjebak di dunia entah apa ini. Dan di paksa melakukan hubungan dengan pria asing, yang katanya akan menikahinya.
mengira itu omong kosong seorang pria, siapa sangka pria itu membawanya..tidak, tidak...lebih tepat menculiknya.
dan ya...
cari sendiri kelanjutannya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NINI(LENI), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 26
Bila Lian Zhen yang sedang kebingungan dan mendapatkan serangan balik dari cincinnya itu, yang sudah lenyap menjadi debu, berbeda dengan Hei Shun yang membeku.
Wanita yang selalu saja dipikirkan oleh selama bertahun-tahun, Qing Xian, yang tertidur dengan luka ditubuhnya. kini perlahan matanya terbuka...
Entah kenapa, hati Hei Shun rasanya berdebar dan dalam perutnya rasanya seperti ada kupu- kupu berterbangan.
entah terlalu senang atau bagaimana, yang jelas. Tuan Putri Qing Xian, terlihat sangat berbeda sebelumnya.
Bukan hanya berbeda… tapi seakan dirinya berevolusi dengan yang berbeda.
Bola matanya yang sebelumnya gelap kini memancarkan warna perak bercampur rose-gold, berkilau seperti pantulan cahaya bulan di atas danau jernih.
Di keningnya, simbol teratai suci bercahaya lembut, perlahan menghilang namun meninggalkan ukiran samar—tanda bahwa kekuatannya telah bangkit.
Rambutnya…
Beberapa helai berubah warna menjadi perak-keemasan ujung rambutnya, dan ketika ia bergerak, ujung rambut itu memancarkan cahaya spiritual.
Auranya…
Hei Shun tak berkedip, auranya bukan hanya mendominasi. melainkan seakan bentuk energi kasih sayang yang membuatnya tak berpaling darinya.
Hei Shun tidak bisa berkata apa-apa.
Bahkan saat Qing Xian Bangun, dengan menatap perlahan padanya. ia merasa kalau melihat arahnya dan menyangkal akan mustahil. Tapi di kamar ini tak ada siapapun, selain dirinya.
Sungguh ia ingin berharap hal yang mustahil...
"Apa dia marah karena membawanya kembali?" gumam dalam hati dengan wajah tegas dan tak terlihat kalau sebenarnya sedang terpana kecantikan wanita di depannya.
dan tersenyum manis pada Hei Shun.
"Apa akan hal buruk menimpaku?" gumamnya dengan penuh rasa kaget.
"…Hei Shun."
Suara lembut itu membuat Hei Shun tersentak, "Anda mengenal saya?" katanya dengan dingin.
Qing Xian menyeringit'kan dahinya, dengan penuh rasa penasaran dan berkedip, tidak mengerti reaksi itu.
tentu saja menganalnya.
"Apa maksudmu? mengapa aku tidak mengenalmu? yang selalu saat kecil dulu, menjagaku dengan baik!" Jelasnya.
Hei Shun adalah satu-satunya orang yang selalu berada di sisinya.
"sebenarnya apa yang terjadi?"
"Apa kau melupakanku?" ucap Qing Xian pelan.
Dan Hei Shun langsung menanggapi. "bagaimana mungkin aku lupa orang paling saya sayangi, saya tentu mengingat anda Tuan Putri, Qing Xian."
Hei Shun kemudian langsung terdiam, banyak sekali pertanyaan dalam hal ini.
"Tuan Putri… tidak marah? bahkan memgingatnya, tapi kemarin Tuan Putri memberontak untuk dilepaskan...ataukah ingatannya..." mungkin itu dia.
sekarang ia mengerti kalau Tuan Putri, ingatannya terkait itu hilang atau sengaja dihilangkan. tentu saja yang bisa melakukan ini, hanya kaisar seorang.
Yang ia tahu adalah, selama bertahun-tahun, Qing Xian, dengan ingatan dan karakter lamanya dan selalu dingin, kasar sehingga ketus padanya. (saat diajak ketemuan)
Tapi kini…
Qing Xian menatapnya dengan mata yang begitu lembut.
Ada sesuatu yang jelas berubah.
Namun Hei Shun menahan diri, ia tidak mau mencampuri urusan kekuatan suci bangsawannya. jika melakukannya, hidup saja mungkin akan sulit.
Setelah Qing Xian bernapas beberapa kali, ia akhirnya bertanya.
"kamu ini, tidak rindu padaku? oh iya, Rui Yan… di mana dia?"
Hei Shun menegakkan badan, lalu menjelaskan dengan sopan,
"Yang Mulia Rui, tadi datang menengok Anda, Tuan Putri. Ia mengatakan kondisi Anda stabil. Beliau meninggalkan ruangan setelah memastikan Anda tidak akan terluka lagi dan baik-baik saja."
Qing Xian mengangguk kecil.
"Begitu…bahkan tak mau menunggunya bangun!" ucapnya dengan wajah cemberut.
Ada sesuatu dalam suara itu. Rasa kekecewaan yang tidak dapat dijelaskan.
