Menceritakan kisah gadis desa bernama Aida Saputri yang merantau ke Ibukota dan pada akhirnya menjadi seorang bodyguard dari Raisa Aditama putri pengusaha terkenal Wira Aditama dan Lisa Aditama. Saat dirasa telah mampu memegang perusahaan, Raisa diangkat menjadi CEO di perusahaan orangtuanya. Yang akhirnya mempertemukannya dengan CEO perusahaan lain bernama Arman Raharja.
Kisah cinta di mulai, terjadilah cinta segitiga. Raisa mencintai Arman, sedangkan Arman malah mencintai Aida. Sementara Aida sudah memiliki calon suami yang ia cintai. Lantas apa Arman akan berpindah ke Raisa yang jelas-jelas mencintainya. Atau bertahan dengan cintanya yang tak terbalas.
Selain Arman sang CEO ada sosok Aji yang berprofesi sebagai Bodyguard yang juga mencintai Aida. Di saat menanti hari H pernikahan calon suami Aida kecelakaan dan akhirnya meninggal dunia. Di akhir kisahnya siapa yang akan menjadi pendamping hidup Aida?
* Arman sang CEO yang angkuh,dingin, serta melakukan segala hal demi merebut hati Aida
Ataukah
*Aji sang bodyguard yang tulus mencintai tanpa pamrih justru rela mengorbankan nyawanya demi orang tercinta
Ikuti kisah Aida hingga berakhir indah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurjanah Sity, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. Emosi
Arman sudah masuk ke dalam mobilnya dan duduk di kursi penumpang. Ia masih terdiam, rahangnya mengeras giginya menggeretuk tanda saling bergesekan. Tanggannya mengepal seolah menahan perasaan yang ia tahan dan siap meledak kapan saja saat terkena percikan api kemarahan.
Edo telah duduk di kursi kemudi ia mulai m'emperhatikan rekannya yang hanya terdiam. Seharusnya ia bahagia karena bisa menatap langsung gadis yang ia idamkan. Namun keadaannya berbeda, Arman seperti menahan amarah. Dari sorot matanya ia nampak cemburu. Sebenarnya apa yang sedang orang itu pikirkan hanya Arman sendiri yang tahu. Ia lebih memilih diam, menanti Arman mengajaknya bicara. Mungkin ia perlu sedikit ketenangan, saat ia sudah lega pastinya akan dengan sendirinya curhat.
"Kenapa lo bicara sama Dia?",
"Dia siapa?", tanya Edo bingung.
"Aida",
"Ha...ha... Ada yang salah", jawab Edo sambil tertawa tanpa memperhatikan mata Arman yang telah memerah.
"Siapa yang ijinin lo ngobrol sama dia?",
"Emang apa hak lo. Inget ya bosBro yang terhormat, dia bukan siapa-sipa lo. Apa dia tahu perasaan lo ke dia. Sadar diri dong lo aja belum nembak dia, kenapa lo larang-larang gue ngobrol",
"Lo suka sama dia",
"ya jelas lah. Siapa yang gak bakal klepek-klepek liat tuh senyuman. Udah manis banget kaya madu",
"Berhenti....!!!!", teriak Arman.
"Kenapa?", tanya Edo memberhentikan mobil mendadak.
"Turun... gue tunggu di luar!", perintah Arman kemudian ia turun lebih dulu.
Ada apa sih. Aneh ni anak, tiba-tiba nyuruh berhenti sekarang suruh turun. Au...lah mending gua nurut dari pada berbuntut omelan.
Edo segera turun mendekati Arman yang tengah berdiri membelakanginya. Ia pun tak curiga dengan sikap teman sekaligus bosnya itu. Tepat Ia berada di belakangnya, tiba-tiba pukulan keras menghantam wajahnya.
Buggghhhh....
"Ini buat lo berani liatin Aida",
Buggghhhh....
"Ini buat lo berani ngajak dia ngobrol",
Bugggghhhh....
"Dan ini buat lo yang berani suka ma dia, itu artinya lo jadi musuh gua",
Arman mendaratkan pukulannya di wajah Edo tanpa jeda. Ia tak memberikan kesempatan padanya untuk ngelawan.
"Ha....ha.... ternyata lo cemburu pada orang yang bukan milik lo", tawa sinis Edo sambil meringis menahan perih di bibirnya.
"Lo masih bisa ketawa",
Arman kembali hendak menyerang, namun segera di tangkis Edo sebelum pukulan itu kembali mendarat padanya. Dengan cepat ia plintir tangan Arman kebelakang dan kemudian ia kunci kedua tangannya di belakang. Badannya yang tak seimbang jatuh ke kap mobil dan di tindih oleh Edo.
"Heh.... sadar... lo gak da hak buat ngelarang orang sekedar ngobrol. Dia bukan milik lo. Lagian emang gue ngobrol macem-macem, nggak kan. Apa salahnya gue basa-basi ma dia. Lo lihat kan tadi gue di kasih alamat toko dia yang ada nomor ponselnya. Lo bisa lebih dekat sama dia. Dan lagi jujur gue emang suka ma dia, tapi gue masih waras sob. Gue bukan tipe orang yang suka nikung. Meski sebenernya lo belum punya hak atas dia. Tapi gue gak se keji itu, gue gak mo saingan sama sahabat cuma buat dapetin cewek. Kalo lo di tolak baru gue maju",
Arman berusaha mencerna ucapan sahabatnya itu. Ia memang salah, ia bukan siapa-siapa Aida tapi sudah mengklaim dia miliknya. Terlebih ia paham betul Edo bukan tipe orang yang suka nikung. Ia mulai menyadari kebodohannya yang di butakan dengan api cemburu. Emosinya meledak begitu saja.
***
kasihan aida gara-gara metode PDKT Arman yg wow!!
\(°o°)/
bersikap galak dan sering ngebentak......😂😂😂
OB KERUDUNG BIRU