Hei Shun kemudian menambahkan,
"Beliau juga menitip pesan, bahwa jika Anda bangun, beliau ingin memastikan Anda tidak memaksakan diri dulu."
Qing Xian hanya tersenyum kecil. Senyum yang jarang ia tunjukkan pada siapapun. Namun ekspresi itu lenyap ketika ia bertanya pelan, seakan pertanyaan yang sulit.
"…dan bagaimana dengan Kaisar?"
Aura sekitar jadi hening.
Hei Shun menjawab dengan berhati-hati, ia terdiam sebentar dan menemukan jawaban yang sekiranya aman, agar tak merusak moodnya.
"Kaisar… tidak memiliki hubungan dengan Anda, Tuan Putri. Beliau adalah penguasa Benua Timur. Anda… pernah berpapasan dengannya, tetapi tidak lebih dari itu."
Qing Xian mengangguk.
Sangat sadar bahwa, kalau dirinya anak angkat darinya. bahkan tak pernah merasakan kasih sayangnya walaupun sedikit saja.
Ia tidak tahu kenapa ketika mendengar nama itu, ada bagian kecil di hatinya yang terasa aneh, seperti ada tempat kosong yang seharusnya diisi oleh sesuatu.
Namun ia tidak memikirkan lebih jauh, lebih baik hidup dengan baik. dan masih banyak orang - orang menyanyanginya.
jelas Hei Shun melihat rasa kesedihan, dari sorot matanya. "Tuan Putri, aku membelikan cemilan favorite anda."
"Benarkah?" katanya dengan senang.
Ia mengangguk dan mengambil dari meja, yang taruh tadi. membawa kehadapannya.
Qing Xian mencium baunya sangat tahu apa itu, dan langsung mengambilnya lalu mengigitnya dengan perlahan, rasanya benar-benar meleleh dan manis dimulut.
"emmnnphh...enak! kamu selalu paham apa yang aku mau! Hei Shun terima kasih!" ucapnya disela - sela makan.
Hei Shun tersenyum tanpa sadar mengusap kepala Qing Xian dengan lembut, saat sadar langsung menarik dengan cepat.
ternyata jauh dari semuanya, Hei Shun selalu menunggunya.
Ia langsung meletakan cemilan itu diranjangnya. berdiri dengan tiba-tiba dan menatap arah Hei Shun yang jauh tinggi darinya.
Hei Shun tersentak, saat tiba-tiba memeluknya. "Tuan Putri..." cicitnya.
Qing Xian memeluk dengan erat, "Terima kasih sudah menungguku pulang dan merawatku! aku bahkan tak bisa membalasmu!" ucapnya dengan penuh rasa ketulusan.
jelas mendengar suara hisakan dan memaksa melepaskan pelukan itu. benar saja, Qing Xian menangis dengan hidungnya sampai merah.
Mana tega, ia langsung menghapuskan air matanya. Dan berkata dengan pelan, "Tidak usah membalasku, cukup hidup dengan baik dan terus tersenyum pada saya..." Yang menjeda ucapnya.
"itu sudah cukup," sambungnya.
"Baiklah...aku akan tersenyum padamu....SETIAP HARI!" balasnya dengan penuh rasa semangat.
"Maka saya akan menantikannya..."
...----------------...
Bila Qing Xian dan Hei Shun terlihat sangat bahagia. berbanding terbalik dengan Rui Yan penuh dengan rasa Kekhawatiran yang tak berujung itu.
Rui Yan sedang berdiri di puncak menara istana tengah, memandang langit yang tiba-tiba dipenuhi awan putih yang berputar-putar.
Aura suci menyebar luas dari arah kamar Qing Xian.
Rui Yan merapatkan jubah putih emasnya. Tatapannya tajam tetapi juga terdapat rasa kegelisahan.
"Jadi… kekuatannya telah bangkit."
Itu seharusnya kabar baik.
Namun bersamaan dengan aura suci itu—Rui Yan merasakan sesuatu lain.
Gelombang aura hitam, pekat, bergulung seperti badai di kejauhan.
Aura itu…
Begitu familiar, sudah lama sekali.
"Makhluk itu bangkit lagi..."
Rui Yan memejamkan mata, rahangnya mengeras.
"Lian Zhen...aku tak akan membiarkanmu menyakitinya kedua kalinya. "
Dan jika kedua kekuatan—suci dan terlarang—bangkit bersamaan seperti kehidupan Qing Xian yang pertama…
Maka…
"…apakah hidup kedua Xian’er akan kembali berakhir tragis?" Rui Yan mengepal jemarinya erat.
Ia tidak ingin melihatnya terulang, tidak di kehidupan ini, tidak di kehidupan mana pun.
Ia berbisik pada angin yang berhembus,
"Xian’er… aku tidak akan membiarkan itu terjadi lagi, walaupun harus mengorbankan diriku. aku akan melakukannya...asalkan kau bisa selalu tersenyum damai!"
..._BERSAMBUNG_...